
"Halo" Adam Baron berkata di depan mikrophone kecil dan semua di ruang kerjanya Barnes Adiwilaga Darmawan, bersiap mendengarkan suara si penculik.
"Adam Baron. Apa kamu bersama dengan Satya?" Suara si penculik yang merdu menggema di ruang kerjanya Barnes dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu, bisa mendengarkan suara merdu seorang wanita yang mengalun dari loudspeaker yang ada di atas meja.
Adam menoleh ke istrinya Barnes dan Amanda memberikan kode lewat tangannya agar Adam Baron meneruskan percakapan itu.
"Satya sedang keluar mencari anakku" Sahut Adam Baron dengan suara lelah.
"Hahahahahaha. Baik Satya, kamu, atau seluruh pasukan elite kepolisian sekalipun, tidak ada yang akan berhasil menemukan Noah Baron, hahahahahaha" Penculik itu berkata dengan memikirkan alamat lokasi keberadaannya Noah Baron.
Amanda tersenyum lebar dan mengacungkan jari jempolnya ke Adam Baron, lalu Amanda menuliskan alamat yang ia dapatkan dari pikiran si penculik di atas secarik kertas dan menyerahkannya ke Barnes.
Barnes bangkit dan mencium pelipisnya Amanda, lalu berbisik di telinganya Amanda, "Aku akan berterima kasih dengan benar nanti malam"
Amanda tersenyum lebar mendengar bisikan itu sambil memberikan kode lewat tangannya agar Adam meneruskan percakapan dengan si penculik.
Barnes mengayunkan tangan ke the four Jays untuk ikut dengannya.
Sementara itu, Satya melongo heran, hanya dengan percakapan lewat telepon, istri cantiknya komandan besar, Barnes Adiwilaga Darmawan, bisa mendapatkan lokasi keberadaannya Noah Baron.
Amanda bisa merasakan kalau Satya terus melongo ke arahnya, lalu ia menoleh dan menggeser secarik kertas sampai di depannya Satya. Satya menunduk untuk membaca kertas itu yang bertuliskan di dalam hatinya, jangan melongo terus, nanti masuk angin.
__ADS_1
Satya langsung merapatkan kembali bibirnya dan sambil terkekeh geli dia menganggukkan kepalanya ke Amanda. Amanda membalas anggukkan kepalanya Satya dengan senyum lebar.
Jake masuk ke dalam ruangan itu dan langsung berbisik ke Amanda, "Aku diperintahkan Barnes untuk menjaga kamu di sini"
Amanda menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Barnes dan the four Jays, menuju ke lokasi keberadaannya Noah Baron.
Noah Baron menemukan bahwa dia tidak sendirian di sana setelah ia disekap selama tiga hari di sebuah tempat yang sangat lembab dan hanya diterangi satu lampu neon yang tidak begitu terang nyalanya.
Dengan menyipitkan kedua matanya, dia bisa melihat seorang anak perempuan yang tampak seumuran dengannya. Anak perempuan itu dalam kondisi yang sama dengannya, diikat di atas bangku kayu dan mulut diplester dengan plester besar berwarna hitam.
Pria yang berjaga di tempat itu selama dua puluh empat jam penuh menoleh ke Noah dan berkata, "Dia putri kedua kesayangannya hakim yang memvonis bebas bos mafia yang sudah merusak masa depan Bosku. Wanita yang telah menculik kamu dan dia. Dia aku suntik obat tidur karena, terus menangis dan aku pindahkan ke sini biar gampang mengawasi kalian berdua sekaligus"
"Jangan merasa kasihan padanya! Pikirkan saja dirimu sendiri! Anak perempuan itu rencananya akan dibunuh karena Bosku merasa kalau kesalahan Papanya jauh lebih besar dari kesalahan Papa dan Om kamu" sahut pria penjaga itu.
Noah bergidik ngeri mendengar kata dibunuh. Noah berhasil mengambil cutter lipat mini yang menyembul dari saku celana belakang pria penjaga itu dengan mulutnya tanpa sepengetahuannya pria penjaga itu dan di saat ia melihat pria penjaga itu ketiduran, ia mengeluarkan cutter lipat kecil itu dari dalam mulutnya dan menoleh ke belakang untuk mencoba melepaskan cutter lipat mini yang dia gigit ke telapak tangannya dan berhasil. Lalu dengan cepat ia menggerakkan tangannya untuk memotong tali yang mengikat kedua tangannya.
Saat tali itu berhasil memotong tali yang mengikat tangannya, Noah langsung melepas tali yang mengikat badan dan kedua kakinya lalu sambil berjalan berjingkat, ia melepaskan plester hitam yang menutup mulutnya dan melangkah pelan tanpa suara mendekati anak perempuan yang terikat tidak jauh dari tempatnya diikat.
Dia membuka ikatan di tangan, badan dan kaki anak perempuan itu sambil sesekali menoleh ke pria penjaga yang masih tertidur lelap dan berhasil. Lalu Noah menepuk pelan pipi anak perempuan itu dan saat anak perempuan itu membuka mata, Noah berbisik, "Aku akan membawa kita pergi dari sini, tapi jangan berisik!"
__ADS_1
Noah kembali berkata sambil menatap anak perempuan itu, "Aku akan melepaskan plester hitam ini, tapi jangan berteriak walaupun terasa sedikit perih" Anak perempuan itu menganggukkan kepalanya lalu dengan cepat Noah melepaskan plester yang ada di mulut anak perempuan itu dan segera menggandeng tangan anak perempuan itu untuk ia ajak berdiri dan segera berlari meninggalkan ruang penyekapan itu
Noah berhasil membawa anak perempuan itu keluar dari ruang penyekapan yang gelap, lembab dan mengerikan bagi anak seumuran mereka dan Noah memilih arah timur karena, kecerdasan otaknya mengatakan bahwa rumahnya berada di arah timur.
Noah Baron terus mengajak anak perempuan itu berlari menyusuri trotoar jalan raya yang sangat besar dan ramai.
"Ini jalan besar. Kita berada di perkotaan ternyata" Anak perempuan itu berupa sambil terus mengikuti laju larinya Noah dan Noah menganggukkan kepalanya sambil menyahut, "Kamu benar"
Adam Baron menatap Amanda, Jake, Satya, lalu berkata, "Aku menyesali keputusanku menggeluti kembali profesiku sebagai pengacara. Karena, keputusanku itu justru membuat anak dan Istriku menderita"
"Tapi, itu panggilan murni jiwa kamu, Bro. Kamu nggak bisa lari dari panggilan murni itu. Semakin kamu menjauh semakin ingin kamu kembali ke panggilan murni kamu itu" Sahut Satya.
"Satya benar" Sahut Jake, "Seperti aku, aku terkadang merasa bersalah pada Istri dan anakku karena, aku memilih pekerjaan ini, yang setiap hari harus bergelut dengan maut. Tapi, ini panggilan murni jiwaku dan aku tidak bisa berkelit"
"Semua pekerjaan itu ada resiko dan kesulitannya sendiri-sendiri. Yang paling penting adalah, pasangan hidup kita, bisa memahami pekerjaan yang kita pilih dan bisa saling support. Karena, pernikahan itu butuh kerja sama bukan kerja rodi, iya, kan?"
Adam, Satya, dan Jake terkekeh geli mendengar guyonannya Amanda.
Noah di beberapa menit yang lalu, cukup lama menyimpan cutter kotor di dalam mulutnya, mulai merasakan tenggorokannya terasa aneh dan mulai terasa nyeri. Bakteri yang bersarang cukup lama di cutter itu, bermigrasi ceria di dalam mulut dan tenggorokannya Noah. Tubuhnya Noah mulai mengirimkan sinyal adanya bakteri itu dengan munculnya demam di tubuhnya Noah, yang membuat Noah berhenti melangkah, lalu membungkukkan badannya dengan napas memburu.
Anak perempuan yang tangannya masih berada di dalam genggaman tangannya Noah, memekik kaget, "Tangan kamu kenapa tiba-tiba panas banget? Kamu sakit?"
__ADS_1
Noah duduk bersimpuh di atas aspal dan saat ia mendengar ada orang yang mengejar dia dan jaraknya sudah tidak jauh lagi dari tempatnya bersimpuh, Noah berteriak ke anak perempuan itu, "Larilah! Tinggalkan aku dan cari pertolongan! Pria itu sepertinya udah bangun dan mulai mengejar kita"
Anak perempuan itu duduk bersimpuh di depannya Satya dan berkata, "Kamu sudah menolongku. Aku tidak akan meninggalkanmu. Lagian kamu demam saat ini. Aku nggak akan meninggalkan kamu"