Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Salah Menilai


__ADS_3

"Di mana kandangnya?" tanya Barnes tanpa melepaskan wajah menarik dari pengasuhnya Darren yang sudah tertangkap kedua bola mata tajamnya.


"Di sana!" Darren berteriak laku ia berlari untuk mendorong kandang kucing itu ke arah pengashnya.


Amanda pun terus menatap wajah suaminya yang sangat ia rindukan. Kemudian ia tersadar dan berkata di dalam hatinya, Tunggu dulu! dia memandangiku saat ini padahal aku bukanlah Amanda. Apa dia tahu siapa aku? Ah! nggak mungkin dia tahu kalau ini aku. Kalau begitu, suamiku mata keranjang dong? Dia memandangi wajah wanita lain di belakangku? Sial kau Barnes! Amanda mengumpat kesal karena kecemburuan. Cemburu pada dirinya sendiri yang saat itu menyamar sebagai wanita lain.


"Ini kandangnya" Darren berucap dengan sedikit terengah-engah setelah mendorong kandang dari bahan plastik kualitas tinggi yang lumayan besar.


Kucing itu masih meronta-ronta di dalam dekapan pengasuhnya Darren dan Barnes melihat beberapa kali Amanda mendesis lirih saat kucing besar berwana abu-abu itu mencakar lengannya.


"Letakkan di depan pintu kandang" ucap Barnes sambil membungkuk di bagian belakang kandang kucing itu. Lalu Barnes mengambil senter kecil dari dalam saku kemejanya. Dia terbiasa membawa senter kecil itu jika bepergian.


"Dia akan lari" Bingo! akhirnya suara pengasuhnya Darren terdengar di telinganya Barnes.


Barnes tersentak kaget lalu ia mengangkat wajahnya untuk menatap kembali pengasuhnya Darren.


"Kenapa malah diam?" tanya Cinta.


Barnes tersenyum tipis lalu berucap, "Percayalah padaku! Letakkan dia di depan pintu kandang" ucap Barnes sambil mulai menghidupkan senter mungilnya.


Kucing itu diletakkan di depan pintu kandangnya dan Barnes masih membungkuk di belakang kandang kemudian mulai memainkan cahaya senter di atas rerumputan di dalam area kandang. Kucing itu tanpa sadar masuk ke dalam kandang untuk menangkap cahaya kuning yang tampak di menari-nari di atas rumput.


Saat badan kucing besar itu sepenuhnya masuk ke dalam kandang, Amanda segera menutup pintu kandang itu lalu ia menoleh ke Darren dan meletakkan tangannya menempel di tangannya Darren sambil berkata, "Kita berhasil!"

__ADS_1


"Aku yang berhasil. Bukan kalian" Sahut Barnes sambil berjalan maju untuk mendekati Darren dan pengasuhnya.


"Iya benar. Kak Barnes memang hebat" Darren melompat dan menempelkan tangannya ke tangan Barnes setelah ia toss tangan dengan pengasuhnya. "Tapi, Kak Cinta juga nggak kalah hebat" Darren menoleh ke pengasuhnya dengan senyum lebar.


"Terima kasih banyak Tuan Komandan Polisi" ucap pengasuhnya Darren.


Suara itu dan kata komandan polisi benar-benar ciri khasnya Amanda terlebih gerak bibir pengasuh itu. Barnes semakin yakin kalau pengasuh itu adalah Amanda yang sedang menyamar.


Barnes mengamati wajah wanita yang berdiri di depannya yang mengaku bernama cinta itu, dengan tanda tanya besar di benaknya, Hidung agak besar, alis berubah menjadi hitam dan sejak kapan Manda bisa bikin alis cantik seperti itu dan sejak kapan Manda bisa memasang hidup palsu dan diberi make up setebal itu? Siapa yang mengajarinya? Yeaahhh! dia tampak cantik tapi, aku lebih suka Manda yang apa adanya dan tanpa make up setebal itu. Dan rambutnya pasti dia memakai wig.


Amanda kembali terbakar cemburu saat Barnes mengamatinya lalu ia mengangkat kandang kucing itu dan berucap, "Kami permisi" dengan wajah masam.


Barnes mengikuti arah perginya Amanda dan Darren dan ia bertekad akan menyusup ke bangunan sayap kanan dari kediamannya Teguh nanti malam untuk lebih memastikan lagi kalau Cinta adalah Amanda.


"Bisa-bisanya ia terus memandangi wajah wanita lain tanpa berkedip. Dasar mata keranjang. Benar kata orang-orang di luar sana, orang kaya, punya pangkat dan tampan pastilah seorang mata keranjang" Amanda bergumam lirih sambil menaruh kandang kucing itu di dalam kamarnya Darren yang bersebelahan dengan kamarnya.


"Kak Cinta ngomongin siapa sih?" tanya Darren.


"Oh! Hahahaha. Nggak kok. Kakak cuma kesal pada diri Kakak sendiri kenapa kok nggak bisa menangkap Oscar sendirian tadi"


"Oscar memang nggak suka keramaian. Dia selalu gugup dan melarikan diri untuk bersembunyi kalau lihat banyak orang. Dan dia memang suka..........."


"Mencakar. Aku lihat kukunya panjang-panjang tadi, dan ........"

__ADS_1


Darren spontan menoleh ke belakang diikuti oleh Cinta. Dan Cinta langsung bersedekap, "Untuk apa Anda mengikuti kami sampai ke sini? Anda berniat jahat pada kami, ya?"


"Kak Barnes orang baik. Darren sayang sama Kak Barnes jadi, nggak mungkin kalau Kak Barnes berniat jahat pada kita" sahut Darren.


Barnes tertawa senang mendengar pembelaannya Darren lalu ia mengangkat tubuh rampingnya Darren untuk dia gendong dan ia berkata ke Amanda, "Para tamu mencari tokoh utama dari acara ini jadi, aku ke sini untuk menjemput Darren" Barnes lalu berbalik badan dan melangkah pergi dengan langkah ringan dan senyum merekah, ia meninggalkan pengasuhnya Darren begitu saja.


Amanda mendengus kesal. Kemudian ia berlari-lari kecil menyusul Barnes dan berjalan di sampingnya Barnes tanpa mengeluarkan suara.


Barnes lalu menurunkan Darren saat mereka telah sampai di tempat di mana sang Master of Ceremony terus menerus memanggil namanya Darren. Pengasuhnya Darren melangkah sambil melirik tajam ke Barnes dan Barnes melempar senyum ke pengasuhnya Darren dengan kata di dalam hatinya, Tunggu aku nanti malam Manda. Aku akan mengunjungimu.


"Barnes! Kau ke mana saja sih? Aku mencari kamu dari tadi" Suara manjanya Kayla yang sangat Barnes benci menusuk tajam kedua pendengarannya Barnes.


Alih-alih menoleh ke Kayla dan menjawab pertanyaannya Kayla, Barnes bersedekap dan terus mengawasi gerak-gerik wanita yang bernama Cinta.


"Barnes! Kau pernah menganggap aku ada apa tidak sih?!" Kayla berteriak kesal dan semua orang di sekitar Barnes mulai mengarahkan pandangan mereka ke Barnes.


Barnes mendelik kesal ke Kayla lalu ia berkata lirih, "Teriak aja lagi! Yang lebih keras lagi! Maka aku juga akan berteriak kalau kau hanyalah pengganggu dalam hidupku"


Kayla menggeram kesal dan saking kesalnya dia nekat berkata ke semua orang, "Dia adalah Mayjend Barnes Adiwilaga Darmawan. Dia adalah calon suami saya" Kemudian ia berjinjit dan mencium bibirnya Barnes di depan banyak orang.


Teguh melihat kelakuannya Kayla dari atas panggung dengan gelengan kepala, Ayu kakak perempuannya Kayla tersentak kaget lalu ia bertepuk tangan sambil mengulas senyum lebar.


Amanda mengepalkan kedua tangannya dan melihat pemandangan suaminya mencium wanita lain membuat ia menjadi semakin salah menilai Barnes. Air mata menggenang di kedua pelupuk matanya Amanda karena Amanda mengira Barnes adalah laki-laki brengsek yang gemar mempermainkan wanita.

__ADS_1


Amanda lalu berucap di dalam hatinya, Tega kau Barnes. Setelah kau memandangi pengasuhnya Darren, sekarang kau mencium Tantenya Darren. Lalu kau anggap aku ini, apa?


Barnes langsung mendorong tubuh Kayla dan mendesiskan kata, "Dasar gila!" Dia lalu menatap ke panggung dan panik saat ia tidak menemukan pengasuhnya Darren di sana. Barnes kemudian berputar badan dan berlari meninggalkan Kayla untuk mencari pengasuhnya Darren yang ia yakini seratus persen adalah Amanda, istrinya.


__ADS_2