Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Dasar Gila!


__ADS_3

Kedua tangannya Noah terangkat ke atas untuk menangkup wajah ayunya Batari lalu ia melepaskan ciumannya. Dia menatap Batari yang masih memejamkan mata lalu ia berkata, "Maafkan aku" Noah melepaskan wajahnya Batari dengan berat hati dan dengan helaan napas berat, ia bangkit berdiri dan berlari keluar dari dalam kamarnya meninggalkan Batari begitu saja.


Batari membuka kedua kelopak matanya dan langsung mengumpat kesal kepada dirinya sendiri, "Kau gila, Tari! Kau.......sial! Kenapa kau membalas ciumannya Noah? Apa yang kau pikirkan? Dasar gila!" Batari menyugar kasar rambut kemerahannya lalu menghembuskan napas kesal.


Noah mengentikan laju larinya di halaman belakang dan langsung menutup mulutnya dengan. telapak tangan da bergumam, 'Kenapa aku mencium Tari. Dasar gila!"


Noah dikejutkan dengan suara lembut serang wanita, "Reeds, apa yang kau lakukan di sini?"


Noah sontak menoleh ke belakang dan membeliak kaget saat kedua bola matanya beradu pandang dengan Silvia, putri tunggal bosnya yang menaruh hati padanya sejak awal Noah bekerja pada Mikhael Posh.


Silvia melangkah mendekati Noah dan berkata, "Aku tahu kamu ternyata alergi dengan parfum wanita. Apa.karena itu, kau menolak aku? Menolak pernyataan cintaku?"


"Ah, i....itu bukan" Noah mulai panik karena, ada Batari di kamarnya dan Silvia adalah wanita aneh yang memiliki sifat kejam seperti Michael Posh.


Silvia melangkah pelan mendekati Noah, dengan gemulai dan senyum manja. Lalu ia menggelungkan kedua lengannya di leher kokohnya Noah untuk berbisik di telinganya Noah, "Aku selalu mencintaimu dan akan setia menunggumu"


Batari mendelik dan Noah langsung mendorong tubuh Silvia. Batari langsung berbalik badan dan Noah kembali mengumpat kesal, "Sial! Maafkan aku Silvia. Aku ada urusan penting saat ini" Noah berkata sambil bergegas berlari menuju ke kamarnya dan dia langsung menggedor pintu kamarnya dengan kesal saat ia menemukan pintu kamarnya dikunci.


"Sial! Kenapa juga aku panik saat melihat Tari memergoki seorang wanita memelukku dan kenapa wajah Tari rampak kesal tadi?" Noah bergumam di depan pintu kamarnya dengan wajah bingung.


Silvia langsung menarik tangannya Noah untuk ia bawa ke kamar utama yang ada di pondok itu. Silvia menutup pintu kamar dengan tumitnya dan mendorong tubuh Noah sampai Noah terjatuh di atas kasur, lalu dengan cepat Silvia menindih tubuhnya Noah sambil berucap, "Aku ke sini karena aku sangat merindukanmu, Reeds. Tolong puaskan kerinduanku ini"


Noah langsung menahan wajahnya Silvia dengan telapak tangannya dan mendorongnya pelan sambil berucap, "Tunggu! Aku belum mencintaimu. Aku tidak bisa melakukannya tanpa cinta dan........."

__ADS_1


Silvia berputar badan, turun dari ranjang dan berjalan pelan ke Noah yang terus melangkah mundur. Punggung Noah membentur daun pintu dan Silvia langsung mencium bibirnya Noah dengan penuh damba.


Noah menggeram kesal dan dengan sekuat tenaga dia mencoba melepaskan diri dari dekapannya Silvia dan saat ia sudah berhasil lepas, ia berlari baik ke atas meja dan melompat keluar dari jendela dan langsung meriah akar pohon yang merambat di balkon untuk berayun turun ke bawah. Silvia mengusap bibirnya dan sambil tersenyum senang ia berucap, "Cepat atau lambat, kau akan menjadi milikku selamanya, Reeds"


"Sial! Bibir wanita brengsek itu menodai bekas bibir Tari di bibirku. Dasar wanita Psycho!" Noah terus bergumam sambil melangkah ke pantai untuk mulai membetulkan speedboatnya Batari agar Batari bisa secepatnya keluar dari pulau yang dipenuhi dengan manusia-manusia buas yang sangat kejam.


Noah melupakan soal Batari dan Silvia saking kesalnya.


Sementara itu, Batari berkali-kali mengusap bibirnya sambil berucap, "Dasar pria brengsek. Kau meninggalkanku aku tanpa jejak karena wanita itu ternyata. Kau kejam Noah, gila! Brengsek! Teganya kau bermesraan dengan wanita lain setelah menciumku?"


Dengan kesal, Batari membuka pintu kamar. Dia berjalan ke dapur untuk mencari makan dan dengan santainya ia membuat telur mata sapi yang dia ambil dari dalam lemari es. Salah satu dari anak buahnya Noah, menegur Batari, "Kenapa keluar dari kamar dan masak sendirian?"


Batari menoleh ke pria asing bertampang seram dan tanpa rasa takut sedikit pun ia berucap, "Bos kalian pasti sedang bercinta dengan wanitanya saat ini"


"Hah?! Wanitanya? Lalu kamu? Kamu bukan wanitanya Bos?"


"Lalu yang sedang bersama dengan Bos, siapa? Apa dia wanita dengan pakaian seksi, berambut hitam cepak dan memakai sepatu boot?"


Batari menganggukkan kepalaku sembari mengangkat telur mata sapi dari penggorengan, mematikan kompor dan meletakkan telu mata sapi itu di atas nasi hangat.


"Oh! Dia bukan wanitanya Bos. Dia anak bos besar kami. Dia berkali-kali menyatakan cinta ke Bos Reeds secara terang-terangan dan Bos Reeds selalu menolaknya" Sahut anak buahnya Noah sembari duduk di depannya Batari.


"Kau mau?" Tanya Batari dan anak buahnya langsung menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Aku nggak mau Bos Reeds marah kalau melihat wanitanya memasak untukku"

__ADS_1


"Aku bukan wanitanya! Dasar gila! Harus berapa kali aku bilang kalau aku bukan wanitanya Bos Reeds kalian yang gila itu!" Batari mendelik ke anak buahnya Noah lalu ia jejalkan satu sendok penuh nasi ke dalam mulutnya.


"Ka...kau...kau berani teriak di depanku?!" Anak buahnya Noah melotot ke Batari.


"Iya. Lalu kenapa?!" Batari mendelik ke anak buahnya Noah dan anak buahnya Noah itu tiba-tiba berdiri dan berkata, "Selamat siang Bos Silvia" Lalu anak buahnya Noah itu memberi hormat.


Silvia mengabaikan anak buahnya Noah dan dia lebih memilih melangkah ke belakangnya Batari yang berani mengabaikan kehadirannya. Silvia langsung menjambak rambut panjang kemerahannya Batari dengan menggeram, "Siapa kau?! Berani benar kau mengacuhkan. aku dan tidak berdiri memberi hormat kepadaku saat aku datang.


Baterai menyeringai kesal. Dia selalu merasa kesal setiap kali ada orang mengganggu waktu makannya. Batari dengan cepat mengangkat tangannya ke belakang untuk menangkup bagian belakang kepala wanita yang bernama Silvia lalu ia menggeser badannya ke kanan dan dengan gerakan cepat ia benturkan wajah wanita yang bernama Silvia itu di atas meja makan, lalu ia segera melompat untuk berdiri.


Wanita yang bermana Silvia itu mengangkat wajahnya dengan geram dan dia langsung menyerang Batari dengan gerakan ngawur karena amarah sudah meledak menguasai dirinya.


Batari langsung berputar dan mendaratkan tendangan mautnya di wajah wanita yang bernama Silvia itu. Sontak wanita itu, jatuh tak sadarkan diri di atas lantai.


Anak buahnya Noah langsung menarik rahangnya lebar-lebar ke bawah dan Batari langsung berteriak, "Kau! Siapa nama kamu?"


"Lopez" sahut anak buahnya Noah dengan cepat.


"Bawa Bos kamu itu ke kamarnya lagi. Aku masih ingin menikmati makananku"


Anak buahnya Noah yang bernama Lopez itu langsung menuruti perintahnya Batari dan saat ia berada di dalam kamarnya Silvia, ia menelepon Noah, "Bos Reeds. Kau di mana?"


"Di pantai. Aku sedang membetulkan Speedboat Kenapa?" Tanya Noah.

__ADS_1


"Cepat balik ke pondok! Bos Silvia dibuat pingsan sama wanitamu"


"Apa?!!!!! Sial!!!!!" Noah langsung melompat dari atas Speedboat dan berlari kencang menuju ke pondok utama yang ada di pulau pribadi miliknya Michael Posh.


__ADS_2