Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Amanda Diculik


__ADS_3

Amanda menggendong keluar anak laki-laki yang harus ia jaga dan langsung tersentak kaget saat jalannya tiba-tiba dihadang oleh lima orang laki-laki berbadan tegap dan kekar. Salah satu dari gerombolan itu berkata, "Ikutlah kami Nona! Tuan Praja Anggada telah menunggu Anda!"


Deg! jantung Amanda langsung berdetak dengan cepat dan wajahnya memucat pasi diserang kepanikan. Praja Anggada adalah nama si duda kaya raya yang telah membelinya dari Tante kejamnya.


Sial! akhirnya si bandot tua itu berhasil menemukan aku. Batin Amanda dengan keringat yang mulai membasahi alisnya yang langsung meluncur turun ke pelipisnya.


Amanda mencoba berlari ke kanan namun, segera dihadang jalannya. Begitu pula ketika ia mencoba berlari ke kiri, jalannya pun terblokir. Amanda lalu menurunkan anak laki-laki yang ia gendong dan mencoba mendorong laki-laki yang berdiri di depannya karena ia sudah terkepung namun, akhirnya daya upayanya untuk melarikan diri terpaksa berakhir saat orang yang berdiri di belakangnya memukul lehernya Amanda sampai Amanda pingsan lalu mereka segera memasukkan Amanda ke dalam mobil.


Anak kecil yang digendong Amanda mencoba menolong Amanda namun, justru terkena tendangan kaki dari salah satu gerombolan yang membawa pergi Amanda dan anak kecil itu terjerembab di atas trotoar lalu menangis sekencang-kencangnya. Beberapa orang yang lalu lalang berhasil menolong anak kecil itu namun, tidak berhasil menolong Amanda.


Barnes berhasil melesat sampai di luar perpustakaan dan langsung berlari menuju ke anak laki-aki berumur enam tahun yang tadi ia selamatkan dari timpukan dua buah buku tebal sewaktu mereka masih berada di dalam perpustakaan.


Barnes kemudian berjongkok di depan anak laki-laki berumur enam tahun yang memiliki model rambut seperti bathok kelapa (tempurung kelapa) itu yang tengah menangis keras sambil berdiri di tepi jalan. "Dek, kenapa menangis? Kakak perempuanmu, yang tadi bersama denganmu, mana?"


"Kak Manda bukan kakak perempuan saya, Om. Kak Manda dipaksa pergi masuk ke dalam mobil Van berwarna putih dan dibawa pergi" ucap anak laki-laki yang memiliki rambut hitam lurus dengan model potongan rambut yang menggemaskan itu, sambil mengusap air mata dan dengan masih sesenggukkan anak laki-laki berumur enam tahun itu mengusap ingusnya yang keluar dengan ujung kerah kaosnya.


"Hah?!" Barnes tersentak kaget. "Emm, lalu di mana rumahmu? Kamu hapal nomer plat nomer mobil yang membawa pergi Kak Manda kamu?"


"Hapal" sahut bocah laki-laki itu.


"Siapa nama.kamu?" tanya Prince ketika akhirnya ia berhasil mengejar kakak laki-laki tampannya.


Bocah laki-laki itu mendongakkan wajah imutnya untuk menatap Prince yang masih berdiri menjulang di depannya, lalu ia berkata, "Nama saya Happy"


Prince terkekeh geli, "Wow! orang tua kamu halunya tinggi banget ya, kasih nama anaknya lucu begitu, hehehehe, Happy? Seriously?"

__ADS_1


Anak yang memiliki nama Happy itu lalu merengut dan melipat tangannya di depan Prince karena, ia kesal. Ia kesal, Prince telah mengejek namanya.


Barnes lalu berdiri dan menggendong anak yang bernama.Happy itu lalu berkata, "Om akan antarkan kamu pulang terlebih dahulu kalau gitu"


Happy menggelengkan kepalanya dan gelengan kepalanya itu membuat poni yang berjejer di atas keningnya menjadi terkibas lucu dan Prince langsung ngakak tiada henti dibuatnya, "Bukan nama kamu saja yang lucu tapi, poni kamu dan bentuk rambut kamu juga lucu, hahahahaha"


Anak kecil yang masih digendong Barnes langsung memukul bahunya Prince dan Barnes langsung mendelik ke Prince. Prince melancipkan bibirnya sambil berkata, "Maaf"


"Di mana rumah kamu?" tanya Barnes.


"Tidak jauh dari sini tapi, jika Om membawa saya pulang ke rumah saya sekarang, saya akan sendirian di rumah"


"Lho? Lalu Mama kamu ke mana?"


"Mama dan Papa bekerja. Pulangnya jam lima sore nanti dan saya biasa di rumah dijaga oleh Kak Manda"


"Diculik" sahut Barnes singkat.


"Hah?! kalau gitu Kakak akan mulai melakukan pengejaran, ya? aku ikut ya"


"Dan anak ini?" tanya Barnes sambil berlari kecil menuju ke mobilnya.


Prince mengikuti laju lari kakaknya sambil berkata, "Ajak aja, keburu kelamaan nanti ngejar si penculik gadis berambut merah"


Barnes akhirnya terpaksa mengajak Prince dan Happy ikut melakukan pengejaran lewat alat pelacak canggih yang tertanam di dashboard mobilnya.

__ADS_1


"Tolong kau ketik nomer plat mobil yang disebutkan oleh Happy supaya kita bisa.mengetahui di mana keberadaan mobil Van para.penculik itu berada saat ini jadi, kau bisa mulai mengambil jalan pintas biar cepat menyusul mereka dan memblokir jalan mereka!". perintah Barnes sambil terus melajukan mobilnya.


Prince.terpaksa.memangku Happy karena mobil.sport mewah miliknya Barnes hanya memiliki dua jok di depan. Prince segera.menututi perintah kakaknya dan alat canggih yang tertanam di dashboard mobilnya Barnes langsung memperlihatkan keberadaan mobil Van putih yang menculik wanita berambut merah yang disebut oleh anak kecil yang tengah dipangku Prince, dengan sebutan Kak Manda.


Barnes akhirnya berhasil menemukan keberadaan mobil Van itu di pinggir dermaga. Namun, sayangnya mobil Van putih itu telah kosong.


"Sepertinya mereka naik kapal, Kak" sahut Prince sambil menggandeng erat tangannya Happy.


Barnes lalu berjongkok di depannya Happy, "Apa kamu tahu nama lengkap Kak Manda kamu?"


"Tentu saja" sahut Happy dengan mengangukkan kepalanya.


"Siapa nama lengkapnya?" tanya Barnes dengan debaran jantungnya. Barnes berharap, nama yang diucapkan oleh Happy adalah nama dari seorang gadis yang ia cari selama ini.


"Namanya Kak Amanda Dirgantara, umurnya Dia puluh lima tahun"


Deg! Barnes lalu bangkit dan menatap gemuruh ombak laut yang seolah mengerti akan segala rasa yang tengah berkecamuk menghantam keras di hatinya dan menimbulkan kekalutan di pikirannya. Deburan ombak laut itu, Barnes tatap dengan mata nanar. Dia menyesal terlambat mengenali Amanda di awal perjumpaannya dengan Amanda dan bertambah menyesal ketika ia terlambat menyelamatkan Amanda dari penculikan


Barnes lalu menoleh ke Prince, "Bawa pulang Happy dan antarkan ia sampai di rumah dengan selamat. Sampaikan pula ke kedua orang tua Happy kalau Amanda diculik"


"Lalu Kakak gimana? Apa yang akan Kakak lakukan?"


"Aku akan menelepon kenalanku dan akan mengejar Amanda"


Prince sungguh menyayangkan keberadaan bocah kecil yang tengah ia gandeng karena, dengan adanya bocah kecil itu, ia tidak bisa ikut petualangan seru Kakaknya.

__ADS_1


"Ayo buruan pulangkan anak itu! orang tuanya mencarinya nanti!" Prince akhirnya pergi meninggalkan Kakaknya di dermaga dengan langkah terpaksa.


Barnes segera melesat masuk ke dalam speed boat yang dibawa oleh salah satu dari sahabatnya dan mencoba mengejar kapal berwarna putih bertuliskan Anggada yang membawa Amanda ke arah barat daya sesuai dengan penjelasan dari beberapa saksi mata di dermaga itu Dan Barnes terus berdoa, semoga ia tidak terlambat menyelamatkan Amanda dan terus berdoa semoga Amanda baik-baik saja.


__ADS_2