Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Pingsan


__ADS_3

Ting! Saat pesan text masuk ke telepon genggamnya, Baskara langsung membaca pesan text itu, "Cantika diculik. Aku akan selamatkan Cantika. Gantikan tugasku memimpin apel pagi! What?! Cantika diculik?" Baskara sontak menutup mulutnya karena kaget dan panik.


Belovi tertawa ngakak di depan Cantika yang dia ikat dengan posisi ia gantung kedua tangan Cantika di atas balik kayu. "Rasakan bagaimana rasanya tak berdaya, Cantika! Aku tidak rela saat tahu kalau Steven mencari kamu selama ini karena ia, ingin menikahi kamu. Dia mencintai kamu. Bahkan di kamar pribadinya yang belum pernah aku masuki, tergantung lukisan wajah kamu di atas ranjangnya. Cih! Sekarang kalau kamu rusak, apakah Steven masih mau mencari kamu dan menikahimu, hah?! Hahahaha!"


"Aku akan tunggu kamu sadar sembari menunggu Dito datang ke sini. Aku juga ingin melihat Dito semakin hancur melihat kamu rusak nanti. Dito udah terpuruk saat aku membunuh anak didiknya, dia belum sembuh benar dan jika ia melihatmu rusak, dia akan makin hancur dan bisa jadi gila, hahahahahaha! Aku suka itu. Sangat suka" Ucap Belovi sambil duduk bersila di depan Cantika yang bergelantungan di atas dalam posisi kepala tertunduk karena Cantika belum sadarkan diri dari pingsannya.


Santo dan Jorge mengumpat panik saat Dito meneleponnya dan memberitahukan kalau Cantika diculik. Santo dan Jorge langsung pergi menuju ke alamat yang dikirimkan oleh Dito via pesan text.


Dito menekan pedal gas mobil Jeep dinasnya dalam-dalam sambil terus bergumam, "Semoga Cantika baik-baik saja"


"Aku rasa penculiknya akan kewalahan menghadapi Cantika. Dia bukan wanita biasa" Ucap Jorge sembari menekan lebih dalam lagi pedal mobil Jeep kesayangannya.


Santo langsung menyahut, "Cantika tidak pandai bela diri seperti Mamanya. Dia jago menembak, tapi lemah di bela diri. Lagian Cantika lemah tak berdaya dan nggak bisa ngapa-ngapain kalau dia laper berat. Kalau Batari yang diculik saat ini, aku akan tenang dan justru merasa kasihan sama penculiknya"


"Hahahahaha, Dasar gila, kau! Tapi, kau benar. Batari jago bela diri dan lebih kejam dalam menghadapi lawan daripada Cantika" Sahut Jorge.


"Agak cepat Jorge! Aku nggak ingin kita terlambat dan menyesal" Sahut Santo.


"Sial! Oke, aku udah melaju sangat kencang, nih" Sahut Jorge dengan nada dan wajah kesal karena panik dengan ucapannya Santo.


"Sial! Kau justru membuatku panik, Santo! Semoga Cantika baik-baik saja"

__ADS_1


"Amin" Sahut Santo.


Cantika membuka mata dan langsung merasa pening saat ia melihat lantai bawah berada sangat jauh darinya. Wanita itu lalu mendongak dan mengumpat, "Sial!" Saat ia melihat kedua tangannya diikat di sebuah balok dan dirinya melayang-layang di udara.


Lalu, Cantika dengan menyipitkan mata memandang ke arah depan dan melihat sosok wanita tengah duduk bersila di sebuah bangku kayu. "Siapa kamu? Kenapa kamu menculikku dan mengikatku setinggi ini?"


Krucuuuk!!!!! Tiba-tiba terdengar bunyi itu yang keluar dari perutnya Cantika. "Sial! Berapa lama aku pingsan? Kalau laper berat kayak gini, aku nggak bisa apa-apa. Bisa mampus, nih, aku" Gumam Cantika lirih.


Prank! Tanpa sengaja Batari menyenggol foto Cantika yang ada di dekat televisi. Mamanya Cantika itu langsung mengelus dadanya dan bergumam, "Kenapa perasaanku tiba-tiba nggak enak ini? Ada apa dengan Cantika?"


Batari langsung meletakkan kain lap begitu saja di meja sofa yang ada di ruang keluarga, lalu ia bergegas berlari ke kamar untuk mengambil telepon genggamnya.


"Halo, Mas" Batari langsung menghubungi suaminya saat ia tidak berhasil menghubungi Cantika dan Dito.


Noah bergegas berlari ke mobilnya untuk segera pulang saat ia hanya mendengar suara tangisannya Batari. Noah mengemudikan mobil sambil memasang headset nirkabelnya dan berkata, "Sayang, aku pulang, nih. Kamu tenang, ya?! Aku segera sampai. Tunggu aku"


Batari lalu mematikan ponselnya dan tergugu menangis di tepi ranjang sambi terus bergumam lirih, "Cantiknya Mama, semoga kamu baik-baik saja, Nak"


"Halo, Om Jorge apa yang terjadi?"


"Wah! Kau tahu dari siapa?"

__ADS_1


"Apa yang terjadi?!" Noah langsung meminggirkan mobilnya. "Dito dan Cantika baik-baik saja, kan?"


"Cantika diculik dan penculiknya seorang wanita yang sangat kejam. Aku, Santo, dan Dito dalam perjalanan untuk menyelamatkan Cantika, nih"


"Astaga! Perasaan seorang Mama memang sangat kuat ternyata. Aku akan menenangkan Tari dulu setelah itu aku aka. menyusul kalian. Tolong kirim alamatnya via pesan text" Pinta Noah.


"Oke" Sahut Jorge.


"Aku merindukan kamu Cantika yang memang benar-benar cantik sesuai dengan namanya. Pertama. karena kamu dan Dito berhasil mengalahkan aku beberapa hari yang lalu, kedua karena Steven Chan ingin menikahimu padahal aku sudah bertahun-tahun menjadi kekasihnya, tapi dia tidak pernah melamarku dan menikahiku. Ketiga karena Dito berani mencuri sesuatu yang penting dari Steven Chan. Aku ingin menghancurkan Dito dengan cara merusak hidupmu. Kalau kamu rusak, aku akan mendapatkan banyak keuntungan, hahahahahaha"


"Sial! Dia wanita gila yang sangat kejam ternyata" Gumam Cantika dengan lirih dan wanita cantik itu kembali mengumpat kesal saat perutnya kembali mengeluarkan bunyi, Krucuuuk!


Wanita bertubuh molek dengan balutan dress ketat super mini itu, kemudian mendorong bangkit berdiri lalu menarik kursinya. Dia lalu meletakkan kursi itu di bawah Cantika. Kemudian sambil menyeringai menakutkan, wanita berwajah cantik, tapi berhati busuk dan kejam itu, naik ke kursi yang terbuat dari kayu, memegang kepala Cantika. Wanita berhati Iblis itu langsung menyuntikkan cairan berwarna biru cerah di leher Cantika tepat di saat Cantika berteriak, "Mau apa kau?!"


Setelah menyuntikkan cairan itu, wanita yang bernama Belovi turun dan saat ia menapakkan high heelsnya ke lantai gudang tua tempat ia menyekap Cantika, wanita itu tertawa terbahak-bahak tiada henti ketika ia melihat Cantika kejang-kejang, mulutnya mulai mengeluarkan busa kemudian tidak sadarkan diri.


Dito sontak berteriak, "Kau apakan dia?! Berani benar kau sakiti Wanitaku! Mati kau dasar wanita Iblis!" Dito langsung berlari dengan kepalan maut untuk menyerang Belovi.


Belovi dengan sigap menangkis semua tinju dan tendangannya Dito sambil berkata, "Kau akan kalah kalau melawanku sendirian. Kau sudah buktikan itu pas anak didik kamu mati di depan kamu, kan"


"Dasar Iblis!!!!!!!" Dito menjerit kencang dengan wajah dan mata memerah penuh amarah.

__ADS_1


Di saat anak buahnya Belovi datang dan mengarahkan pistol mereka ke Dito, terdengar suara dor, dor, dor, dor! Dan semua anak buahnya Belovi langsung mati terkapar di lantai gudang tua itu. Jorge, Santo, dan Noah sudah datang dan mereka langsung mengambil peran melindungi Dito dari serangan senjata berapi.


__ADS_2