Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Akhirnya Bertemu


__ADS_3

Dito langsung menggeser pintu bambu itu dan menguncinya. Lalu, pria berparas sangat tampan itu mengucurkan air dari keran yang juga terbuat dari bambu untuk meredakan gemuruh hebat di dadanya. Dia ingin berteriak di depan Cantika kalau dia merindukan wanita itu sambil memeluk Cantika tadi. Dia ingin mencium Cantika saat wanita itu berdiri di depannya dengan wajah kesalnya yang khas. Dito sungguh merindukan semua yang ada di diri Cantika. Namun, semuanya masih harus dia tahan. Cantika sudah memiliki pacar dan pacarnya Cantika adalah rekannya sendiri.


Bruk! Wajah Cantika mendarat.di bidang lebar dan empuk. Wanita itu sontak mendongak dan ia bersitatap dengan Baskara.


Baskara menyusuri wajah cantik Cantika dengan penuh selidik dan akhirnya ia melepas tanya, "Kenapa kau berteriak dan berlari kencang kayak gini?" Baskara memeluk tubuh Cantika.


Cantika langsung mendorong dada Baskara sembari protes, "Kenapa kau memelukku?"


"Kau pacarku, kan?"


"Pacar apa? Pacar bohongan iya"


Baskara langsung tergelak geli untuk menutupi rasa kecewanya ada kenyataan bahwa dia bukanlah pacarnya Cantika. Lalu, pria ganteng dan gagah itu bertanya, "Kau lihat apa kenapa berteriak dan berlari kencang banget"


"Nggak lihat apa-apa. Aku cuma latihan teriak dan berlari sebelum mandi" Cantika berucap dengan santai sembari berjalan melintasi Baskara.


Baskara terkekeh geli sambil berputar badan untuk mengekor Cantika.


Di jam makan malam, Dito memilih untuk makan di kamarnya. Dia menolak untuk makan bersama dengan timnya di meja makan besar.


"Kolonel D itu sehebat apa, sih?" Kenapa sombong banget nggak mau makan di sini barengan sama kita-kita" Tanya Cantika sambil mengunyah tempe yang ada di dalam mulutnya.


"Dia, kan, masih belum ingin kita melihat wajahnya. Kalau makan bareng di sini, dia harus buka masker, kan? Jadi, otomatis kita bisa lihat wajahnya" Sahut Rossi.


"Itu betul" Sahut Baskara sembari menggigit tempe.


"Aku penasaran banget dengan wajahnya Kolonel D. Sama Anda lebih tampan mana Letkol Baskara?" Tanya teman Cantika yang bernama Lisa.


"Tentu saja lebih cakep saya ke mana-mana" Sahut Baskara sambil menepuk dada bidangnya.


Cantika langsung menepuk keras bahu Baskara sambil berucap, "Sombong amat! Orang Amat aja nggak sombong"

__ADS_1


"Siapa Amat" Baskara sontak menoleh ke Cantika dengan sorot mata cemburu.


"Tetangganya Rossi, mungkin" Sahut Cantika acuh tak acuh dan semua yang ada di meja makan itu tergelak geli kecuali Baskara yang masih menatap Cantika dengan wajah bingung.


"Ada yang harus aku bilang ke kamu Ross"


"Apa itu?"


"Aku tadi melihat Kolonel D melepas topinya dan kamu udah menang separuh. Kolonel D tidak botak"


"Tuh, kan, Feelingku benar. Kolonel D itu pasti sangat tampan. Terlihat dari postur tubuhnya yang tinggi, tegap dan gagah" Sahut Rossi.


"Kenapa halusinasi kamu tinggi banget? Mana ada pria segagah dan setinggi Kolonel D itu botak?" Baskara mendelik ke Cantika.


"Aku, kan, emang tukang halu" Cantika menjulurkan lidahnya ke Baskara dan di saat semuanya kembali tergelak geli, Baskara hanya menggelengkan-gelengkan kepalanya.


Dito makan sendirian di kamarnya dengan kilat dan setelah meletakkan mencuci piring dan gelas yang habis dia pakai, pria berparas tampan di atas rata-rata itu keluar ke tempat di mana mobil jeepnya diparkir. Pria itu melompat naik ke jeep itu dan keluar dari camp di jam tujuh malam


Dito meluncurkan Jeep kesayangannya menuju ke rumahnya Noah Baron. Dia sangat merindukan Noah dan Batari. Orang tua angkatnya yang sangat menyayanginya sedari ia masih kecil.


Selesai mencuci piring dan gelas mereka masing-masing, Cantika dan kelima rekannya masuk ke kamar mereka masing-masing. Cantika yang satu kamar dengan Rossi berkata ke Rossi, "Aku penasaran banget dengan Kolonel D. Saat aku melihat wajahnya yang masih memakai masker dari jarak yang sangat dekat, aku merasa kalau aku tidak asing dengan matanya. Aku sepetinya kenal dengan Kolonel D"


"Benarkah? Coba kau ingat-ingat lagi kira-kira dia itu siapa? Teman kamu pas TK, SD, SMP, atau pas kamu masih menjalani pendidikan di akademi kepolisian. Siapa dia?" Sahut Rossi dengan wajah penuh antusias.


Cantika mengerutkan kening dan mencoba mengingat-ingat. Lima menit kemudian dia menoleh ke Rossi dan sambil menggelengkan kepala, wanita cantik itu berkata, "Aku tidak ingat. Tapi, matanya sangat familiar bagiku. Cuma aku nggak bisa menerka siapa dia"


"Huh! Bikin orang penasaran aja. Ayo kita tidur kalau gitu" Sahut Rossi sambil meletakkan kepalanya di atas bantal.


Cantika ikutan merebahkan diri di atas kasur sembari terkekeh geli.


Di jam dua belas malam tepat, Dito membelokkan jeepnya masuk ke pelataran luas kediaman mewahnya Noah Baron.

__ADS_1


Dito menghentikan mobil jeepnya dan setelah mematikan mesin mobil jeepnya, ia berdiam diri di balik kemudi. "Ini sudah malam banget. Pasti Papa dan Mama sudah tidur. Aku akan menunggu di sini aja, lalu............"


Tiba-tiba terdengar pintu dibuka dan seorang pria yang masih terlihat tampan dan gagah di umurnya yang sudah menginjak kepala lima, memicingkan kedua matanya dan berteriak dari tempat ia berdiri "Siapa itu?"


Dito tersentak kaget dan refleks merosot turun dari atas mobil jeepnya.


"Siapa kamu?" Noah menatap pemuda gagah dan tampan yang tengah berjalan pelan mendekatinya.


Batari tiba-tiba menyingkirkan badan Noah dari tengah pintu dan wanita yang masih terlihat cantik itu berlari ke arah pemuda itu sambil berteriak, "Kamu pasti Dito!"


Dito sontak menghentikan langkahnya saat ia melihat mama angkat yang sangat ia rindukan berlari kencang ke arahnya.


Noah seketika mematung di tempat ia berdiri saat ia melihat istrinya menangkup wajah tampan pemuda gagah dan tegap itu.


"Benar, kan? Mama benar, kan? Kamu Dito?"


Dito terus mengangguk dan air mata mulai deras turun di kedua pipinya.


Batari langsung menoleh ke belakang dan berteriak ke suaminya, "Sayang! Mas! Ini Dito"


Noah sontak melangkah maju ke depan dengan gontai dan di sela isak tangis kerinduannya, Noah Baron kemudian berlari dan langsung memeluk Istrinya dan Dito sambil berkata, "Akhirnya kita bisa bersatu lagi. Akhirnya kita bisa bersatu lagi" Noah Baron berulangkali meneriakkan kata itu dengan tawa yang diiringi isak tangis


Ketiganya kemudian saling berpelukan dan melepas tangis kerinduan mereka sampai mereka puas.


Setelah puas, Noah merangkul Batari dan Dito melangkah masuk ke dalam rumah.


Dito duduk di tengah-tengahnya Noah Baron dan Batari. Pria tampan itu menoleh ke kanan dan ke kiri dengan wajah semringah. Dia bahagia tiada tara ketika waktu masih berbaik hati mempertemukan dirinya kembali dengan papa dan mama angkatnya.


Dito berucap sambil terus menoleh ke kanan dan ke kiri, "Mama dan Papa masih tetap sama tidak berubah sama sekali. Papa masih gagah dan tampan. Mama masih sangat cantik dan imut"


"Kamu banyak berubah, Dito. Dulu kamu gemuk sekarang kamu tinggi, gagah, dan tegap" Sahut Noah dengan tawa bahagia.

__ADS_1


"Bagi Mama, Dito sama sekali tidak berubah. Buktinya Mama langsung bisa mengenali Dito tadi. Anak Mama ini masih tetap tampan dan murah senyum"


Dito lalu merangkul papa dan mama angkatnya sambil berkata, "Aku juga masih sangat menyayangi Papa dan Mama"


__ADS_2