Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Cium Aku Sepuasnya


__ADS_3

Noah berlari naik ke atas dan berpapasan dengan Mama mertunya, "Ma, dicari Hemi. Dia pikir, aku udah berangkat ke Jerman, jadi Hemi kemari untuk menjaga rumah ini"


"Lho, iya. Kok kamu masih di sini?"


"Ganti Strategi, Ma. Tari mana?"


"Ada di kamar. Dia muntah terus dari tadi. Mama kasih dia kue mochi isi kacang hijau kesukaan dia, eh, makan baru satu gigit, langsung muntah-muntah terus nggak berhenti. Mama akan ambil air hangat dulu dan ........"


"Biar Noah aja yang ambilkan nanti, Ma"


"Oke. Cepat temui Istri kamu. Dia lemas banget karena muntah-muntah terus"


Noah langsung melesat ke kamar, "Sayang!" Noah sontak berlari dan mendekap Batari dari belakang saat ia melihat istrinya muntah-muntah terus di wastafel.


Batari langsung memeluk Noah dan berkata lemas, "Ah, akhirnya kamu datang. Anak kamu rewel kalau nggak ada kamu, nih"


Noah membopong Batari dan merebahkan Batari di ranjang dengan perlahan dan berkata sambil mengelus perutnya Batari, "Nak, jangan rewel dong, kalau Papa nggak ada di dekat kamu. Kasihan Mama kamu lemas, nih"


Batari mengelus pipi Noah dan mencium pipi itu sambil berkata, "Aku kangen wangi tubuh kamu, Mas" Batari menarik tengkuk Noah untuk menciumi lehernya Noah.


"Sayang, aku belum mandi. Aku kotor dan masih keringetan, nih" Noah menarik lehernya.


Batari menahan leher Noah dan dengan masih menciumi lehernya Noah, ia berkata, "Aku justru suka wangi keringat kamu"


"Kalau gitu, aku nggak usah mandi aja seharian" Noah terkekeh geli.


Batari langsung memagut bibir Noah dan menggigitnya pelan dengan gemas, lalu melepaskannya dan berkata, "Nggak gitu juga, Mas"


Noah tersenyum geli, lalu berkata, "Oke. Peluk dan cium aku sepuas kamu. Aku pasrah, nih" Sahut Noah sambil merebahkan diri di sebelahnya Batari.


Batari menyusupkan wajahnya di dada Noah dan memeluk erat tubuh Noah.


Noah mengelus punggung Batari dan bertanya, "Sudah makan, minum susu dan minum obat?"


Batari menggeleng di atas dada Noah.

__ADS_1


"Aku ambilkan makan dan buatkan susu, ya?! Obatnya ada di nakas, kan? Susunya hangat atau pakai es?"


Batari mengangguk lemas di atas dada Noah. dan menjawab lirih, "Pakai es dan taruh di kulkas dulu. Aku akan minum susu itu satu jam setelah minum obat"


Noah mencium keningnya Batari lalu bangun untuk pergi ke dapur.


Setelah membuat susu dan menaruh nasi dan sayur beserta lauk di atas nampan, Noah berlari naik ke lantai atas kembali.


"Kenapa datang ke sini malam-malam dan bawa bunga mawar untuk Tante?" Amanda duduk di depan Nehemia untuk mengucapkan kata, "Terima kasih banyak, ya Hemi" Lalu, ia menaruh buket mawar ke dalam vas cantik dan meletakkannya di meja ruang tamu.


"Saya dimintai tolong sama Kak Noah untuk menjaga para wanita di sini. Saya pikir Kak Noah udah berangkat ke Jerman. Ternyata nggak jadi. Saya lewat toko bunga dan saya pikir daripada saya datang dengan tangan kosong, saya beli bunga mawar aja" Sahut Nehemia dengan wajah meringis.


"Terima kasih banyak. Tante dan Tari suka banget sama mawar merah. Tari pasti juga suka lihat bunga ini. Sayangnya Tari agak lemas dan nggak bisa turun untuk menemui kamu, maaf" Sahut Amanda.


"Nggak papa, Tante. Kalau gitu, saya pulang aja" Sahut Hemi.


"Eh, jangan dong! Ini sudah malam. Kamu makan dulu sana dan tidur aja di sini. Nyetir malam-malam sendirian, kan, bahaya" "Sahut Amanda.


"Iya benar" Sahut Bryna.


"Baiklah" Sahut Nehemia.


"Sana! Makan bareng Kakak kamu. Santai aja! Tante masuk kamar dulu" Sahut Amanda dan Bryna.


Noah dan Nehemia duduk berhadapan di meja makan dan Nehemia langsung bertanya, "Kak Tari udah makan?"


"Udah. Tadi pas aku tinggal, ia muntah-muntah terus. Jadinya lemas dan pas aku datang bisa makan dan minum susu, laku tidur. Maaf kalau Kakak ipar kamu belum bisa menemui kamu" Noah tersenyum ke adik laki-laki tampannya.


"Kasihan Kak Tari. Biar nggak mual dan muntah dikasih apa gitu?"


"Besok aku akan ke dokter yang menangani kehamilannya Tari. Kalau sementara ini, Tari nggak mual dan nggak muntah kalau ada di dekatku. Besok aku akan minta obat anti mual yang aman untuk wanita hamil ke dokternya Tari" Sahut Noah.


"Mumpung kamu ada di sini, kamu nginap aja! Tolong jaga rumah ini!


"Kakak jadi ke Jerman? Katanya ganti strategi tadi?" Nehemia sontak menautkan alisnya.

__ADS_1


"Mumpung Kakak ipar kamu sudah tidur, Kakak akan keluar sebentar untuk mengintai satu tempat yang mencurigakan. Paling lama empat jam" Noah bangkit berdiri dan menepuk pundaknya Nehemia.


"Sendirian?" Tanya Nehemia.


"Hmm. Kakak pergi dulu" Noah tersenyum dan Nehemia langsung berteriak, "Hati-hati"


Noah menganggukkan kepala dan melambaikan tangannya.


Bosnya Noah, menarik Lopez pulang untuk menemani Noah bergerak di dalam negeri.


Dan Bosnya Noah menghubungi Barnes Adiwilaga Darmawan, "Menantu kamu, tetap di dalam negeri. The Rat kemungkinan besar ada di sini. Tapi, kalian tetap lanjutkan misi di sana. Noah akan bergerak di sini"


"Siap" Sahut Barnes.


Noah nangkring di atas sepeda motor, tidak jauh dari sebuah gudang tua.


Pria tampan berbola mata biru itu, mendapatkan alamat gudang tua itu dari seorang informan yang mengatakan bahwa anak laki-laki yang hendak menyerang Batari di warung tenda batagor, tinggal di gudang tua itu.


"The Rat tidak pernah seceroboh itu memberikan pistol dengan simbol organisasinya ke seorang anak kecil. Apa ini hanya trik kecil dari The Rat untuk mengecoh semuanya? Aku harus masuk ke sana dengan hati-hati" Noah turun dari sepeda motor. Lalu, ia rebahkan sepeda motornya ke tanah dengan pelan, kemudian ia menutupi sepeda motornya dengan beberapa ranting pohon.


Noah kemudian menyeberang dan menarik pistol dari punggungnya sambil berjalan pelan masuk ke pekarangan besar yang mengelilingi gudang tua itu. Pencahayaan remang-remang membuat Noah berhasil masuk ke dalam dan bersembunyi di samping gudang tua untuk mengintip apa yang ada di dalam gudang tua tersebut.


Darah Noah seketika mendidih saat ia melihat seorang anak gadis, diikat di sebuah bangku kayu. Lima orang pria dewasa mengelilingi anak gadis yang masih bau kencur itu dan saat salah seorang pria nekat merobek baju anak gadis yang bau bau kencur itu, Noah keluar dari persembunyiannya dan berteriak, "Jangan sentuh anak itu!"


Noah menggeram kesal saat ia melihat salah satu pria yang mengelilingi anak gadis itu, nekat hendak memperkosa anak gadis yang terikat tak berdaya itu.


Noah melesat berlari masuk ke dalam gudang tua dan menarik kerah baju dari kedua laki laki yang memunggungi Noah dan hendak menerkam gadis itu dari arah depan. Noah lalu membanting kedua pria itu ke lantai sampai mereka tidak sadarkan diri.


Setelah itu, suami tampannya Batari Putri Darmawan itu, menendang tepat di tenggorokan laki laki ketiga yang berdiri di samping gadis itu.


Laki laki ketiga yang mendapatkan tendangan mautnya Noah langsung tersungkur tak berdaya di atas lantai.


Komandan pasukan khusus itu kemudian mendaratkan bogem mentahnya ke kedua laki laki terakhir yang masih berdiri tegak di depannya. Lalu, ia cengkeram kerah bajunya dan langsung dia benturkan kepala mereka satu dengan yang lainnya. Kedua pria itu pun langsung terjatuh di atas lantai, tidak sadarkan diri.


Noah langsung membuka ikatan gadis itu dan segera bangkit berdiri untuk membelakangi gadis yang masih di bawah umur itu dan segera berkata, "Benahi baju kamu dan ikut aku, cepat! aku akan menyelamatkanmu. Tutupi tubuh kamu dengan jaket ini!" Noah yang masih memunggungi gadis bau kencur itu, menyodorkan jaketnya ke belakang.

__ADS_1


Anak gadis yang masih di bawah umur itu menerima jaket yang Noah sodorkan dan dengan cepat ia memakai jaket itu.


Noah berkata, "Pegang ujung kaosku dan jangan lepaskan! Aku akan bawa kamu keluar dari sini secepatnya!"


__ADS_2