Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Jubah Mandi


__ADS_3

"Sepertinya aku harus menyelidiki Tante kamu juga kecelakaan yang telah merenggut kedua orang tua kamu dan membuat kamu menjadi seperti ini" Barnes masih mengusap rambutnya Amanda dengan penuh kasih sayang.


"Aku juga perlu membelikanmu baju karena, baju yang kamu punya sedikit sekali dan hampir tidak layak pakai semuanya. Dan sepatu, hmm, sepatu kamu pun udah butut dan sudah ada lubang kecil di ujungnya. Kamu juga perlu buku juga laptop untuk menunjang kursus kamu" Barnes lalu meraih remote AC untuk menyetel suhu yang pas sehingga nyaman bagi Amanda.


Kemudian Barnes bangkit dan melangkah keluar dari dalam kamarnya Amanda namun, dia tidak beranjak dari depan pintu kamarnya Amanda setelah ia menutup pintu kamar yang terbuat dari kayu jati berkualitas tinggi itu.


Barnes berdiri di depan pintu kamar itu dengan sikap ngapurancang karena, Barnes tidak ingin ada yang masuk ke dalam kamarnya Amanda tanpa sepengetahuan dia karena, pintu kamar itu tidak terkunci dari dalam. Barnes terus berjaga-jaga di depan pintu itu dengan sikap ngapurancang.


Jake terbangun, ia menggeliatkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan lalu bangkit melangkah keluar dari dalam kamarnya untuk mengambil air mineral dingin. Jake terlonjak kaget saat ia berbelok ke kanan dan menabrak Barnes. Jake langsung memekik kesal, "Hei Bro! Ngapain Lo berdiri di sini?"


Alih-alih menjawab pertanyaannya Jake, Barnes justru menautkan alisnya dan menatap Jake dengan curiga lalu bertanya dengan nada dingin, "Kau mau apa keluar kamar?"


"Aish! Dasar kebiasaan ya, ditanya pasti malah nanya balik. Aku mau ambil minum dan kau?" Jake mendelik kesal ke Barnes sambil melipat tangannya.


"Aku menjaga pintu ini" sahut Barnes dengan nada santai dan ringan.


"Hah?! Kau gila ya? emangnya kau prajuritnya Ratu Elizabeth yang doyan berdiri di depan pintu?" Jake masih melipat tangannya dan mulai menggeleng-nggelengkan kepalanya.


"Pintu kamarnya Amanda nggak terkunci dan Amanda udah tertidur lelap maka aku pikir aku perlu menjaga pintu ini"

__ADS_1


"Kenapa kau pikir perlu?" Jake menautkan kedua alisnya.


"Karena kamar Amanda bersebelahan dengan kamarmu" sahut Barnes dengan wajah polos.


"What?! kau curiga sama aku? aku sahabatmu Barnes, apa kau nggak percaya sama aku?" pekik Jake kesal.


"Aku memercayaimu tapi aku nggak percaya sama keadaan" Barnes kembali berucap dengan wajah polos.


"Whatever!" Jake lalu melintas di depannya Barnes dengan kesal namun, memundurkan langkahnya kembali dan berucap, "Daripada kau capek berdiri kayak gini nggak ada untungnya, mending kau bawa Amanda ke kamarmu. Kalian kan udah sah jadi suami istri jadi wajar dong kalau tidur sekamar" Jake berucap santai lalu melempar senyum jahilnya ke Barnes. Barnes langsung menendang pantatnya Jake dan Jake berlari menuju ke ruang makan sambil menggemakan tawa renyahnya.


Jake mengambil satu botol air mineral dingin berukuran sedang lalu kembali melintasi Barnes ketika ia berjalan menuju ke kamarnya namun, Jake memutuskan untuk mengabaikan Barnes karena, percuma saja ia mengeluarkan kata-kata, Barnes pasti tetap bergeming. Akan tetapi, Jake tetaplah seorang sahabat yang baik dan setia kawan, itulah kenapa, setelah masuk ke dalam kamarnya, ia keluar kembali sambil membawa sebuah bangku lalu ia letakkan bangku itu di samping Barnes dan sambil berucap, "Ini aku ambilkan bangku untuk kau pakai duduk" setelah berucap Jake kembali bergegas masuk ke dalam kamarnya.


Barnes duduk di atas kursi, bersandar, melipat tangan dan memejamkan kedua matanya. Dan akhirnya Barnes tidur sambil duduk di atas kursi di depan pintu kamarnya Amanda. Komandan polisi dari kesatuan khusus yang sangat gagah dan tampan itu, dibangunkan Leon di jam lima pagi, "Tuan, kenapa Tuan tidur di sini?" tanya Leon ketika Bos besarnya itu telah membuka mata lebar-lebar.


"Jam berapa ini?" tanya Barnes sambil meraup kasar wajah putih bersihnya yang berhidung mancung.


"Jam lima, Tuan" jawab Leon.


Barnes lalu bangkit, membawa kursi dan menaruhnya di depan pintu kamarnya Jake sedangkan Leon, Barnes beri perintah untuk menyiapkan semua keperluan dinasnya. Pria berwajah tampan cucu sulungnya Moses Elruno itu, kemudian mengetuk pintu kamarnya Amanda.

__ADS_1


Amanda membuka pintu kamarnya. Dan karena tergesa-gesa, Amanda lupa mengganti jubah mandi dengan baju bersih.


Barnes tertegun menatap Amanda berbalut jubah mandi yang mana ikat pinggang kanan di sekitar pinggang Amanda dililitkan dengan tergesa-gesa sehingga memperlihatkan pundak kanan Amanda yang putih dan terlihat basah, lalu Barnes melihat ke rambutnya Amanda yang dicepol asal dan terlihat basah pula, sangat sempurna untuk membangunkan seekor singa di pagi hari yang kebetulan mendung dan sedikit dingin. Barnes lalu berdeham karena, secara otomatis, ia kesulitan menelan ludahnya sendiri dan segera berbalik badan membelakangi Amanda sambil berucap, "Aku tunggu kau di meja makan" lalu Barnes berlari meninggalkan Amanda begitu saja tanpa menoleh ke belakang dan tanpa pamit.


Setelah sampai di dalam kamarnya, Barnes langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur pucuk kepalanya dengan guyuran air dingin untuk menghilangkan panas di tubuhnya yang tiba-tiba meningkat drastis setelah berhadapan dengan amanda yang tampak seksi berbalutkan jubah mandi.


Amanda menutup kembali pintu kamarnya dan kali itu, ia tidak lupa untuk menguncinya. Amanda berganti baju sembari bergumam, "Kenapa dia hobi banget berlari ya? Kemarin dia juga berlari waktu meninggalkan aku di ruang tamu. Terus ini tadi juga berlari lagi, hmm, apa semua polisi seperti dia, nggak bisa berjalan pelan dan bisanya berlari? Ppffttt! Dasar aneh" Amanda mengulum bibirnya menahan geli.


Di lima belas menit berikutnya, Amanda telah sampai di ruang makan dan mengerutkan dahi, "Mana si Mister Polisi? kok belum ada di ruang makan? emm, aku bantu Pak Temon masak aja deh" Amanda lalu melenggang santai ke dapur dan diberi kesempatan oleh Pak Temon untuk memasak ca kangkung, masakan kesukaannya Barnes.


"Masak agak banyak ya Non?! Karena kata Tuan Leon, anak buahnya Tuan Barnes ikut sarapan dengan kita" ucap Pak Temon.


"Siap Pak. Emangnya anak buah Tuan Barnes ada berapa orang?" Tanya Amanda.


"Setahu Pak Temon sih ada empat orang dan laki-laki semuanya" sahut Pak Temon.


"Oh!" Amanda cuma mengeluarkan kata itu dan mulai asyik memasak ca kangkung.


"Anda suka memasak Nona?" Tanya Pak Temon saat melihat Amanda telah menyelesaikan masakan ca kangkungnya.

__ADS_1


Amanda menoleh ke Pak Temon, mengulas senyum lebar sambil mengangkat piring besar melingkar yang berisi ca kangkung hasil masakannya lalu berkata, "Ini pertama kalinya saya memasak selain memasak mie Instant dan air, Pak, hehehehe* Lalu Amanda melangkah ke ruang makan untuk menaruh piring berisi penuh ca kangkung hasil masakannya sebelum Pak Temon berhasil mencegahnya. Pak Temon menepuk jidatnya lalu segera berlari menyusul Amanda ke ruang makan............


__ADS_2