
Alfa Chen tampak kesal mendengar dan melihat fakta bahwa pujaan hatinya sudah memiliki pacar, namun ia segera menutupi kekesalannya dengan menatap Batari dan mengabaikan Noah. Alfa bertanya, "Bagaimana makanan dan minuman di sini menurut kamu?"
"Makanannya enak. Minumannya juga enak" Sahut Batari.
"Tentu saja enak. Aku chef terkenal dan semua makanan dan minuman hasil kreasiku, pasti mendapatkan apreasiasi tertinggi. Aku juga sudah memiliki dua rumah, dua apartemen mewah, sepuluh mobil keluaran terbaru, dua koleksi mobil klasik, dari profesiku ini. Gadis manapun akan senang jika berpacaran denganku dan akan langsung mau kalau aku ajak menikah" Alfa Chen berucap sembari melirik pacarnya Batari.
Noah mengabaikan ocehannya Alfa dan memilih untuk menikmati makanannya sambil sesekali menyuapi Batari wedang JKJ.
"Oh, selamat ya, kamu sukses besar ternyata. Berarti udah ada calonnya, nih, kalau kamu ulang seperti itu" Sahut Batari.
"Belum ada calonnya. Karena, aku hanya mencintai satu wanita dan aku akan mulai mengejarnya sekarang walaupun dia sudah punya pacar saat ini" Sahut Alfa Chen dengan melirik Noah.
Noah sontak tersedak saat ia mendengar ucapan percaya dirinya Alfa Chen itu dan di saat Noah ingin menyemburkan rentetan kalimat kekesalannya, Batari langsung berucap "Pacarku ini menyukai tempat ini. Dia yang membawaku ke sini. Dia dan keluarganya suka makan di sini" Batari menoleh ke Noah dengan senyum ceria dan tangan bersandar di pundaknya Noah.
Alfa Chen menatap Noah dengan sorot mata menantang.
Noah langsung menarik kursinya Batari agar dekat dengan kursinya dan tidak berada di depannya chef yang bernama Alfa Chen itu, lalu dengan cepat ia merangkul pinggangnya Batari dan mendaratkan wajahnya di atas pundaknya Batari dengan senyum lebar.
Alfa Chen tersentak kaget melihat pujaan hatinya di peluk laki-laki lain dan dia merasa tidak rela Batari sudah memiliki kekasih Alfa Chen langsung bertanya, "Apa profesi kamu?"
"Hanya orang biasa. Warga negara yang baik dan tidak sombong. Nothing special" Sahut Noah dengan anda santai dan sambil menyuapi Batari wedang JKJ (Jahe, Kencur,Kencur). Batari menatap Noah dengan heran, lalu ia berbisik ke Noah, "Kenapa kau sembunyikan profesi kamu?"
Noah berbisik di telinganya Batari, "Nggak penting juga mengatakan diri kita yang sebenarnya di depan orang sombong macam dia"
Batari terkikik geli dan Alfa Chen langsung bertanya, "Apa yang kalian bisikkan?"
Batari menoleh ke Alfa Chen dan berkata dengan senyum ramahnya, "Emm, pacarku ingin nambah lagi, tapi aku larang, karena aku nggak suka sama pria dengan perut buncit"
Alfa Chen langsung berkata, "Aku nggak buncit"
Noah langsung melotot dan ia langsung berkata ke Batari sambil mengelus rambutnya Batari, "Sayang, kamu ke mobil dulu, ya. Aku ingin pesan jadah bakar kesukaan Mama, bentar"
Batari menganggukkan kepalanya dan saat ia bangkit berdiri, Alfa.Chen ikutan bangkit berdiri dan di saat Alfa Chen hendak meraih lengannya Batari, Noah langsung menahan dadanya Alfa Chen.
"Kenapa kau berani menahanku? Ini wilayahku . Kau tidak takut dikeroyok oleh karyawan-karyawanku?" Alfa.Chen mendelik ke Noah.
Noah menarik tangannya dari dadanya Alfa Chen, lalu berkata, "Jangan ganggu Batari! Jangan mengejarnya karena, dia udah menjadi milikku! Kalau kamu nekat, aku nggak akan segan berbuat nekat pula ke kamu"
"Cih! Orang biasa aja berani sama aku. Apa kamu bisa membahagiakan Tari? Tari itu cicitnya Moses Elruno, cucunya Raja Darmawan, dia udah kaya raya sejak ia belum dilahirkan. Apa kamu pantas untuk dia? Aku aja sejak dulu mencintai Tari, tidak berani mendekatinya sebelum aku menjadi sukses seperti sekarang ini. Oleh karena itu, aku sarankan tinggalkan Tari untukku saja" Sahut Alfa Chen.
__ADS_1
Noah mulai menggertakkan gerahamnya, mengepalkan kedua tangannya, dan dia langsung menyemburkan kekesalannya, "Itu urusanku. Apakah aku bisa membahagiakan Tari atau tidak, hanya Tari yang tahu jawabannya dan itu urusanku. Pokoknya aku udah kasih peringatan ke kamu jangan ganggu Tari! Jangan kejar Teri! Titik" Noah lalu berputar badan dan pergi meninggalkan Alfa Chen sebelum ia benar-benar melayangkan bogem mentahnya ke wajah tampan chef sombong itu.
Alfa Chen menyeringai penuh arti dan bergumam, "Cih! Orang biasa aja berani melawanku. Lihat aja siapa yang akan menang nanti"
Noah melompat naik ke Jeep mewahnya dan langsung memasang sabuk pengamannya dengan muka kesal.
Batari menoleh dan bertanya, "Kenapa wajah kamu ditekuk seperti itu? Kamu kesal sama siapa? Sama Alfa?"
"Kenapa kamu bisa kenal dengan orang-orangan sawah itu?" Sahut Noah sambil melajukan mobilnya.
"Kita satu kampus dan satu angkatan cuma beda jurusan. Dia pernah menolongku waktu aku kehilangan kartu mahasiswaku dan sejak itu kami berteman dekat" Sahut Batari. "Dan kenapa kau menyebutnya orang-orangan sawah?"
"Karena dia menyebalkan mirip orang-orangan sawah" Sahut Noah.
"Tapi,.dai orang-orangan sawah yang sangat tampan" sahut Batari.
"Dia nggak tampan sama sekali dan jangan memuji pria lain di depanku" Noah' semakin mengerucutkan bibirnya.
Batari menoleh ke.Naoh, "Wah, kamu cemburu, ya?"
Noah diam membisu. Dia tidak menoleh ke Batari dan ridak menjawab pertanyaannya Batari.
"Tari! Jangan digelitikin! Aku lagi nyetir. Bahaya!" Pekik Noah.
"Bodo amat! Yang penting kamu ngaku kalau kamu cemburu" Batari menusukkan kembali jari telunjuknya ke pinggangnya Noah dan Noah langaung memekik, "Iya! Aku cemburu! Puas?!"
"Hahahaha. Kamu lucu kalau cemburu" Batari langsung melepaskan tawanya ke udara dan Noah melirik Batari sambil berucap, "Kalau kita nggak ngejar waktu untuk pulang, aku akan pinggirkan dulu mobilku untuk ngasih kamu hukuman"
"Hahahahaha. Ternyata seorang Noah yang dingin kayak es, bisa cemburu juga" Sahut Batari dan Noah hanya bisa menghela napas panjang.
Beberapa menit kemudian, jeepnya Noah memasuki halaman luas kediaman megahnya Barnes Adiwilaga Darmawan. Noah melompat turun am bergegas memutari bagian depan mobil jeepnya untukembamtu melompat turun dari atas mobil jeepnya yang cukup tinggi.
Setelah berhasil menapakkan kakinya Batari di atas rumput hijau nan asri.yanhengelilingi halaman luas kediamannya Barnes Adiwllaga Darmawan, Noah langsung mendekap erat tubuh rampingnya Batari dan berucap, "Aku kasih hukumannya sekarang" Dia mencium keningnya Batari.
Batari tersenyum jahil dan berjinjit untuk mengecup bibirnya Noah.
Noah tersenyum kaget lalu ia balas mengecup bibirnya Batari.
Batari tersenyum lebar,.dia menangkup kedua pipinya Noah dan mengecup beberapa kali bibirnya Noah.
__ADS_1
Di saat Noah berhasil mengunci bibirnya Batari, ada suara merdu" Mau sampai kapan kalian saling menggosok bibir? Mau sampai lepas tuh bibir?"
Noah langsung melepaskan Batari dan Batari langsung berteriak dengan wajah merona malu, "Ma! Mama kok keluar? Dingin nih, Ma hawanya"
Amanda terkekeh geli, "Iya dingin, ya. Sampai kalian nggak mau lepas dan nempel terus?"
Bayar langsung berlari masuk dengan wajah memerah malu dan meninggalkan Noah bersama dengan mamanya begitu saja.
Kedua bola matanya Amanda mengikuti pergerakan. lincahnya Batari dengan terkekeh geli. Lalu, ia menatap Noah.
Noah langsung membungkukkan badannya dan berkata, "Maafkan saya, Tante! Saya telah berani mencium Putri Tante"
"Hahahahahaha. Nggak papa. Kalian udah gede. Wajar kalau ciuman. Lagian Tante lihat tadi, yang mencium duluan justru putra Tante, Hahahahaha. Dasar Teori, dia emang nggak berubah dari dulu" Sahut Amanda.
Noah menghela napas lega sambil menegakkan kembali badannya.
"Om mencari kamu. Makanya Tante keluar. Kamu bisa menemui Om sebentar aja?" Tanya Amanda.
"Apa Om juga melihat saya mencium Tari dan saya akan kena hukuman dari Om?" Noah langsung tegang.
"Hahahahaha " Amanda kembali melepas tawa renyahnya ke udara, lalu berkata, "Apa Om pernah kasih hukuman ke kamu?"
"Pernah Tante. Kalau salah gerak pas latihan beladiri dulu, saya dan Tari pasti disuruh push up sebanyak dua puluh kali" Sahut Noah. "Hukumannya sih tidak seberapa Tante, tapi rasa bersalahnya yang berat" tambah Noah.
Amanda terkekeh geli,.lalu berucap, "Om nggak lihat soal ciuman tadi. Om ada di ruang kerjanya sedang rapat dengan Om Duscha dan The Five Jays. Ayo masuk!" Amanda memimpin langkahnya Noah.
"Fiuuhhhh, aman" Sahut Noah sambil mengikuti langkahnya Amanda.
Sesampainya di ruang kerjanya Barnes, Bareng langsung berucap, "The White Mask telah melarikan diri dari penjara. Dia sindikat mafia dan perampok bank nomer wahid dan dia menaruh dendam padaku karena aku yang berhasil menggagalkan aksi terakhirnya dan menjebloskannya ke penjara"
"Lalu, Om?" Sahut Noah.
"Om butuh bantuan kamu. Sebentar lagi kamu bernwgkat ke Jepang untuk misi terakhir kamu, kan?"
Noah menganggukkan kepalanya.
"Tolong sekalian kamu cari tahu keberadaannya The White Mask sekalian awasi pergerakannya kalau udah ketemu" Sahut Barnes.
"Oke Om"
__ADS_1
"Kita harus segera.menjebloskqnnya kembali ke penjara sebelum ia mengancam keselamatan orang-orang yang aku sayangi" Sahut Barnes.