
Noah Baron keluar dari bilik kamarnya setelah semalaman ia tidur di lantai tanpa alas apapun dan dia butuh udara segar sembari meregangkan otot-ototnya yang kaku. Noah dikejutkan dengan pemandangan yang sudah tidak aneh lagi baginya. Kelima anak buahnya tidur berjejer di depan pintu kamarnya, seperti kerumunan elang hitam yang tengah menunggu sisa daging.
Noah memutuskan untuk mundur ke belakang dengan pelan untuk masuk kembali ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya dengan segera. Noah mengurungkan niatnya untuk kelar kamar dan berjalan-jalan sebentar mengelilingi rumah yang sudah ia tempati bersama kelima anak buahnya selama kurang lebih dua tahun.
Noah akhirnya membuka jendela di bilik kamarnya yang menghadap ke halaman belakang, agar udara pagi dan hangatnya sinar mentari menyapa kamarnya. Di pulau pribadi milik seorang bos mafia kelas kakap itu hanya ada rumah berlantai satu yang di dalamnya ada tujuh Bulik kamar kecil, dua kamar mandi yang berada di luar kamar, satu ruang makan merangkap dapur yang tidak begitu luas, ruang depan yang dibiarkan kosong tanpa sofa dan televisi, lalu yang terakhir adalah ruang yang paling luas yang digunakan pas bos besar mereka berkunjung untuk mengadakan meeting. Selebihnya, hanya ada dua lumbung besar tempat penyimpanan narkoba dan senjata api ilegal.
Noah langsung memutar badan saat ia mendengar suara lenguhannya Batari. Ia lalu membeku saat kedua kelopak matanya Batari terbuka dan langsung mengarah tajam ke dia.
Noah yang tampak jauh berbeda dari Noah enam tahun yang lalu, membuat Batari untuk sesaat tidak mengenali Noah. Batari langsung bangun, bersandar di ranjang kayu, menarik selimut dan dengan melotot ia bertanya, "Siapa kamu? Kenapa aku bisa ada di sini?"
Noah tersenyum lalu berkata, "Kau masih sama seperti dulu. Masih saja galak dan menakutkan"
Batari langsung bisa mengenali suaranya Noah Baron, ia tersentak kaget dan melompat turun dari atas ranjang dengan tanya, "Noah? Noah Baron? Kau benar Noah Baron?" Suara lirihnya Batari itu membuat Noah bergeming.
Saat Batari membuka mulut dan tampak ingin meneriakkan sesuatu, Noah langsung melompat ke Batari, menarik pinggang rampingnya Batari, membungkam mulutnya Batari dan segera berbisik di telinganya Batari, "Sssssttt! Jangan panggil aku Noah Baron di sini! Namaku di sini adalah Reeds Otniel dan biasa dipanggil serigala hitam. Aku sedang menyamar di sini dan........"
Batari langsung mendorong tubuhnya Noah dengan keras sampai punggung Noah membentur jendela dan mengeluarkan suara braakkkk! yang keras.
Kelima anak buahnya Noah yang tidur di depan pintu kamarnya Noah langsung terbangun semuanya dan dengan kompak, mereka langsung menempelkan telinga mereka ke daun pintu. Salah satu dari kelima anak buahnya Noah bertanya ke temannya, "Apa Bos sudah memulai aksinya memakan wanita itu?"
"Sepertinya sudah"
"Eh, Bos,kan selalu bersin kalau ada cewek di dekatnya, tapi kenapa sama wanita yang di kamarnya Bos, Bos nggak bersin, ya?"
__ADS_1
"Iya kamu benar. Mungkin karena itulah Bos membawa wanita itu ke kamarnya kemarin dan ingin menikmatinya"
Telinga Noah yang sangat tajam dan karena itulah ia mendapat julukan serigala hitam, bisa mendengar suara kasak-kusuk di luar kamarnya. Noah langsung menutup jendela yang dia buka, lalu menguncinya dan melompat untuk memanggul tubuhnya Batari kemudian dia banting tubuhnya Batari di atas kasur sambil berteriak, "Aku akan memakan kamu sekarang juga!" Noah berteriak cukup keras agar suaranya bisa kedengaran sampai di luar kamar.
Batari mendelik dan langsung menampar Noah dengan cukup keras dan saat Batari hendak bangun, Noah langsung menahan tubuhnya Batari dengan tubuhnya, menggenggam kedua telapak tangannya Batari lalu menaikkannya ke atas kepala dan menahan tangan itu di sana. Kemudian ia menempelkan keningnya di kening Batari untuk berbisik, "Ada yang mendengar kita di luar. Kita harus berpura-pura bermain cinta karena kalau tidak, kelima pria ganas di luar kamarku yang akan memakan kamu. Sekarang berteriaklah sekencang-kencangnya seolah-olah kamu aku aniaya dan aku perkosa. Cepat!"
Batari langsung berteriak, "Jangan! Huhuhuhuhu! Jangan nodai aku! Dasar pria bejat! Jangaaaannnnn!!!!!!"
Noah lalu bangun untuk duduk di tepi ranjang dan membuat suara onar, dia melempar bantal ke pintu kamarnya, lalu guling, dan membanting piring dan gelas yang terbuat dari bahan enamel. Gelas blirik yang dibuat dari seng itu cukup ampuh membuat kamarnya seolah-olah terjadi keonaran dan dia memberikan kode ke Batari untuk terus berteriak, "Jangaaannnnn!!!!! Tolonngggggg!
Kelima anak buahnya Noah yang masih menempelkan telinga mereka ke daun pintu kamarnya Noah terkikik geli dan salah satu dari mereka nyeletuk, "Wah, Bos ganas juga, ya?"
"Ya, iya lah, kan udah bertahun-tahun, Bos nggak pernah menyentuh wanita"
Salah satu anak buahnya Noah bahkan ada yang nekat mengintip di jendela, tapi dia tidak bisa melihat apapun karena, Noah menutup gorden dengan sangat rapat.
Batari mendorong tubuhnya Noah dan berteriak, "Kenapa kau main peluk sembarangan dari tadi!"
Noah terkekeh geli dan berkata lirih, "Iya benar. Teriaklah seperti itu agar sandiwara kita terlihat lebih nyata!"
Batari menampar pipinya Noah lalu ia berbisik geram di telinganya Noah, "Aku benci kamu! Aku mencari kamu karena, aku ingin menampar kamu, dasar pembohong! Tukang mainin perasaan cewek! Brengsek kau, Noah Baron!" Batari lalu menegakkan kembali wajahnya dan menatap Noah dengan penuh kebencian.
Noah mengelus pipinya di bekas tamparannya Batari lalu dengan menyeringai dia berkata, "Maafkan aku" sambil menarik tengkuknya Batari untuk menyusupkan wajahnya di lehernya Batari dan ia gigit kulit mulus putih di lehernya Batari dengan cukup keras.
__ADS_1
Batari langsung mendorong tubuhnya Noah sambil berteriak kencang, "Dasar gila! Kenapa kau menggigitku!?"
Noah berkata lirih sambil menunjuk ke pintunya, "Mereka butuh bukti dan tanda gigitanku di leher kamu bisa jadi bukti ke mereka kalau kamu udah jadi wanitaku dan mereka nggak akan berani macam-macam sama kamu"
Batari langsung berkacak pinggang dan mendelik, "Kau memang brengsek! Aku membencimu!!!!!!!!!"
Noah bangkit berdiri lalu membungkukkan badan untuk kembali berbisik di telinganya Batari, "Aku juga membenci kamu karena kamu cewek tukang selingkuh. Sekarang maaf kalau aku harus merobek baju kamu!" Dengan cepat Noah merobek paksa blusnya Batari dan setelah itu, ia bergerak sangat cepat untuk membungkus tubuh polosnya Batari dengan selimut.
Batari sontak tercengang dan langsung melotot penuh amarah, Sedangkan Noah tersenyum lebar dan berkata, "Sudah sempurna. Aku akan buka pintunya sekarang!" Sekali lompat, Noah sudah berdiri di depan pintu kamarnya.
Batari langsung melotot dan berteriak, "Kau! Dasar gila! Aku tidak pakai baju, aku hanya terlilit selimut dan kau akan buka pi........."
Krieeeekkk! Pintu terbuka dan kelima anak buahnya Noah langsung jatuh bertindihan di bawah kakinya Noah dan mereka kemudian bangkit berdiri secara serempak untuk meringis dan berkata, "Selamat pagi, Bos"
Noah berputar badan, melangkah mendekati Batari, lalu ia mencengkeram wajahnya Batari untuk memperlihatkan tanda kepemilikannya di leher Batari dengan kata, "Kalian lihat tanda kepemilikanku ini?"
Kelima anak buahnya Noah mengangukkan kepala mereka secara kompak sembari mengedarkan pandangan mereka ke seluruh bilik kamarnya Noah yang tampak kacau balau di pagi itu.
"Dia wanitaku mulai hari ini dan aku tidak akan memberikannya ke siapapun. Dia hanya milikku dan jangan pernah ada yang berani menyentuhnya, mengerti?!" Noah berkacak pinggang dan menghunus tatapan tajam.
"Mengerti, Bos!" Sahut kelima anak buahnya dengan kompak dan Noah langsung melepaskan wajahnya Batari dengan kasar, lalu ia melotot ke semua anak buahnya, "Kenapa kalian masih di sini? Keluarlah! Aku masih ingin bermain-main dengan kelinci manisku ini"
Kelima anak buahnya Noah sontak berbalik badan untuk bergegas keluar dari dalam kamarnya Noah dan anak buahnya Noah yang keluar paling akhir, menutup pintu kamarnya Noah.
__ADS_1
Noah lalu menoleh ke Batari dan tersentak kaget melihat Batari melotot ke arahnya dan menggeram kesal. Noah sontak melangkah mundur sambil berkata, "Sumpah aku tidak lihat apapun tadi. Lagian apa yang bisa dilihat, hah?! Tubuh kurus kayak gitu nggak ada menariknya sama sekali, cih!" Punggung Noah membentur pintu dengan sigap Noah membuka pintu kamarnya dan dengan kecepatan kilat, ia berhasil keluar dari dalam kamarnya untuk mengindari kemarahannya Batari. Noah langsung mengunci kamarnya dari luar karena ia tidak ingin ada yang diam-diam masuk ke dalam kamarnya dan bertindak tidak senonoh pada Batari. Noah lalu pergi ke dapur, ia menyiapkan sarapan untuk Batari.
Sepeninggalnya Noah, Batari senyum-senyum sendiri di dalam kamar, lalu bergumam, "Dia masih saja kaku dan gila"