
Barnes dengan santainya meletakkan bantal dan selimut di atas sofa lalu merebahkan tubuh kekar dan jangkungnya di sana. Amanda berdiri sambil melipat tangan lalu dengan mendengus kesal ia bertanya kepada Barnes yang sudah memejamkan kedua kelopak matanya dengan posisi badan menghadap ke langit-langit kamar, "Kenapa tidak tidur di kamarmu sendiri?"
Barnes masih menutup kedua kelopak matanya dan menjawab singkat pertanyannya Amanda, "Penuh"
"Apanya yang penuh?" Amanda mulai meninggikan nada bicaranya karena ia mulai diserang rasa gusar dan panik melihat Barnes tidur satu kamar dengannya.
"Kamarnya" Jawab Barnes singkat tanpa merubah posisi badannya.
"Tapi, kenapa harus tidur di sini?"
"Karena kita suami istri. Justru akan aneh kalau aku tidak tidur di sini" sahut Barnes dengan santainya.
Amanda akhirnya menyerah. Dia berjalan mundur sampai tumitnya terantuk ranjang lalu ia duduk di tepi ranjang dengan lemas.
Barnes menghela.napas panjang. Dia bisa merasakan kalau Amanda masih menatapnya. Dia kemudian membuka kedua kelopak matanya dan bangun lalu duduk di tepi sofa menghadap ke Amanda, "Kenapa malah bengong dan tidak tidur? kenapa malah melihatku terus sepeti itu?"
__ADS_1
"Iya karena, aku tidak bisa mendengar apa.yang ada di pikiranmu dan kamu tidur di sini makanya aku harus waspada, kan? apalagi kau habis menciumku. Lagian aku belum ngantuk sama sekali. Aku akan terus duduk seperti ini untuk mengawasi kamu dua puluh empat jam" Amanda menatap Barnes dengan sorot mata yang mulai meredup karena sebenarnya, Amanda sudah sangat lelah diserang rasa kantuk yang sangat hebat.
Barnes meraup wajah tampannya lalu mendesau, "Tidurlah! aku janji kalau aku nggak akan menyentuhmu. Lagian kau harus tidur secepatmya karena, mulai besok, kau akan kubangunkan tepat jam lima pagi untuk mulai berlatih taekwondo dan.........."
Bruk! Amanda terjatuh di atas kasur karena kantuk yang sudah akut. Perempuan berambut merah itu tanpa ia sadari tertidur lelap dan membuat Barnes langsung tergelak lirih. Kemudian Barnes membetulkan letak tidurnya Amanda, menyelimutinya lalu ia merapikan rambutnya Amanda sembari duduk di tepi ranjang lalu bergumam lirih, "Lucu banget sih dia. Bisa-bisanya ketiduran begitu aja padahal bilangnya nggak ngantuk sama sekali, Ppffttt! Kepolosannya belum berubah sama sekali dan itu yang membuatku jatuh hati padanya. Selamat tidur, mimpi indah" Barnes mendaratkan kecupan ringan di keningnya Amanda lalu bangkit dan kembali merebahkan diri di atas sofa.
Barnes lalu menopang kepalanya dengan lengannya dan merubah posisi badannya menjadi miring untuk bisa melihat Amanda yang sudah nyaman tertidur di dalam selimut tebal yang hangat, sehangat cintanya Barnes.
"Sial! aku lupa menanyakan soal Mikha. Dia bilang hanya Mikha sahabatnya yang bisa dia percaya. Siapa Mikha? Dia cewek atau cowok? Ah sial! kenapa aku melupakan hal sepenting ini? Aku akan tanyakan ke dia besok begitu ia membuka kedua matanya.
Barnes memasukkan kata sandi untuk membuka pesan text yang masuk. Barnes mengernyit melihat nama yang tertera di layar ponselmya. Barnes membaca pesan text iru lalu ia lemparkan begitu saja ponselnya di atas meja dan ia merebahka. badannya kembali di atas sofa lalu menaruh lengannya di atas kedua kelopak matanya.
Angan Barnes kemudian melayang di kejadian beberapa rahun silam saat ia masih menjadi seorang mahasiswa dan jatuh hati pada salah satu perempuan, teman kamousnya yang berbeda jurusan dengannya. Dia jatuh hati pada perempuan itu karena, perempuan itu mengingatkannya pada Amanda Dirgantara. Perempuan yang memiliki dua bola mata jernih, lemah lembut, berambut lurus, hitam, lebat dan panjang telah mampu menghipnotis seorang Barnes Adiwilaga Darmawan.
Barnes lalu mendekati perempuan itu dan semakin terpesona karena, gerak-gerik perempuan itu pun sama dengan gerak-geriknya Amanda Dirgantara cinta pertamanya Barnes di masa kanak-kanaknya Barnes. Sehingga tanpa sadar, Barnes berucap, "Kau mirip denan cinta pertamaku. Sangat mirip. Maukah kau menjadi pacarku?"
__ADS_1
Itulah mata seorang pria yang suka khilaf dan mata seorang pria seringkali menyesatkan pemiliknya.
Dan tentu saja perempuan itu langsung menerima Barnes Adiwilaga Darmawan menjadi pacarnya. Sang idola kampus yang terkenal karena ketampanan, kecerdasan dan sikap dinginnya pada semua perempuan itu akhirnya menjadi pacarnya Kayla Pramanathan. Kayla memekik girang di dalam hatinya.karena, akhirnya dia berhasil memenangkan taruhan. Dia hampir pingsan karena kegirangan di dasar hatinya. Ia telah sukses menggaet Barnes Adiwilaga Darmawan dan sekaligus berhasil mendapatkan hadiah taruhan berupa mobil sedan keluaran terbaru.
Barnes dan Kayla akhirnya berpacaran. Barnes ingin mencoba untuk mengenal perempuan lain, mengenal cinta yang lain karena, di saat itu ia mulai frustasi. Dia frustasi karena, tidak pernah berhasil menemukan keberadaannya Amanda Dirgantara dan ia frustasi terikat kenangan indah di masa kecilnya yang tidak bisa terulang kembali padahal dia sangat merindukan kenangan itu dan ingin mengulangnya kembali. Untuk semua alasan itulah.dia ingin mencoba mengukir kenangan yang baru dengan perempuan lain selain Amanda Dirgantara untuk menutup lubang besar di hatinya yang ada sejak Amanda Dirgantara pergi meninggalkannya tanpa pamit.
Berita hubungan berpacarannya Kayla dengan Barnes, membuat heboh kampus mereka. Semua menyoroti hubungan mereka dan banyak mata memandang iri karena Kayla berhasil menaklukan hatinya Barnes Adiwilaga Darmawan.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Barnes menyesali keputusannya berpacaran dengan Kayla di kencan mereka yang kelima. Satu bulan masa berpacarannya dengan Kayla, membuat Barnes justru merasa lubang di dalam hatinya belum bisa menutup. Kehadiran Kayla di dalam kesehariannya, justru membuat Barnes merasa semakin frustasi karena, Kayla ternyata jauh berbeda dengan Amanda Dirgantara. Kayla tidak sepolos Amanda, Kayla tidak sesabar Amanda, Kayla tidak setangguh Amanda dan Kayla sangatlah posesif dan hampir membuat Barnes tidak bisa bernapas dengan lega.
Namun, Barnes adalah seorang yang bertanggung jawab, walaupun dia merasa terikat, tidak bisa bernapas lega setiap kali dia bersama dengan Kayla karena, banyak aturan yang harus dia jalankan selain itu makin bertambahnya waktu, semakin mengenal Kayla dia justru semakin menemukan banyak kekecewaan di dirinya Kayla, dia tetap mempertahankan hubungannya dengan Kayla dan tetap menjadi pacar yang setia.
Namun, tepat di acara perayaan satu tahun masa berpacarannya dengan Kayla, Barnes justru mengetahui kalau Kayla bersedia menjadi pacarnya hanya karena ingin memenangkan taruhan. Percakapan Kayla dengan kekasih resminya, berhasil Barnes pergoki.Seketika itu pula, Barnes meninggalkan Kayla dan kekasihnya Kayla begitu saja tanpa kata putus. Barnes memang belum memutuskan Kayla tapi Barnes pikir kelakuan busuknya Kayla sudah mewakili kata putus itu.
Sejak itulah, Barnes tidak pernah mau lagi mencoba menjalin hubungan dengan perempuan. manapun dan ia rela bersabar hati menunggu sampai waktu mempertemukannya kembali dengan Amanda Dirgantara.
__ADS_1
Ting! Ting! Barnes melongok dan melihat dua pesan dari Kayla masuk ke dalam ponselnya. Pesan permintaan maaf, ingin kembali pada Barnes dan memohon Barnes untuk menjemputnya di bandara, membuat Barnes merasa muak. Untuk itulah, Barnes tidak membalas satu pun pesan text dari Kayla.