
Noah menepuk pantat Basri dari belakang saat ia melihat istri tercintanya itu memasak di dapur.
"Aw! Kenapa kau masih suka memukul pantatku, Pa?"
"Karena kamu masih menggemaskan" Sahut Noah.
Cantika langsung mendorong kasar dada Dito sembari berucap, "Dasar mesum! Kenapa kau selalu mencari kesempatan dalam kesempitan? Dasar Tarzan udik!"
"Hei! Dasar wanita aneh! Kau yang menciumku barusan. Kau menoleh dan menciumku" Dito berteriak kesal.
Cantika melotot, "Mana ada aku seperti itu!" Untuk menutupi rasa malunya, Cantika langsung menghadapkan badannya ke depan dan bersedekap.
"Aku sudah cari apa itu Tarzan di internet. Mana ada aku mirip dengan Tarzan. Aku tidak berkeliaran dengan pakaian dalam dan aku rasa aku lebih gagah dan tampan dari Tarzan"
"Buahahahahaha!!!!!" Cantika sontak tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa kau tiba-tiba tertawa kayak gitu? Kau memang sangat aneh. Kau sangat cantik, tapi juga sangat aneh, Nona" Ucap Dito dengan wajah kesal.
Cantika menoleh ke Dito untuk berucap, "Aku membayangkan kamu berkeliaran dengan hanya memakai pakaian dalam, buahahahaha"
Dito langsung menangkup tengkuknya Cantika dengan telapak tangan kanannya, dan Cantika langsung menghentikan tawanya dan mengernyit, "Kau mau apa?"
"Mau bertanya, apa kau selalu membayangkan aku berkeliaran pakai pakaian dalam, ya?"
Cantika sontak berteriak kesal, "Mana ada seperti itu?!"
"Kalau nggak seperti itu! Kenapa kau selalu memanggilku Tarzan?"
Cantika kembali mendorong keras dada Dito dan berkata, "Karena, kamu punya singa dan gajah"
"Benarkah kau berpikir begitu?"
Cantika menoleh ke Dito untuk berkata, "Bodoh amat!"
Dito langsung terkekeh geli.
Asisten pribadinya Dito mengetuk pembatas jok depan dan belakang.
Dito sontak memencet tombol untuk menurunkan pembatas itu.
Asisten pribadinya Dito langsung menoleh ke jok belakang untuk berkata, "Kita udah sampai, Bos"
"Oke" Sahut Dito.
Kemudian, Dito menatap Cantika untuk berkata, "Jangan melepaskan genggaman tanganku! Di dalam klub malam yang mewah itu, banyak pria mengerikan. Semuanya mafia. Jadi, jangan coba-coba melepaskan genggaman tanganku dan berkeliaran sendiri di sana! Mengerti?!"
__ADS_1
Cantika hanya menganggukkan kepala.
"Kalau udah ngerti, turunlah sekarang!"
Cantika turun dari mobil dengan wajah kesal dan dia menunggu Dito berjalan mengitari mobil untuk menggandeng tangannya.
Dito berjalan masuk ke dalam klub mewah tersebut dengan diikuti puluhan anak buah dan tidak lupa asisten pribadinya.
Dito mengajak Cantika duduk di sampingnya dan pria tampan itu terus menggenggam tangan Cantika.
"Siapa dia?" Tanya salah satu dari kliennya Dito.
"Wanitaku" Sahut Dito dengan wajah serius.
Cantika sontak mengumpat di dalam hatinya, dasar brengsek! Sejak kapan aku jadi wanitamu?"
Asisten pribadinya Dito tiba-tiba mendekat Dito dan berbisik, "Bos, Tuan Gerald ingin bertemu dengan Anda. Dia tidak mau masuk ke sini, karena ada Tuan Leonard di sini"
"Lalu, Cantika gimana? Gerald itu memiliki bisnis perdagangan wanita di bawah umur. Aku tidak mau mengajak Cantika menemuinya. Dan kenapa bisa ada Gerald di sini? Siapa yang mengundangnya?"
"Entahlah Bos. Tapi, yang pasti dia masih menunggu Bos di luar. Kalau Bos tidak menemuinya, dia akan nekat memblokir jalan kita"
"Sial!"
"Ada apa" Cantika spontan menoleh ke Dito saat ia mendengar Dito mengumpat cukup keras.
"Ya, udah sana! Cepat temui orang itu!"
"Aku akan tinggalkan kamu sebentar di dini dan Angga akan menjagamu. Jangan coba-coba lari dari sini jika kamu tidak ingin berkahir di ranjang pria asing" Dito mendelik ke Cantika.
"Iya. Aku nggak bodoh. Aku juga udah gede. Aku bisa jaga diri sendiri"
Dito akhirnya dengan berat hati melepaskan tangan Cantika dan bangkit berdiri untuk melangkah keluar dari private room VVIP tersebut.
Cantika menoleh ke Angga dan meringis.
Angga menatap Cantika dengan penuh kecurigaan dan dia langsung bertanya, "Ada apa? Kau mau bilang apa?"
"Aku pengen ke toilet. Di mana toiletnya?"
"Nggak boleh ke toilet sebelum Bos Dito balik ke sini"
"Hei! Kau ingin aku mengompol di sini?"
"Ngompol aja nggak papa. Aku akan perintahkan anak buahku untuk mengambilkan baju ganti"
__ADS_1
"Kau gila dan aneh mirip dengan Bos kamu itu, dasar brengsek! Kalau aku ganti baju di sini, aku akan jadi tontonan. Kau lihat, kan, di sini ada banyak pria" Cantika mengedarkan jari telunjuknya ke segala arah dengan asal.
"Nah, itu kau tahu. Jadi, jangan banyak tingkah! Tunggu sampai Bos Dito balik lagi ke sini" Sahut Angga dengan wajah kesal.
"Sial! Kenapa aku bisa berada di tengah orang-orang aneh yang menyebalkan macam kamu dan Bos kamu itu" Cantika berkacak pinggang di depan Angga.
"Kau juga aneh. Ngaca Lo!" Sahut Angga dengan wajah kesal.
"Mau ku bikin babak belur lagi?"
"Cih! Kalau kau bukan wanitanya Bos, aku udah bikin kamu babak belur kemarin"
"Heleh! Ngaku aja kalau kamu kalah"
"Kau........." Angga spontan bangkit dan suara Dito langsung menggelegar di telinga Angga, "Ada apa ini?"
"Wanita Bos, nih, bikin saya kesal terus"
Cantika mengacuhkan Angga dan sambil bangkit berdiri, dia berkata ke Dito, "Aku harus pergi ke toilet sekarang juga. Udah di ujung tanduk, nih dan kalau udah begini aku nggak bisa jalan"
Angga pergi meninggalkan Dito dan Cantika dengan muka kesal dan bergumam, "Dasar wanita aneh"
"Lalu?" Dito menautkan kedua alisnya.
"Gendong! Kamu harus bertanggung jawab karena meninggalkan aku cukup lama Samali aku harus menahan diri untuk tidak pergi ke toilet sebelum kamu balik ke sini" Cantika berkacak pinggang di depan Dito dan mulai berdiri dengan tidak nyaman.
Dito langsung membopong Cantika dan membawa Cantika ke toilet dengan berlari kencang.
Dito menurunkan Cantika di depan pintu toilet wanita dan berkata, "Aku hanya bisa menggendong kamu sampai sini"
"Oke. Nggak masalah. Aku bisa berjalan ke dalam sendiri dari sini. Thank you" Cantika tersenyum ke Dito dengan sangat lebar, lalu ia bergegas masuk ke dalam toilet.
Tanpa Dito sadari, Cantika berhasil mengambil telepon genggamnya Dito dan dia bergegas masuk ke dalam bilik toilet yang kosong untuk menggunakan telepon genggam itu. Namun, Cantika sontak berteriak, "Sial!" Saat ia mendapati telepon genggamnya Dito hanya bisa dibuka dengan sidik jarinya Dito.
"Kalau begini caranya, percuma juga aku mengambil telepon genggam ini" Lalu, dengan kesal Cantika keluar dari dalam toilet dan langsung mencium bibir Dito untuk memasukkan kembali telepon genggamnya Dito ke saku jas.
Dan di saat Cantika menarik bibirnya dari bibir Dito, pria tampan itu menatap Cantika dengan. penuh tanda tanya.
Cantika mengabaikan ekspresi di wajah Dito dan memilih berjalan pelan meninggalkan. Dito sembari berucap, "Jangan Ge-Er! Aku mencium kamu bukan karena aku ada rasa sama kamu Ciuman tadi itu ciuman kesehatan"
Dito langsung menyusul Cantika dan mensejajari langkah Cantika untuk bertanya, "Ciuman kesehatan?"
"Hmm. Setelah dari toilet aku selalu sesak napas dan butuh mencium seseorang" Sahut Cantika dengan acuh tak acuh.
"Lalu, di mana letak kesehatannya?" Dito semakin melengkungkan kedua alisnya ke dalam.
__ADS_1
"Pikir aja sendiri!" Sahut Cantika dengan santainya.
Dito hanya bisa menghela napas panjang.