
Tiga bulan berlalu sejak Barnes pergi bertugas ke Jepang dan keberadaan Barnes beserta timnya, dirahasiakan. Barnes beserta timnya tidak diijinkan untuk menghubungi pihak luar dan tidak bisa dihubungi oleh pihak luar.
Bryna dan Amanda menahan kerinduan yang luar biasa pada suami mereka masing-masing.
Bryna menyibukkan diri pada pekerjaannya, pada bisnisnya untuk membunuh kerinduannya pada sang suami. Sementara itu, Amanda mengikuti pelatihan khusus dari Jendral Bayu. Amanda menerima tawaran dari Jendral Bayu untuk dijadikan agen khusus tim elite di bawah kepemimpinannya Jendral Bayu.
Hingga tiba saatnya, Amanda dikirim untuk membantu timnya Barnes Adiwilaga Darmawan tanpa sepengetahuannya Barnes.
Dalang di balik pembunuhan Omnya Amanda dan dalang penculikan Tantenya Amanda dan Laura adalah Hellena Simpsons. Wanita yang berbisnis legal berupa Salon kecantikan dan memiliki bisnis ilegal yakni perdagangan anak di bawah umur itu, sangat sulit untuk dibekuk. Wanita cantik berhati iblis itu sangat cerdas, licik dan licin seperti belut. Beberapa kali dia berhasil lolos dari belenggu penjara karena ia memiliki kekasih seorang politikus kaya raya yang memiliki pengaruh besar di dalam segala bidang kehidupan.
Hellena tertarik pada Barnes yang menyamar sebagai pengawal pribadinya Hellena dengan nama samaran Jacob Rivers dan Jake menyamar menjadi tukang kebun di rumah mewahnya sang politikus kaya raya yang juga menjadi incaran pihak berwajib karena politikus yang bernama Leonard Atmaja itu, sudah banyak merugikan negara.
Barnes mengetahui betapa kotornya Hellena Simpsons. Banyak orang sudah mengetahuinya, tapi mereka tidak bisa mengusik Hellena Simpsons tanpa bukti yang kuat. Tiga bulan bekerja menjadi pengawal pribadinya Hellena membuat Barnes harus bertahan menghadapi Hellena. Namanya Hell yang berarti neraka memang cocok menjadi nama wanita berhati iblis dan hina itu.
Hellena beberapa kali berusaha menjamah Barnes dan beberapa kali mengundang Barnes naik ke ranjangnya, namun dengan lihai, Barnes berhasil lolos dari dekap mautnya Hellena. Hingga di pagi hari itu, Barnes dikejutkan dengan telepon dari resepsionis hotel baru miliknya Hellena yang ada di pulau pribadinya Hellena.
"Ada apa?" tanya Hellena.
"Ada seorang perempuan yang datang ke hotel Anda, Bos. Dia ingin menemui Anda"
"Perempuan? Bawa dia kemari, Jacob!" Hellena memberikan perintahnya ke Barnes yang menyamar menjadi seorang bodyguard tampan dengan nama samaran Jacob Rivers.
__ADS_1
"Baik Bos" Barnes meninggalkan ruang kerja bos besarnya dan menuju ke lobi hotel tersebut.
"Di mana perempuan itu?" tanya Barnes ke salah satu resepsionis yang bertugas di hari itu.
"Ada di ruang pemeriksaan" sahut resepsionis tersebut.
"Sial!" Barnes segera bergegas berlari menuju ke ruang pemeriksaan sebelum keduluan dengan anak buahnya Hellena. Barnes tidak ingin perempuan yang baru saja datang itu, entah siapapun perempuan itu, mendapatkan pelecehan dari salah satu anak buahnya Hellena dan akan berakhir di bawah Kungkungan kejamnya Hellena.
Sementara itu, Joy dan Duscha Igor yang ditugaskan menjadi pegawai di salah satu klub malam miliknya Hellena, akhirnya menemukan keberadaannya Laura Dirgantara, sepupunya Amanda. Laura telah rusak. Sepupunya Amanda yang berwajah cantik dan berbadan molek itu, telah menjadi wanita malam dan menjadi primadona para laki-laki hidung belang pelanggan klub malam kotor miliknya Hellena Simpsons dan tantenya Amanda, menjadi mucikari putrinya sendiri. Joy bergidik ngeri melihat fakta yang menyedihkan itu.
Barnes membuka pintu ruang pemeriksaan dan langsung menjatuhkan ponselnya saat ia berhadapan dengan Istrinya. Barnes tertegun melihat Amanda berdiri di depannya dengan senyum cerah, menunggu, matanya berkedip-kedip, menusuk nadi kekhawatirannya Barnes.
Amanda memeluk tas sandang besarnya ke dada lalu berkata dengan santainya, "Aku ingin bertemu dengan Hellena Simpsons, Tuan Jacob Rivers"
"Hah?! Maksudku kenapa kau nekat kemari dan ingin menemui Hellena Simpsons, Nona Amanda Dirgantara Igor?"
"Ralat! Namaku saat ini Priscilla Chan. Aku dikirim ke sini untuk menjadi penerjemah bagi Bos besar kamu itu, Tuan Jacob Rivers"
"Sial!" Barnes mengumpat kesal dengan wajah paniknya lalu ia meraup kasar wajah tampannya dan berucap, "Siapa yang mengirim kamu ke sini?"
"Rahasia" sahut Amanda dengan senyum menggodanya. "Apa Anda tidak tertarik pada wanita secantik saya ini, Tuan Jacob Rivers? Kenapa Anda hanya berdiri saja di sana? Bukankah Anda harus memeriksa saya?"
__ADS_1
Barnes mulai menggertakkan gerahamnya karena emosi. Dia marah bukan kepada Amanda, namun dia marah kepada orang yang telah berani mengirim istrinya ke zona merah yang penuh dengan bahaya dan penuh dengan kehidupan kotor yang tidak pantas untuk Amanda lihat.
Amanda melangkah pelan mendekati Barnes lalu ia meletakkan kedua tangannya di dada bidang suaminya. Suami yang sangat ia rindukan. Suami yang tidak pernah ia temui selama tiga bulan. Suami yang tidak pernah menghubungi dan tidak bisa ia hubungi selama tiga bulan. Amanda mengusapkan telapak tangannya di atas kemeja satin berwarna putih yang Barnes kenakan sambil berucap, "Periksalah aku, Tuan Jacob Rivers yang gagah dan tampan. Aku sudah siap!"
Barnes diam bagaikan patung es yang siap mencair jika aksi panasnya Amanda terus berlanjut. Barnes menyipitkan kedua kelopak matanya dan terus menatap Amanda. Istri yang sangat ia rindukan. "Aku akan mengantarmu keluar dari sini dan jangan kembali lagi ke sini! Tunggulah aku di rumah dan jangan ngeyel, Nona Priscilla Chan!"
Amanda masih mengusapkan kedua telapak tangannya di dadanya Barnes sambil menggelengkan kepalanya dan berucap, "Anda tidak bisa memberikan perintah ke saya, Tuan Jacob Rivers. Anda bukan Bos say, maaf!" Amanda tersenyum tipis ke Barnes.
"Baiklah kalau begitu! Aku akan mulai memeriksa kamu, Nona Pris. Aku akan mulai menggeledahmu di semua bagian"
Amanda mengerjap-ngerjapkan kedua kelopak matanya dan dia tersenyum antusias kemudian berkata sambil merentangkan kedua tangannya ke samping, "Aku siap untuk kau geledah, di semua bagian, Tuan Jacob Rivers"
Barnes mulai maju dan menyentuh kedua pundaknya Amanda sambil berucap, "Aku akan mulai menyentuhmu. Di setiap sudut, lekuk, di dalam pakaian yang kau kenakan ini, Sayang"
Amanda tersentak kaget saat Barnes menyentuhnya dengan tanpa adanya kelembutan. Barnes masih merasa geram dengan adanya Amanda di wilayah kotornya Hellena Simpsons.
Amanda terperangah kaget dan memekik, "Tunggu! Bisakah Anda lebih lembut lagi Tuan Jacob Rivers?"
"Sudah terlambat untuk memohon, Sayang" Barnes berhasil membuka semua kancing blusnya Amanda lalu mendorong tubuh Amanda ke belakang, mengangkat pinggul Amanda untuk ia naikkan di atas meja yang ada di ruang pemeriksaan tersebut lalu ia mulai memasukkan tangannya ke dalam rok pendek kain berwarna hitam yang Amanda kenakan di hari itu.
Amanda tersentak kaget dan di saat ia hendak menyemburkan protes, Barnes mengunci bibirnya Amanda dengan bibirnya. Amanda hanya bisa pasrah mengikuti permainan liar suaminya yang baru pertama kali ia rasakan.
__ADS_1