
John Murray tersenyum lebar lalu berkata, "Selamat datang kembali, Arka. Aku senang kamu akhirnya sadar juga dari tidur panjang kamu"
"Aku di mana?" Tanya Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma yang asli yang berbola mata hitam.
"Kamu ada di kediamanku. Kamu, aku selamatkan dari adik tiri kamu. Abiyu ingin membunuh kamu dan dia ........"
"Aku ingat semuanya" Sahut Pangeran Arka berbola mata hitam sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pening.
"Apa kamu juga ingat siapa aku?" John Murray yang berbadan gemuk dan pendek dengan kepala botak itu menunjuk ke wajahnya sendiri.
"Aku ingat. Kamu temanku, John Murray" Sahut Arka.
John Murray langsung melepas tawa puasnya ke udara bebas, lalu berkata, "Bagus! Kamu ingat semuanya"
Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma yang memiliki bola mata hitam yang dalam dan penuh misteri itu, menatap John Murray dengan ekspresi dingin dan kosong.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan setelah ini?" Tanya John Murray kemudian.
"Tentu saja balas dendam. Bukankah aku hidup selama ini hanya untuk balas dendam" Sahut pangeran Arka Bhadrika Wahyatma yang asli.
Johny Murray kembali terbahak-bahak, lalu berucap, "Bagus Arka! Sangat bagus! Selanjutnya, kita akan bahas soal balas dendam, namun sebelumnya kau harus makan dulu"
"Kenapa kamu tidak berasa suci waktu pertama kali kita melakukannya?" Pangeran Abiyu memeluk pinggang putri Amina lalu mencium tengkuknya putri Amina.
Putri Amina yang berbaring membelakangi pangeran Abiyu, akhirnya berani berkata, "Saya pernah memiliki kekasih sebelum saya dijodohkan dengan Pangeran Arka. Hubungan kami sudah sangat jauh karena, kami memang bertekad ingin menikah. Namun, kekasih saya dibunuh oleh Ayah saya dan saya dibawa masuk ke keluarga Wahyatma, menjadi Istrinya Pangeran Arka yang belum pernah saya lihat sejak Pangeran Arka menjadi dewasa"
"Lalu, saat kau melihat Kakak tiriku, Arka, apa kau langsung jatuh cinta?" Tanya pangeran Abiyu.
"Iya. Karena, dia suami saya, jadi saya pikir saya harus jatuh cinta pada pangeran Arka di perjumpaan pertama" Sahut Putri Amina.
"Dan sekarang?" Tanya pangeran Abiyu
"Entahlah" Sahut putri Amina.
Pangeran Abiyu menggigit pelan pundaknya putri Amina dan berkata di sana, "Padahal aku juga jatuh cinta di perjumpaan pertamaku denganmu, Amina"
Putri Amina menghela napas panjang dan berkata, "Tapi, kita tidak boleh melanjutkan hubungan kita, Pangeran"
__ADS_1
Pangeran Abiyu langsung membalik badannya putri Amina untuk berkata, "Siapa bilang? Kalau aku bilang ingin memiliki kamu seutuhnya untuk diriku sendiri maka hal itu akan terjadi" Lalu, pangeran Abiyu mencium bibir putri Amina dengan liar.
Noah langsung melompat turun dari atas "Kita harus buruan keluar dari pulau ini, Sayang" Ucap Noah sembari memakai kembali semua setelan bajunya.
Batari berbaring miring dan menopang kepalanya dengan telapak tangan kanannya, "Kenapa harus buruan keluar dari pulau ini? Aku nyaman di pulau ini. Pulau ini sepi dan sangat indah. Semua pelayan yang ada di sini juga baik semuanya"
Alih-alih menjawab pertanyaannya Batari, ia memakaikan satu per satu bajunya Batari.
Batari langsung duduk di atas kasur dan merengut, "Kenapa buru-buru? Aku masih capek nih habis Lu hajar habis-habisan"
"Kan, cuma satu ronde, Sayang" Noah menatap Batari dengan wajah meringis dan Batari langsung menyemburkan protes, "Satu ronde apa? Yang kedua dan ketiga kamu keasyikan, jadi lupa ngitung. Dasar mesum!"
Noah sontak melepas tawa gelinya ke udara, lalu ia membopong Batari, "Oke, aku gendong kalau kamu masih capek"
Noah kemudian berlari menuju ke mobil mewahnya pangeran Arka Bhadrika Wahyatma sambil membopong tubuh ramping istrinya.
Noah memasukkan Batari ke jok belakang dan menepuk pipi Felix agar Felix pindah ke jok depan. Felix yang masih tampak kebingungan langsung menuruti perintah junjungannya. Noah kemudian menyusul Batari dan duduk di sebelahnya Batari. Setelah pintu ia tutup, Noah menepuk bahunya Lopez, " Ayo jalan!"
Lopez terkejut dan sontak menoleh ke belakang sekilas untuk bertanya, "Kok lama banget, Bos?" Ia bertanya sembari memasang sabuk pengaman, lalu menghidupkan mesin mobil.
"Istriku nempel terus kayak perangko, jadinya lama" Sahut Noah dengan santainya.
"Hai" Batari melambaikan tangannya ke Lopez
Lopez sontak mengerem laju mobil dan memekik kaget. "Lho! Nona liar?! Bos? Kenapa ada Nona liar di sini?"
Saat Noah akan menjawab pertanyaannya Lopez, Felix menyahut, "Nyonya Batari istri Pangeran Arka. Kamu jangan kurang ajar menyebutnya Nona liar!" Felix langsung melotot ke Lopez.
Lopez menoleh ke Felix dan bertanya, "Siapa Pangeran Arka?"
"Kau........"
"Udah jalan aja dulu! Penjelasannya nanti kalau kira udah sampai di markas" Noah langsung memotong kalimat yang akan dilontarkan oleh Felix untuk Lopez.
"Siap Bos!" Sahur Lopez dan Lopez langsung menekan pedal gas lebih dalam untuk mengebut.
"Aku bukan Istrinya Arka, aku Istrinya,......." Batari tidak bisa melanjutkan ucapannya, karena Noah langsung membuka mulut Batari dengan telapak tangannya.
__ADS_1
Noah menggelengkan kepalanya ke Batari sembari menarik pelan telapak tangannya dari mulutnya Batari, lalu debgan cepat Noah berbisik di telinganya Batari, "Kita akan bahas soal itu nanti, Sayang"
Batari menganggukkan kepalanya, lalu ia meletakkan kepalanya di atas pangkuannya Noah Baron sambil berkata, "Aku capek banget. Aku mau bobok"
Noah menepuk-nepuk pelan bahunya Batari dan berkata, "Tidurlah! Perjalanan kita masih sangat panjang"
Felix berkata, "Pangeran, Ratu mencari Anda dan saya jawab kalau Anda di pulau pribadi Anda untuk menenangkan pikiran dan akan segera kembali ke istana"
"Hmm" Sahut Noah Baron.
Lopez diam ridak menyahut dan dia terus fokus mengemudikan mobil sedan mewah milik keluarga kerajaan Wahyatma menuju ke garis depan pulau pribadi milik pangeran Arka Bhadrika Wahyatma.
Setelah sampai di parkiran Jeep kesayangannya Noah, Noah merengkuh Batari yang masih lelap ke dalam pelukannya dan dia bopong berpindah masuk ke dalam Jeep kesayangannya.
Felix tampak ragu melompat naik ke Jeep ya Noah dan Noah langsung berteriak, "Baiklah kalau kamu tidak ingin mati di sini!"
Felix langsung melompat naik saat ia mendengar kata mati.
Lopez langsung melajukan Jeep kesayangan bosnya untuk meninggalkan pulau pribadi milik pangeran Arka Bhadrika Wahyatma.
Plak! terdengar suara tangan memukul tangan dan selanjutnya terdengar suara, "Mas! Jangan! Ada Lopez dan Felix"
Felix dan Lopez menjadi saling pandang, lalu tanpa mengeluarkan suara, mereka langsung saling membuang muka. Felix menoleh ke samping untuk melihat jalan dari kaca jendela sedangkan Lopez kembali fokus menatap ke arah depan.
Plak! suara aneh itu kembali terdengar di telinganya Felix dan Lopez, disusul suara lenguhan dan bisikan, "Mas! Jangan! Kondisikan tangan dan bibir kamu! Ada Felix dan Lopez.
Namun, Noah terus saja menggerakkan tangannya di balik dressnya Batari dan bergerak asyik di lembah kenikmatan. Batari akhirnya menyerah dan membiarkan suaminya melakukan apa yang suaminya suka. Batari sampai membungkam mulutnya dengan telapak tangannya, karena Batari tidak ingin suara lenguhannya terdengar sampai ke telinganya Felix dan Lopez, saat tangan Noah semakin asyik bermain di lembah kenikmatan.
Noah menatap Istrinya yang masih berbaring di atas pangkuannya, lalu ia menundukkan wajahnya dan nekat mencium bibirnya Batari dengan tangan yang masih asyik bermain di lembah kenikmatan.
Setelah menempuh perjalanan selama enam jam lebih tanpa berhenti dan penuh dengan polusi udara karena, Noah Baron tidak bisa berhenti menggoda istrinya selama di perjalanan, Lopez membawa masuk jeepnya Noah Baron ke sebuah pekarangan luas dan di ujung pekarangan luas itu terdapat rumah yang besar dan megah.
Felix langsung bertanya, "Rumah siapa ini?"
"Rumah Bos aku. Rumah Noah Baron" sahut Lopez dan Felix langsung bengong.
Noah langsung turun dan membantu Batari untuk turun. Setelah itu, Noah langsung menelepon Barnes Adiwilaga Darmawan.
__ADS_1
Setelah menerima telepon dari menantunya, Barnes langsung mengubungi petugas pencatatan sipil dan berkata, "Besok Anda nggak usah ke pulau pribadinya keluarga Wahyatma! Kasus aja surat nikahnya Noah dan Batari ke sini! Besok Anda datang ke rumah saya!"
Noah lalu merangkul istri cantiknya dan mengajak semuanya masuk ke dalam markasnya.