Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Gerak-gerik


__ADS_3

Nehemia memperkenalkan kakak laki-lakinya sebagai direktur utama kedua yang baru dengan kekuasaan di bawahnya persis, namun memiliki kewenangan yang sama. Lalu, Nehemia memperkenalkan kakak iparnya sebagai sekretaris pribadi direktur utama kedua dan memperkenalkan Lopez sebagai asisten pribadinya direktur utama kedua.


Nehemia menyediakan ruang kerja yang sangat nyaman untuk kakak laki-laki dan kakak iparnya. Nehemia tersenyum di depan meja kakak laki-laki tampannya lalu berkata,"Aku rasa, Kakak lebih cocok bekerja di balik meja kayak gini daripada di lapangan"


"Masak sih?" Noah tersenyum malu sembari mengelus-elus tengkuknya.


Batari langsung menyahut, "Tapi, dia jauh lebih tampan memakai seragam dinas kepolisian"


Lopez langsung menyahut, "Aku setuju dengan Nyonya"


Nehemia menoleh ke Batari dan sambil merengut dia bertanya, "Berarti aku nggak tampan memakai jas kerja kayak gini?"


Batari dengan santainya merangkul bahunya Nehemia dan berkata, "Tampan. Kamu cocok pakai jas kayak gini. Tapi, suamiku lebih cocok pakai baju dinas kepolisian"


Noah, Lopez dan Nehemia langsung tergelak geli mendengar ucapannya Batari itu.


Silvia tergopoh-gopoh masuk ke dalam ruangannya direktur utama yang baru. Saat sekretaris pribadinya direktur utama pertama itu melihat bahu Nehemia dirangkul Batari, seketika wajahnya berubah dingin dan Noah menangkap wajah dingin itu.


Noah langsung bertanya, "Siapa kamu? Kenapa masuk ke ruangan ini tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu?"


Batari, Nehemia dan Lopez sontak memutar badan mereka ke belakang.


Silvia langsung merubah wajah dinginnya dengan wajah penuh senyum dan berkata, "Saya lihat pintunya terbuka, jadi saya nggak mengetuk pintu, maaf. Dan saya adalah sekretaris pribadinya Hemi sekaligus calon istrinya Hemi"


Batari tersentak kaget dan sontak menarik tangannya dari bahunya Nehemia lalu ia menepuk punggungnya Nehemia sambil berkata, "Wah! Kenapa nggak kamu kenalkan ke kita? Dasar bocah nakal"


Nehemia menoleh ke Batari dengan senyum ceria dan Silvia langsung terbakar cemburu. Silvia langsung menarik tangan Nehemia.


Nehemia terkejut dan sontak menyemburkan protes ke Silvia, "Kenapa kau tarik tanganku? Aku masih ngobrol dengan Kak Tari"


"Karena aku berhak atas kamu" Silvia melotot ke Nehemia.


Lopez dan Noah bersitatap. Mereka menangkap hal yang aneh di gerak-geriknya Silvia.


Batari yang polos, tertawa riang sambil berkata, "Suamiku! Mereka lucu, ya. So cute"


Noah menoleh ke istri cantiknya lalu ia keluar dari balik mejanya untuk memeluk Batari dan berkata, "Iya. Mereka cute" Noah berucap tanpa melepaskan tatapannya yang penuh selidik ke Silvia.


Silvia seketika merasa tidak nyaman dan langsung berkata, "Hemi, kita harus balik ke ruangan kamu sekarang. Ada banyak berkas yang aku taruh di meja kerja kamu dan harus segera kamu pelajari lalu kamu tandatangani"

__ADS_1


"Ah! iya. Aku balik ke ruangan dulu, Kak Tari, Kak Noah, Lopez"


Noah, Lopez, dan Batari dengan kompak mengangkat jempol mereka.


Nehemia tersenyum geli dan Silvia langsung menggandeng tangan Nehemia keluar dari ruangannya Noah.


Lopez langsung menganggukkan kepalanya dan bergegas keluar menyusul Sivia dan Nehemia setelah Noah menoleh ke arahnya.


Batari langsung menyemburkan rasa herannya, "Kalian keren, ya, dari tatapan mata saja sudah saling tahu apa yang harus dilakukan"


Noah tersenyum lalu memagut bibirnya Batari sebentar dan berkata, "Kita juga sama, kan, dari tatapan mata saja kita sudah bisa langsung apa yang harus kita lakukan"


"Hmm" Batari menganggukkan kepalanya dengan senyum lebar.


"Aku menatapmu sekarang ini. Coba tebak apa yang aku inginkan?"


Batari menatap Noah dengan penuh arti lalu ia tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya.


"Apa coba?" Noah tersenyum jahil.


"Kamu ingin aku mencium kamu balik, kan?"


Batari tersenyum lebar lalu memagut bibirnya Noah. Suami istri itu saling memeluk dan terus berciuman sampai mereka merasa puas.


Silvia berkacak pinggang di depan Nehemia dan langsung melemparkan protes, "Kenapa Kakak kamu dan Kakak ipar kamu ada di sini?!"


"Ini adalah perusahaannya Kakek aku. Terserah mereka dong mau ngapain di sini. Kenapa itu menjadi satu masalah buat kamu?" Nehemia sontak menautkan kedua alisnya.


Silvia langsung berkata, "Lupakan saja!" Lalu wanita cantik itu berputar badan dan keluar dari ruang kerjanya Nehemia. Dia masuk ke dalam ruangannya dengan wajah kesal dan sambil memukul mejanya beberapa kali dia berucap, "Untuk apa Noah Baron ada di sini? Apa dia mencari The Rat?"


Silvia lalu duduk di kursinya dan kembali bergumam, "Ah! Tapi nggak mungkin dia mencari The Rat. Nggak ada yang tahu kalau aku adalah The Rat. Lalu, untuk apa dia ke sini? Apa ini cara berpikirnya orang kaya? Nggak punya kerjaan lalu mereka main-main di kantor ini? Walaupun begitu, aku harus tetap waspada"


Silvia tiba-tiba mengulas senyum lebar dan bergumam, "Kalau Batari Putri Darmawan ada di sini, bukankah itu justru memperingan pekerjaanku. Aku bisa dengan mudah menculiknya"


Lopez kembali ke ruang kerjanya Noah. Dia mengetuk pintu sebanyak tiga kali dan Noah langsung melepaskan ciumannya, mengusap bibir Batari dengan ibu jarinya, dan merapikan rambutnya Batari.


Saat Batari bangkit berdiri dari atas pangkuannya Noah, Noah berteriak, "Masuk!"


Lopez masuk dan langsung memberikan laporan, "Aku sudah tahu di mana ruang kerjanya wanita yang bernama Silvia tadi. Kalau ada celah, aku akan pasang kamera mini di ruangannya, Bos"

__ADS_1


"Sip!" Sahut Noah.


Batari menautkan alisnya dan bertanya, "Kalian mencurigai cewek cantik dan seksi tadi? Silvia? Pacarnya Hemi yang tadi?"


"Hmm" Sahut Lopez dan Batari secara bersamaan.


"Aish! Ngawur kalian" Batari langsung tersenyum geli.


"Kok ngawur?" Noah dan Lopez melemparkan protes ke Batari dengan kompak.


"Iya. Ngawur. N,G,A,W,U,R dibaca ngawur. Mana mungkin The Rar itu Silvia. Dia cewek biasa tampak lemah dan imut. Mana mungkin dia itu The Rat" Batari kembali tersenyum geli


Lopez dan Noah menghela napas panjang dengan kompak.


Lopez langsung menyahut, "Bos Noah memiliki pandangan yang tajam. Kalau Bos Noah melihat ada gerak-gerik yang ganjil, aneh, maka Bos Noah akan terus mengawasinya"


"Hmm" Sahut Noah.


"Aku rasa The Rat itu cowok nggak mungkin cewek. Namanya aja The Rat. Di dalam bahasa Inggris, Rat dan Mouse itu dia jenis tikus yang beda. Mouse itu jenis tikus yang imut dan Rat adalah jenis tikus yang besar tidak berambut dan menjijikkan. Maka dari itu, aku berpikiran kalau The Rat itu pasti cowok" Batari terus berucap sembari berjalan ke sofa lalu duduk di sana dan bersedekap. Dia tampak cukup puas dengan analisanya.


Noah dan Lopez kembali menghela napas dengan kompak.


Noah kemudian berkata, "Semua bisa menjadi The Rat karena kita nggak tahu wajah The Rat dan belum pernah bertemu dengan The Rat. Kamu harus waspadai semua orang di kantor ini kecuali Hemi"


Batari bangkit berdiri dan berjalan santai menuju ke pintu.


Noah langsung bertanya, "Mau ke mana?"


"Mau bikin ke kantin. Aku pengen makan camilan"


"Aku kok nggak diajak?" Noah langsung protes.


"Aku udah bawa kaos kamu di dalam tasku. Kalau kamu masih ingin diskusi strategi degan Lopez, aku bisa ke kantin sendirian"


"Aku akan ikut" Noah langsung menyusul langkahnya Batari


"Aku juga ikut. Kita bisa mengawasi banyak orang di kantin. Kita akan lihat gerak-gerik siapa lagi yang patut untuk diawasi"


"Oke. Ayo ikut" Sahut Tari

__ADS_1


__ADS_2