
maaf baru bisa lanjutkan kisah Dito 🙏 Maaf sudah membuat para pembaca yang baik hati dan cakep-cakep menunggu terlalu lama kelanjutan kisah ini. Saya Habsi kena covid dan harus isoman selama dua Minggu. Jadi agak tersendat otaknya untuk mikir di lebih dari satu judul kisah🙈 Sekarang mari kita simak kelanjutan kisah Dito dan keluarga kecilnya.
...❤️Happy reading❤️...
Dito sampai di rumah dan langsung disambut tawa ceria putri cantik kesayangannya. Aurora meringkuk di atas pangkuan Dito dan Dito tertawa bahagia. Dia menunduk dan mencium tangan mungilnya Auroa sembari melajukan kursi roda elektriknya. Di tengah jalan, Aurora berhenti di toko alat-alat medis untuk membelikan kursi roda elektrik agar suami tampannya bisa bergerak bebas di rumah selama tiga bulan ke depan.
Sementara itu, Cantika langsung mengajak anak gadis manis yang dia dan Dito bawa pulang dari rumah sakit, ke kamar untuk ia mandikan dan ia berikan baju baru. Cantika membelikan beberapa baju baru untuk gadis manis bernama Marsha itu.
Dito tersenyum lebar saat putri cantiknya duduk bersila di atas pangkuannya dan menunduk melihat kakinya. "Papa kenapa? Kenapa Papa duduk di kulsi aneh ini?"
Dito memeluk Aurora dan berkata, "Papa baik-baik saja dan hanya perlu duduk santai di kursi ini selama tiga bulan. Kursi ini namanya kursi roda bukan kursi aneh, Sayang"
Aurora menegakkan badannya untuk menatap kembali papa tampannya dan bertanya, "Kulsi (kursi) ini ada tombolnya dan ada lodanya (rodanya). Kelen (keren) anget (banget), Pa, kulsi ini. Lola boleh mencet tombolnya?"
Dito terkekeh geli dan setelah menciumi wajah putri cantiknya, ia berkata, "Boleh. Ini tombol untuk belok ke kanan dan ke kiri. Tuas ini untuk maju dan mundur, Lalu, tombol ini untuk mengerem"
__ADS_1
Aurora kegirangan dia seperti mendapatkan mainan baru. Alhasil semua tombol ia pencet dan tuasnya ia mainkan. Dito sebenarnya mulai merasa mual dan pusing saat Aurora memutar-mutar kursi rodanya, namun saking sayangnya sama Aurora, Dito menahan mual dan pusingnya dan membiarkan Aurora terus bermain-main dengan kursi rodanya.
Tiba-tiba terdengar suara cempreng, "Rora! Hentikan! Kasihan Papa kamu kalau kamu putera-puter terus kursi rodanya. Papa kamu bisa mual dan pusing!" Cantika memekik kaget dan langsung berlari untuk memencet tombol rem lalu mengangkat putri kecilnya dari atas pangkuan suaminya.
Cantika menggendong Aurora yang wajah mungilnya masih tampak kaget. Lalu, Cantika bergegas menoleh ke Dito, "Kau tidak apa-apa? Kau pucat, Mas"
Dito mengibaskan tangannya dan berkata, "Aku ngga papa" Sambil meringis menahan mual dan pening di kepalanya.
Aurora langsung memijit pucuk kepala Dito sambil berkata ke Aurora, "Lihat! Papa kamu pucat, tuh. Jangan diulangi lagi! Ngerti!"
Aurora langsung melompat dari dalam. gendongan mamanya dan kembali nangkring di atas pangkuan papanya untuk berkata, "Maafkan, Lola, Pa. Lola akan pijit kepala Papa" Setelah kedua pipi papa tampannya, Aurora memijit pelipis kanan dan pelipis kiri Dito dengan kedua jari-jari mungilnya"
Dito tertawa bahagia dan menatap istrinya, "Lihatlah! Putriku pengertian kayak Papanya, kan?"
"Hei! Rora juga Putriku" Aurora hanya bisa menghela napa panjang, bersedekap kesal dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
Dito tergelak geli lalu berkata, "Iya. Kalau Rora cemberut dan bandel, dia Putri kamu. Kalau Rora pengertian dan baik kayak begini, dia Putriku, hahahahahaha"
"Iya, benel (bener)" Sahut Aurora asal seolah ia mengerti ucapan papanya.
Dito tergelak geli dan Cantika menyahut kaget, "Eh, dia bilang bener lagi. Emang dia ngerti artinya?"
Dito kembali tergelak geli.
Marsha yang tidak rela om baiknya, malaikat penolongnya, direbut gadis lain, langsung berteriak, "Jangan sentuh Om Dito! Dia pahlawanku!"
Dito, Cantika, dan Aurora sontak menoleh ke asal suara teriakan itu dengan ekspresi kaget.
...❤️Promo Novel Baru❤️...
__ADS_1
Semoga berkenan mampir di sana🙏 Terima kasih banyak atas dukungannya 🙏🤗❤️