
Deru angin laut menampar keras wajah tampannya Barnes juga menampar wajah tegas milik temannya Barnes yang tengah fokus mengemudikan speed.boatnya. Dan angin laut menerpa keras rambut mereka berdua, seolah hendak menerbangkan rambut cepak mereka berdua. Dingin mulai menyergap namun, warna biru laut, ombak yang berbuih, hingga gumpalan awan di batas cakrawala yang tanpa batas sangat sayang untuk dilewatkan karena, itu semua merupakan hadiah luar biasa untuk kedua bola mata mereka.
Gemuruh ombak membuat hati Barnes semakin berdegup menahan kekhawatirannya atas Amanda.
Barnes dan temannya yang hanya memiliki nama Jake, menemukan kapal yang mereka cari berlabuh di sebuah pulau. Barnes dan Jake melompat turun dari speed boat lalu melangkah memasuki pulau tersebut.
Barnes dan Jake terpaksa menggulung celana panjang mereka karena jalan setapak yang mereka lalui sangat buruk, penuh lubang, penuh genangan air karena, sepertinya malam sebelumnya daerah itu diguyur air hujan yang cukup deras dan jalan setapak itu berbatu dan licin dengan pasir berwarna merah menyala. Di sisi kiri dan kanan jalan setapak itu, menjulang tinggi pohon jati dan beberapa pohon besar lainnya.
Barnes dan Jake mempercepat langkah mereka walaupun tetap berhati-hati karena, mereka khawatir jika mereka masih berada di jalan setapak itu sampai petang tiba, maka akan mulai muncul beberapa hewan hutan seperti babi hutan, serigala, ular, dan yang terburuk adalah harimau.
Kecepatan dan ketangkasan Barnes juga Jake berhasil membawa langkah kaki mereka di penghujung jalan setapak itu dan mereka langsung diperhadapkan dengan sebuah kastil kuno yang sangat besar, menjulang tinggi dan megah sebelum petang tiba. Dari kejauhan, Barnes dan Jake dapat melihat lampu tampak menyala terang di setiap ruangan kastil itu.
Barnes beradu pandang dengan Jake. Kemudian Barnes bertanya, "Ini pulau pribadi?"
Jake menganggukkan kepalanya.
" Lalu siapa pemilik pulau pribadi ini dan kastil itu?"
"Milik Praja Anggada. Seorang konglomerat kaya raya yang memiliki beberapa restoran, hotel, dan beberapa klub malam untuk menutupi bisnis dia yang sebenarnya" sahut Jake.
"Bisnis apa?" Barnes mulai tampak panik dan ia berharap, jawaban Jake tidak sama dengan apa yang terlintas di benaknya.
"Prostitusi. Praja Anggada seringkali membeli gadis yang masih muda belia dan masih perawan dari keluarga yang miskin atau dari keluarga yang gila harta lalu setelah ia mencicipi madu dari gadis itu, ia akan menjual gadis itu ke luar negeri untuk menjadi PSK lalu ....."
__ADS_1
"Jangan diteruskan!" Barnes mulai memekik dengan nada geram. Deru napas menggebunya Barnes membuat komandan tampan itu berlari menuju ke gerbang depan kastil itu
Jake tersentak kaget melihat reaksinya Barnes. Jake segera mengejar Barnes lalu menahan badannya Barnes dengan cara mendekap Barnes dari arah belakang, lalu ia berbisik di telinganya, "Jangan masuk ke dalam kastil tanpa undangan! Kau ingin mati konyol, ya?"
Barnes meronta ingin melepaskan diri dari dekapannya Jake, "Lepaskan Aku! Aku harus segera menyelamatkan Amanda. Lepaskan aku!"
"Segera sih segera tapi, harus tetap pakai otak jernih, pakai cara dan rencana. Kenapa kau jadi ceroboh seperti ini sih Barnes?"
Barnes berputar badan dan Jake langsung melepaskan Barnes dan mundur selangkah saat Barnes berdiri di depannya dengan wajah penuh dengan ketegangan dan kekhawatiran, "Lalu rencana apa yang kau punya?"
"Tunggu lah lima menit lagi! Temanku akan keluar dari dalam kastil untuk menemui kita dan memberi kita dua buah tiket masuk ke kastil itu" sahut Jake. "Bersabar lah sebentar aja! jika kau ingin menyelamatkan gadismu, kau harus tetap berpikiran jernih, tenang, dan sabar!"
Barnes menghela napas panjang lalu duduk di atas pasir berwarna merah dengan wajah kaku penuh dengan ketidaksabaran.
Wanita itu melenggak-lenggok seksi dengan high heels berwarna merah menyala, menuju ke tempat Jake yang tengah berdiri tegap menunggunya. Wanita berparas sangat elok itu melirik sekilas ke Barnes yang duduk di atas pasir berwarna merah. Tepat di depannya Jake, ia menghentikan langkah seksinya dan berkata, sambil menyodorkan dua lembar tiket masuk yang bentuknya mirip dengan sebuah kartu chip yang sering mereka dapatkan jika mereka menginap di hotel berbintang lima.
Barnes bangkit ketika ia mendengar Jake memanggil namanya. Barnes lalu berdiri di antara Jake dan wanita seksi itu.
"Kenalkan ini temanku, namanya Alice. Dan Alice, kenalkan ini Barnes" Jake mengenalkan Barnes ke Alice dan begitu sebaliknya.
Alice langsung terpesona melihat sikap dinginnya Barnes yang terpancar sangat memesona di wajah Barnes yang sangat tampan.
Jake menangkap sorot mata kekagumannya Alice atas Barnes dan ia segera berucap, "Jangan terpesona pada Barnes..Barnes sudah punya kekasih. Kekasihnya diculik oleh Praja Anggada dan di bawa ke sini"
__ADS_1
Alice tersenyum kecil dan merona malu lalu Alice berucap, "Kalau begitu, ikuti aku! kita masuk ke kastil, kalian menginap di rumahku untuk berganti baju dan nanti malam, kalian bisa ikut hadir di acara pelelangan di kediamannya Praja Anggada" Alice terus berucap sambil kembali meliuk-liukkan pinggangnya melangkah menuju ke gerbang depan kastil itu. Barnes dan Jake langsung mengikuti langkahnya Alice.
Beberapa menit kemudian, Barnes dan Jake berada di dalam rumahnya Alice dan Barnes langsung meradang saat Alice mengatakan bahwa yang akan dilelang oleh Praja Anggada adalah para gadis yang sudah berhasil Praja Anggada culik dan ia bawa ke dalam kediaman mewahnya.
Barnes langsung menyeret Jake masuk ke dalam mobil mewah yang sudah disediakan oleh Alice. Dan tentu saja semuanya itu tidak gratis. Barnes harus merogoh koceknya dalam-dalam malam itu untuk membayar makanan, penginapan, setelan mewah dan sebuah mobil untuk mendukung penyamarannya Barnes dan Jake masuk ke dalam kediamannya Praja Anggada.
"Teman kamu tadi mata duitan juga ya dan di pulau terpencil seperti ini dia memiliki fasilitas elektronik yang lumayan canggih bahkan dia menerima pembayaran via kartu" Barnes berdecak kagum.
"Itu bisnisnya Alice. Dia kaya raya di sini dengan cara seperti itu. Walaupun dia matre tapi, dia baik hati. Dia.sering menolong para gadis yang berhasil melarikan diri dari dekapannya Praja Anggada dan Alice memulangkan gadis yang ia tolong itu ke rumah mereka dengan utuh dan selamat"
"Keren juga ya dia" sahut Barnes.
"Dia keren, cantik dan seksi"
Barnes hanya diam menanggapi pujiannya Jake untuk Alice karena, bagi Barnes, Amanda Dirgantara adalah wanita yang paling cantik di dunia ini.
Barnes dan Jake turun dari mobil.mewah yang mereka sewa dari Alice dengan langkah tegap dan gagah karena, mereka memakai setelan jas dengan dasi kupu-kupu yang sangat mahal. Tiket masuk yang diberikan oleh Alice ternyata adalah tiket masuk VVIP. Barnes dan Jake kemudian digiring masuk ke ruangan VVIP. Ruangan itu dikelilingi kaca transparan yang menghadap ke sebuah panggung besar nan megah.
"Kamu tunggu di sini! aku akan mencari keberadaannya Amanda sebelum acara dimulai" bisik Barnes.
"Oke hati-hati dan kembalilah dalam waktu sepuluh menit"
"Siap" sahut Barnes.
__ADS_1