
"Kamu tidur sini malam ini, kan?" Batari mengusap rambutnya Dito.
"Apakah boleh?"
"Tentu saja boleh" Batari dan Noah menyahut secara bersamaan.
"Mama selalu menata dan membersihkan kamar kamu. Kamu masih ingat di mana kamar kamu, kan?"
Dito menoleh ke Batari dan sambil menganggukkan kepala ia tersenyum penuh sayang.
"Papa juga selalu melap piala-piala kamu" Sahut Noah.
Dito menoleh ke Noah dan tanpa sadar pria tampan itu menitikkan air mata di atas pangkuannya Noah saat ia mengulas senyum bahagia.
"Mama akan siapkan makanan dulu" Batari bangkit berdiri dan langsung berlari ke dapur untuk memanaskan masakannya.
Noah Baron menarik tengkuk Dito dan memeluknya. Lalu, papanya Cantika Putri Baron itu menepuk-nepuk punggung Dito sambil berkata, "Tidurlah di kamar kamu lagi dengan nyaman"
"Terima kasih, Pa"
Setelah makan, Dito masuk ke kamar masa kecilnya. Semua masih tetap sama. Tidak ada yang berubah. Ranjangnya pun masih tetap sama. Ranjang ukuran big size karena dulu, Dito kecil suka tidur di ranjang yang besar.
Dito merebahkan tubuhnya yang sudah berubah menjadi tinggi dan besar di atas ranjang masa kecilnya. Pria tampan itu menatap langit-langit kamar yang masih ada lukisan pesawat terbang di sana.
Dito ingat betul saat ia dan Noah Baron melukis bersama-sama langit-langit kamar itu. Karena merasa sudah kembali berada di tengah keluarga yang menyayangi dirinya secara tuku, jiwa dan Dito merasa nyaman berada di kamar masa kecilnya itu hingga tidak ada hitungan detik, pria tampan dan gagah itu jatuh ke alam mimpi.
Keesokan harinya Dito bangun tepat jam lima pagi. Dia terbiasa bangun jam segitu dan langsung berganti baju untuk joging. Saat ia membuka pintu, Noah Baron berdiri di depannya dengan senyuman dan berkata, "Kita joging bareng? Mama kamu juga udah siap di depan untuk joging"
Dito langsung menganggukkan kepalanya dengan penuh antusias.
Noah bertanya saat mereka melakukan joging di sebuah taman, "Setelah Papa kamu John Murray meninggal, kamu ke mana?"
"Om Jorge dan Om Santo membawaku ke markas mereka dan mereka mendidik dan menggemblengku" menjadi seperti sekarang ini"
"Om Jorge anggota the Five Jays? Lalu, Om Santo adalah Om Santo anak buahnya Papa dulu?"
"Iya" Sahut Dito.
"Sial! Kenapa Om Jorge tidak kasih tahu Mama?" Sahut Batari.
__ADS_1
"Santo juga nggak kasih tahu aku" Sahut Noah.
"Kami adalah tim pasukan khusus. Jadi, Papa tahu lah, kalau kamu belum mendapatkan kasus, kami akan disembunyikan dulu"
"Iya. Kamu benar"
"Tapi, tetap saja Mama akan lemparkan protes ke Om Jorge karena dia sudah tega menyembunyikan kamu selama ini dari Mama"
"Sayang, jangan gitu, dong. Om Jorge kalau sama kamu belum kamu ajak bicara aja udah ngacir duluan apalagi kalau sampai kamu melemparkan protes. Om Jorge bisa mati berdiri kena serangan jantung" Sahut Noah .
Dito terkekeh geli dan berkata, "Mama ternyata tidak berubah. Masih galak kalau sama Om Jorge"
"Oh, jangan salah. Mama kamu bukan hanya galak sama Om Jorge. Sama Papa juga galak dia" Sahut Noah dan langsung mendapatkan cubitan mesra di pinggangnya.
Dito sontak tekekeh geli.
"Mama laper. Kita ke warung sederhana bubur ayam yang letaknya dekat dari sini, yuk!"
"Oke, cocok itu" Sahut Noah.
"Lho, berarti kamu udah ketemu dong sama Cantika? Cantika, kan, ada di camp juga" Tanya Batari.
"Iya. Tapi, saya belum berani mengungkapkan diri saya ke Cantika" Sahut Dino.
"Lho, kenapa?" Tanya Batari dan Noah secara bersamaan.
"Karena, Dito masih belum siap"
"Ooooo, oke lah" Sahut Noah.
"Tapi, jangan terlalu lama nggak siapnya. Cantika juga sangat merindukan kamu sama seperti Papa dan Mama. Asal kamu tahu, Cantika masuk ke kepolisian karena ia ingin menemukan kamu" Ucap Batari.
"Benarkah?" Tanya Dito.
"Hmm" Sahut Noah.
Di tengah-tengah joging menuju ke warung sederhana bubur ayam, Dito akhirnya memberanikan diri untuk bertanya setelah ia berulangkali menghela napas panjang,"Ma, Pa, apa benar Cantika berpacaran dengan Baskara?"
"Nggak. Setahu Papa, Cantika dan Baskara cuma teman dekat" Sahut Noah.
__ADS_1
"Iya. Benar kata Papa kamu. Cantika dan Baskara cuma teman dekat. Cuma, beberapa bulan yang lalu, Cantika pernah cerita ke Mama kalau Baskara pernah meminta Cantika menjadi pacar bohongan untuk dikenalkan ke mantannya Baskara pas ada reuni" Sahut Batari.
"Kenapa kau tanya begitu?" Noah menoleh ke Dito.
Dito menghela napas panjang untuk mengusir rasa takutnya. Lalu, pria tampan dan gagah itu memberanikan diri untuk bertanya "Pa, Ma, apa boleh kalau Dito mulai dari sekarang mengejar Cantika? Dino jatuh cinta sama Cantika, Ma, Pa"
Noah dan Batari sontak mengerem laju lari mereka padahal letak warung bubur ayam sederhananya masih jauh.
Sementara itu, Cantika dan teman satu timnya juga melakukan joging di camp dengan dipimpin Baskara.
"Kenapa Kolonel D nggak nampak lagi di pagi hari ini? Dia itu Vampire, ya? Takut sama matahari pagi. Kolonel, kok, cemen" Ucap Cantika di tengah jogingnya.
Baskara langsung mendelik ke Cantika, " Jangan sembarangan bicara! Kolonel D ijin satu hari. Semalam jam tujuh tepat dia pergi meninggalkan camp untuk menemui Papa dan Mamanya"
"Hah?! Aku kira dia pria dingin yang tidak punya perasaan. Ternyata dia melow juga. Ingat juga ia sama Papa dan Mamanya" Sahut Cantika.
"Dia tipe cowok idaman aku banget" Sahut Rossi.
"Pepet aja kalau gitu. Kolonel D masih jomblo" Sahut Baskara.
"Benarkah?" Rossi menoleh ke Baskara dengan senyum semringah.
"Iya. Kolonel D masih jomblo"
"Jangan langsung bilang suka. Bilang kalau dia tipe ideal kamu. Kalau dia ternyata tonggos nyahok, Lo" Sahut Cantika.
"Kolonel D nggak tonggos. Dia tampan, kok. Bahkan sangat tampan" Sahut Baskara.
"Benarkah?" Rossi kembali menoleh ke Baskara dengan senyum semringah dan Baskara langsung menganggukkan. kelamaan dan berkata, "Aku nggak bohong"
"Yeeeeahhh, terserah kamu saja lah Ros. Sebagai teman aku hanya bisa mendukung kamu" Sahut Cantika.
"Oke. Aku akan mulai mendekati Kolonel D pas Kolonel D kembali ke camp nanti"
"Pa, Ma, kenapa kalian menatap Dito seperti itu? Nggak boleh, ya, kalau Dito mencintai Cantika?"
"Boleh aja. Tapi, kenapa kau bisa memiliki keinginan untuk mengejar putri kesayangan Papa, Si Cantika itu. Kapan kau jatuh cinta sama Cantika" Tanya Noah sementara Batari langsung melangkah lebar menuju ke warung sederhana bubur ayam.
"Mama sepertinya tidak mengjinkan Dito mengejar Cantika"
__ADS_1
"Oke. Kita ke sana dulu menyusul Mama kamu dan kamu bisa ceritakan semuanya ke Mama dan Papa di sana"