Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Ciuman Pertama


__ADS_3

Noah melangkah kundur ke belakang saat Benin melangkah maju. Bening menatap Noah dengan penuh harap sambil menghentikan langkahnya.


Noah mundur ke belakang satu langkah lagi untuk menjaga jarak dengan Bening di saat dilihatnya jarak dia dan Bening masih terhitung dekat.


"Kenapa kau terus mundur? Apa aku ini jelek dan bau sampai-sampai kamu nggak mau berdiri dekat denganku?"


Noah hanya bisa diam menatap Bening karena, dia belum mendapatkan ijin dari Batari untuk mengatakan ke Bening kalau dia dan Batari sudah jadian.


"Noah, aku sangat mencintaimu. Aku ingin kita pacaran" Bening kembali melangkah maju dan Noah kembali melangkah mundur.


Noah langsung berkata, "Stop!" saat ia melihat langkah Bening maju kembali untuk lebih dekat dengannya. Noah kemudian berkata, "Aku sudah punya pacar"


Bening langsung mematung di depannya Noah.


"Maafkan aku. Aku tidak bisa membalas perasaan kamu"


"Tapi, kenapa?" tanya Bening. "Apa aku kurang cantik? Apa aku kurang menarik?"


"Bukan karena itu"


"Lalu? Kenapa kamu tidak memilih aku? Aku akan lebih mencintai kamu daripada pacar kamu, Noah. Aku akan memperlakukanmu lebih baik dan........."


"Cinta itu tidak bisa dipaksa. Aku sangat mencintai pacarku dan di hatiku hanya ada dia untuk saat ini dan selamanya" Sahut Noah dengan cepat lalu ia berbalik badan untuk berlari dan mencari Batari.


Bening langsung lemas kakinya dan ia berjongkok dengan rasa kecewa yang sangat besar.


Noah menemukan Batari tengah sibuk mengerjakan soal Matematika dan putra tampannya Adam Baron itu, menarik Batari keluar dari dalam kamar.


Batari tersentak kaget dan memekik, "Mau kau bawa ke mana, aku?!"


Noah terus menarik Batari ke teras depan dan melangkah ke samping rumah untuk menuju ke ruang latihan. Noah langsung menutup ruang latihan, menguncinya dan memeluk Batari.


Batari kaget dan sambil mengelus punggungnya Noah ia bertanya, "Ada apa, sih? Kok kamu jadi melow kayak gini?"

__ADS_1


"Aku takut" Sahut Noah.


"Takut? Kenapa?" Batari bertanya sambil menarik dirinya dari dalam pelukannya Noah untuk menatap wajah tampan pujaan hatinya itu.


Noah memegang kedua bahunya Batari dan berkata, "Bening baru saja nembak aku"


"Oh" Batari ber-Oh dengan wajah dan nada bicara yang santai.


"Oh? Kok, cuma, Oh?" Noah mengerutkan keningnya.


"Iya, Oh. Kan, semua orang berhak untuk mencintai seseorang. Yang penting ........" Batari meletakkan kedua telapak tangannya di atas dada bidangnya Noah untuk berkata, "Di hati kamu hanya untukku"


Noah menyentil keningnya Batari dan Batari langsung mengaduh. Noah terkekeh geli melihat mulut manyunnya Batari, kemudian ia berkata, "Salah sendiri, aku panik setengah mati setelah ditembak oleh Batari dan kamu cuma bilang, oh"


Batari semakin melancipkan bibirnya dan sambil mengusap keningnya dia berucap, "Panas nih habis Lo sentil. Dinginkan sekarang!"


Noah menautkan alisnya, "Pakai apa?"


Noah tertawa lebar lalu ia cium keningnya Batari dan saat Noah hendak menarik bibirnya dari dahi lebarnya Batari, Batari memekik, "Kurang lama! Masih terasa panasnya"


Noah terkejut geli dan terus menempelkan bibirnya di dahi lebarnya Batari dan sambil sesekali mendaratkan kecupan di sana, Noah berkata ,"Udah dingin belum?"


Setelah mendapatkan ciuman dan kecupan cukup banyak di dahinya, Batari akhirnya berkata dengan nada puas, "Sudah dingin"


Noah terkekeh geli lalu ia memeluk Batari dengan sangat kencang dan berucap, "Gemes banget deh aku sama kamu. Apakah aku bisa pisah lama sama kamu? Dan itu dimulai besok" Noah kemudian mengusap lembut punggungnya Batari


Batari pun melakukan hal yang sama, ia memeluk erat Noah, mengusap lembut punggungnya Noah dan setelah menghela napas panjang ia berucap, "Kalau aku mau jujur, aku nggak ingin. kamu berangkat ke Amerika, tapi aku nggak mau egois. Kamu ke Amerika, kan, untuk meraih cita-cita kamu, jadi aku harus rela menjalani LDR sama kamu, nanti"


"Kamu harus janji untuk setia!" Noah mencium belahan pucuk kepalanya Batari.


Batari langsung melepaskan diri dari pelukannya Noah dan langsung mendelik ke Noah untuk melontarkan protes, "Aku ini biasa-biasa aja dan nggak pernah ditembak sama cowok dan..........."


"Dan, dan, dan apa? Siapa bilang kalau kamu tuh biasa-biasa aja. Dan kau bilang nggak ada yang nembak kamu? Lalu apa kabarnya Gio? Aku tahu Gio pernah nembak kamu dari Gio sendiri. Pokoknya selama aku ada di Amerika, kamu nggak boleh ketemuan sama Gio, titik nggak pakai koma!" Giliran Noah yang mendelik ke Batari sambil berkacak pinggang.

__ADS_1


Batari melancipkan bibirnya dan berucap, "Aku kan cuma ada satu yang nembak dan......."


Noah menengadahkan kepalanya ke atas sejenak lalu menunduk dengan cepat untuk menatap tajam wajah pujaan hatinya, "Cuma satu itu yang belum yang berani nembak kamu. Yang lain, kan, belum bermunculan"


Batari langsung menangkup eajah tampannya Noah dengan kedua telapak tangannya dan berkata dengan senyum lembar, "Justru kamu yang aku khawatirkan. Kamu kan, tampan dan banyak digilai cewek selama ini. Banyak cewek yang nembak kamu. Kamu yang harus janji untuk setia! Titik nggak pakai koma!"


Noah menganggukkan kepalanya beberapa kali lalu berucap, "Iya aku janji akan setia. Kamu juga, ya?"


Batari ikutan menganggukkan kepalanya beberapa kali dengan senyum lebar.


"Aku akan menikahimu setelah aku pulang nanti. Papa dan Mama kamu udah merestui hubungan kita"


"Jadi, tadi kamu ngomong soal.........."


Noah menganggukkan kepalanya dengan mengulas senyum penuh cinta yang berbalut kebahagiaan.


Batari memekik, "Ah, aku malu nih sama Mama dan Papa"


Noah terkekeh geli dan berkata, "Kenapa harus malu? Kita serius dengan hubungan ini, jadi ngapain harus malu" Noah lalu membuka kedua lengannya.


Batari langsung melompat ke pelukannya sambil memekik girang, "Aku mencintaimu Noah Baron! Selamanya mencintaimu!"


"Aku juga mencintaimu Batari Abar Darmawan! Selamanya mencintaimu!" Noah berteriak girang sambil mengangkat tubuh ramping kekasihnya laku memutarnya beberapa kali.


Kedua sejoli itu kemudian menggemakan tawa penuh cinta mereka ke udara.


Keesokan harinya, Bening, Batari, Amanda, mengantarkan Noah dan Barnes ke Bandara Internasional.


Noah memberikan kode ke Batari untuk mengikutinya karena, ia ingin pamit secara pribadi dengan Batari. Batari menunggu Noah keluar dari ruang tunggu VVIP lalu ia berkata ke Mama, Papa, dan Bening, "Aku ke toilet dulu, ya"


Batari menemukan Noah bersandar di tembok di sisi timur ruang tunggu VVIP dan Noah langsung menarik Batari masuk ke dalam pelukannya. Dia memeluk Batari cukup lama. Dan saat ia melepaskan pelukannya, ia menatap sendu wajah cantiknya Batari, lalu tanpa pikir panjang, ia menarik tengkuknya Batari dan mencium bibirnya Batari.


Noah mencium bibir sang pujaan hati dengan sangat lembut karena itu adalah, ciuman pertama mereka, dan Noah enggan untuk melepaskan ciumannya saat Batari dengan manja membalas dan menahan bibirnya Noah dengan menuntut lebih dan lebih.

__ADS_1


__ADS_2