Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Memekik senang


__ADS_3

Nkah langsung melompat naik ke jendela toilet dan melompat turun dari sana. Dia celingukkan dan langsung menggertakkan gerahamnya saat ia menemukan kaosnya di atas rumput.


Noah berlari lurus dengan sangat kencang saat ia mendengar suara deru mesin mobil, namun ia terlambat mengejar mobil itu.


Noah segera berputar badan dan lari ke parkiran depan di mana mobil Jeep kesayangannya nongkrong di sana. Noah langsung injak gas dalam-dalam untuk mengejar mobil van putih yang ia curigai membawa istri tercintanya yang tengah hamil muda.


Amanda yang mencurigai Silvia, langsung mengajak Dito, "Kita ke kantornya Om Hemi, yuk!"


Dito merosot turun dari kursinya dan menghanguskan kepalanya penuh semangat


Sesampainya di depan pintu ruangannya Nehemia, Amanda mengetuk sebanyak tiga kali dan dia tersenyum saat Silvia membukakan pintu.


Nehemia langsung bangkit berdiri dan berjongkok saat ia melihat Dito berlari ke arahnya dengan sangat kencang. Nehemia langsung memeluk Dito dengan tawa ceria.


Dito mencium pipinya Nehemia dan berkata, "Om, kok, nggak makan di kantin bareng kita?"


Nehemia mengusap kepala Dito dan setelah ia mencium punggung tangannya Amanda dia berucap ke Dito, "Om repot banget, maaf, ya"


Silvia langsung berucap, "Aku balik ke ruangan saya dulu"


"Dito main bola di halaman, boleh, Om?"


Nehemia mengangguk ke Dito dan Dito langsung melesat ke halaman.


Amanda menoleh ke Silvia dan kembali menautkan kedua alisnya saat ia mendengar dengungan kata di benak Silvia, "Sial! Untuk apa Nenek sihir ini ke ruangannya Hemi?"


Nehemia memanggil Amanda, "Tante, kenapa bengong? Ayo makan bareng Hemi. Silvia beli banyak banget makanan, nih"

__ADS_1


Amanda menoleh ke Nehemia dan sambil duduk ia berkata, "Silvia itu calon Istri kamu, ya?"


Nehemia duduk di depan Amanda dan berkat ,"Terpaksa. Hemi sebenarnya nggak mencintai dia sama sekali. Yeeeeah, saya harus bicara jujur sama Tante. Kalau bohong pun akan ketahuan. Tante, kan bisa baca pikiran orang"


Amanda tersenyum dan setelah menghela napas panjang ia berucap, "Aku bertemu dengan Silvia di kantin. Aku bisa baca semua pikiran Silvia. Tapi, kok agak aneh, ya? Sepertinya Silvia bukan cewek yang baik. Kalau Tante ini adalah Mama kamu, Tante nggak akan setuju kalau dia jadi Istri kamu"


Nehemia langsung semringah dan dia langsung berkata, "Tante bisa menolongku?"


"Menolong yang bagaimana, nih?" Amanda berucap sambil tersenyum penuh tanya.


"Tante bilang ke Papaku kalau Silvia bukan cewek yang bukan cewek yang baik.Terus bilang ke Papa kalau dia bukan wanita yang cocok untuk menjadi Istriku"


"Tante mau katakan semua pemikiran Tante soal Silvia ke Mana dan Papa kamu, asal kamu bisa move on dari perasaan kamu ke Tari"


Nehemia seketika mematung. Lalu, ia mengelus tengkuknya dan meringis,."Yeeeahhh, ketahuan juga sama Tante. Sejak kapan Tante tahu kalau aku sangat mencintai Kak Tari?"


"Semua itu benar, Tante. Maafkan saya kalau.........."


"Cinta kamu nggak salah kalau cinta kamu tidak ngawur. Tante diam dan merahasiakan hal ini dari semua orang termasuk Tari dan Noah, karena Tante melihat cinta kamu nggak ngawur. Tapi, Tante kasihan sama kamu kalau kamu terus mencintai Tari secara diam-diam"


"Saya benar-benar belum bisa move on dari perasaan cinta ini, Tante"


"Karena kamu nggak mau cari wanita yang baik. Selama ini, kamu cuma cari wanita untuk melampiaskan perasaan terpendam kamu untuk Tari. Cobalah cari wanita baik yang tulus, berjiwa bersih, bisa menerima kamu apa adanya dan cari yang bisa memahami kamu, maka kamu lambat laun akan jatuh cinta padanya"


"Nyarinya di mana Tante? Wanita seperti itu hanya saya temukan di diri Kak Tari"


"Tante bisa baca pikiran orang dan Tante akan bantu kamu cari cewek yang semacam itu. Deal?"

__ADS_1


"Deal!" Sahut Nehemia dengan senyum semringah.


Batari terbangun di sebuah kamar yang sangat bagus dan dia terkejut saat ia melihat ada seorang pemuda yang sepertinya seumuran dengan suaminya. Batari langsung bangkit berdiri dan pasang kuda-kuda sambil berteriak, "Siapa kamu?! Di mana ini?!"


"Anda adalah cucu buyutnya Tuan Moses Elruno?"


"Iya. Emang kenapa? Pengen merasakan tendangan maut Elruno, hah?! Sini kamu!"


"Nggak Nyonya. Saya mohon Nyonya tenang dulu. Saya mau ditugaskan menculik Nyonya karena ingin menyelamatkan Anda. Kalau bukan saya yang menculik Anda, Anda pasti sudah jadi mayat saat ini"


Batari masih memasang kuda-kuda andalannya dan berteriak, "Selesaikan kalimat kamu! Kalau aku rasa ucapan kamu tidak masuk akal, aku akan mendaratkan tendangan maut Elruno ke wajah kamu itu!"


"Adik saya pernah diselamatkan oleh Tuan Moses Elruno. Lalu, Nyonya Melati Elruno, mengasuh dan menyekolahkan saya dan adik saya selama Papa saya berada di dalam penjara. Saya dan adik saya tinggal di yayasan capungnya Nyonya Melati Elruno. Adik saya waktu itu kena penyakit ganas dan butuh operasi. Tuan Moses yang membiayai semua biaya operasi dan pengobatan adik saya, sampai adik saya sembuh. Ini ada foto Nyonya Melati Elruno bersama saya dan adik saya di depan yayasan Capung. Saya selaku membawa foto ini ke mana pun saya pergi"


Batari menjulurkan lehernya untuk melihat foto itu, lalu berkata, Oke! Aku percaya kalau kamu kenal sama Nenek dan Kakek buyutku Tapi, kalau kamu diasuh dan disekolahkan sama Nenek buyutku, kenapa kamu bisa jadi penjahat kayak gini?"


"Saya bukan penjahat. Saya adalah detektif kepolisian yang menyamar dan menyusup ke asosiasinya The Rat dan saat say mendengar rencana The Rat ingin menculik Anda, saya langsung maju menawarkan diri untuk menjalankan misi penculikan ini. Ini tanda pengenal saya yang asli"


Batari berdiri tegap dan menjulurkan lehernya lagi untuk melihat kartu pengenal orang itu, "Cephas Handoko? Nama yang unik" Sahut Batari.


Pria itu memasukkan tanda pengenalnya yang asli ke dalam dompetnya beserta foto dirinya, adiknya dan Melati Elruno. Lalu, ia berkata, "Ada satu lagi orang yang Anda kenal di sini, jadi Anda bisa tenang tinggal di sini sampai saya menemukan siapa The Rat"


"Siapa?" Batari langsung mengerikan keningnya.


"Masuklah!"


Seorang pemuda masuk dan Batari langsung memekik senang dan memeluk pemuda itu, lalu berkata, "Alex! Senang sekali aku bisa melihat kamu lagi"

__ADS_1


__ADS_2