
"Siapa?!" Batari langsung memotong ucapannya Nehemia saking penasaran.
"Silvia" Sahut Nehemia dengan nada lirih seolah dia tidak percaya dengan penalaran dan ucapannya sendiri.
"Hah?! Kok bisa?" Batari langsung mengerutkan kening.
"Aku harus balik ke kantor. Aku akan ke sini lagi pas longgar dan akan aku katakan semuanya ke Kakak. Biar, aku merasa lega juga. Kakak baik-baik di sini, ya. Jaga kesehatan Kakak dan kandungan Kakak" Nehemia mengusap kedua bahu Batari lalu ia berbalik badan dan berlari pergi.
"Apa maksudnya? Apa yang akan dia katakan semuanya? Huffttt, okelah! Aku mending masuk aja ke dalam.
Saat Batari melangkah masuk, Alex berlari kencang dan menyusul Batari sembari menyerahkan kaosnya Noah, "Nih! Aku dah ambilkan kaosnya Kak Noah"
Batari langsung memekik, "Makasih!" Dan langsung ia peluk kaos suami tercintanya sambil melangkah lebar menuju ke ruang makan. Rasa laparnya sudah benar-benar berada di ujung tanduk.
Noah dengan panik memeriksa semua layar CCTV di jalan raya yang ia yakini dilintasi oleh mobil Van yang membawa istrinya pergi.
Noah yang memiliki mata tajam, menyeringai senang saat ia berhasil menemukan mobil Van dengan plat nomer yang dia cari, berada di pinggir jalan raya yang mengarah ke gerbang tol. Noah langsung melesat mengendarai mobil menuju ke jalan tersebut.
Satu jam berikutnya, Noah memukul keras body mobil Van dengan berteriak frustasi, "Kenapa mobil ini kosong?! Sial! Di mana Tari sekarang ini?"
Noah lalu memutuskan untuk kembali ke rumah saat ia menerima telepon dari mama Mertuanya.
"Kak, kalau makan terus menciumi kaosnya Kak Noah, Kaosnya bakalan kotor, dong" Ucap Alex dengan wajah heran.
"Ya, harus kayak gini. Kalau nggak kayak gini, aku akan mual dan muntah" Sahut Batari sembari terus menciumi kaos suami tercintanya.
"Kaos itu,.kaos kotornya Kak Noah, karena aku memungutnya dari keranjang baju kotor. Terlalu lama Kalau aku harus ambil kaos bersih dari lemari. Nah, kalau Kakak ciumi kayak gitu, tambah kotor dong kena makanan" Sahut Alex.
__ADS_1
"Malah aku seneng kamu ambil baju kotor, kan, ada bau keringatnya Noah. Kaos ini juga baru dipakai sama Noah semalam, jadi nggak kotor--kotor amat"
"Berarti, nggak boleh dicuci?"
"Jangan!" Batari langsung mendekap erat kaosnya Noah.
Alex terkekeh geli dan berkata, "Oke. Baiklah. Aku nggak akan ambil kaos itu"
"Orang hamil emang suka aneh" Sahut Cephas dengan senyum geli.
Cephas ikut bergabung makan dan bertanya, "Apakah tadi, Nyonya pergi ke halaman depan?"
"Iya. Tapi, aku berdiri di rerimbunan pohon. Nggak kelihatan, kok, dari jalan" Sahut Batari.
"Walaupun tidak kelihatan dari luar, tapi, tolong, lain kali jangan pergi ke halaman depan lagi. Saya takut kalau The Rat menugaskan anak buahnya yang lain untuk memata-matai tempat ini" Sahut Cephas.
"Oke" Batari tidak memberitahukan ke Cephas ataupun Alex tentang Nehemia Baron yang datang menemuinya barusan.
Amanda sontak menyentuh kedua bahunya Noah dan bertanya, "Di mana Tari?"
Amanda bertanya begitu, karena ia bisa membaca pikiran Noah tengah panik tentang Batari.
Noah berusaha berkata di tengah isak tangisnya, "Aku nggak tahu, Ma. Aku menyesal membiarkan Tari masuk sendirian ke dalam toilet. Aku stres saat ini. Aku kehilangan Tari. Bagaimana di makan nanti, dia nggak bersamaku dan nggak bawa kaosku. Kalau dia makan pasti mual dan muntah terus. Bagaimana dengan kesehatan dia dan kandungannya? Bagaimana........."
"Sssttt" Amanda langsung menepuk-nepuk bahunya Noah dan berkata, "Sudah jangan menangis lagi! Udah lama sejak kamu berumur delapan tahun, Mama nggak pernah melihat kamu menangis seperti ini. Dan kamu menangis untuk masalah yang sama, yaitu Tari. Dulu, di umur delapan tahun kamu menangis sehebat ini saat melihat Batari jatuh bersama sepedanya di got. Sekarang kamu menangis lagi sehebat ini, Mama jadi bingung harus gimana, nih?"
Noah semakin menundukkan kepalanya dan masih menangis sesenggukan.
__ADS_1
"Kita coba keliling jalan, Om. Dito, kan, bisa merasakan keberadaan orang-orang yang Dito sayangi termasuk Kak Tari walaupun itu dari jarak yang cukup jauh. Siapa tahu, kita bisa menemukan Tante Tari" Sahut Dito sambil menaikkan dagunya Noah, lalu mengusap pipinya Noah dengan kedua telapak tangan mungilnya.
Noah langsung memeluk Dito dan berkata, "Terima kasih, Dito. Kamu memberikan harapan baru untuk Om. Ayo kita pergi sekarang?"
Dito tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Mama ikut" Sahut Amanda.
Nehemia menarik benang merah dari semua peristiwa yang terjadi sejak kemunculannya Silvia. Lagipula, Amanda mengatakan ke Nehemia beberapa ucapan aneh yang tersirat di dalam benaknya Silvia. "Sial! Aku yakin kalau The Rat itu adalah Silvia. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang? Untungnya Kaka Tari itu orang baik dan dia dikelilingi banyak orang baik di hidupnya, jadi Kak Tari aman-aman aja sampai sekarang ini"
"Nyonya, maafkan saya. Anda harus saya ikat sebentar dan saya tutup mata Anda, karena The Rat akan datang ke sini. Dia ingin memastikan kalau saya benar-benar menculik Anda" Sahut Cephas.
"Apakah aku akan dibunuh? Dia ingin aku mati, kan?"
"Dia berubah pikiran karena bujukan saya. Jadi, Anda tidak akan dibunuh sebelum Nehemia Baron menikah. Tepi, itu juga karena saya yang menculik Anda. Kalau anak buahnya The Rat yang lain, Anda sudah diapa-apain sekarang ini. Anak buahnya The Rat itu brutal semuanya" Sahut Cephas.
"Kalau gitu, Kita bisa lihat siapa dia, kan?"
"Nggak juga. Tidak ada yang bisa lihat siapa dia. Karena, dia selalu memakai topeng kata orang uang pernah berhadapan dengannya" Sahut Cephas sambil mulai mengikat Tari di atas bangku yang terbuat dari kayu.
"Tapi paling nggak, kita bisa tahu dari fisik dia. Dia itu cewek apa cowok" Batari menatap Cephas dengan wajah riang penuh semangat.
"Ah, iya. Anda benar, Nyonya. Anda memang cerdas seperti Kakek buyut Anda. Anda tahu, saya sangat mengagumi Kakek dan Nenek buyut Anda. Bahkan hubungan saya dengan nenek buyut Anda, sudah seperti cucu dan Neneknya Saya memanggil Nenek buyut Anda, Nenek dan Beliau tidak keberatan"
"Nenek buyutku memang terkenal lembur dan baik hati. Beliau memiliki banyak anak asuh dan juga cucu asuh" Sahut Batari.
Alex berlari masuk ke dalam ruangan setelah menyembunyikan kaosnya Noah dan langsung berkata, "Syukurlah Kak Tari sudah diikat rapi. Ada mobil masuk di pekarangan depan" Setelah mengucapkan kata itu, Alex berlari keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Batari berakting kaku setelah kedua matanya ditutup dan dia memasang kedua telinganya dengan baik untuk mendengar seperti apa suaranya The Rat.
Seseorang berjubah hitam panjang dengan topeng bermoncong, masuk ke dalam rumah. Lima orang berbadan tegap mengikuti orang dan Alex yang menyambut kedatangan mereka.