Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Membuktikan


__ADS_3

Batari mencoba beberapa baju dan dia kalap saat ia mengetahui harga baju di pasar tiban (pasar dadakan) sangatlah murah. "Tiga potong cuma enam puluh ribu rupiah?"


"Iya. Murah karena ini pasar dan bajunya sisa eksport" Sahut Noah.


"Kalau gitu, aku boleh milih lagi? Untuk oleh-oleh dan......."


"Tari!" Noah langsung menggeram kesal, "Kita nggak sedang berlibur"


Batari terkekeh geli dan sambil menepuk pelan bahunya Noah ia berkata, "Iya, aku tahu. Tapi, aku tetap ingin milih lagi. Kapan lagi aku dapat barang semurah dan sebagus ini?"


"Terserah kamu aja" Noah menghela napas panjang.


Batari tiba-tiba mengibarkan pakaian dalam seksi di depannya Noah sambil bertanya, "Bagus nggak?"


Noah memerah wajahnya dan langsung menggeram, "Kau gila, ya? Kenapa kau tunjukkan itu ke aku?"


Penjual baju langsung menyahut, "Mas ganteng kok masih malu-malu gitu lihat baju dalamnya istri sendiri, hihihihi"


Batari ikutan terkikik, "Hihihihi, iya, nih, Bu. Suami saya memang pemalu padahal kalau di ranjang, ih, malu-maluin"


Noah mendelik ke Batari dan langsung berbisik, "Yakin mau lihat aku malu-maluin di ranjang? Ayo sekarang kita ke ranjang kalau gitu"


Batari langsung menepuk keras bahunya Noah dan berbisik, "Coba aja kalau berani. Aku akan membuatmu lumpuh seumur hidup"


Noah terkekeh geli dan bergumam, "Kau memang gila!"


Batari lalu menoleh ke Noah sambil menunjukkan plastik belanjaannya, "Aku mau mandi dan ganti baju. Apa ada kamar mandi umum, tapi bersih di sekitar sini?"


"Ada. Ayo aku antarkan dan harus aku tungguin kalau nggak aku tungguin, kau akan jadi mangsa para pria hidung belang"


Beberapa menit kemudian, Batari berdiri di depannya Noah dan dengan senyum cantiknya ia bertanya, "Cocok nggak baju ini aku pakai?"



Noah berdeham dan sambil memalingkan muka ia melangkah ke depan dan berkata, "Biasa aja. Ayo jalan! Keburu gelap. Dan sepertinya.........."


Tik, tik, tik, tik! Gerimis tiba-tiba turun dam sebelum gerimis itu membesar, Noah langsung menarik Batari untuk berteduh di emperan pondok penginapan yang berada tidak jauh dari tempat Batari mandi dan berganti baju.

__ADS_1


"Sial! Kenapa tiba-tiba hujan?" Noah mengusap kepalanya yang sedikit basah terkena air hujan, lalu ia menoleh ke Batari, "Baju kamu basah tidak?"


Batari menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kita cepat berteduh tadi. Jadi, aman. Bajuku nggak basah sama sekali" Batari lalu menoleh ke belakang, "Eh, ini penginapan, ya?"


Noah menganggukkan kepalanya.


Batari lalu menarik tangan Noah untuk ia bawa masuk ke dalam penginapan dan Noah sontak berteriak, "Tari! Kau mau apa menarikku masuk ke dalam?"


Batari menghentikan langkahnya di depan meja resepsionis dan bertanya, "Apa di sini juga menyediakan makanan dan minuman?"


"Iya. Kami juga menyediakan makanan dan minuman di sini. Ada daftar menunya, nih" sahut wanita yang berdiri di belakang meja resepsionis.


"Aku pesan ini, ini, ini ,ini, dan ini, ini, ini" Batari menunjuk semua menu makanan dan minuman yang ia suka tanpa menoleh dan bertanya terlebih dahulu ke Noah.


Noah langsung memegang kedua bahunya Batari dan melotot lalu ia menyemburkan protes, "Kau pesan banyak sekali, Nona Darmawan. Kau pikir siapa yang akan membayarnya?"


Batari tersenyum dan menatap Noah, "Kamu dong. Kamu,kan, yang punya uang"


"Kau! Dasar kau, ya! Kenapa nggak tanya dulu ke aku dan........."


"Aku laper banget. Aku akan ganti semua uang kamu kalau aku pulang nanti. Dasar pelit" Batari melotot ke Noah.


Batari laku menoleh kembali ke mbak yang berjaga di meja resepsionis, "Apa ada kamar kosong?"


"Ada" Sahut mbak resepsionis itu.


"Saya mau dua kamar" Sahut Batari.


"Sayang sekali. Hanya tersisa satu kamar. Ini, kan hari libur banyak yang berlibur dan kebetulan hujan deras, jadi kamar langsung penuh"


"Kapan penuhnya? Hujan kan turun baru aja"


"Iya. Tapi, langsung penuh kamarnya"


"Oke. Aku mau satu kamar itu" Sahut Batari.


Noah bergegas berlari ke meja resepsionis dan bertanya, "Semuanya berapa?"

__ADS_1


"Emm, makanan, minuman, dan kamar, totalnya dua juta rupiah"


"Hah?! Kamar? Kenapa ada kamar? Aku nggak sewa......." Noah menoleh ke Batari dan terkejut saat ia melihat Batari telah menghilang dari sisinya


Noah mengumpat kesal dan dengan terpaksa ia mengeluarkan kartu kredit pribadinya, "Terima kartu, kan?"


"Iya. Bisa" Sahut mbak resepsionis itu.


Setelah menyelesaikan pembayaran, Noah celingukkan mencari Batari di kafe kecil yang ada di sisi selatan meja resepsionis pondok penginapan itu. Noah menggeram kesal saat ia melihat banyak cowok mengerumuni mejanya Batari.


Noah langsung menahan tangan seorang cowok yang ingin merangkul Batari dan dengan kesal ia menarik cowok itu untuk menjauh dari mejanya Batari. Noah juga menatap ke semua cowok yang lain dan menggeram, "Jangan ganggu Istriku!"


Batari tersenyum senang melihat kegembiraannya Noah dan dia berkata di dalam hatinya, yes! Aku udah dapatkan bukti kalau sesungguhnya Noah, masih ada hati sama aku.


Semua cowok asing yang berkerumun di mejanya Batari langsung menyingkir dan Noah langsung duduk di depannya Batari dan dengan wajah kesal, ia berucap, "Bagus juga kelakuan kamu, ya. Minta aku untuk bayari semua permintaan kamu, tapi kamu malah sibuk menggoda cowok lain"


"Siapa yang menggoda? Aku duduk santai di sini dan mereka yang datang menghampiriku" Batari berucap acuh tak acuh.


"Dan aku lihat tadi, kau menikmati obrolan mereka. Dasar ganjen" Noah menyipitkan matanya karena kesal dan merengut karena terbakar cemburu.


"Kau tahu, kan, aku ini memang ramah. Bukan salahku kalau mereka nyaman mengobrol denganku"


Noah meraup wajahnya dengan kasar dan berucap, "Terserah kamu aja. Toh, kita juga nggak ada hubungan apa-apa, kan?"


"Nah, itu" Batari menunjuk Noah dan kembali berucap, "Kita nggak ada hubungan apa-apa, jadi jangan marah terus. Kita makan aja, yuk!"


Noah menggeleng-gelengkan kepala melihat nafsu makannya Batari dan berkata, "Kamu tuh kurus, tapi selera makan kamu besar juga. Lalu ke mana perginya semua makanan yang kamu makan?"


"Menurut kamu?" Batari menaikkan kedua alisnya sembari mengunyah kue cokelat yang dia pesan.


"Ke ceriwisnya kamu. Keceriwisan kamu membakar semua lemak di tubuh kamu" Noah terkekeh geli.


"Nggak lucu!" Batari mendelik ke Noah.


Hujan turun semakin deras dan Batari berkata ke Noah di dalam kamar yang dia pesan, "See! Keputusanku nyewa kamar, bener, kan? Kita nggak bisa pulang karena hujan masih sangat deras dan kita harus menginap di sini"


Noah menghela napas panjang dan ia langsung bangkit berdiri untuk melangkah mundur saat tiba-tiba Batari melompat ke arahnya. Di saat punggung Noah membentur pintu, Noah bertanya dengan gugup, "Kau mau apa?"

__ADS_1


"Aku ingin membuktikan sesuatu" Batari langsung mencium bibirnya Noah tanpa permisi dan Noah langsung membeliakkan matanya.


__ADS_2