
Noah Baron yang diketahui sebagai pangeran Arka di kalangan keluarga kerajaan yang bersahabat dekat dengan kerajaan Wahyatma dan dikenal sebagai pangeran Arka di kalangan pebisnis yang berbisnis dengan keluarga Wahyatma dengan asyiknya terus menunduk menatap layar ponselnya dan memainkan dua ibu jarinya di atas layar ponselnya sambil sesekali mengulum senyum.
Noah tidak menyadari kalau musuh bebuyutannya pangeran Arka terus memperhatikannya.
"Aku ingat kalau kamu tidak bisa memasak. Kalau kamu memasak, aku pasti keracunan nanti" Noah mengetikan kalimat itu di pesan text.
Batari mendengus kesal lalu balas mengetik, "Hei! Kamu tuh hilang ingatan, jadi mana mungkin kamu bisa ingat kalau aku nggak bisa masak. Asal kamu tahu, aku tuh bisa masak. Dasar suami tidak berperasaan"
Noah mengulum senyum saat ia membaca balasan pesan text dari Batari.
Noah kembali menggerakkan kedua ibu jarinya dengan lincah di atas layar ponselnya, "Aku tidak berperasaan tapi bisa merasakan mana masakan enak dan yang tidak enak"
Batari mendengus kesal dan langsung mengetik, "Aku ngambek!!!!!"
"Aku ingin mencium kamu saat ini juga kalau kamu ngambek" Noah mengetikkan kalimat itu di balasan pesan textnya untuk istri tercintanya. Dan Batari langsung memeluk ponselnya dan dengan tawa bahagia dia berguling-guling di tas kasur lalu bergumam, "Dasar Noah gila! Hiks, hiks, hiks, aku sangat merindukan dia"
Noah tiba-tiba berkata sambil mendekap layar ponselnya, "Hiks,hiks, aku sangat merindukan dia"
Semua yang hadir di ruang rapat langsung mengarahkan pandangan mereka ke pangeran Arka
Noah yang lupa bahwa ia masih dianggap sebagai pangeran Arka, dengan masih empuk ponselnya, ia mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya sebanyak tiga kali, laku bertanya dengan. polosnya, "Kenapa kalian semua memandangiku seperti itu?"
"Siapa yang kau rindukan?" Tanya pangeran Abiyu tanpa basa-basi karena, ia dibakar cemburu. Ia mengira kalau KK tirinya itu merindukan putri Amina.
Noah langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku kemejanya dan mendelik ke pangeran Abiyu, "Mau tahu aja"
Noah lalu mengarahkan kembali pandangannya ke depan dan berkata, "Maafkan aku menyela rapat dengan ucapanku yang tidak jelas barusan, hehehehehe. Kalian lanjutkan saja rapatnya!"
Alih-alih melanjutkan rapat mereka, semua yang ada di ruang rapat justru ternganga dan mengeluarkan kata, "Hah?!" dan menarik rahang bawah mereka secara bersamaan saat mereka melihat pangeran Arka Bhadrika Wahyatma, tersenyum lebar dan berkata dengan nada lembut dan wajah ramah.
Noah sontak menautkan alisnya dan langsung menyemburkan tanya, "Ada apa? Kenapa kalian malah melongo? Ada yang salah denganku?"
Pangeran Abiyu yang menyahut, "Kamu aneh sekarang. Kamu tersenyum dan ramah. Kamu seperti bukan Kak Arka, seperti bukan Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma" Pangeran Abiyu lalu menatap tajam kakak tirinya dengan penuh kecurigaan.
Felix langsung menyahut, "Kita fokus lagi ke rapat, aja!"
__ADS_1
Noah menoleh ke Felix dan langsung berkata, "Setuju!"
"Apa pendapat Anda tentang presentasi say tadi, Pangeran?" Tanya seorang pemuda yang masih berdiri di depan white board dan Noah sama sekali tidak mengetahui siapa pemuda tersebut dan dia sama sekali tidak mengetahui apa presentasinya, karena sedari awal rapat dia memang tidak pernah menyimak.
Noah refleks balik bertanya, "Apa?"
"Nah, apa pendapat kamu soal presentasi dia tadi? Kok Kakak malah balik nanya apa?" Pangeran Abiyu menoleh ke Noah dengan senyum mengejek.
"Oh, presentasi kamu, ya? Emm, hanya bilang setuju atau tidak, kan?" Tanya Noah kemudian.
"Iya, Pangeran" Sahut pemuda itu
Noah yang memiliki watak tidak tegaan dan watak itu ia dapatkan dari mamanya, tanpa berpikir panjang lagi langsung memberikan respons, "Aku setuju"
"Hah?!" Seluruh peserta rapat kembali ternganga berjamaah.
Pemuda yang masih berdiri di depan langsung berlari mendekati pangeran Arka dan berkata, "Terima kasih banyak, Pangeran. Anda.menuelamatkan keluarga saya dari kelaparan" Pemuda itu meraih tangannya Arka dan menciumi punggung tangan pangeran Arka sambil berkata, "Saya akan memilih Anda di pemilihan berikutnya, Pangeran"
"Lalu, bagaimana dengan saya Pangeran? Bagaimana dengan presentasi saya?" Seorang pemuda yang duduk di ujung meja panjang yang ada di ruang rapat tersebut langsung menyemburkan protesnya karena dia mengetahui kalau pangeran Arka tidak menyimak sedari awal rapat dimulai.
"Satu" Sahut Pangeran Abiyu.
"Maaf kalau begitu. Kamu belum beruntung" Ucap Noah Baron dengan santainya dan seluruh peserta rapat kembali ternganga berjamaah.
"Beri alasannya!" Sahut Pangeran Abiyu dengan tiba-tiba, karena ia memang ingin menjatuhkan kredibilitas kakak tirinya di depan banyak orang dan berharap dia bisa mengambil alih kekuasan kakak tirinya.
Noah yang juga memiliki otak cerdas walaupun dia tidak mengerti soal bisnis,.tapi dia selalu memiliki jawaban untuk semua masalah yang ada di depannya dan ia langsung berkata "Alasannya karena dia lebih butuh daripada yang lainnya"
Pangeran Abiyu langsung mendengus kesal.kala.ia melihat seluruh peserta rapat memberikan tepuk tangan untuk pangeran Arka Bhadrika Wahyatma.
Tidak ada yang mengetahui bahwa yang berhasil merebut hati para peserta rapat di hari itu bukanlah Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma melainkan Noah Baron.
Noah Baron tersenyum lebar dan berkata dengan nada ringan sambil bangkit berdiri dia membungkukkan badan untuk berkata, "Terima kasih banyak semuanya"
Semua ikutan bangkit berdiri dan membungkukkan badan mereka dengan panik. Mereka semua ketakutan kalau-kalau pangeran Arka akan menghukum mereka, karena bertepuk tangan di dalam rapat akbar itu.
__ADS_1
Noah menegakkan badan kembali dan pergi dari ruangan rapat begitu saja tanpa permisi. Pangeran Abiyu mengikuti arah perginya kakak tirinya dengan wajah heran.
"Semua tegak kembali! Kakakku udah pergi" Ucap Pangeran Arka dengan wajah dan nada kesal Semua peserta rapat langsung menegakkan badan mereka kembali dan di saat itu juga, mereka semua menyukai sosok pangeran Arka yang baru.
Felix berlari mengikuti langkah lebar junjungannya dengan wajah penuh tanda tanya, tapi ia tidak berani bertanya. Saat ia dan junjungannya masuk ke dalam mobil, Noah bertanya ke Felix, "Ada yang ingin kau tanyakan?"
Felix yang tengah melajukan. mobil menyusuri panasnya jalan raya, tersentak kaget dan spontan menoleh sekilas ke junjungannya dengan tanya, "Bagaiman Anda bisa tahu kalau saya ingin menanyakan sesuatu, Pangeran?"
"Terlihat dari wajah kamu dan terdengar dari deru napas kamu yang mulai abnormal" sahut Noah Baron dengan santainya.
"Hah?! Napas saya bau?" Tanya Felix.
"Bukan napas kamu yang baru, tapi dari deru napas kamu, aku bisa tahu kalau kamu ingin menanyakan sesuatu. Tanyakan saja!" Sahut Noah.
"Anda yakin nggak akan marah?" Tanya Felix.
"Nggak. Aku rasa aku bukan tipe yang suka marah" Sahut Noah.
"Anda salah, Pangeran. Anda itu sosok yang dingin dan mengerikan itulah kenapa ada banyak orang yang ingin menjatuhkan Anda walaupun tidak sedikit yang mendukung Anda. Para pendukung Anda mendukung Anda karena mereka mengingat kebaikan hati Mama Anda, Pangeran. Tapi, hari ini, saya melihat pendukung Anda semakin banyak dan Anda berubah menjadi pribadi yang hangat dan murah senyum. Apa yang membuat Anda bisa berubah menjadi pribadi yang disukai banyak orang di hari ini, Pangeran?"
"Cinta" Sahut Noah dengan senyum lebar.
"Cinta pada siapa?" Tanya Felix.
"Tentu saja cinta pada Istriku" Sahut Noah.
"Putri Amina?" tanya Felix.
"Cih!Tentu saja Batari. Mana mungkin aku mencintai Amina. Sedetik pun aku tidak pernah mencintai Amina" Sahut Noah.
"Tapi, Putri Amina Istri sah Anda, Pangeran" Sahut Felix.
"Amina Istri sahnya Arka Bhadrika Wahyatma" Sahur Noah.
Felix menoleh sekilas ke junjungannya dan memulai menggaruk kepalanya yang ridak gatal dengan wajah bingung
__ADS_1