
Nehemia Baron mengambil fotonya Batari di dalam laci mejanya dan kembali menatap foto itu di jam istirahatnya. Nehemia cukup luas hanya bisa memandangi foto itu. "Aku sepertinya harus menemui seorang psikolog. Aku tak bisa berhenti memikirkan kamu. Aku harus berhenti memikirkan kamu karena kamu adalah wanitanya Kakakku"
Nehemia Baron menghela napas panjang dan kembali bergumam, "Kenapa Tuhan hanya menciptakan satu wanita seperti kamu di dunia ini? Kenapa Tuhan tidak adil padaku?"
Noah menurunkan Batari dengan pelan dan mengunci pintu kamar. Lalu pria tampan berbola mata biru itu menyentuhkan hidung dan bibirnya pada leher putih mulusnya Batari seperti seorang kekasih yang tengah dimabuk asmara.
Lalu Noah menarik wajahnya dari lehernya Batari untuk meraih kepalanya Batari dengan kedua tangannya dan mendaratkan sebuah ciuman di bibirnya Batari. Noah menatap wajah wanitanya sejenak dan dia mencium kelopak matanya Batari saat kedua kelopak mata berbulu lentik itu menutup sempurna.
Noah kembali menatap wajah cantik istri kecilnya, dan di saat bibirnya Batari merekah terlena, Noah langsung memagut bibirnya Batari, menyusupkan lidah dan tangannya mulai hilang kendali.
Batari dan Noah terus berciuman karena Noah tahu betul, Batari suka berciuman dengannya maka ia meladeni keinginan Batari untuk lebih lama berciuman.
Sementara tangan Noah merasakan dan menjelajahi tempat-tempat yang memunculkan reaksi paling kuat.
"Kau bisa membunuhku dengan cara seperti ini, Noah" Gumam Batari di atas bibirnya Noah.
"Kalau begitu kita akan mati bersama, Tari"
Tangan Batari mulai bergerak membuka ikat pinggangnya Noah, ritsleting celana panjangnya Noah dan menurunkan celananya Noah. Dan dengan gerakan menggoda, Batari membantu Noah meluncurkan celana boxernya Noah ke lantai. Mereka berdua kemudian berjalan ke ranjang dengan saling menggoda.
Noah begitu bergairah dan siap. Batari melakukan. gerakan menggesek, melingkarkan kedua pahanya di pinggangnya Noah, membenamkan kuku jari tangan kanannya di atas punggungnya suami tampannya, sementara tangan kirinya menyentuh titik sensitif suaminya yang menegang. Batari melayang dengan jantung bergemuruh saat ia menyentuh titik sensitif suaminya.
"Tenang, pelan-pelan saja, Tari" Bisik Noah dengan suara serak penuh gairah dengan tangan yang terus bergerak memutar, membelai, dan meremas di titik kenyalnya Batari.
Napas Batari tercekat dan wanita cantik itu memaksakan diri untuk mengambil napas dan menghela napas dalam-dalam.
Noah lalu menarik tangan Batari dari titik sensitifnya yang menegang dan istri cantiknya Noah itu kehilangan kendali saat ia mendengar napas suami tampannya tercekat.
Noah mengerang frustasi saat ia melihat tubuh Batari terekspos di depannya, "Kau sempurna, Sayang" Bisik Noah saat ia bergerak masuk.
__ADS_1
Batari sontak merenggang, menyambut kekasihnya itu, dan mengerang, "Oh, Noah. Jangan berhenti! Jangan pernah berhenti!" Wanita cantik istri kecilnya Noah itu, memejamkan kedua matanya untuk lebih dalam merasakan kenikmatan itu.
"Sempurna. Kau begitu sempurna. Di mataku kau begitu indah, Tari" Ucap Noah dengan terus bergerak.
Batari melingkarkan kedua kakinya di pinggulnya Noah lalu ia mencengkeram pinggulnya Noah di saat gelombang kenikmatan yang lembut digantikan oleh hasrat membara.
Napas Batari sesak dan kepalanya pening saat ia terbawa arus dan terhanyut di dalam klimaksnya. Noah berpacu cepat untuk menyusul Batari hingga Noah mengerang keras dan tersengal lalu tergolek lemas di atas tubuhnya Batari dengan peluh bercucuran.
Noah masih terkulai kehabisan tenaga di atas tubuh polosnya istri cantiknya, Batari mengulurkan tangannya mengelus punggung polosnya Noah sembari bertanya, "Kau baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja, Sayang" Tegas Noah. "Ini hanya serangan kecil bagi seorang Noah Baron"
Batari mengelus punggungnya Noah dan sambil terkekeh geli ia berucap, "Serangan kecil, ya, tapi kenapa kau tidak bisa bangun dan lemas seperti ini?"
"Ini karena aku enggan menjauh darimu" Noah terkekeh geli
Batari menautkan alisnya di depan Noah, "Janji apa?"
"Kau belum kasih ronde kedua ala Batari Putri Darmawan, kan?" Noah memeluk erat tubuh Batari yang ada di atas tubuhnya sambil mengedipkan sebelah matanya.
Batari langsung merona malu dan sambil menarik selimut dia berkata, "Aku berikan ronde kedua ala Batari Putri Darmawan saat kau balik dari Jerman. Sekarang aku ngantuk mau tidur"
Noah tergelak geli dan sambil mempererat pelukannya, ia berkata, "Baiklah, tidurlah!"
Setelah memastikan Batari benar-benar tertidur pulas, Noah bangun dengan pelan dan hati-hati. Setelah mencium kening Batari sembari merapikan selimut yang menyelimuti tubuh polosnya Batari, pria tampan berbola mata biru itu memakai kembali semua bajunya.
Noah keluar dengan pelan dan tanpa mengeluarkan suara dari dalam kamar. Lalu, ia berdiri di depan pintu kamar untuk menelepon temannya, "Tolong kirim dua orang di perumahan elit Alam hijau blok 2 nomer lima puluh delapan. Ada yang mengincar keluargaku"
"Oke. Aku dan rekanku akan segera meluncur ke sana untuk berjaga di sana" Sahut temannya Noah.
__ADS_1
Noah mematikan telepon genggamnya dan sambil berjalan ke ruang keluarga, ia memasukkan telepon genggamnya ke dalam saku celananya.
"Hai, Ma. Hai, Dito, Hai, Tante Tari" Noah melambaikan tangan kanannya ke semuanya.
"Pantes Tari menghilang sangat lama dan pintu kamarnya dikunci, ada kamu ternyata" Sahut Amanda sambil menjumput popcorn.
Noah menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal dan meringis di depan mama mertunya.
Bryna dan Dito sontak bertanya, "Kok ada di sini?"
Noah berdiri tegak di depan semuanya dan berkata, "Sewaktu kita masih di bandara Jepang, saya melihat ada asisten pribadinya John Murray di sana. Perasaan saya nggak enak dan saya memutuskan untuk menyusul kalian dan saya lega semuanya Baik-baik saja. Saya sudah menghubungi teman saya untuk berjaga di depan. Setelah teman saya datang, saya akan ke bandara dan pergi ke Jerman. Saya nitip Tari dan Dito"
"Siap" Sahut Bryna dan Amanda secara bersamaan.
Setelah temannya Noah datang, Noah pamit ke semuanya dan berkata, "Tolong katakan ke Tari kalau saya pergi ke Jerman. Saya nggak tega kalau harus membangunkannya, Ma"
"Oke. Berangkatlah dan hati-hati!" Sahut Amanda.
Batari bangun di saat hari mulai gelap. Lalu ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bergegas keluar untuk mencari Noah, namun Amanda langsung berkata, "Noah udah terbang ke Jerman"
Batari tersenyum dan mengangukkan kepalanya dan menyelipkan doa di dalam hatinya untuk Noah, Papanya, dan semua tim yang berangkat ke Jerman bisa kembali ke tanah air dengan keadaan utuh.
Batari kemudian mengajak Dito ke taman belakang untuk bermain petak umpet di saat Amanda dan Bryna asyik memasak untuk makan malam mereka.
Dan tanpa Batari sadari, dua orang berhasil menyusup masuk ke taman belakang. Satu orang berhasil membuat pingsan Dito dan satu orang lagi berhasil menaruh sapu tangan di mulutnya Batari dari arah belakang. Dalam hitungan detik, Batari jatuh pingsan. Kedua orang itu lalu memanggul Batari dan Dito menuju ke mobil Van mereka. Salah satu dari kedua orang itu menelepon The Rat, "Kami sudah berhasil mendapatkan target"
"Bawa keduanya ke tempat yang sudah aku siapkan untuk mereka" Sahut The Rat.
Silvia menarik sudut bibirnya dan membentuk seringaian menakutkan saat ia berkata di dalam hatinya, tunggulah kamu di sana, Tari! Sampai aku berhasil menikahi Hemi.
__ADS_1