
Batari langsung memukul pahanya Noah dengan keras dan memekik, "Noah Baron! Kau tahu kalau aku lapar, aku akan jadi singa. Kenapa kau malah tidur sekarang?!"
Noah sontak membuka kembali kedua matanya sembari menegakkan kembali jok kursinya, lalu memasang sabuk pengamannya dan melajukan kembali mobil jeepnya tanpa menoleh ke Batari
"Kau mau bawa aku ke mana?" Batari menoleh ke Noah.
"Ke kedai makanan terserah. Kamu tadi bilang terserah, kan, waktu aku tanya pengen makan apa?" Sahut Noah dengan nada santai tanpa menoleh ke Batari.
"Emang ada?" Tanya Batari.
"Kamu nanti juga akan tahu" sahut Noah.
"Memang keromantissan itu adanya cuma di drakor" Gumam Batari sambil bersedekap, menatap ke depan lalu putri tunggalnya Barnes Adiwilaga Darmawan itu mendengus kesal.
Noah mengulum bibir menahan tawa dan terus melajukan mobilnya.
Lima belas menit kemudian, dia memarkirkan mobilnya di pelataran parkir yang cukup luas. Batari melompat turun dari mobil jeepnya Noah dan langsung semringah, dia melihat kedai makanan yang cukup luas bertema angkringan. Aneka macam nasi, mulai dari nasi bandeng, sampai nasi suwir ayam ad dan semuanya dibungkus daun pisang, lalu ada berbagai macam lauk yang ditusuk. Batari langsung mengambil dua buah piring dan mengambil dua bungkus nasi bandeng dua rusuk sate ayam, dua rusuk pangsit isi ayam, dan dua buah tempe mendoan, dan memesan minuman es ketipis (campuran dari kelapa muda, mentimun, dan, jeruk nipis), dia meminta semua makanan yang dia ambil dibakar. Lalu ia berputar badan untuk mengambilkan makanan untuk Noah dia terkejut karena, Noah sudah mengambil sendiri makanannya, Batari langsung berlari kecil menghampiri Noah.
Noah merengut sambil memilih makanan, dia berucap saat Batari mendekap lengannya, "Udah lihat makanan aja, aku langsung dicuekin"
Batari berjinjit untuk mencium kilat pipinya Noah lalu menapakkan kembali kakinya ke lantai dan berucap, "Hehehehe, bukan begitu. Aku laper banget, jadi mumpung nggak antre, aku langsung ambil makanan""
"Kok aku nggak diambilkan sekalian?" Tanya Noah dengan menahan senyum bahagia karena, ia baru saja mendapatkan ciuman dari Batari di pipinya.
"Iya karena, nggak muat tanganku. Aku ambil banyak tadi, hehehehe. Aku pikir aku taruh dulu aja semua makanan yang aku ambil ke meja kasir, barulah aku balik lagi ambil buat kamu, eh, kamu udah di sini" Sahut Batari.
Noah lalu mengajak berjalan Batari ke kasir dan ia kemudian berdiri di depan kasir. Noah juga meminta semua makanan yang dia pilih, dibakar dan ia memesan minuman JKJ (Jahe, Kencur, Jeruk) panas.
"Oh, di sini ada JKJ, kalau di kedai susu segar adanya STMJ (Susu, Telur, Madu, Jahe, ya?" Sahut Batari sembari duduk di sebelahnya Noah untuk menunggu makanan mereka selesai dibakar.
"Di sini juga ada STMJ" Sahut Noah.
"Kok kamu nggak pesan itu tadi?" Tanya Batari.
Noah berbisik di telinganya Batari, "Pesan STMJ tuh nanti, kalau aku sudah menikah sama kamu. Pengantin baru, butuh tuh, STMJ. Sekarang belum butuh"
Batari wajah Batari langsung memerah malu dan dia langsung menepuk bahunya Noah.
Noah terkekeh geli dan bertanya ke Batari, "Suka nggak sama tempat yang aku pilih ini?"
__ADS_1
"Suka. Suka banget" Batari menopang dagu dan menatap Noah dengan senyum semringah. Lalu ia bertanya, "Tapi, aku nggak lihat ada tulisan Kedai makanan terserah dari tadi?"
Noah langsung tertawa lepas dan berucap, "Aku yang kasih nama angkringan berkonsep modern ini dengan nama terserah, karena semua aneka makanan ada di sini. Kamu mau pesan mie ayam, pizza ala kedai ini, dan nasi goreng, bahkan aneka macam bubur, ada di sini"
"Kok kamu tahu tempat ini?" Tanya Batari.
"Sebelum berangkat ke rumah kamu tadi, aku minta ke Papa rekomendasi tempat makan yang asyik, bersih dan lengkap, karena Mamaku persis sama kayak kamu. Kalau makan, Papa yang harus pusing cari makan yang sesuai dengan keinginan Mamaku yang selalu bilang terserah kalau ditanya sama Papaku. Jadilah, Papa browsing tempat makan yang lengkap dan menemukan tempat ini tiga tahun yang lalu. Aku pernah diajak sekali ke sini waktu aku pulang sebentar dulu" Sahut Noah.
"Kamu sempat pulang tiga tahu. yang laku dan kamu nggak menemui aku?" Tanya Batari dengan wajah cemberut.
'Maaf. Waktu itu pikiranku masih kacau. Aku minta maaf. Aku akan bayar semua kebodohanku di masa lalu dengan kesetiaan dan cinta beribu-ribu kal lipat lebih banyaki" Sahut Noah.
Batari tersenyum semringah dan berbisik, "Aku udah memaafkanmu dan aku semakin mencintaimu"
"Dan keromantisan itu adanya di........" Noah menunjuk-nunjuk dada bidangnya.
"Di Drrakor. Tetap di Drakor" Sahut Batari dengan cepat.
Noah langsung merangkul Batari dan mencium pipinya Batari berulang-ulang sampai dia puas saking gemasnya dengan. tingkah lakunya Batari yang suka bikin dia kesal, tapi juga sering bikin dia merindu.
Makanan mereka akhirnya datang bersamaan dengan minuman yang mereka pesan. Batari melihat gelas blirik yang terbuat dari seng dan bertanya, "Itu isinya JKJ, ya?"
"Hmm" Noah menoleh ke Batari dan menganggukkan kepalanya.
"Boleh. Tapi Ati-ati panas" Sahut Noah sambil membuka tutup gela blirik itu, laku ia mengangkat gelas itu sambil berkata, "Aku tiupkan untuk kamu, bentar"
Batari menunggu dengan tidak sabar lalu ia menarik tangannya Noah dan menyeruput gelas dari seng bermotif blirik itu, "Ah, panas, panas" Noah saking paniknya langsung mengecup bibirnya Batari lalu bertanya, "Masih panas?"
Batari mendelik dengan rona merah di wajahnya dan menepuk bahunya Noah dengan tanya, "Kenapa kau kecup bibirku? Banyak yang melihat kita tadi. Aku malu"
Noah langsung meletakkan gelas blirik di atas meja dan dia mengusap bibirnya Batari dengan jari jempolnya, "Masih panas? Sakit nggak bibir kamu? Cepetan kamu minum es ketipis kamu tuh biar nggak panas lagi bibir kamu"
Batari langsung meminum es ketipis yang dia pesan dan menundukkan kepalanya setelah itu, karena ia menemukan masih ada beberapa pasang mata tertuju padanya.
"Ada apa? Kenapa menunduk terus. Masih sakit bibir kamu?" Tanya Noah sembari mengelus rambutnya Batari.
Batari berbisik ke Noah, "Banyak mata tertuju ke sini, gara-gara kamu kecup bibirku tadi"
"Kenapa harus malu. Kita udah dewasa. Lagian cuma mengecup bibir nggak berbuat lebih dan.........."
__ADS_1
"Tari! Kamu Batari Abar Darmawan, kan?" Seorang pria tampan nan gagah dengan setelan chef tiba-tiba berdiri di depan mejanya Batari dan Noah.
Batari langsung bangkit berdiri dan memekik kegirangan, "Alfa Chen?"
Noah menatap pria dengan baju chef itu dan langsung memasang wajah tidak suka saat chef itu duduk di meja dia.
Batari ikutan duduk dan terus memasang senyum semringah.
Chef itu mengusap pucuk kepalanya Batari sambil berkata, "Kamu makin cantik, Tari.
"Hahahahaha, Perasaan dari dulu aku emang cantik"
"Hahahahaha. Iya benar. Kamu emang cantik dari dulu. Apa kabar kamu?" Alfa Chen menatap Batari dengan penuh arti dan itu membuat Noah mulai kesal.
"Baik. Kamu chef sekarang ini?" Tanya Tari.
"Iya. Ini tempat, milikku. Aku juga punya dua restoran di Jepang dan dua restoran di sini. Konsep angkringan modern ini baru aku bikin tiga tahun yang lalu dan nggak nyangka ternyata maju pesat" Sahut pria berseragam chef dengan name tag, Alfa Chen.
"Wah, nggak nyangka kamu jadi chef yang sukses ya. Selamat, ya" Batari mengulurkan tangannya dan Alfa Chen menyambut ukuran tangannya Batari dengan wajah semringah.
"Dan kamu?" tanya Alfa Chen.
"Aku dokter sekrang ini" Sahut Batari.
"Seriously? A Doctor? You are? orang ceroboh kayak kamu bisa jadi dokter?"
Batari langsung tertawa lepas dan menepuk bahunya Alfa Chen sambil berucap, "Hahahahaha, masih ingat juga kalau aku ini ceroboh, hahahaha"
Noah menghela napas panjang dan terus berusaha menahan diri untuk tidak bertindak kasar karena, dia aparat negara dan dia tengah berada di tempat umum.
"Kamu sendirian?" Tanya Alfa Chen.
Batari tersentak kaget dan langsung menoleh ke Noah. Noah langsung berkata, "Halo! Ada orang di sini. Emangnya dari tadi nggak nampak, ya?"
Alfa Chen tersentak kaget dan langsung menoleh ke Noah dengan kata, "Maaf, dari tadi yang tampak di mata saya cuma Batari, maaf"
Noah mulai mengepalkan kedua tangannya di bawah meja dan berucap di dalam hatinya, beraninya kamu berucap begitu di depanku.
"Dia siapa?" Alfa Chen menatap Batari dengan senyum santai.
__ADS_1
"Pacarku. Dia pacarku Noah Baron" Batari tersenyum ke Alfa Chen.
Noah langsung menangkap perubahan di wajahnya Alfa Chen dan Noah langsung bergumam di hatinya, sial! Apa dia naksir Tari selama ini?