Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Kencan Pertama


__ADS_3

Sementara itu, Amanda kembali ke kamarnya dan menemukan suaminya masih melamun di tepi ranjang. Amanda duduk di sebelahnya Barnes lalu memeluk Barnes sambil berkata, "Mas, jangan bersedih terus! Bening sudah tenang sekarang"


Bareng mengelus punggung tangannya Amanda dan berkata, "Aku merasa sangat bersalah pada Bening. Aku terus saja gagal melindunginya, aku........."


Amanda langsung duduk di atas pangkuannya Barnes untuk berkata, "Jangan menyalahkan diri kamu terus, Mas!" Lalu dengan segera, ia mencium bibirnya Barnes. Barnes tersentak kaget, namun dia kemudian mengikuti permainannya Amanda. Kedua suami istri itu berciuman dengan penuh gairah dan berlanjut ke peraduan manis di atas ranjang. Amanda yang berinisiatif menguasai permainan dan Barnes tersenyum senang dibuatnya.


Noah tidak memberitahukan pengakuan bersalahnya Bening ke dirinya, sebelum Bening menghembuskan napas.terakhirnya karena, Noah tidak ingin Batari lebih bersedih lagi. Di saat ia melihat Batari menatapnya penuh arti, Noah yang masih menggenggam kedua tangannya Batari kemudian berkata sambil menunduk untuk melihat ke baju tidur seksinya Batari, "Tari, jangan menatapku seperti itu dengan baju tidur seksi kamu ini! Aku sudah menahan diri sejak tadi, jadi jangan terus menggodaku karena, aku ini laki-laki yang sangat sehat, sangat normal, dan mencintaimu. Di dalam cinta pasti ada gairah dan aku bisa lupa diri kalau kau terus menatapku seperti itu dengan......"


Batari sontak menunduk dan menarik kedua tangannya dari genggaman tangannya Noah,.kemudian ia berlari kencang masuk ke dalam ruang ganti dengan rona merah di wajahnya.


Batari bersandar sejenak di pintu ruang ganti dan meraup kasar wajah cantiknya sambil bergumam, "Kenapa aku bodoh sekali muncul di depannya Noah dengan baju tidur ini? Sial! Noah lihat dadaku tidak ya, tadi?" Batari menunduk untuk melihat kerah rendah di baju tidur yang masih ia pakai, lalu ia kembali bergumam, "Lagian apa yang bisa aku banggakan dengan dada ini? kata Mama dengan dada seperti ini, aku hampir seperti cowok. Sial! malu aku kalau Noah tadi melihat dadaku yang hampir rata ini Hiks, hiks,hiks, gimana nih, aku malu ketemu sama Noah, hiks,hiks,hiks"


Tok,tok,tok, "Tari, kamu baik-baik saja, kan? Kok lama sekali ganti bajunya?"


Batari tersentak kaget dan langsung mengangkat kedua bahunya ke atas saat pintu ruang gantinya diketuk oleh Noah dan dia langsung menyahut, "Kamu tunggu dulu di luar! Aku akan keluar sebentar lagi"


"Baiklah!" sahut Noah. Lalu Noah membuka kunci pintu kamarnya Batari dan melangkah keluar. Noah menunggu Batari di ruang keluarga yang ada di lantai dua kediamannya Barnes Adiwilaga Darmawan.


Batari mengenakan celana jins panjang selutut dipadu dengan blus berwarna pink dengan lengan panjang yang digulung keren sampai siku, membuat Batari tampak sangat mempesona di depannya Noah. Noah langsung bangkit berdiri sambil berucap, "Kau cantik sekali hari ini, Tari"


Batari berdiri di depannya Noah dengan wajah tertunduk. Dia masih malu soal baju tidur seksinya tadi.


Noah mengulum bibir menahan geli, lalu ia menyentuh kedua bahunya Batari dan berucap, "Pakai apapun, kamu itu sempurna. Jadi, kenapa kau terus menunduk seperti ini, hmm?"


"A...aku malu karena, kamu melihat aku pakai baju seksi dan......."


Noah berdeham untuk mengusir fantasi liar yang kembali menyapa benaknya dengan bayangan Batari dengan baju tidur seksinya, lalu Noah berucap, "Kita lupakan soal itu. Kita pergi nonton, yuk! Sejak kita jadian kita belum pernah nonton dan setelah itu kita akan berkencan terus selama satu Minggu ke depan karena, kita juga belum pernah berkencan sejak kita menjadi pasangan"


Tari mengangkat wajahnya dan tersenyum senang sambil menganggukkan kepalanya. Noah tersenyum semringah dan langsung menarik tangannya Tari untuk ia ajak turun ke ke bawah dan langsung ia ajak Batari berlari menuju ke mobil jeepnya.


Batari berdiri di depan mobil jeepnya Noah dan langsung berdecak kagum, "Wah, mobil kamu keren banget" Batari lalu menoleh ke Noah, "Aku boleh mengemudikannya?"


"Kamu sudah bisa nyetir mobil?" Tanya Noah.

__ADS_1


"Bisa. Aku punya SiM" Sahut Batari.


"Oke. Kamu boleh mengemudikannya" Noah menyerahkan kunci mobilnya ke Batari lalu ia membantu Batari melompat naik ke atas mobil jeepnya dan ia segera berlari mengitari bagian depan mobil jeepnya untuk masuk ke jok penumpang.


Noah langsung berteriak kaget sambil kedua tangannya terus memegang handle di atas pintu, "Tari! hati-hati! Kamu hampir saja menabrak motor di depan Sebenarnya kamu bisa nyetir tidak, sih?!"


"Bisa! Tapi, belum pernah nyetir mobil Jeep sebesar ini dan belum pernah pegang mobil manual, hehehehe" Batari menoleh ke Noah dan Noah langsung berteriak, "Lihat ke depan Tari! Jangan noleh ke Aku! Fokus ke depan!"


Batari langsung menatap ke depan dan berteriak, "Iya, iya! Jangan teriak-teriak terus!"


" Habisnya kamu bawa mobilnya mengerikan begini. Tari! Jangan begitu!"


"Apalagi, Noah?!" Tari berteriak kaget tanpa menoleh ke Noah.


"Mulailah proses memindahkan gigi!" Teriak Noah sambil terus memegang handle yang ada di atas pintu karena, Batari membawa mobil jeepnya dengan ugal-ugalan yang membuat tubuh Noah terpelanting ke kanan dan ke kiri.


"Caranya bagaimana?!" Batari berteriak dan menoleh ke Noah.


"Jangan menoleh! Fokus ke depan! Aku akan pandu kamu dan dengarkan baik-baik, oke?!" Teriak Noah dengan wajah yang mulai panik.


Noah kemudian berkata," Kamu pindahkan gigi dengan cara mengangkat kaki dari pedal gas dan menekan kopling. Pastikan kamu menekan kopling sepenuhnya sebelum menggerakkan tuas persneling atau roda gigi akan bertabrakan!"


Batari mengikuti instruksinya Noah sambil berteriak "Iya, aku tahu!" tanpa menoleh ke Noah.


Noah kembali berkata, "Pindahkan tuas persneling ke gigi tertinggi berikutnya! Lepaskan kopling dan tambah kecepatan! Seperti saat kamu memulai tadi., Kopling dan gas harus diatur secara berbarengan untuk memastikan perpindahan gigi berjalan mulus, kau ngerti, kan, Tari?!" Noah menoleh ke Batari dengan wajah was-was.


Batari menganggukkan kepalanya tanpa menoleh ke Noah, sambil kembali mengikuti instruksinya Noah dan dia tersenyum senang saat Noah memujinya, "Pinter"


Beberapa menit berikutnya, Noah dan Batari berhasil duduk di sebuah bangku yang ada di salah satu taman kota. Noah beberapa kali mengelus dadanya dan berkata, "Fiuuhhhh! Syukurlah aku udah aman dari kegilaannya Batari Abar Darmawan"


Batari langsung menepuk bahunya Noah dengan gelak tawa dan berkata, "Jangan lebay! Kamu tuh lebih gila dari aku"


Noah tergelak geli lalu berkata, "Lihatlah kaki kita, Tari!"

__ADS_1


Tari langsung menunduk dan memekik kaget, "Wah, ternyata sepatu kita couple! Tapi, kenapa baru kau pakai sekarang?" Batari langsung menatap Noah.


"Iya, karena, aku, kan, tugas lapangan terus selama ini. Sepatu ini baru bisa aku pakai sekarang" Noah melihat kupu-kupu berwarna biru di sepatu putihnya lalu melihat kupu-kupu berwarna merah muda di sepatu sneakersnya Batari.


Batari langsung menyandarkan punggungnya ke bangku taman, bersedekap dan merengut


Noah sontak memutar badan untuk menghadap penuh ke Batari dan bertanya, "Kenapa merengut?"


"Kamu curang"


"Curang? Curang, apa?" Noah sontak menautkan alisnya di depan Batari.


"Sepatu kamu masih bersih, putih dan mulus. Sepatuku, udah nggak begitu putih dan mulai usang. Kamu nggak pernah memakai sepatu itu, sedangkan aku, terus memakainya, kan, kamu curang itu namanya" Batari semakin melancipkan bibirnya.


Noah tergelak geli, "Oke, setelah ini, sepatu kita ini kita cuci bareng trus kita simpan aja, lalu kita beli sepatu couple yang baru, gimana?"


"Setuju" Sahut Batari dengan masih bersedekap dan masih cemberut.


"Kalau setuju, kok masih lancip, tuh bibir?" Noah masih menautkan kedua alisnya di depan Batari.


Batari melirik tajam jari manis tangan kirinya Noah dan berkata, "Kamu juga nggak pakai cincin couple kita"


Noah langsung menggemakan tawanya sembari mengeluarkan kalung rantai dari emas putih yang ada di balik kaosnya, "Nih, cincinnya aku pakai liontin, biar nggak hilang pas aku tugas di lapangan"


Batari langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya untuk menutupi senyum malu bercampur bahagianya.


Noah tertawa renyah lalu ia meraih tubuh Batari untuk dia peluk dan kemudian berkata, "Aku tidak pernah selingkuh dan sejak kita nggak bisa berhubungan lagi dan aku memilih untuk menghilang dari hidup kamu, aku setiap detiknya merasakan sesak napas dan hampir mati karena sangat merindukanmu. Angin yang selalu menyentuh wajah kamu itu adalah angin suruhanku. Setiap kali aku merindukanmu dan hampir mati, aku berbisik ke angin untuk menyentuh wajah kamu"


Batari membuka kedua telapak tangannya untuk ia pakai memeluk Noah dan berkata, "Aku juga sering merasa sesak napas karena sangat merindukanmu. Bahkan aku nekat pergi ke Amerika untuk mencari kamu dan aku bahagia, takdir berbaik hati mempertemukan kita kembali"


Noah mencium belahan rambutnya Batari dan menghirup sepuasnya wangi rambutnya Batari dan sembari mengusap mesra rambut panjangnya Batari yang indah, Noah berkata, "Kita sepertinya harus berangkat sekarang untuk membeli tiket. Tapi, kali ini, aku yang nyetir"


Batari menarik diri dari pelukannya Noah dan sambil tergelak geli dia menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Noah mengecup keningnya Batari lalu ia mengajak Batari bangkit berdiri dan bergandengan tangan menuju ke parkiran mobil


Noah melajukan mobil Jeep kesayangannya menuju ke bioskop untuk mengawali kencan pertama mereka dengan menonton film di bioskop. Mereka berdua sama-sama belum pernah menonton film di bioskop dan mereka sama-sama berharap, semoga acara menonton mereka, aman dan lancar.


__ADS_2