Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Kejutan


__ADS_3

Batari terbangun dari tidur panjangnya dan langsung mengumpat kesal, "Dasar Noah brengsek! Dia telah membuat badanku remuk redam sepeti ini"


Batari lalu meraih bajunya yang jatuh ke lantai dan sambil memakai kembali bajunya, ia celingukan mencari keberadaannya Noah.


Saat wanita cantik istrinya Noah Baron itu tidak menemukan suaminya di sekitar kamar, Batari kemudian bangkit berdiri dan melangkah ke kamar mandi, dia buka pintu kamar mandi yang tidak terkunci dan dia tidak menemukan sosok Noah di sana. Batari menutup kembali pintu kamar mandi sembari bergumam, "Noah ke mana?" sambil berjalan ke ranjangnya dan duduk kembali di atas ranjang sambil merogoh tasnya untuk mengambil ponselnya.


Batari membuka pesan text dari suamiku. Batari terkekeh geli dan bergumam, "Kenapa dia kasih nama dia di ponselku dengan nama suamiku. Pffft! Norak banget si Noah itu" Batari kemudian membaca pesan text dari suaminya dan langsung memencet tombol kamera, dia mengambil gambar dirinya dengan bibir mengerucut dan langsung mengirim foto itu ke suaminya dengan pesan text, sendirian tanpamu dan langsung merindukanmu. Batari, lalu menatap terus ponselnya untuk menunggu balasan pesan dari suaminya.


Pangeran Arka datang dan langsung masuk ke ruang pertemuan. pangeran Arka duduk di sebelah kanan Ratu Ambika dan Pangeran Abiyu duduk di sebelah kirinya Ratu Ambika. Ratu dan kedua cucunya itu duduk di ujung meja. Sementara itu, mamanya Pangeran Abiyu dan Felix duduk berhadapan di samping meja.


Di saat rapat berlangsung, Pangeran Arka melirik ponselnya yang ia letakkan di atas meja tampak berkedip-kedip. Dia meraih ponselnya dan ia bawa ponselnya ke bawah meja. Dia kemudian menunduk untuk melihat pesat text yang masuk dari Batari. Pangeran Arka langsung mengulum senyum saat ia melihat foto Batari tengah memonyongkan bibirnya di atas ranjang dengan pesan text, sendirian tanpamu dan langsung merindukanmu. Pangeran Arka langsung membalas pesan text dari istrinya itu, aku juga sangat merindukanmu, Istriku yang cantik.


Felix yang duduk di samping meja di sebelah kanannya Pangeran Arka langsung menoleh ke Pangeran Arka dan langsung menyenggol tangan Pangeran Arka yang ada di bawah meja.


Pangeran Arka terkejut dan langsung mengangkat wajahnya, kemudian menoleh ke Felix. Felix memberi isyarat agar pangeran Arka fokus ke rapat, karena rapat tersebut membahas tentang kedudukan presiden direktur, menggantikan Ratu Ambika yang menginginkan mundur dari dunia politik kerajaan Wahyatma dan dari dunia bisnis. Kandidat penggantinya adalah Pangeran Arka dan Pangeran Abiyu.


Putri Amina yang duduk di sampingnya mamanya pangeran Abiyu, menoleh ke suaminya dan bertanya-tanya di dalam hatinya, apa yang dilihat suamiku di ponselnya sampai dia senyum seperti itu? Dia bahkan tidak pernah tersenyum padaku seperti itu.

__ADS_1


Semua yang menatap pangeran Arka saat itu berpikir bahwa pangeran Arka mengenakan kontak lensa berwarna biru karena, warna mata pangeran Arka tampak biru dan putri Amina pun baru menyadarinya saat itu.


Batari menerima pesan text dari suaminya dan langsung membacanya.dengan penuh semangat, "Aku juga sangat merindukanmu, Istriku yang cantik" Batari tersenyum bahagia dan dengan perasaan cinta yang membuncah, ia langsung mencium layar ponselnya, mendekap ponsel itu dan ia ajak ponselnya berguling-guling di atas ranjang dengan tawa renyah.


Bagai tersambar petir di siang bolong, pangeran Arka langsung menarik rahangnya ke bawah saat ia mendengar kesepakatan mutlak dari semua pemegang saham termasuk neneknya, "Kami setuju Pangeran Arka menjadi Presdir menggantikan Ratu Ambika, tapi Pangeran Arka harus memiliki keturunan terlebih dahulu. Jika dalam waktu dua bulan, Putri Amina belum hamil juga, kami akan menikahkan Pangeran Abiyu dengan seorang wanita dari keluarga bangsawan terkemuka dan jika Pangeran Abiyu lebih dulu memiliki keturunan maka posisi Presdir diserahkan ke Pangeran Abiyu"


Pangeran Arka langsung menyemburkan ketidaksetujuannya saya keputusan mutlak itu, tapi suara dia kalah dengan suara terbanyak. Pangeran Arka hanya bisa terhenyak lemas di kursinya.


Sementara itu, Ratu Ambika, Putri Amina, mamanya pangeran Abiyu dan Pangeran Abiyu tersenyum lebar mendengar keputusan mutlak tersebut. Ratu Ambika tersenyum lebar karena ia sangat menyayangi Arka melebihi rasa sayangnya pada Abiyu dan dia sangat yakin kalau Arka bisa segera menghamili Amina.


Pangeran Arka langsung bangkit berdiri dan Felix langsung menarik tangan pangeran Arka agar junjungannya itu duduk kembali. Felix memberikan isyarat ke pangeran Arka agar diam saja dan tidak memberikan reaksi apapun.


Beberapa menit kemudian, rapat pun usai dan Felix yang berdiri di hadapannya Pangeran Arka, langsung berkata dengan berbisik dan memasang wajah serius,"Kalau Anda tidak bisa membuat Putri Amina hamil, maka Anda akan lengser dari posisi Anda saat ini, Pangeran"


"Tapi, aku tidak mencintai wanita yang bernama Amina itu. Aku juga tidak bisa dekat-dekat dengannya karena, aku pasti akan bersin terus. Dan, alasan utama kenapa aku menolak keputusan itu, karena aku sudah menikah dan aku tidak mau mengkhianati Batari. Aku sangat mencintai Batari" Ucap pangeran Arka dengan nada lemas dan wajah murung, punggungnya pun sedikit melengkung ke depan karena, kesal.


"Hanya saya dan semua yang ada di pulau pribadi keluarga kerajaan Wahyatma yang tahu soal pernikahan Anda dengan Batari. Jadi, saya rasa tidak akan jadi masalah kalau Anda menghamili putri Amina.

__ADS_1


"Nggak aku tetap nggak mau dan aku akan mencari cara untuk bisa lepas dari masalah ini. Aku hanya mencintai Batari, titik" Sahut pangeran Arka sembari berlalu pergi dari Felix dan Felix hanya bisa menghela napas panjang.


Putri Amina yang sangat bahagia menerima titah dari Ratu Ambika bahwa malam nanti ia harus satu kamar dengan suaminya, bergegas pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter keluarga kerajaan Wahyatma dan bertanya, "Kenapa suami saya, Pangeran Arka selalu bersin setiap kali saya mendekatinya, Dok?"


Dokter keluarga kerajaan Wahyatma itu menghela napas sebentar sebelum berucap, "Pangeran Arka alergi dengan parfum wanita. Kalau Anda ingin mendekatinya, Anda tidak boleh memakai parfum apapun"


"Kalau deodorant atau bedak?" Tanya Putri Amina kemudian.


"Boleh. Deodorant dan bedak tidak memicu alergi yang ada di diri Pangeran Arka.


Pulang dari rumah sakit, putri Amina terus mengulas senyum bahagia dan dia semakin bahagia saat melihat semua pelayan pribadinya telah pindah ke istana utama.


Ratu Ambika menyambut kedatangan putri Amina di istana utama dan langsung berkata, Pergilah ke kamar suami kamu. Tunggu suami kamu di sana"


Putri Amina mengangguk dengan senyum bahagia.


Sesampainya ia di kamar suaminya, dia bergegas mandi untuk melepas semua baju yang berbau parfum dan membersihkan dirinya dari wangi parfum. Kemudian dia hanya memakai deodorant dan duduk di balkon dengan dress berkerah rendah yang di dalam dress itu terdapat lingerie seksi yang menggoda. Amina sungguh tidak sabar untuk bisa segera menjalankan salah satu tanggung jawabnya sebagai seorang istri, yakni melayani suaminya di atas ranjang.

__ADS_1


__ADS_2