Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Kenali Aku Yang Sekarang!


__ADS_3

Semua rasa pegal dan perih yang mendera fisiknya membuat Amanda benar-benar sadar akan apa yang baru saja ia lakukan bersama dengan suami tampannya namun, ketidakpercayaan dirinya membuatnya ingin mengingkari semua yang sudah terlanjur terjadi. Ia masih belum sepenuhnya memercayai kenyataan bahwa ia telah benar-benar bercinta dengan sosok yang sangat sempurna, Barnes Adiwilaga Darmawan


Amanda menatap Barnes dan menyentuh alis hitam pekatnya Barnes lalu turun sampai ke pucuk hidungnya Barnes sembari berbisik, "Dia sangat tampan bak Dewa-dewa di cerita Yunani Kuno" Amanda tersenyum dan menarik tangannya dari wajah tampan suaminya.


Suara dering ponsel, mengejutkan Amanda dan membuat Amanda memejamkan kedua matanya kembali sedangkan Barnes menjadi terjaga dan di dalam kantuk dan lelah yang akut, dia meraih ponselnya, "Halo?"


"Kalau udah kelar, cepatlah keluar! Aku udah buka kunci pintunya nih. Jordy berhasil menangkap seseorang yang mencurigakan" pekik suara Jake membuat Barnes langsung melompat turun dari ranjang, memakai kembali kaos dan celana kolornya dengan kecepatan kilat lalu berlari keluar.


Sepeninggalnya Barnes, Amanda yang penasaran dan mengkhawatirkan Barnes lalu bangun dan memakai kembali dressnya. Kemudian ia berlari ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh dan menghilangkan pegal-pegalnya dengan guyuran air hangat. Ia mengabaikan rasa perih di pangkal pahanya. Setelah memakai kembali dressnya, ia keluar dari dalam kamar mandi dan langsung melesat keluar dari dalam kamarnya.


Barnes tersentak kaget dan segera membuka kaosnya, memeluk Amanda lalu ia memakaikan kaosnya ke tubuhnya Amanda dengan berbisik, "Dress kamu sangat tipis. Kenapa nekat keluar dari dalam kamar?"


Amanda tersipu malu dan berbisik, "Aku mengkhawatrikanmu" Barnes tersenyum dan berbisik di telinganya Amanda, "Kau baik-baik saja kan?" Amanda menganggukkan kepalanya dan berbisik, "Aku baik-baik saja" Amanda kembali tersipu malu.


Barnes mengecup keningnya Amanda lalu merangkul bahunya Amanda, berbalik badan dan bertanya ke seorang pelayan yang berhasil ditangkap oleh Jordy, "Siapa nama kamu dan kenapa kau naik ke lantai ini padahal tidak ada permintaan layanan kamar ataupun pemesanan makanan?"


Pelayan itu telah diborgol tangannya dan berdiri tegak di depannya Barnes dengan dikelilingi the five Jays. Lalu laki-laki dengan seragam pelayan hotel itu berkata, "Saya hanya lewat dan......."


"Bohong!" Pekik Amanda, "Katakan siapa Duscha Igor dan kenapa dia memerintahkan kamu untuk menculik aku?" Amanda melanjutkan kalimatnya dan membuat pelayan itu tercengang kaget dan secara spontan melepas tanya, "Ke....ke...kenapa Anda bisa tahu isi kepala saya?"


Barnes dan the five Jays menatap Amanda dengan senyum lebar lalu mereka mengalihkan perhatian mereka ke pelayan itu dengan sorot mata menuntut pengakuan jujur dari pelayan hotel The Rain itu.


Leon yang terbangun ikutan keluar dari dalam kamar dan langsung berkata, "Ada apa ini kenapa ramai sekali?"


Barnes menjawab pertanyannya Leon tanpa menoleh ke Leon, "Dia hendak menculik istriku"


"Is ....istri? Dia istri Anda? Ko....Komandan Barnes Adiwilaga Darmawan? ta ...tapi Tuan Igor tidak mengatakan kalau Nona Amanda adalah istri An......Anda" pelayan laki-laki itu kembali tercengang kaget.


"Iya, ini istriku" Barnes berkata dengan nada bangga dan mempererat rangkulannya di bahu Amanda. "Sekarang katakan, kenapa Duscha Igor ingin menculik istriku? Apa kau yang ingin membunuh istriku?"


Pelayan laki-laki itu langsung bersimpuh di atas lantai dan berkata, "Ampuni saya, Tuan Komandan!"

__ADS_1


"Kau berurusan dengan orang yang salah, Bro" sahut Jorge.


"Iya. Katakan saja yang sebenarnya dan kami akan melindungimu!" sahut Jake sambil bersedekap.


"Kalau kau kembali ke Bos kamu, aku yakin kau akan dibunuh karena gagal menjalankan perintahnya" sahut Joy dengan sarkastik.


Duscha Igor adalah nama asli dedengkot mafia se-Asia yang diburu oleh Barnes dan timnya. The five Jays selalu gagal menangkap Duscha Igor dan di malam itu, secara kebetulan orang suruhannya Duscha Igor berhasil mereka tangkap.


"Bos saya, Duscha Igor hanya memerintahkan saya untuk menculik Nona Amanda Dirgantara yang menginap di kamar 108 VVIP. Saya tidak diperintahkan untuk membunuh Nona Amanda Dirgantara dan saya tidak menyangka sama sekali kalau ternyata, Nona Amanda adalah istri dari seorang Komandan besar, Tuan Barnes Adiwilaga Darmawan. Tuan Igor, ada di kota M sekarang ini. Saya......saya......." Pelayan laki-laki itu kemudian kejang-kejang dan dari dalam mulutnya keluar bisa putih lalu ia tergeletak di atas lantai dan mati.


Jake berjongkok untuk memeriksa nadi di leher pelayan itu lalu ia bangkit dan menggelengkan kepalanya, "Ia telah mati dan sepertinya dia disuntik obat sebelum diperintahkan untuk menculik rambut merah"


Amanda bergidik ngeri dan langsung membenamkan wajahnya di dadanya Barnes. Barnes langsung membopong Amanda dan berkata ke timnya, "Tolong urus dia! aku akan bawa masuk dulu Amanda"


Jake langsung menelepon ambulans dan petugas forensik kenalannya. Joy mengambil selimut untuk menutupi jenazah pelayan hotel The Rain.


Barnes merebahkan Amanda di atas kasur dan saat ia hendak berbalik badan, Amanda memeluk Barnes, "Tolong peluk aku sebentar saja! Aku masih takut" Barnes bisa merasakan tubuh Amanda bergetar.


Barnes lalu menarik tubuh Amanda masuk ke dalam pelukannya dan ia dekap erat-erat tubuh Amanda dengan terus berbisik, "Kau aman. Aku akan terus menjagamu dan tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhmu. Sekarang tidurlah! Jude berjaga di balkon belakang dan Joy ada di dalam kamar ini. Aku akan keluar sebentar menemani Jake memberikan laporan, oke?"


Barnes terkekeh geli lalu tersenyum sambil mengelus rambut merahnya Amanda yang telah hilang keritingnya, ia mengecup keningnya Amanda dan segera bangkit untuk menemui Jake.


Amanda menatap punggung Barnes sambil bergumam, "Dia seribu kali lebih tampan kalau tersenyum"


Barnes bersitatap dengan Joy dan berkata, "Tolong jaga istriku!"


"Baik Komandan" sahut Joy dengan sikap badan tegap sempurna.


Leon, Jorge, Jake dan Barnes menemui para petugas kepolisian untuk memberikan penjelasan. Atasannya Barnes, Jenderal Teguh, memberikan cuti tiga hari ke Barnes dan timnya untuk menyusun strategi baru mereka dan memerintahkan Barnes beserta tim untuk mengamankan Amanda lalu kembali bergerak tiga hari lagi karena, sasaran Duscha Igor adalah istrinya Barnes dan itu di luar dugaan sang Jenderal.


Barnes kembali ke kamarnya, Joy dan Jude langsung beranjak keluar dari kamarnya Barnes. Dia melihat Amanda telah jatuh tertidur karena cemas dan ketakutan telah membuat Amanda kelelahan dan akhirnya memutuskan untuk memejamkan mata dan akhirnya tertidur.

__ADS_1


Barnes menarik selimut sampai ke ujung lehernya Amanda dan saat ia menarik selimut itu ia melihat ada bercak darah di seprei. Barnes mengusap rambut Amanda dan seketika itu pula ia merasa bersalah karena, telah membuka segelnya Amanda tanpa adanya pengakuan cinta.


Barnes lalu menghela napas panjang dan bergumam, "Maafkan aku telah membuka segelmu dan maafkan aku kalau aku belum bisa mengatakan cinta ke kamu"


Keesokan harinya, Barnes bangun dan membuat dua cangkir kopi. Amanda bangun dan bersandar di ranjang saat ia menghirup aroma menggiurkan dari kopi. Barnes menoleh saat Amanda bertanya, "Jam berapa ini?"


"Jam Tujuh pagi. Tidurlah lagi kalau kau masih ngantuk! Tapi, jam sembilan nanti kamu harus sudah bersiap" sahut Barnes


"Kenapa aku harus bersiap? kita akan ke mana?"


"Kita akan ke kota M. Mengejar Duscha Igor sekaligus mengunjungi keluarga Om kamu untuk memberitahukan pernikahan kita" Barnes lalu berbalik badan sambil membawa dua cangkir kopi dan ia menaruh kedua cangkir kopi itu di atas nakas. Lalu ia membuka laci, mengeluarkan map, "Ini adalah map yang berisi kontrak pernikahan kita" Lalu menyobek map itu di depan Amanda.


Amanda mengerutkan keningnya, "Kenapa kau robek?"


"Karena aku tidak ingin pernikahan kita terikat kontrak menggelikan seperti ini. Aku ingin kita menjalani pernikahan kita dengan santai setelah aku membuka segelmu semalam"


Amanda tersipu malu lalu bertanya, "Bagaimana kalau aku tidak pernah mengingatmu?"


"Yang terpenting bukan aku di masa lalu yang harus kau ingat melainkan ukirlah aku yang sekarang ini dan aku di masa depan di benak kamu untuk selalu kau ingat! Aku tidak peduli lagi kau ingat dengan Barnes kecil atau tidak? Aku ingin kau mengenalku kembali sebagai Barnes yang sekarang" Barnes lalu mengulurkan tangannya.


Amanda mengerutkan alisnya dan menyambut uluran tangan Barnes dengan tanya, "Untuk apa ini?"


"Kurasa kita perlu berkenalan kembali secara resmi. Kenalkan namaku Barnes Adiwilaga Darmawan dan siapa nama kamu, Nona manis berambut merah?"


Amanda terkekeh geli lalu berkata, "Namaku Amanda Dirgantara, Mister Polisi"


"Kok kamu bisa tahu kalau aku seorang polisi? Aku kan belum menyebutkan profesiku tadi, Nona manis berambut merah?"


Amanda langsung menggemakan tawa renyahnya lalu ia berkata, "Aku tahu profesi kamu dari bentuk badanmu yang tegap, gagah dan.........."


"Dan apa?" Barnes mulai mencubit dagunya Amanda.

__ADS_1


"Dan seksi"


Barnes tersenyum lalu mencium bibirnya Amanda.


__ADS_2