Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Degup Jantung


__ADS_3

Amanda lalu bersitatap dengan Barnes dengan canggung. Terus bersitatap dan tidak ada yang berniat untuk lebih dahulu mengeluarkan kata.


"Ehem!" Jake langsung berdeham lalu membuka suara, "Kenapa kalian bersitatap aja sih? bukankah kalau di pernikahan pada umumnya di luaran sana, setelah resmi dan sah maka sekarang adalah waktunya bagi kalian untuk berciuman, kan?"


Amanda tersentak kaget mendengar kata berciuman dan langsung mengalihkan pandangannya dari kedua bola mata indahnya Barnes lalu menundukkan kepalanya dengan rona merah di wajahnya. Sedangkan Barnes langsung menoleh tajam ke Jake.


Jake terkekeh ringan, "Apa melotot? harusnya kau berterima kasih padaku karena, aku udah kasih ide cemerlang untuk......"


Bug! kotak tempat tissue yang terbuat dari kain melayang ke Jake, mengenai muka Jake lalu kotak tissue itu melorot jatuh ke pangkuannya Jake. Barnes langsung menyemburkan kata, "Diam! atau aku akan memangkas biaya......."


Jake langsung mengangkat tangan dan menggerakkan tangan di depan mulutnya dengan gerakan seolah ia mengunci mulutnya itu dan tidak berani lagi mengeluarkan sepatah kata pun di depannya Barnes. Leon langsung menundukkan kepala dan mengulum bibirnya menahan geli.


Barnes lalu menoleh ke Amanda yang masih menundukkan. wajahnya, "Angkat wajah kamu, lihat aku dan dengarkan aku!"


Amanda mengangkat pelan wajahnya lalu menoleh ke Barnes sambil menggeser letak duduknya sedikit lebih jauh dari Barnes supaya bahu dia tidak menempel lagi di bahunya Barnes. Amanda lalu menoleh dan menatap Barnes.


"Kita hanya akan menikah selama setahun. Besok aku sudah memulai misi rahasia dan ........"


"Misi rahasia? emm, maaf, a......aku kan istri kamu sekarang ini jadi, a....aku rasa aku perlu dan berhak tahu apa pekerjaan kamu yang sebenarnya, kan?" tanya Amanda dengan sangat hati-hati.


"Aku seorang polisi dan......."


Amanda langsung tertawa kecil dan mengibaskan tangannya di depan Barnes lalu berkata, "Nggak mungkin! nggak mungkin kau seorang polisi"


Barnes menggeram kesal lalu melempar protes, "Kenapa nggak mungkin?"


"Kamu tuh memiliki wajah yang sangat tampan dan kamu sangat kaya raya, Polisi nggak mungkin sekeren dan sekaya kamu" Amanda lalu mencubit dagunya dan sok berpikir bijak, "Emm, aku yakin banget, kamu pasti gembong narkoba kalau nggak seorang mafia. Aku benar, kan? iya, kan? ngaku aja! aku pinter kok jaga rahasia dan sebagai istri yang sangat berbakti pada suaminya, aku akan jaga rahasia kamu" ucap Amanda dengan santainya sambil menepuk pelan bahu kanannya Barnes.

__ADS_1


Barnes merona malu mendengar Amanda memuji dirinya tampan dan ia merasa kikuk saat Amanda menyentuh bahunya.


Jake langsung menggemakan tawanya dan sambil bangkit dia berkata, "Hahahahaha, silakan berpusing ria Barnes Adiwilaga Darmawan dan aku lebih memilih masuk ke kamarku untuk tidur" Jake lalu melangkah masuk ke kamarnya"


Barnes berdeham untuk menghapus rasa kikuknya dan segera melemparkan perintah ke Leon, "Leon, ambilkan lencana dan surat tugasku!" ucap Barnes dengan wajah yang kembali ditekuk karena, ia juga merasa kesal dengan ucapannya Amanda yang mengira ia adalah seorang gembong narkoba atau seorang mafia.


Leon segera berlari ke lantai atas. Lima menit kemudian, ia hadir kembali di depannya Barnes dan Amanda sambil meletakkan lencana dan surat tugasnya Barnes di atas meja sofa.


"Ambil dan lihatlah sendiri siapa aku sebenarnya!" Barnes menjulurkan wajah tampannya ke meja sofa.


Amanda menoleh ke meja sofa dan mengambil lencana berikut surat tugas yang menggelepar cantik di atas meja. Mulut Amanda langsung terbuka lebar di depannya Barnes. Kemudian dengan cepat ia meletakkan kembali lencana dan surat tugas itu di atas meja sofa lalu ia merosot turun untuk bersimpuh di atas lantai dan langsung menangkupkan kedua tangannya di depan dada dan berkata sambil menengadahkan wajahnya untuk menatap Barnes, "Maafkan saya, Mister Polisi, eh! anu, Pak Komandan, eh! Pak polisi"


"Kenapa sekarang kau berbahasa formal padaku? Padahal sedari tadi kau........."


Amanda langsung menundukkan kepalanya dan kembali berkata, "Maafkan saya karena, saya tidak sopan pada Anda tadi! Maafkan saya, Mister Polisi!"


"Dengarkan aku! Aku menikahimu karena, besok aku akan memulai misi rahasiaku dan aku ingin kamu tetap aman di sampingku, di sini, di rumahku ini! Misi akan kujalani selama satu tahun dan Kita akan tinggal satu atap selama itu dan terkadang kau harus ikut aku bepergian ke beberapa tempat, untuk itulah kita perlu untuk menikah. Selain itu.............."


Amanda menundukkan kepala dan belum berani menoleh ke Barnes. Namun, ia berani bertanya dengan suara lirih hampir setengah berbisik, "Kenapa setahun?"


Kedua pendengarannya Barnes yang sudah terlatih mendengarkan bebagai macam suara dan bahkan Barnes mampu membaca gerak bibir, membuatnya bisa menangkap pertanyannya Amanda.


Barnes menghela napas panjang dan berkata, "Karena, setelah satu tahun menyelesaikan misi rahasiaku di sini, situasinya akan kembali aman bagi kamu"


"Anda berkata selain itu tadi. Selain itu, apa?" tanya Amanda yang mulai berani menoleh ke Barnes secara perlahan.


"Selain itu........" Barnes menatap dalam-dalam kedua mata jernihnya Amanda. Lalu ia melanjutkan ucapannya, "Selain itu, aku ingin kamu bisa mengingatku kembali karena ............"

__ADS_1


Aku sungguh-sungguh mencintaimu. Barnes melanjutkan kalimat itu di dalam hatinya.


"Karena.........apa?" tanya Amanda yang juga tengah menatap dalam-dalam kedua bola mata indahnya Barnes.


Barnes berdeham dan berkata dengan nada dingin, "Karena, jika kau belum bisa mengingatku, maka aku akan menghapus pernikahan kita dan meninggalkanmu di sini. Aku akan kembali ke Amerika. Namun, jangan khawatir, selama satu tahun ke depan dan mulai besok, kau sudah aku daftarkan kursus komputer untuk membekali kamu keahlian jadi, kau bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan aku juga akan melatihmu ilmu bela diri jadi, aku akan tenang meninggalkanmu di sini saat aku pergi ke Amerika nanti dan tidak akan pernah balik lagi ke sini"


Entah kenapa di dasar hati kecilnya Amanda, ia merasa tidak rela jika Barnes nantinya pergi ke Amerika dan meninggalkannya begitu saja. Untuk itulah tanpa ia sadari ia mengeluarkan tanya, "Dan jika Saya berhasil mengingat Anda lagi, apa yang akan Anda lakukan?"


"Kita lihat saja nanti" Barnes bangkit sambil berkata, "ingatlah mulai besok kau sudah harus pergi kursus dan harus diantar jemput sama Leon, jangan berangkat sendiri!" Barnes lalu berlari menuju ke lantai dua menuju ke kamarnya untuk mengamankan suara degup jantungnya yang semakin keras, dari kedua telinganya Amanda.


Barnes lalu memanggil Leon dan segera berucap ke Leon saat Leon sudah berdiri di hadapannya, "Kau urus Amanda! Kalau surat kontraknya sudah jadi, suruh dia menandatanganinya! Aku akan ke rumah Papaku mengambil barang-barangku karena besok, kita sudah memulai misi kita untuk membekuk gembong narkoba terbesar se-Asia"


"Siap, Tuan!" sahut Leon.


"Di mana Amanda sekarang?"


"Ada di kamarnya"


"Dan Jake?"


"Ada di kamar juga"


"Oke. Aku ke rumah Papaku dulu dan kau panggil Pak Temon ke sini untuk memasak dan mengurus rumah ini!"


"Siap Tuan!" sahut Leon.


Barnes lalu melenggang pergi meninggalkan Leon.

__ADS_1


__ADS_2