Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Perasaan Nggak Enak


__ADS_3

Batari dan semuanya menikmati penerbangan mereka dengan bermain kartu dan sesekali bermain A,B,C, lima dasar.


Amanda merasakan perasaannya tidak enak dan spontan ia berkata, "Kenapa perasaanku nggak enak terus, ya?"


"Kamu kecapekan mungkin. Tidurlah sana! Kamu perlu Istirahat" Sahut Bryna.


"Yeaaahhh! Aku rasa kau benar. Aku akan memejamkan mata sebentar kalau gitu" Amanda tersenyum ke Bryna sebelum ia memejamkan mata.


Nehemia langsung mencengkeram pergelangan tangan Silvia dan menariknya sambil menggeram, "Ikut aku!"


Nehemia membawa Silvia ke direktur penerimaan karyawan. Dia melepaskan pergelangan tangan Silvia dan mendelik ke pria yang ada di depannya, lalu berteriak kesal, "Pecat wanita ini sekarang juga!"


Pria di depannya Nehemia langsung bangkit berdiri dan bergegas keluar dari balik meja kerjanya untuk berkata, "Tuan Hemi, maafkan saya. Saya tidak punya wewenang memecat karyawan yang direkrut langsung oleh Papa dan Kakek Anda"


Silvia bersedekap dan tersenyum penuh dengan kemenangan.


Nehemia langsung mengeluarkan telepon genggam dari dalam saku jasnya, dan langsung menghubungi nomer telepon genggam milik kakeknya, "Kek! kakek di mana sekarang?"


"Aku ada di Thailand. Kau lupa, ya? Dasar kamu ini, masih muda kok udah pikun" Sahut kakeknya Nehemia dari seberang sana"


"Kakek bisa buat surat pemecatan karyawan dari sana, kan? Bisa Kakek kirim via surel, kan?"


"Kau ingin Kakek kamu ini memecat siapa?"


"Silvia Aroon" Sahut Nehemia dengan cepat.


"Kakek nggak mau memecatnya. Dia pandai, pinter, eh sama aja ya, pandai dan pinter, hehehehe. Dia intinya sangat cocok jadi sekretaris kamu. Lagian, dia mantan pacar kamu, kan? Seharusnya kamu berterima kasih sama Kakek karena Kakek, udah dekatkan lagi dia denganmu" Dan klik! Kakeknya Nehemia memutuskan begitu saja sambungan telepon itu.


Nehemia menarik telepon genggamnya dari telinganya untuk menatap layar telepon genggamnya, lalu dengan nada kesal ia berkata, "Kakek!!!!!! Kenapa aku tidak pernah bisa melawan Kakek" Nehemia lalu menoleh ke Silvia, "Oke. Kalau begitu, kau terpaksa menerima kamu menjadi sekretaris pribadiku. Ayo ikut aku ke kantorku!" Nehemia berbalik badan dan melangkah lebar meninggalkan Silvia begitu saja.


Silvia bergegas berlari kecil mengikuti langkah lebarnya pria tampan yang sangat ia cintai itu, dengan senyum penuh kemenangan.


Silvia berkata di dalam hatinya sambil terus berjalan mengikuti Nehemia, satu usahaku berhasil sempurna. Kini tinggal usahaku menculik Batari dan Dito. Semoga berjalan dengan sempurna juga.

__ADS_1


Noah menepuk pundak papa mertunya, "Pa, aku tidak jadi berangkat ke Jerman hari ini. Aku melihat asisten pribadinya John Murray tadi dan perasaanku nggak enak. Aku akan susul Batari, Pa"


"Oke! Papa dan semuanya menunggu kamu di Jerman. Hati-hati" Sahut Barnes sambil memeluk menantu kesayangannya.


Barnes menepuk punggungnya Barnes sekali sambil berucap, "Papa dan semuanya juga harus selalu berhati-hati" Noah kemudian menarik diri dari pelukan papanya dan berlari menuju ke loket untuk membeli tiket pesawat ke Ibukota.


Nehemia masuk ke dalam ruangannya dan dia dikejutkan dengan senyum seorang wanita cantik.


Nehemia sontak menghentikan langkahnya dan berkata, "Sial! Kamu Luna Wijaya, kan? Kenapa kamu di sini?"


Silvia segera mengambil tempat di sisi kanan Nehemia dan menatap tajam ke wanita cantik yang dipanggil Luna Wijaya oleh Nehemia.


"Bisa kita bicara berdua saja?" Wanita yang bernama Luna menatap Silvia.


Nehemia menoleh ke Silvia dan berkata, "Tinggalkan kami!"


"Nggak bisa!" Sahut Silvia dengan cepat karena ia terbakar cemburu.


Silvia langsung duduk di atas sofa sambil berkata, "Aku tidak boleh lepas dari sisi kamu. Itu perintah dari Papa dan Kakek kamu"


Nehemia mendengus kesal. Lalu pria berparas tampan itu menoleh ke wanita yang bernama Luna untuk berkata, "Duduklah dan katakan apa keperluan kamu datang ke sini sepagi ini! Wanita ini abaikan saja! Anggap dia nggak ada di sini atau anggap dia itu patung"


Silvia mengabaikan ocehannya Nehemia. Silvia lebih memilih menatap wanita cantik yang bernama Luna Wijaya.


"Aku ingin balik sama kamu. Aku masih sangat mencintaimu, Hemi. Aku nggak bisa melupakan kamu" Ucap Luna Wijaya dengan wajah memohon yang sangat serius.


Nehemia dan Silvia memajukan badan mereka depan secara bersamaan dan memekik kencang, "What?!!!!" Secara bersamaan pula.


"Aku mohon Hemi. Kita balikan, ya? Please" Luna mengatupkan tangannya di depan Nehemia Baron.


Nehemia langsung merangkul bahunya Silvia sambil berkata, "Aku tidak bisa. Maafkan aku! Aku sudah memiliki tunangan. Wanita ini adalah tunanganku"


Silvia tersenyum senang dan untuk menyempurnakan aktingnya Nehemia Baron, dia memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajak Nehemia Baron berciuman.

__ADS_1


Wanita yang bernama Luna Wijaya itu langsung bangkit berdiri dan melangkah keluar dari dalam ruang kerjanya Nehemia Baron tanpa pamit.


Nehemia langsung mendorong tubuhnya Silvia saat Luna Wijaya telah menutup pintu ruang kerjanya Nehemia Baron dengan sangat keras.


Nehemia langsung bangkit berdiri dan mendelik ke Silvia dengan kesal.


Batari, Bryna, Amanda dan Dito sampai di Ibukota dan supir pribadinya Bryna sudah siap siaga menjemput mereka di bandara.


Bryna, Batari, Amanda dan Dito pulang ke rumah dengan pengawalan ketat. Pengawal pribadinya Bryna dan Amanda mengawal mobil yang ditumpangi oleh Bryna, Amanda , Dito dan Batari, sampai di kediaman mewahnya Bryna.


Anak buahnya Silvia mengirim pesan text ke Silvia, kita terus membuntuti target sampai di kediamannya Nyonya Bryna Asmarani Darmawan. Kami gagal menculik target di bandara. Namun, kami terus berjaga tidak jauh dari kediaman mewahnya Nyonya Bryna Asmarani Darmawan sampai target lengah.


Oke, teruslah berjaga di sana! pokoknya kalian harus berhasil menculik target, titik. Perintah Silvia ke anak buahnya lewat pesan text.


Batari merasa bosan berdiam diri terus di rumah tantenya. Lalu, ia berucap, "Te, kita ke mall,.yuk!"


"Kenapa? Kamu bosan nggak ada kerjaan?"


Batari mengangguk cepat dan meringis di depan tantenya.


"Kalau bosan nggak ada kerjaan, kenapa kamu ambil cuti panjang? Kapan kamu masuk kerja lagi?" Tanya Amanda. "Mama lihat, kamu udah terlalu lama cuti. Katanya pengen jadi dokter, kok cuti terus?"


Batari meringis ke mamanya dan berucap, "Tahun depan aku baru dinas lagi, Ma. Aku ingin ambil spesialis dulu bulan depan dan kembali dinas setelah aku menyelesaikan spesialisku"


"Oke, sip!" Sahut Amanda.


"Lalu, jadi ke mall nggak, nih?" Tanya Batari. "Kalau, Mama dan Tante capek, aku akan pergi sendiri ajak Dito. Dito belum pernah pergi ke mall, iya, kan, Dito?" Batari menoleh ke Dito yang tengah asyik menonton televisi sambil menikmati es krim.


Dito menoleh ke Batari untuk menjawab, "Iya"


"Mama akan ikut. Perasaan Mama nggak enak sejak tadi. Mama takut kalian kenapa-kenapa kalau pergi ke mall tanpa Mama dan Tante kamu"


"Oke! Ayo kita beramai-ramai nge-mall!" Pekik Batari dengan wajah semringah.

__ADS_1


__ADS_2