Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
The Greatest Jake


__ADS_3

Barnes dan Amanda akhirnya sampai di rumah pribadinya Barnes. Mereka turun dari dalam mobil secara bersamaan dan mereka dikejutkan dengan pekik kegirangan mamanya Barnes yang berlari keluar dan langsung memeluk Amanda.


Chery melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahunya Amanda, "Ah! Manda, kaki tumbuh secantik ini? Mama senang sekali akhirnya Barnes bisa bertemu kembali dengan kamu dan menikahi kamu. Mama senang sekali, Manda!" Chery menatap wajah Amanda dengan senyum tulus dan kedua bola mata uang bersinar cerah.


Barnes tersenyum geli melihat Amanda membeku dan hanya menatap Chery.


Barnes lalu memainkan kucir kudanya Amanda sambil berucap, "Kok malah bengong sih, Sayang? Ini Mamaku, Mama kamu juga"


Chery mengangguk-anggukkan kepalanya dan mengelus pipi Amanda dengan mengulas senyum lebar di wajah cantiknya.


"Se.....selamat datang, Ma. Ma...maafkan Manda yang tidak sopan karena hanya bisa berdiam diri saja untuk sesaat tadi, eh barusan. I....itu karena, Manda sangat mengagumi kecantikannya Mama"


"Ah! Kamu juga sangat cantik. Mama kan udah tua. Udah lima puluh tahun. Ayok masuk!"


Barnes tersenyum senang melihat Chery dan Amanda berjalan masuk ke dalam rumah dengan bergandengan tangan. Barnes berjalan pelan di belakang istri dan mama tersayangnya dengan rasa bahagia yang membuncah di dalam hatinya.


Bruk! Tubuh Barnes dikejutkan dengan pelukannya Prince, "Abang tampanku! Aku sangat merindukanmu"


Barnes membalas pelukannya Prince dan berkata, "Hmm"


Prince melepaskan pelukannya dan merengut lalu berkatalah ia, "Kok cuma Hmm? Ma, Kak Barnes cuma bilang Hmm"


Amanda dan Chery berputar badan untuk melihat Prince. Chery berucap, "Kakak kamu pasti kangen juga sama kamu. Gitu aja kok berisik banget sih, Prince"


Prince meringis lalu dia tersenyum lebar ke Amanda, "Halo kakak rambut merah yang sekarang ini udah bertambah cantik dan seksi"


"Halo, Prince" Amanda melambaikan tangannya ke Prince dengan wajah merona malu mendengar kata cantik dan seksi.


Pletak! Barnes memukul kepalanya Prince dan dengan sigap menahan kerah bajunya Prince saat Prince merentangkan kedua tangannya dan melangkah maju untuk memeluk Amanda.


Amanda dan Chery tergelak geli melihat ekspresi lucunya Barnes dan Prince lalu Chery mengajak Amanda untuk duduk di atas sofa.

__ADS_1


Barnes lalu melepaskan kerah bajunya Prince dan Prince menoleh ke Barnes dengan wajah cemberut dan berkata, "Dasar galak! Dasar pelit! peluk dikit aja nggak boleh, pelit!" Prince lalu melangkah ke dapur untuk mengambilkan empat botol cola dingin.


Barnes duduk di sebelahnya Amanda dan berkata, "Prince anak yang sangat aktif. Kamu harus siapkan energi ekstra kalau dia mengajak kamu mengobrol karena, sekali aja dia buka mulut untuk mengobrol, bisa betah berjam-jam dia"


Chery tergelak geli dan berkata, "Iya Barnes benar. Mama punya tiga orang anak yang berbeda-beda karakternya. Barnes yang pendiam walaupun dia kembarannya Bryna tapi, Bryna justru ceriwis, dan Prince super ceriwisnya"


"Aku dengar namaku dipanggil, ada apa?" Prince duduk di atas sofa sambil meletakkan empat botol cola dingin di atas meja.


"Kamu super ceriwis" Sahut Chery.


"Sepertinya aku dan Kakak ipar sama ceriwisnya. Kita pasti cocok untuk mengobrol panjang lebar, iya kan, Kak?" Prince melihat wajah Amanda dan Amanda tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya.


"Bryna mana, Ma?" tanya Amanda ke Chery.


Bryna dan Jake sedang berbicara dengan Papa di ruang kerjanya Barnes. The Five Jays ada di kamar mereka masing-masing untuk beristirahat. Katanya nanti malam Barnes dan timnya akan berangkat ke Jepang. Oh iya! Ada Kakak kamu juga, dia berada di kamar kamu, namanya Duscha Igor, kamu beruntung bisa bertemu dengan Kakak kamu yang sangat baik dan berhati hangat itu" sahut Chery.


"Hah?! Duscha juga di sini? Ngapain?"


"Lho, Duscha tadi bilang kalau dia sekarang ini bergabung dalam tim kamu. Dia juga akan ikut kalian berangkat ke Jepang"


Prince menatap Mama dan kakak iparnya lalu berkata, "Sepertinya akan terjadi keributan sebentar lagi"


"Prince!" Chery melotot ke Prince dan Prince langsung memamerkan gigi putihnya ke Chery dan Amanda tersenyum geli melihatnya.


The greatest Jake, tak berkutik duduk di depan calon mertuanya.


Raja menatap Jake dengan ekspresi datang dan sorot mata ambigu. Terus menatap Jake selama setengah jam tanpa ada tanya meluncur dari bibirnya.


Tangan Jake mulai gemetar dan baru sekali ini tangannya Jake bergetar. Bahaya apapun yang pernah ia hadapi, tidak pernah membuat tangannya gemetar, namun berhadapan dengan calon mertuanya, tangannya bergetar dan keringat dingin mulai keluar di pelipisnya.


Bryna menaruh tangannya di atas tangan Jake lalu menggenggamnya.

__ADS_1


Setengah jam berlalu dan Raja menghela napas panjang lalu bertanya, "Kalian saling mencintai?"


Jake dan Bryna menganggukkan kepala mereka dengan mantap.


"Jake, kamu benar-benar serius dengan Putriku kali ini?"


"Sa...saya selalu serius dengan Bryna sejak saya jatuh hati padanya, Tuan Raja eh Pak Raja, emm anu, maksud saya Om Raja" Jake benar-benar tak berkutik di depan Raja Darmawan yang tampak sangat berwibawa dan selalu memasang wajah serius dengan sorot mata yang selalu ambigu.


"Kalian sudah melakukannya?"


Mendengar pertanyannya Raja, Jake seperti terkena sambaran petir. Jake langsung merosot dari tempat duduknya dan bersimpuh di atas lantai sambil berkata, "Maafkan saya yang tidak bisa menahan gairah. Saya akan bertanggung jawab dan ........"


Bryna melotot kaget melihat Jake dan Raja langsung berkata, "Apa yang ada di pikiranmu? Aku tanya apa kalian sudah melakukan pendaftaran pernikahan kalian ke kantor pencatatan sipil?"


Jake mengumpat di dalam hatinya saat ia menyadari kebodohannya. Dia malu benar-benar merasa malu dan langsung menundukkan wajahnya dan tidak berani untuk bergerak sama sekali.


Bryna menoleh ke Papanya dan berkata, "Jake takut sama Papa. Dia jadi salah tingkah dan salah paham dengan maksud dari pertanyaannya Papa tadi"


"Papa nanya kalian sudah melakukannya belum?" Raja menatap Bryna dengan tajam.


"Sudah. Tadi pagi kami mendaftarkan pernikahan kami. Kami udah resmi jadi suami istri hari ini. Ini surat nikah kami" Bryna menunjukkan surat nikahnya dengan Jake ke Raja.


Jake masih bersimpuh dan menundukkan wajahnya.


Raja lalu bangkit dan berjalan mendekati Jake. Jake semakin ciut nyalinya karena ia merasa kalau Raja akan mengajarnya habis-habisan karena ia sudah nekat menikahi Bryna tanpa meminta ijin terlebih dahulu.


Raja lalu berjongkok, memegang kedua bahunya Jake dan mengajak Jake untuk berdiri.


Jake masih menundukkan kepalanya dan Raja memeluk Jake sambil berucap, "Selamat atas pernikahan kalian. Selamat bergabung di keluarga Darmawan. Tapi, jika sekali saja aku dapatkan kamu mengkhianati Bryna, aku akan temukan semua tulang-tulang kamu"


Jake berkata, "Sa....saya bersumpah demi apapun di dunia ini, saya tidak akan pernah mengkhianati Bryna. Karena, saya sangat mencintai Bryna"

__ADS_1


Raja lalu menoleh ke Bryna dan meminta Bryna masuk ke dalam pelukannya. Bryna menghambur masuk dan Raja memeluk erat putri dan menantunya itu dengan rasa yang hangat penuh kasih sayang.


The greatest Jake akhirnya bisa menghela napas lega dan mengulas senyum di wajah tampannya.


__ADS_2