
Noah membopong Batari ke mobil dan membawanya istri, mama mertua, juga Dito pulang ke rumah terlebih dahulu.
Sementara Cephas, Lopez, dan Alex membawa tersangka The Rat dan kelima pria berbadan tegap, ke kantor polisi.
Noah merebahkan Batari dengan sangat hati-hati lalu berkata sambil mengusap rambutnya Batari, "Aku tinggal ke markas dulu, nggak papa?"
Batari mengusap pipi Noah dan sambil tersenyum ia menganggukkan kepala.
Noah lalu mengelus pelan perut rata istrinya, "Kamu dan anak kita beneran nggak papa? Perut kamu nggak terasa aneh?"
Batari menarik tengkuk Noah, ia cium sebentar bibir suaminya lalu berkata, "iya. Beneran nggak papa. Istri dan anak kamu ini perkasa"
Noah tersenyum lebar dan langsung menyentil pelan pucuk hidung istrinya dengan gemas dan penuh cinta. Saat ia mencium keningnya Batari, ia tersentak kaget dan langsung merogoh telepon genggamnya dan segera mengangkat panggilan masuk di telepon genggamnya itu, "Halo, ada apa Hem?"
"Aku sudah tahu siapa The Rat. Aku punya buktinya. Aku serahkan semua bukti yang aku dapatkan ke Papa"
"Kak Tari kamu malah udah mengungkap sendiri siapa The Rat sebenarnya. Kak Tari kamu duel sama The Rat dan melumpuhkannya"
"Hah?!" Saking terkejutnya, hampir saja Nehemia melepas telepon genggamnya. Lalu, Nehemia berkata, "Berarti sekarang Kak Tadi sudah sama Kakak?"
"Hmm. Kak Tari kamu ada di kamar sekarang. Untung saja dia dan janin di dalam kandungannya nggak kenapa-kenapa"
"Oke. Kakak kalau mau ke markas Kakak, ajak Papa. Papa pesan gitu tadi ke aku"
"Oke. Makasih Hem" Sahut Noah.
Noah kembali mencium kening istri tercintanya lalu ia pergi.
Sepeninggalnya Noah, Batari menelepon Nehemia, "Kakak pengen ketemu sama kamu besok di kafe dekat rumah Kakak"
"Kakak baik-baik saja?"
"Iya"
"Oke. Aku akan ke kafe besok. Jam berapa, Kak?"
"Jam makan siang bisa?"
"Bisa" Sahut Nehemia dengan senyum semringah.
Keesokan harinya, Batari bangun dengan disambut senyum tampan suaminya.
"Jam berapa ini?" Tanya Batari sembari memeluk pinggang suaminya dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya.
"Jam sembilan" Sahut Noah sembari memainkan rambut Batari dan sesekali menciuminya.
"Aku belum keramas. Bau. Jangan kamu ciumi rambutku" Batari menarik rambutnya.
__ADS_1
"Wangi kok" Sahut Noah.
"Eh! Kok kamu belum berangkat kerja?" Tanya Batari mengangkat wajahnya untuk melihat suaminya.
"Aku akan ke markas jam makan siang. Nunggu Papa Barnes datang" Sahut Noah.
"Papa pulang hari ini?"
"Hmm"
"Wah! Apa Papa bawa kue brownies keju kesukaanku? Kalau Papa pulang dari Jerman, Papa pasti bawa kue brownies keju. Kamu ingat, kita sering makan bareng waktu kecil. Aku, kamu, Bening, dan Hemi"
"Iya" Noah tersenyum lebar lalu mencium kening istrinya.
"Eh, bentar. Aku nanti siang mau makan siang dengan Hemi, nggak papa?"
"Nggak papa. Tapi, kamu makan dengan menciumi kaosku di muka umum emangnya nggak malu?" Noah tekekeh geli.
"Ngapain malu" Batari berucap santai lalu sambil bangkit berdiri ia menciumi wajah tampan suaminya dan setelah puas menciumi wajah suaminya, ia berlalu begitu saja masuk ke kamar mandi.
Noah tersenyum geli dan sontak menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah konyol istri tercintanya.
Barnes, Jake, Duscha, dan the Five Jays, masuk ke dalam rumah dan langsung disambut hangat. Batari langsung berlari untuk memeluk erat papanya sambil berkata, "Mana oleh-olehnya, Pa?"
"Wah, dia pikir aku piknik, ya, Kok langsung nanya oleh-oleh" Sahut Barnes sambil mengusap rambut putri cantiknya
Barnes mencium kening putrinya lalu berkata, "Iya, iya. Papa nggak pernah lupa bawakan brownies kesukaan kamu"
Batari langsung berjinjit dan mencium kedua pipi papa tercintanya dengan penuh cinta kasih.
Setelah semuanya pergi ke markas, Batari pamit ke mamanya, "Ma, aku mau ke kafe ketemu sama Hemi sebentar"
"Oke. Hati-hati. Jangan ajak Dito! Dito masih sekolah"
"Oke" Sahut Batari.
Sebelum ke kafe, Batari menemui juniornya dulu. Juniornya masih kuliah di fakultas kedokteran, namun sudah hampir lulus. Batari merasa kalau juniornya itu adalah wanita yang sangat tepat untuk Nehemia Baron. Jelita Pramesti, namanya. Jelita adalah gadis yang lugu, manis, dan dari keluarga baik-baik. Batari ingin mengenalkan Jelita ke Nehemia.
"Kamu, kan udah hampir lulus dan belum punya pacar, kan?"
"Aku memang nggak pernah pacaran, Kak. Aku selalu belajar dan bersembunyi di balik buku. Siapa yang mau melirikku?"
"Lho, kamu itu cerdas, manis dan baik. Pasti banyak yang melirik kamu dan pasti banyak yang ingin mengajak kamu berkencan"
Jelita tersenyum dan bertanya, "Ada apa Kakak nanya soal itu?"
"Aku akan kenalkan kamu sama adik iparku mau? Dia tampan, Presdir grup Baron, dia orang yang asyik dan menyenangkan"
__ADS_1
"Boleh aku lihat fotonya?" Tanya Jelita.
"Nih" Batari langsung menyodorkan telepon genggamnya ke Jelita. "Itu adik iparku. Cakep, kan?"
Jelita langsung terpikat melihat fotonya Nehemia dan dengan malu-malu dia menganggukkan kepalanya.
"Bagus. Ayo kita pergi menemuinya sekarang"
"Jangan sekarang!"
"Lho, kenapa?"
"Dia sangat tampan dan hebat. Apa dia mau berkenalan denganku?"
"Kamu itu juga hebat dan manis. Kenapa dia nggak mau berkenalan dengan kamu? Kalau dia tidak mau berkenalan dengan kamu, akan aku pukul kepalanya"
"Jangan sekarang!"
"Lalu, kapan?" Tanya Batari.
"Besok sore aja. Aku perlu mempersiapkan hati dan diriku dulu, Kak"
"Oke.Besok sore aku akan ajak kamu double date. Aku bersama suamiku dan kamu bersama Nehemia. Kita ketemuan di restoran Dapur Yummy, besok sore jam enam, ya?"
"Iya, Kak"
"Harus datang. Kalau nggak, aku akan menghantui kamu terus"
Jelita tekekeh geli lalu berkata, "Iya. Aku akan datang"
Batari lalu pergi meninggalkan Jelita dan meluncurkan mobilnya ke kafe. Sesampainya di kafe, dia melihat Nehemia melambaikan tangan dengan senyum semringah.
Batari menghampiri Nehemia dan berkata, "Kok kamu udah datang? Aku rasa aku terlalu awal datang ke sini"
"Seorang pria sejati pantang membuat seorang wanita menunggu"
"Cih! Rayuan kamu itu udah basi. Kau perlu beli buku kamus rayuan yang baru lagi sepetinya" Sahut Batari sambil duduk.
Nehemia duduk di depan Batari sambil tertawa ngakak. Lalu, ia berkata, "Aku Idha pesankan smoothies strawberry, kentang goreng, dan roti bakar keju juga steak salmon untuk Kakak. Semua itu makanan kesukaan Kakak, kan?"
"Wah, thank you! Kamu emang adikku yang paling mengerti diriku, hehehehe"
Nehemia tersenyum lebar lalu berkata, "Kenapa Kakak mengajakku makan siang hari ini? Berdua aja? Kak Noah tahu soal ini?"
"Tahu. Nggak ada yang aku sembunyikan dari Noah kecuali perasaan tersembunyi kamu untukku"
Deg! Seketika Nehemia mematung.
__ADS_1