
Cantika terbangun dan langsung duduk tegak saat ia melihat ada seorang wanita berpakaian seragam layaknya pelayan yang ada di rumah konglomerat.
Sial! Siapa yang menculikku lagi kali ini? apa Dito Zeto menjualku? ke mana Dito Zeto? Batin Cantika dengan wajah panik.
"Selamat siang, Nona Cantika. Jangan takut! Anda berada di kediamannya Tuan Dito Zeto dan saya adalah kepala pelayan di sini. Saya ditugaskan Tuan Dito Zeto untuk melayani semua kebutuhan Anda , Nona.Nama saya Nana" Ucap Wanita itu.
"Hah?! Ini rumahnya Dito?" Cantika sontak memutar badan ke kanan dan ke kiri untuk melihat sekeliling kamar itu dan wanita itu langsung mengumpat kesal, "Sial! Dito bermain cukup liar semalam pinggangku sampai terasa mau copot, nih"
Pelayan wanita yang mengaku bernama Nana itu mengulum bibir menahan senyum. "Kami sudah siapkan baju ganti untuk Anda di ruang ganti baju dan makanan sudah siap kalau Anda lapar, Nona. Saya tunggu di luar" Sahut pelayan wanita dengan nametag Nana itu"
"Tunggu! Apa benar ini rumah Dito Zeto?"
"Iya, Nona. Ini rumah sekaligus kafe"
"Kafe?"
"Iya. bos Dito Zeto menjalankan bisnis kafe"
"Ooooo. Lalu, Dito Zeto di mana sekarang ini?"
"Bos Dito pergi bersama dengan Bos Angga pagi tadi"
"Angga? Angga di sini juga?" Cantika mendelik kaget
"Iya, Nona" Sahut wanita berseragam pelayan itu.
"Baiklah. Terima kasih. Aku mau mandi dulu"
"Silakan Nona. Saya permisi dulu" Sahut wanita yang memiliki nama Nana itu.
Nana keluar dari dalam kamar dan langsung mendelik ke anak buahnya yang berkasak-kusuk mengatakan kalau wanita yang dibawa oleh bos besar mereka sangat cantik. Berbola mata biru seperti boneka porselen yang dipajang di etalase-etalase toko.
"Bu Nana, apa itu Istrinya Bos besar? Cantik banget, ya" Tanya salah satu dari anak buahnya Nana dan Mana langsung menoleh ke anak buahnya itu, "Sssttt! Jangan banyak tanya! Mau Istri Bos besar tau bukan, yang pasti wanita itu sangat disayangi oleh Bos besar. Jadi, kita harus berhati-hati dalam melayaninya. Mengerti semuanya?"
"Mengerti Bu Nana" Pekik keenam anak buahnya Nana secara bersamaan.
Noah Baron mendelik kaget saat Santo berkata, "Dito itu ternyata seorang konglomerat"
"Hah?! Apa kau bilang?"
__ADS_1
"Iya. Aku baru saja mendengar dari salah satu informanku kalau Angga anak buahnya Dito dulu, mengamankan semua aset legalnya Dito termasuk bisnis kafenya Dito yang tidak disita oleh pihak berwajib. Angga menjaga dengan baik semua aset legalnya Dito dan berhasil mengembangkan kafenya Dito. Saat ini Cantika berada di salah satu rumah megahnya Dito yang dilengkapi dengan keamanan tingkat tinggi dan dijaga ratusan pengawal pilihan. Cantika aman di sana"
"Wah! Beruntung sekali Dito punya anak buah seperti Angga itu, ya" Sahut Noah.
"Dito itu orang baik. Dia dermawan dan suka menolong. Makanya di dikelilingi banyak orang baik dan setia sama dia" Sahut Jorge dari jok belakang sambil mengucek-ucek matanya.
"Wah, beruang kutub udah bangun dari hibernasinya, Nih" Ucap Santo dan Noah langsung tergelak geli.
"Yeeaahhhh! Terserah apa kata kamu. Lho, ini ke mana? Kenapa puter balik?" Jorge melihat kaca jendela mobil dengan mengerutkan keningnya.
"Makanya jangan kebanyakan ngiler. Ini kita menyusul Dito untuk menyerang markas besarnya Steven Chan agar Steven Chan balik dan tidak mencari Cantika lagi" Sahut Santo.
"Ooooo. Dito pergi sama siapa? Sama Cantika?"
"Nggak, Om. Cantika ditaruh di tempat yang aman sama Dito" Sahut Noah.
"Oooooo. Oke lah! Aku cocok kalau begini. Baku tembak dan baju tinju, Sipppp! Sudah lama rasanya aku tidak berolahraga ekstrem" Sahut Jorge sembari memeriksa peluru di pistolnya.
"Harusnya kamu ingat umur. Malah sip, sip" Sahut Santo.
"Hahahaha. Menghajar empat ronde Istri Cantikku aja aku masih kuat ngapain ingat umur, hahahahahaha" Sahut Jorge.
Steven Chan memerintahkan. supir helikopternya mendarat di tanah lapang yang berada tidak jauh dari sebuah penginapan yang menurut informannya Steven Chan, Dito mengajak Cantika masuk ke penginapan itu
Steven masuk ke penginapan tersebut dan langsung mengacungkan senapan yang dia bawa ke langit-langit penginapan itu sambil berteriak, "Semua yang ada di dalam kamar keluar atau aku akan masuk dan membunuh kalian semua!"
Semua orang yang berada di dalam kamar sontak berhamburan keluar dan Steven Chan langsung memerintah semua anak buahnya untuk mengecek satu per satu semua kamar yang ada di penginapan itu.
Setelah dua jam lebih memeriksa kamar itu, semua anak buahnya Steven Chan kembali menghadap ke bos mereka dan berkata, "Orang yang kita cari nggak ada di sini, Bos"
"Sial! Kapan orang yang bernama Dito keluar dari penginapan ini?" Steven Chan bertanya sembari mengarahkan moncong senapannya ke penjaga meja resepsionis.
"Pagi tadi. Subuh. Se....sekitar jam empat" Sahut penjaga meja resepsionis dengan wajah ketakutan dan sekujur tubuhnya gemetar hebat.
"Sial! Ayo kita lekas susul di Dito brengsek itu!" Teriak Steven Chan ke seluruh anak buahnya.
Namun, saat pria tampan berwajah oriental dan kejam itu melangkah keluar dari dalam penginapan, tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi sangat nyaring, "Halo? Ada apa?"
"Bos! Segera balik!"
__ADS_1
"Ada apa?"
"Markas besar kedatangan tamu tak dikenal, Bos. ada sebuah helikopter mendekati markas besar. Kami akan menahan mereka, tapi cepatlah balik, Bos!"
"Sial! Kita balik dulu ke markas! kita diserang" Ucap Steven Chan sambil berlari kencang menuju ke helikopternya.
Cantika makan di meja makan sendirian dan merasa risih karena semua pelayan di rumah besar dan megah itu memandanginya terus.
Apa wajahku aneh? Apa masih ada iler di wajahku? Kenapa semua memandangiku terus? Batin Cantika.
Setelah menyelesaikan makannya, Cantika tergelitik untuk bertanya ke pelayan yang mengambil semua piring dan gelas dari atas meja, "Kenapa kalian semua memandangiku terus pas aku makan tadi? Apa ada yang aneh dengan cara aku makan? Atau ada yang aneh dengan wajahku?"
"Tidak, Nona. Tidak ada yang aneh dirI Anda atau di cara Anda makan. Kami hanya mengagumi kecantikan Anda" Sahut pelayan wanita itu sambil buru-buru pergi meninggalkan Cantika karena Nana sudah berjalan menghampiri Cantika.
"Apa ada yang Anda inginkan lagi, Nona?"
"Tidak ada, terima kasih. Aku sangat kenyang. Makanannya enak dan sesuai dengan seleraku"
"Bos Dito yang memberikan menunya sebelum beliau pergi. Katanya Anda suka makan, tapi suka pilih-pilih makanan. Jadi, Bos Dio membuat menu khusus untuk Anda"
"Oh! Hehehehe. Bos kamu suka lebay, orangnya, hehehehe" Cantkma berkata dengan rona malu di wajahnya dan semua orang yang berada di ruang makan itu semakin terpana dengan kecantikan alaminya Cantika. Karena Cantika, memang terlihat sepuluh kali lebih cantik saat ia merona malu.
"Sial! Kenapa aku tiba-tiba merindukan Cantika, nih" Gumam Dito. "Apa dia tengah merona malu saat ini?"
"Memangnya Bos bisa merasakan pas Nyonya Bos merona malu?"
"Bisa" Sahut Dito.
"Kok bisa?" Angga sontak mengerutkan keningnya.
"Makanya buruan cari pacar maka kau akan dapatkan sendiri jawaban dari pertanyaan kamu tadi" Sahut Dito.
"Saya sudah punya pacar, Bos" Sahut Angga.
"Benarkah?"
"Iya. Tapi, saya nggak bisa merasakan kalau pacar saya tengah merona malu"
"Berarti kamu kurang lama mengenalnya" Jawab Dito dengan asal.
__ADS_1
"Ooooo, gitu, ya" Gumam Angga.