Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Tertangkap


__ADS_3

"Pak Barnes dan The Five Jays......."


"Four Jays" Batari menoleh ke belakang untuk melotot ke Danny.


"Ngapain Elo melotot? Apa salah Gue kali ini?" Danny mendelik ke Batari dan Noah terkekeh geli melihat Batari dan Danny yang tidak pernah akur. Noah menggeleng-gelengkan kepalanya dengan berkata, "Bisakah sehari aja salah satu dari kalian mengalah dan tidak berdebar?" Noah berkata sembari terus melirik kaca spion.


"Tidak bisa" Sahut Danny dengan masih mendelik ke Batari.


"Apa mendelik? Kamu dari tadi bilangnya The Five Jays terus. Yang benar The Four Jays karena, Om Jake ada bersama kita" Batari menatap Danny dengan kesal.


"Apa bedanya, sih? Dasar aneh. Itu kan, cuma julukan" Danny mendengus kesal.


"Tzk! Dasar ngeyel! Makanya perut kamu tuh endut. Itu karena, kamu, tuh, ngeyelan" Batari melotot ke Danny.


Dito tiba-tiba terkikik geli dan Danny sontak mendengus kesal ke Dito, lalu berkata, "Hei Bocah, apa yang lucu?"


Dito menunjuk perutnya Danny dan berkata, "Benal kata Ante Tali (Benar kata Tante Tari), kalo olang ngeyel itu pelutnya besar (kalau orang ngeyel itu perutnya besar), dan olang sabal, pantatnya yang besal (dan orang sabar, pantatnya yang besar), Hihihihihi" Dito terkikik geli sembari menutup mulutnya dengan telapak tangan kirinya karena tangan kanannya masih ia pakai untuk menggenggam Lollipop.


Batari menunduk untuk melihat Dito dan ia spontan menggelegarkan tawanya melihat ucapan dan tingkap polosnya Dito.


Noah sontak menoleh ke Dito dan sambil tertawa ngakak ia bertanya, "Siapa yang ngajari Dito?"


"Mama" Sahut Dito dengan wajah meringis memamerkan giginya yang putih bersih.


Noah terkekeh geli sambil mengusap pelan kepalanya Dito dan Batari masih tertawa ngakak


Danny langsung menyahut dari jok belakang, "Masih cadel aja udah berani ngatain Om"


Dito menoleh ke Danny dan berkata, "Bial (biar) cadel tapi pelut (perut) Dito nggak ndut"


"Iya, ya, ya, telselah (terserah) kamu aja" Danny menirukan cadelnya Dito dan Dito kembali terkikik geli.

__ADS_1


"Ssssstttt!!!!!!" Danny tiba-tiba mendesis, lalu berbisik lirih, "Ada mobil mendekat ke sini, Bos dan sepertinya itu dua mobil yang membuntuti kita tadi"


"Tari, kamu pegang pindah ke jok kemudi dan kalau keadaan mendesak, hanya kalau keadaan mendesak, kamu ambil pistol yang ada di dalam laci dashboard!" Noah berkata sembari membuka pintu mobil.


Danny sudah melompat turun duluan dari dalam mobil saat ia mendapatkan kode dari Noah.


"Lalu, kamu mau ke mana?" Tanya Tari.


"Aku dan Danny akan mengecoh mobil itu dan saat kamu lihat ada yang mendekati mobil ini, siapapun atau apapun itu, langsung lajukan mobilnya! Kita akan bertemu lagi di titik ini" Dan sebelum melompat turun dari mobil Jeep kesayangannya, Noah mencium pipinya Batari dan mencium pucuk kepalanya Dito.


Dito tiba-tiba berkata, "Ati-ati, Om Noah"


Noah tersenyum, mengusap cepat kepalanya Dito sambil berucap, "Terima kasih, Dito" Noah lalu melompat turun dari dalam mobil dan Batari langsung berpindah tempat ke jok kemudi.


Batari menoleh ke Dito yang duduk sendiri di jok sebelahnya, untuk berkata, "Dito, pasang sabuk pengaman kamu, Nak!"


"Hmm" Dito menganggukkan kepalanya dan segera memasang sabuk pengaman.


"Hmm" Dito menatap Batari dan menyahut singkat dengan wajah polos dan datarnya.


Danny dan Noah berjalan ke tengah lapangan lalu bergegas berlari ke pinggir jalan. Danny tengkurap di atas aspal dan berkata tanpa mengubah posisinya"Sudah sangat dekat Bos"


"Oke" Noah lalu berlari ke seberang jalan dan tengkurap di sana.


Danny dan Noah bersitatap dalam diam. Mereka menunggu mobil yang melaju ke arah mereka dengan sikap diam, namun penuh dengan kewaspadaan.


Jarak Danny dan Noah cukup jauh dari tempat Noah memarkir mobil jeepnya.


Dhuaarrrrrr!!!!!!! terdengar bunyi ledakan dan Noah berteriak ke Danny, "Sepertinya bomnya Om Jake sudah memakan korban"


Danny mengacungkan ibu jarinya ke atas dengan senyum ceria.

__ADS_1


Lima menit kemudian terdengar lagi bunyi Dhuuuuaaaaar!!!!!! Dan Danny langsung bangkit berdiri.


Noah ikutan bangkit berdiri dan berteriak dari seberang jalan, "Ada apa?"


"Mobilnya berbalik arah dan sekarang yang akan datang helikopter, Bos!" Danny berlari kembali ke jeepnya Noah dan Noah langsung berlari kencang mengikuti Danny sambil mengumpat, "Sial! Kenapa jadi helikopter? Aku harus segera pindahkan mobilku ke area tertutup kalau di lapangan kayak gini, kita bisa jadi sasaran empuk"


Noah dan Danny melompat masuk ke jok belakang dan Noah langsung berteriak, "Lajukan mobilnya Tari, cepat!!!!!"


Batari langsung menghidupkan mesin dan segera melajukan mobil Jeepnya Noah dengan tanya, "Ada apa?"


"Ada helikopter sebentar lagi" Sahut Danny.


"Whaaattt!!!???!!!" Batari memekik kaget sambil terus melajukan mobil jeepnya Noah.


"Kamu ngebut ke goa!!!!!!! Cepat Tari! Tambah kecepatan lagi! Dan jangan putar balik! Terus aja! Kita ke goa lewat jalan lain! Danny udah aktifkan map-nya!" Pekik Noah dengan nada panik


"Iya baik!!!!!!!" Batari langsung menekan lebih dalam lagi pedal gas mobil jeepnya Noah.


Tempat persembunyiannya John Murray benar-benar tersembunyi. Untuk menuju ke sana, harus melalui hutan lebat dan hutan tersebut cukup berbahaya. untuk dilalui. Di dalam hutan tersebut terdapat banyak binatang liar dan ganas, hewan melata yang beracun dan mematikan.


Barnes, the Four Jays tanpa Jake, Duscha, pasukan elit dan pihak berwajib lainnya, berhasil keluar dari hutan tersebut dengan selamat.


Mereka semua bergerak meringsek masuk ke dalam markas besarnya John Murray dengan pelan dan melumpuhkan semua penjaga yang berjaga di gerbang depan markasnya John Murray dengan gerakan mematikan, namun penuh dengan kelembutan, tanpa mengeluarkan suara gaduh sedikit pun.


Penjagaan di markas besarnya John Murray berkurang karena, secara diam-diam Arka menarik mundur orang-orangnya dan sebagian dari anak buah kepercayaannya John Murray, John Murray perintahkan untuk mengambil anak kandungnya. Walaupun egois dan kejam, John Murray tetaplah memiliki hati seorang ayah. Dia rela berada di situasi yang mengkhawatirkan dengan jumlah penjaga yang berkurang demi mendapatkan anak laki-lakinya.


Dan dengan tanpa suara gaduh, Barnes akhirnya berhasil masuk ke dalam ruang kerjanya John Murray dan dengan gerakan cepat, Barnes berhasil melumpuhkan empat orang anak buahnya John Murray yang berjaga di dalam ruang kerjanya John Murray.


John Murray tersentak kaget dan saat ia hendak berlari untuk mengambil pemicu bom yang ia letakkan di atas meja yang berada di tengah ruangan, Jorge refleks menembak kakinya John Murray dan pasukan penjinak bom langsung masuk ke dalam ruang kerjanya John Murray di saat Jude berhasil membekuk John Murray dan memborgol kedua tangannya John Murray.


Berita ditangkapnya John Murray sampai di telinga tangan kanannya John Murray dan dia langsung memerintahkan anak buahnya untuk mundur.

__ADS_1


Namun, Mona yang berada di dalam helikopter meneruskan misinya untuk mendapatkan anak laki-lakinya John Murray karena John Murray berpesan, jangan balik sebelum ia berhasil mendapatkan anaknya John Murray.


__ADS_2