Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Misi Baru


__ADS_3

Cantika terbangun karena hangat sinar matahari menyentuh kulitnya.


Cantika menoleh dan terkejut saat ia menemukan Dito memperhatikannya.


Dito menatap Cantika dengan serius sehingga membuat wanita itu tergelitik untuk bertanya, "Kau tidak tidur?"


"Tidak. Bagaimana mungkin aku bisa tidur kalau di sampingku ada bidadari secantik ini" Dito berucap sembari menggerakkan jemari dan saat Cantika menunduk ia baru menyadari kalau tangan Dito yang besar ada di atas dadanya. Tatapan Dito beralih ke mulut Cantika dan Dito bertanya dengan nada serak yang dalam, "Bagaimana perasaanmu?"


Cantika sudah mengenal tatapan dan suara serak Dito itu. Kalau dia salah ucap, Dito bisa menyerangnya lagi. Untuk itu ia memilih untuk berkata, "Pegal, aku butuh kopi, lapar berat, dan aku ingin ke kamar mandi"


Gelora asmara di mata cokelat keemasan itu meredup, berganti geli, "Seharusnya aku menyadarinya. Wajah kamu itu wajah kelaparan" Setelah mengecup pundak polosnya Cantika, Dito berkata, "Pergilah, aku akan menyiapkan sarapan dan kopi untukmu"


"Terima kasih" Namun, Cantika tiba-tiba merasa ragu. Kalau dia keluar dari selimut apa yang akan Dito lakukan karena ia tidak mengenakan apa-apa. Dan sekarang, dengan cahaya matahari yang menembus tirai maka akan terlihat beda.


Sebelah alis Dito terangkat dan ia menyangga kepalanya dengan siku, "Kenapa belum keluar dari selimut? Malu? Atau dingin?"


"Sedikit malu dan sedikit dingin"


"Aku bisa menghangatkanmu sejenak" Dito menyeringai dan saat Dito menyibak selimut dengan cepat Cantika menepuk tangan Dito, tetapi ia justru mendapatkan ciuman lagi dan Dito berkata, "Ayolah, bangun! Kalau tidak bangun aku akan memakan kamu dan kamu bisa pingsan, Sayang" Dito bangkit dari tempat tidur dan menarik Cantika untuk bangkit bersamanya. "Pergilah ke kamar mandi. Aku akan siapkan sarapan dan kopi"


"Aku rasa aku di kamar mandi agak lama. Aku butuh berendam. Badanku lengket semua karena keringat"


Dito menatap Cantika. Pria itu tampak berpikir karena kedua alisnya terpaut, kemudian suaminya Cantika itu berkata, "Oke"


Cantika masuk ke dalam kamar mandi sambil bertanya-tanya, "Apa yang ia pikirkan tadi? Kenapa dia bilang oke dengan ekspresi aneh?"


Sebelum berendam, Cantika memutuskan untuk mengguyur tubuhnya di bawah pancuran dengan air hangat. Air hangat itu ternyata cukup manjur untuk meredakan tubuhnya yang terasa pegal-pegal. Tiba-tiba tirai tersibak dan Dito, masih belum berpakaian, memberikan secangkir kopi kepadanya.


Cantika telah menyentuh tubuh Dito semalaman bahkan beberapa menit sebelumnya saat Dito melancarkan serangan fajar. Ia sudah sering melihat tubuh Dito semuanya, tetapi melihatnya lagi, bahkan tanpa bantuan kafein, membuat Cantika bergairah kembali.


Cantika menenggak habis kopinya, melangkah mundur, meletakkan cangkir kopi yang telah kosong di wastafel, lalu berkata, "Mau bergabung denganku?"


"Dengan senang hati aku akan bergabung denganmu, Nyonya Dito Zeto" Dito menutup tirai dan meraih sabun, lalu menyentuh pundak Cantika.


"Apa yang akan kau lakukan?"


"Memandikanmu" Dito membalik Cantika sehingga punggung Cantika melekat di dada, "Kau belum pernah bercinta di bawah guyuran air dan belum pernah ada yang memandikanmu seperti ini, kan?"


Sentuhan tangan hangat di sekujur tubuhnya membuat Cantika hampir saja tidak bisa menjawab pertanyannya Dito. Setelah menelan air liurnya, Cantika akhirnya bisa menjawab, "Belum"

__ADS_1


Dito kemudian berbisik di telinga Cantika, "Bagus! Aku akan menjadi orang pertama yang melakukannya"


Dua jam kemudian kedua pengantin baru itu keluar dari dalam kamar mandi dan Dito membopong Cantika.


Dito mendudukkan Cantika di tengah ranjang dan berkata, "Nikmatilah sarapan ala Dito Zeto"


Cantika menatap nampan yang ada di depannya.Wanita cantik dengan rambut basah dan wajah kelelahan itu melihat ada empat potong sandwich berbentuk segitiga di sana. Cantika langung meraih sandwich itu memakannya dan berkata, "Astaga! Aku lapar sekali, Sayang"


Dito mengusap sudut bibir Cantika yang terkena saos tomat dengan bibirnya dan berkata, "Makan pelan-pelan!" Setelah mengigit sandwich yang Cantika pegang, Dito bangkit berdiri dan sambil mengunyah potongan sandwich yang ada di dalam mulutnya, pria tampan itu berkata, "Aku akan bikin mie instan rebus untukmu. Takutnya kamu masih lapar"


"Hmm" Cantika mengacungkan ibu jarinya sambil manggut-manggut dan Dito langsung mencium kening Cantika sambil terkekeh geli.


Setelah menghabiskan tiga potong sandwich, Cantika langsung meraih mangkuk berisi mie instan rebus masakannya Dito. Mie instan masakannya Dito lebih lezat dari mie instan biasa dan hanya Dito yang tahu rahasianya kenapa mie instannya bisa selezat itu.


Dito memakan satu sandwich yang tersisa dan sesekali membuka mulut saat Cantika menyuapi mie instan.


"Setelah ini kita akan ke mana?" Tanya Dito sambil membawa nampan untuk ia bawa ke dapur mini yang ada di dalam kamar VVIP mereka.


Cantika memerosotkan badannya dan sambil menarik selimut ia berteriak, "Aku mau tidur seharian, Dito! Bangunkan aku sore nanti.


Dito berjalan kembali ke ranjang sambil tersenyum geli.


"Wah! pengantin baru auranya beda, ya San. Kalau kita udah awut-awutan auranya, hahahahaha" Pekik Jorge.


"Kamu aja Om yang awut-awutan. Aku mah kagak" Sahut Santo.


Dito hanya bisa terkejut geli sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Lusa, mau tidak mau kamu harus kembali berdinas di lapangan"


"Ada misi apalagi, Om?"


"CEO Hartawan Grup meminta tolong pada kita untuk membebaskan putranya yang disandera komplotan pemberontak di sebuah hutan yang ada di........di mana San?" Ucap Jorge.


"Makanya jangan asal nyahut Om kalau Om belum jelas infonya, hadeeeehhhh"


"Lho aku terbiasa menemani Istriku belanja makanya terbiasa nyahut cepat kalau nggak nyahut cepat nggak bakalan dapet barang diskonan" Jorge tampak mengulum bibir menahan geli.


Santo langsung menggeram kesal, "Itu nyahut yang beda lagi, Om.....hadeeehhh!"

__ADS_1


Dito kembali menggelengkan kepalanya dan tekekeh geli.


"Jangan hiraukan Om Jorge kamu. Tatap aja aku. Nama anak CEO itu Leonard Hartawan. Dia dan ketiga temannya yang tengah berwisata di Vietnam entah karena menyinggung siapa, tiba-tiba mereka hilang dan penculiknya yang mengetahui kalau salah satu orang yang dia sandera adalah anaknya Thomas Hartawan, maka mereka menunjukkan diri mereka ke Hartawan Grup dengan ancaman dan meminta tebusan nan fantastis. Sepuluh milyar rupiah. Sandera aku temukan diculik di hutan dan nama hutannya Tu Lan Caving Center. Hutan itu sangat rimbun dan berbahaya. Kita harus ekstra hati-hati di sana"


"Siap, Om"


"Aku ikut"


"Astaga! Cantika! Kenapa kau tiba-tiba duduk di sebelahku?"


Cantika melambaikan tangan ke Om Jorge dan Om Santonya. Setelah membalas lambaian tangan Cantika, Jorge dan Santo langsung menghilang dari layar laptopnya Dito.


"Kenapa mereka kabur saat mereka melihat aku? Apa aku terlihat mengerikan saat ini?"


Dito memeluk bahu Cantik, mencium pelipisnya Cantika dan berkata, "Kamu cantik. Selalu cantik. Mereka cuma takut mendengar rengekan kamu yang meminta ikut di misi ini"


"Enak saja merengek. Aku harus ikut"


"Tim kira berbeda. Kamu negeri aku swasta. Hartawan Grup tidak meminta pihak negeri untuk membebaskan anaknya mungkin di malas ribet dengan birokrasi yang ada. Kalau kamu ikut, bisa membahayakan instansi kita berdua. Jangan, ya?!" Dito mencium pelipisnya Cantika lagi.


"Bener juga" Cantika bersedekap dengan bibir manyun.


"Emang benar" Sahut Dito.


"Lalu, berapa hari kamu pergi dinas kali ini?"


"Hanya satu Minggu. Nggak sampai satu bulan"


"Baiklah. Tapi, kamu harus hati-hati dan jaga mata kamu!"


"Kenapa harus jaga mata?"


"Cewek Vietnam cantik-cantik dan selalu memakai baju minim nan seksi. Aku nggak rela mata kamu memandangi mereka"


Dito langsung mempererat pelukannya dan tertawa, "Hahahahaha. Mana ada aku memandangi cewek-cewek seksi. Bagiku kamu yang paling seksi di dunia ini. Lagian aku akan tinggal di hutan bukan di hotel, mana ada cewek-cewek seksi. Yang ada orang hutan seksi, hahahahahaha"


Cantika ikutan tertawa lepas dan langsung menciumi wajah tampan suaminya sambil berkata, "Awas aja kalau kamu ketahuan lirik sana lirik sini pas ada di Vietnam nanti"


"Iya. Iya, Sayang" Sahut Dito.

__ADS_1


__ADS_2