Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Amanda Pergi


__ADS_3

Barnes seolah tidak pernah merasa puas mencium,.mencumbu, menggoda, meraba, membelai, dan mengusap istrinya dari ujung kepala istrinya sampai ujung kaki istrinya. Dan komandan gagah dan tampan itu, memekik puas bersamaan dengan pekik indah dari istrinya setelah sukses menyatukan raga dengan istrinya sebanyak dua kali.


Keduanya lalu terkulai lemas dan rebah di atas kasur dengan napas terengah-engah disertai tawa bahagia. Kemudian Barnes menarik selimut dan mengajak Amanda untuk memejamkan mata dan melanjutkan kemesraan mereka di alam mimpi.


Amanda bangun di tengah malam. Amanda membawa senjata api dan senjata tajam yang berhasil Barnes sita dari gerombolan orang yang menyerang rumahnya Barnes dan berhasil dilumpuhkan dengan mudah oleh Amanda.


Amanda memasukkan satu kardus yang berisi senjata api dan senjata tajam ke dalam mobil rekannya dengan kata, "Bawa ke markas sebelum Hellena mengendus keberadaan senjata-senjata ini karena, aku nggak mau suamiku berada di alam bahaya"


Lalu Amanda naik ke mobil rekannya itu, "Kau sudah amankan mobilku yang aku parkir di taman?"


"Sudah. Jenny sudah mengurusnya"


"Thank you Mido" Amanda menoleh ke rekannya dengan senyum manisnya.


Mido adalah wanita yang hampir mirip dengan pacarnya Duscha Igor, tomboi pendiam, dan berambut cepak.


Amanda tanpa sepengetahuannya Barnes, telah masuk ke dalam tim yang semua anggotanya adalah wanita, pemimpinnya Amanda juga seorang jendral wanita. Namun, Amanda dan timnya adalah pegawai swasta bukan pegawai negeri seperti Barnes dan anak buahnya Barnes.


Barnes terbangun karena, haus. Komandan tampan itu mengucek kedua matanya untuk melihat jam di dinding, "Ah! Masih jam empat pagi" Barnes lalu menoleh ke samping kanannya dan langsung mengernyit, "Di mana Manda?"


Barnes menautkan alisnya saat ia melihat ada secarik kertas di atas bantal. Ia lalu meraih secarik kertas yang ada di atas bantal dan ia langsung membacanya, "Aku pergi, Mas. Ada urusan mendadak. Maaf! Aku akan membayar kepergian dadakanku ini dengan sangat pantas, nanti. Dan aku membawa senjata api dan senjata tajam yang ada di rumah kamu karena, aku nggak ingin Hellena mengendusnya dan kamu berada di dalam bahaya. Sampai ketemu lagi ya, Mas. Dari Istri yang sangat mencintaimu"


Barnes meremas kertas itu dan bergegas berlari keluar sembari memakai asal celana kolornya. Barnes berharap, ia masih sempat mengejar Amanda dan berharap Amanda masih berada di beranda depan rumahnya.


Namun, Barnes harus menelan pahitnya kekecewaan. Beranda depan rumahnya sepi dan tidak ada satu pun orang di sana. Barnes meraup kasar wajahnya dan bergumam kesal, "Kau sungguh sangat menggemaskan saat ini, Manda. Aku akan meminta pertanggungjawaban darimu dengan sangat pantas, nanti. Awas aja!" Barnes berucap dengan senyum kesal berbalut gemas di wajah tampannya.


Dan Barnes kembali bekerja tanpa bisa berjumpa kembali dengan nona Priscilla Chan.

__ADS_1


"Nona Priscilla Chan sudah aku berhentikan menjadi penerjemahku karena, Allen Lau tertangkap polisi kemarin" Ucap Hellena.


"Dan apakah Anda tahu di mana tempat tinggal Nona Priscilla Chan?" Tanya Barnes.


Hellena mengernyit, "Tentu saja aku tidak tahu dan aku tidak mau tahu. Tapi, kenapa kamu ingin tahu tempat tinggalnya? Ingat Jacob! kau milikku dan kau tidak boleh memikirkan wanita lain!"


"Saya tidak memikirkan wanita itu. Saya cuma ingin menagih hutangnya pada saya. Dia masih berhutang cukup banyak pada saya" Sahut Barnes.


"Berapa hutangnya? Aku akan membayar tiga kali lipat, tapi kau harus berkencan denganku malam ini! Kau harus memuaskan aku di ranjang malam ini!"


"Maafkan saya. Saya ada acara malam ini" Sahut Barnes lalu memutar badan meninggalkan. Hellena yang tengah menggeram kesal.


"Sial! Kenapa kau selalu menolakku, Jacob? Selama ini tidak pernah ada laki-laki yang menolak pesonaku, dasar Jacob Rivers sial! Tunggu saja tanggal mainnya! Aku akan memberimu menjebakmu dan kamu akan bertekuk lutut di depanku setelah itu" Gumam Hellena dengan wajah geram penuh amarah.


Bryna, Jake dan Amanda mengadakan pertemuan rahasia untuk membahas penggerebekkan rumahnya Leonard Atmaja, kekasih gelapnya Hellena yang juga politisi terhormat yang kaya raya dan memiliki koneksi kuat di pemerintahan.


"Kau meninggalkan Barnes tanpa pamit?" Tanya Bryna.


"Berarti aku lebih beruntung dibandingkan dengan Barnes. Aku udah bisa berkumpul dengan Istri cantikku ini" Jake mencium pelipisnya Bryna dan Amanda langsung menyemburkan protes, "Berani sekali kalian bermesraan di depanku!? Hiks, hiks, hiks, bikin ngiri aja"


"Jangan ngiri terus sekali-kali nganan entar nabrak!" sahut Jake lalu ia meringis di depannya Amanda dan Bryna langsung terkekh geli.


"Dan jangan nganan terus, ambil jalan lurus juga, entar masuk lobang tikus!" Suara Duscha membuat Bryna, Jake, dan Amanda dan langsung menoleh ke arah pintu masuk restoran mewah yang dipesan oleh Amanda


Duscha masuk dengan menggenggam erat tangannya Joy.


Saat Duscha dan Joy duduk berdampingan di depannya Jake, Bryna dan Amanda, Jake langsung berkomentar, "Wah! Kalian makin serius nih sepertinya. Kapan kalian akan menikah?"

__ADS_1


Joy yang tomboi langsung menundukkan kepalanya karena, malu dan Duscha mencium punggung tangannya Joy lalu berucap, "Aku sudah menikah dengan Joy di atas kertas. Kami udah sah sebagai Suami Istri dan kalian nggak tahu?!"


"Sial! Bagaimana kami bisa tahu kalau kamu nggak kasih tahu. Emangnya kami semua ini cenayang?"


Duscha langsung menggelegarkan tawanya. "Maaf! Aku nggak tahan untuk segera menikahi wanita cantik dan unik ini" Duscha menoleh ke Joy, lalu ia menatap kembali Bryna, Jake dan Amanda, "Dan resepsinya, kita adakan bersamaan aja. Bisa ngirit waktu dan biaya, ngirit capek juga"


"Setuju!" Pekik Amanda dan Bryna secara bersamaan.


Jake menghela napas panjang, "Aku sih kalau soal irit mengirit ya pastilah akan setuju, hehehehe"


Bryna langsung menepuk pundak suaminya.


Tidak begitu lama, Jorge, Jude, dan Jordy melangkah masuk dan duduk di depan kursi bundar. Mereka langsung bernostalgia untuk beberapa menit lamanya sambil menikmati makan siang yang telah disediakan oleh Amanda.


"Kasihan ya Komandan. Dia tidak bisa berkumpul dengan kita di sini" Sahut Jude.


"Iya benar" Sahut Jorge.


"Itulah beratnya jadi seorang pimpinan makanya kalian jangan ngeluh terus pada Barnes!" sahut Jake


Tidak begitu lama, ketiga rekan wanitanya Amanda melangkah masuk dan bergabung dengan mereka. Mido, Jenny, dan Rosa, bersitatap dengan Jorge, Jude, dan Jordy.


Amanda langsung berucap karena dia bisa membaca pikirannya Mido, Jenny, Rosa, Jorge, Jude, dan Jordy, "Kalian dipertemukan oleh takdir. Aku rasa kalian akan jadian sebentar lagi karena, tiktok kalian tepat. Mido, Jordy memang klik denganmu. Jorge, rasa kamu sama dengan rasanya Jenny. Dan terakhir, Rosa, Jude memang sepertinya tercipta untukmu"


"Wah! kemampuan kakak ipar memang sangat hebat" Sahut Jordy.


"Sangat hebat untuk sukses membuat kita semua merona malu" Sahut Jorge.

__ADS_1


Semuanya langsung menggemakan tawa mereka mendengar celotehannya Jorge.


Dan setelah melanjutkan rapat rahasia mereka, terjadilah kesepakatan, mereka akan menggerebek Leonard Atmaja besok malam.


__ADS_2