Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Duel


__ADS_3

Batari masih menahan dada The Rat yang berusaha maju dan menoleh ke Cephas untuk berteriak, "Tinggalkan kami berdua!"


"Kak! Jangan ngawur! Dia The Rat" Teriak Alex.


Batari menoleh ke Alex dan dengan masih menahan dada The Rat ia berkata, "Emang kenapa? Dia wanita sama seperti aku"


Alex dan Cephas yang sudah berhasil melumpuhkan kelima bodyguard-nya The Rat langsung berlari ke depan untuk melihat wajah The Rat yang masih memakai tudung.


"Sial! Dia cantik kenapa julukannya The Rat?" Ucap Cephas.


"Kok malah bengong? tinggalkan kami!" Pekik Batari.


"Anda yakin Nyonya?" Tanya Cephas.


"Yakin"


The Rat menyeringai ke Batari dan berkata, "Kau akan menyesali keputusanmu ini Tari"


Cephas dan Alex langsung menyeret kelima orang yang sudah KO keluar dari kamar.


Batari menurunkan kakinya dan memasang kuda-kuda sambil bertanya, "Kenapa kau menculikku Silvia?"


"Kau yakin mau tahu alasannya?" Tanya Silvia.


"Tentu saja iya! Dasar brengsek! Aku diculik dan aku harus pasrah aja gitu? Diam seribu bahasa? Cih! Enak aja! Katakan cepat kenapa kau menculikku!" Batari memekik kesal.


"Karena Nehemia Baron tidak pernah mencintaiku"


"Kalau Nehemia tidak mencintaimu, kenapa dia mau menikah denganmu? Lalu, apa hubungannya denganku?" Batari masih memasang kuda-kuda andalannya dan mendelik kesal ke Silvia.


Lopez melihat ada dua orang laki-laki keluar dari dalam rumah sambil menyeret lima orang pria yang sudah tepar tak berdaya. Lopez mengenali Alex dan langsung bergumam, "Kenapa ada Alex di sini?"


"Hemi tidak ingin perasaan cintanya yang terlarang diketahui oleh keluarganya dan publik" Sahut Silvia.

__ADS_1


"Sial! Kenapa kamu tuh kalau bicara mirip banget dengan Papaku. Suka berbelit-belit. Katakan saja intinya! Dasar brengsek!" Batari mendengus kesal.


"Kamu yang brengsek! Hemi menyimpan rasa sama kamu. Hemi mencintaimu dan hanya mencintaimu!!!!!!" Silvia memajukan wajahnya ke Batari dan berteriak kencang.


"Eh, busyet! Kalau teriak jangan memajukan wajah kamu ke sini. Muncrat, nih, ludah kamu, sial!" Batari mengusap bajunya.


"Kau! Kau santai aja mendengar soal ini?" Tanya Silvia.


"Emang aku harus gimana? Pingsan gitu? Wajar lah kalau seseorang jatuh cinta. Yang bikin aku heran adalah, kenapa aku harus diculik dan disembunyikan sampai hari H pernikahan kalian? Toh, Hemi juga nggak nekat menyatakan perasaannya ke aku dan dia juga nggak nekat mengajakku kawin lari, kan? Lalu, apa masalahnya Dodol? Kenapa aku harus diculik? Cih! Dasar Dodol!"


Silvia mendelik kesal dan langsung berteriak, "Kau yang dodol!!!!!! Tanpa kau sadari kau selalu menjadi duri di hubungan kami. Tentu saja kau perlu menculik kamu. Karena kalau tidak, Hemi bisa saja tiba-tiba lari meninggalkan aku di altar pernikahan saat ia melihat kamu"


"Emang, ya, pemikiran Dodol sama orang jenius itu beda. Ngapain Hemi lari meninggalkan kamu saat ia melihatku? Hemi pasti bisa menahan diri. Selama ini, pun, Hemi bisa menahan diri, kan?" Batari mendelik ke Silvia.


"Aku menyesal menyetujui Cephas menculik kamu. Aku menyesal menyetujui Cephas untuk tidak membunuh kamu, dasar wanita brengsek!!!!!! Mati kau sekarang!!!!!" Silvia melesat maju dan mengarahkan tinju mautnya ke Batari.


Silvia melakukan serangan ke kepala, badan, dan kaki lawannya dengan menggunakan kepalan, sikut, lutut dan tulang kering.


Batari berhasil menangkis semuanya. Dan di saat Batari berhasil melompat ke belakang dan berada cukup jauh dari Silvia untuk mengambil napas sebentar, ia berkata dengan senyum lebar, "Kau menguasai Muay Thai, ya?"


Batari tersenyum mengejek dan berkata, "Aku akui Muay Thai kamu keren. Tapi, itu justru membuatku berpikir untuk tidak menggunakan teknik Taekwondo"


"Jangan banyak omong! Mati kau!" Silvia kembali melesat ke depan.


Batari langsung menggunakan teknik beladiri Systema. Teknik bela diri Systema merupakan teknik penyerangan sekaligus pertahanan yang sempurna. Di bela diri Systema, ia harus bertahan dan tidak boleh terluka, ia menetralkan penyerang secepat mungkin, melakukan transisi dari teknik bertahan ke teknik menyerang secepat mungkin. Dia mengeksploitasi semua reflek alami dalam tubuh, mengeksploitasi semua bagian tubuh yang mudah diserang.


Batari tidak menggunakan gerakan atau jurus-jurus yang baku, melainkan hanya ditekankan untuk dapat melumpuhkan enam ruas tubuh lawan, yaitu siku, leher, lutut, bahu, pinggang dan pergelangan tangan.


Buk! Saat keempat jari Batari menusuk tenggorokan Silvia, lalu menusuk pinggang Silvia, Silvia mengerang kencang dan langsung jatuh tak sadarkan diri di atas lantai


Batari langsung mengusap perutnya dan berkata, "Maafkan Mama, ya, Nak. Mama ajak kamu berolahraga sebentar dan sekarang kamu lapar, lagi, ya?"


Brak!!!!!! Pintu terbuka dan Noah seketika mematung di depan pintu saat ia melihat Silvia terkapar di atas lantai.

__ADS_1


Lopez, Cephas, dan Alex ikutan masuk dan mereka bertiga secara kompak mengacungkan ibu jari mereka ke Batari.


Batari mengelus tengkuknya dan sambil meringis, dia berucap, "Ah! Kalian jangan lebay! Biasa aja, kali. Lawanku cuma satu, jadi wajar kalau aku menang, hehehehehe"


Berbeda dengan Noah. Noah menatap tajam istrinya dan sambil menggeram ia berucap, "Borgol Silvia dan bawa dia pergi! Tinggalkan aku dan Tari sendirian!"


Lopez segera memborgol Silvia dan membawa Silvia keluar dengan bantuan Alex dan Cephas.


Amanda yang menunggu di luar sambil menggendong Dito, langsung berteriak ke Lopez, "Tari gimana?"


"Nyonya Bos, Aman!" Teriak Lopez.


Dito dan Amanda bersitatap dan berucap bersamaan dengan senyum lega, "Syukurlah!"


Nehemia Baron langsung pergi untuk menemui papanya dan berkata, "Pa! Aku menemukan bukti siapa sebenarnya The Rat. Lalu, aku harus gimana sekarang?"


Adam Baron langsung menautkan kedua alisnya ke Nehemia.


Noah Baron melangkah masuk dan menutup pintu dengan tumitnya. Dia masih menatap tajam istrinya.


Batari menautkan alisnya dan berkata, "Kenapa kamu menatapku seperti itu alih-alih memeluk dan menciumku?"


Noah langsung melompat dan memeluk Batari. Dia menciumi wajah Batari dan berjongkok untuk mencium perutnya Batari. Dia kembali bangkit berdiri dan dengan wajah penuh dengan. kekhawatiran ia bertanya, "Kau baik-baik saja, kan? Kenapa kau nekat melawan The Rat sendirian? Kau, kan, lagi hamil. Apa perut kamu baik-baik saja? Apa ........ hmmmppppt......."


Batari langsung membungkam mulut Noah dengan mulutnya.


Batari dan Noah tidak menutup kedua mata mereka. Mereka berdua saling memberikan tatapan cinta penuh kerinduan dan kesukaan yang besar satu sama lain. Ciuman lembut yang Batari berikan pada bibirnya, membuat Noah menggila dan ia menarik tengkuk Batari untuk memperdalam ciuman mereka.


Lalu, Batari menarik diri dan dengan napas terengah-engah, ia berkata, "Aku emang suka ngeyel. Tapi, aku tahu diri. Aku sadar kalau aku hamil makanya aku tadi pakai teknik Systema selain bisa bertahan dengan baik aku bisa dengan cepat melumpuhkan lawan"


Noah langsung memeluk Batari dengan Erat sambil berucap, "Syukurlah kamu itu tercipta sangat cerdas dan kuat. Aku bersyukur memilikimu Tari. Terima kasih udah jaga diri kamu dan anak kita dengan sangat baik. Aku sangat mencintai kalian. Kalau sampai kalian kenapa-kenapa maka aku akan memilih mengakhiri hidupku"


"Hei! Jaga ucapan kamu!" Batari menepuk punggung Noah.

__ADS_1


Noah melepaskan pelukannya dan untuk menatap Batari dan bertanya, "Kamu kok nggak jawab kalau kamu juga mencintaiku"


"Aku sudah jawab tadi dengan ciumanku" Batari langsung menunduk malu dan Noah kembali memeluk erat istrinya dengan tawa bahagia.


__ADS_2