
"Yang kalah wajahnya dikasih bedak. Aku ada bedak di dalam tasku" Batari berucap sembari mengambil bedak dari dalam tasnya.
Dito nyeletuk, "Oke, siapa takut"
Noah terkekeh geli dan berucap, "Feelingku udah mulai nggak enak, nih"
Dan benar saja, di akhir permainan, Dito dan Batari tertawa terbahak-bahak tiada henti saat mereka melihat Noah wajahnya penuh bedak dan mirip dengan badut.
Noah hanya bisa menghela napas panjang, memonyongkan wajahnya dan dengan muka jahil, dia merangkak pelan untuk memeluk Dito dan menempelkan pipinya ke Dito biar Dito juga kena bedak dan Batari sontak bangkit terdiri lalu berlari menjauh sambil terus tertawa lepas tiada hentinya.
Kebersamaan dan keceriaannya Noah, Batari, dan Dito, kembali mengundang keingintahuan seseorang dan sosok misterius tersebut kembali menyeringai dengan penuh kerahasiaan saat ia mendengar bahwa Noah akan berangka dan menginap di pantai setelah menggelar resepsi pernikahannya.
Satu bulan berikutnya, hari yang ditunggu-tunggu oleh Barnes Adiwilaga Darmawan sekeluarga, Adam Baron sekeluarga, Duscha Igor sekeluarga, Jake sekeluarga dan The Jays lainnya beserta keluarga mereka juga, dan tidak lupa Santo, Danny, Lopez, akhirnya tiba. Resepsi pernikahannya Batari Putri Darmawan dan Adam Baron digelar di hotel The Baron, Hotel milik keluarga Baron, warisan dari kakeknya Noah Baron.
Batari tampak anggun, berkelas dan sangat cantik saat tubuh rampingnya yang penuh, dibalut dengan gaun pengantin yang sangat chic dan sederhana. Batari memilih short wedding dress, karena dia memang orang yang tidak begitu menyukai gaun pengantin yang panjang dan merepotkan bagi orang lain maupun bagi yang memakainya.
Batari memilih gaun dengan potongan yang sedikit melebar atau gaya flowy yang lembut dan gaun pilihannya itu sukses membuatnya tampak sempurna dengan tampilan yang sederhana tapi elegan dipadu dengan high heels yang tingginya pas, menonjolkan lekuk kaki jenjang Batari yang sangat indah, membuat Noah Baron yang berdiri di depan Batari, menaik turunkan jakunnya dengan tatapan memuja.
"Hentikan tatapan kamu itu, Noah, eh, Mas! Aku jadi malu, nih. Kamu tahu sendiri, kan, aku jarang pakai gaun, jadi maaf kalau kurang pas di mata kamu" Batari berucap dengan mengelus gaunnya.
Noah tersenyum dan sambil melangkah mendekati Batari, Noah memeluk pinggangnya Batari, mencium keningnya Batari dan berucap di sana, "Kau sempurna, Sayang. Kau sangat cantik memakai gaun ini. Andaikan ini bukan resepsi pernikahan kita.dqn kita tidak sedang diburu oleh waktu, aku sudah menculik kamu dan membawa kamu lari ke dalam hutan"
Batari menarik wajahnya agar bisa melihat wajahnya Noah dan sambil terkekeh geli dia bertanya, "Kenapa harus ke dalam hutan larinya?"
"Biar nggak ada yang menganggu kita" Noah menyeringai nakal dan Batari langsung memukul pelan dada bidangnya Noah.
Batari mengelus pipinya Noah sambil berkata dengan senyum cantiknya, "Kamu terlihat sangat gagah dan tampan dengan seragam lengkap kamu ini. Aku bangga menjadi Istri kamu"
"Dan semoga selamanya kamu akan terus menatapku seperti ini, Tari" Noah mencium bibirnya Batari dan saat ia hendak melepaskan bibirnya, Batari menahan bibirnya Noah dan ia mengajak Noah berciuman.
__ADS_1
Amanda masuk ke dalam ruang rias dan langsung memekik kaget, "Astaga! Kenapa kalian malah ciuman?"
Noah tersentak kaget dan sontak menarik bibirnya dari bibir Batari dan menoleh ke Amanda dengan wajah meringis dan menggaruk kepalanya yang bertopi.
"Kenapa kalian tidak bisa bersabar barang sebentar aja, sih?!" Amanda menepuk bahu Noah dan Batari secara bergantian.
Noah dan Batari mengaduh pelan dengan kompak.
Amanda kembali berkata sambil menatap Batari, "Tari! Lihat tuh lipstick kamu belepotan, hadeeehhh!" Batari meringis di depan mamanya dan Amanda bergegas memanggil kembali penata rias untuk membetulkan riasannya Batari. Kemudian, Amanda menggandeng lengannya Noah dan menarik Noah keluar dari ruang rias pengantin sambil berkata, "Kenapa kamu bisa lepas dari pengawasannya Jake dan Barnes?"
Noah mengulum bibir menahan geli, lalu berkata, "Papa dan Om Jake bermain catur di dalam dan saya nggak ada temannya. Jadi, saya pikir saya pergi melipir ke ruangannya Tari, aja"
Amanda menoleh ke Noah dan berkata, "Pengantin pria dan wanita nggak boleh berpikir di acara resepsi mereka, nanti luntur make up kalian, hadeeehhh! Dan jangan diulangi lagi!"
"Iya, Ma. Maafkan Noah" Noah merangkul Amanda dan Amanda langsung menggelengka-gelengkan kepalanya. Kemudian, dia dan Noah tertawa lepas secara bersamaan.
Bryna melangkah lebar setengah berlari menghampiri Amanda dan Noah sambil menggendong Dito untuk berkata, "Kita harus segera merapikan Noah karena sudah waktunya bagi Noah untuk berjalan ke altar dan menunggu kedatangannya Batari di sana"
Noah mengusap kepalanya Dito dan berkata, "Makasih, ya, Dito"
"Oke. Tapi, di mana Barnes dan Jake?" Tanya Amanda.
Brak! Bryna membuka kasar pintu ruang rias pria dan ia mendengus kesal saat ia melihat Barnes dan Jake masih asyik bermain catur.
"Jake, Barnes! Buruan dampingi Noah berjalan ke altar! Kok malah asyik bermain catur sih?! Hadeeehhh!" Bryna mendelik kesal.
Barnes dan Jake sontak bangkit berdiri tegak dengan sikap sempurna untuk berkata secara bersamaan, "Siap delapan. enam, Bu Bos!"
"Dasar gila" Bryna masih mendelik ke Jake dan Barnes.
__ADS_1
Dito, Noah dan Amanda mengulum senyum menahan geli.
Barnes dan Jake segera mendampingi Noah berjalan ke altar dan di sana mereka menunggu kedatangannya Batari.
Seorang wanita muda nan cantik menemui seorang pria seumuran Barnes untuk berkata, "Sepertinya sangat sulit untuk bisa menculik Dito dan Batari. Penjagaan di sini super ketat dan sistem keamanannya sangat canggih"
Batari berjalan menuju ke altar dengan iringan lagu 'Tulang Rusukku' dan diiringi decak kagum para tamu akan kecantikannya Batari.
Noah terus mengulas senyum penuh cinta dan bangga bercampur haru saat ia melihat wanitanya berjalan perlahan menuju ke dia.
Saat Batari sudah berdiri di depannya Noah, Noah sontak merentangkan kedua lengannya untuk memeluk Batari dan Barnes sontak menarik kerah serangannya Noah sambil berkata, "Jangan dipeluk dulu! Kalian kan belum mengucapkan janji pernikahan dan belum diberkati, hadeeehhh!"
Seluruh tamu undangan sontak menggemakan tawa mereka melihat tingkah lugunya Noah dan Noah langsung tersenyum ke semua tamu undangan dengan rona malu di wajahnya dan ia kemudian berkata, "Maaf, khilaf. Saya terlalu terpesona dengan kecantikan pengantin saya dan rasanya saya sudah tidak tahan untuk segera membawanya kabur dari sini, hehehehehe"
Seluruh tamu undangan sontak menggemuruhkan tawa renyah mereka.
Batari tersipu malu dan langsung menggandeng lengan Noah untuk menghadap ke Bapak Pendeta yang akan memberkati pernikahan mereka sebelum resepsi pernikahan mereka dimulai.
Bapak Pendeta tersenyum lebar di depan Noah dan Batari dan bertanya, "Khilafnya sudah selesai?"
Batari menunduk malu saat Noah berkata dengan senyum malu, "Sudah Pak Pendeta"
Setelah Noah dan Batari saling mengucapkan janji pernikahan, Dito maju sambil membawa nampan berisi cincin pernikahan. Di saat cincin sudah terpasang di jari manisnya Noah dan Batari, Pendeta memberkati mereka dan meneguhkan sebagai pasangan suami istri sampai maut memisahkan mereka.
Noah tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan. Saat Bapak Pendeta berkata, "Pengantin pria boleh mencium pengantin pria" Noah langsung menarik tengkuknya Batari dan mengajak Batari berciuman cukup lama sampai Barnes harus turun tangan untuk berkata, "Cukup!" Dan Bapak Pendeta hanya bisa tersenyum lebar melihat tingkah polosnya Noah.
Dan, wanita muda nan cantik yang terus mencari celah untuk bisa menculik Dito dan Batari, hanya bisa kembali mengigit jarinya, karena Santo, Lopez, dan Danny terus berada di dekatnya Dito sedangkan Batari terus berada di tengah-tengah Barnes dan The Five Jays.
Wanita muda nan cantik itu kemudian menemui bosnya dengan sembunyi-sembunyi untuk berkata, "Kita harus bersabar dulu sepertinya. Kita akan culik mereka saat mereka berada di pantai saja"
__ADS_1
"Oke" Sahut sang bos.