
Batari langsung melompat turun dari atas ranjang untuk melompat ke tubuhnya Noah. Dan sambil menggelungkan paha ke pinggang kokoh suaminya dan menggelungkan kedua lengannya di leher beton suaminya, ia tersenyum penuh arti.
Noah menautkan kedua alisnya sembari menopang pantatnya Batari, lalu bertanya, "Kok malah nemplok kayak panda? Kamu udah baikan?"
Batari memperlebar senyumannya dan menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat, lalu berkata, "Bawa aku pulang sekarang juga!"
"Oke. Turunlah kalau gitu" Ucap Noah.
"Nggak mau" Batari menggelengkan kepalanya masih dengan senyum semringah terpancar cerah di wajah cantiknya. Batari terkejut geli, lalu berucap, "Anak kita ingin nemplok terus ke kamu"
"A.....anak kita?" Noah mengerutkan keningnya.
Batari menempelkan keningnya di kening Noah, lalu berkata, "Kamu itu cerdas. Tapi, di hal-hal tertentu selalu aja lemot"
Noah tersentak kaget dan dia langsung berucap, "Apa kau ha.....hamil?"
Batari menarik keningnya dari kening Noah untuk menganggukkan kepalanya.
Noah langsung tertawa senang dan dia langsung menciumi wajahnya Batari sambil berkata, "Syukurlah kamu dan anak kita baik-baik saja, Sayang! Lain kali jangan nekat lagi kayak tadi! Lagian sekarang kamu udah hamil. Kamu harus jaga diri kamu dan jaga anak kita dengan baik dan..... hmmmppppt!"
Batari langsung membungkam mulut Noah dengan bibirnya. Dan setelah ia melepaskan bibirnya Noah ia berucap, "Jangan ceriwis lagi! Bawa aku pulang!"
Noah menautkan alisnya dan bertanya, "Dengan begini? Kamu nemplok kayak gini?"
"Hmm" Sahut Batari sambil menganggukkan kepala penuh semangat
Noah terkekeh geli lalu berkata, "Oke. Kita pulang dengan cara begini" Noah menyibak tirai dan saat ia melihat ada banyak pasang mata terarah ke dia, pria tampan itu langsung berucap, "Saya hanya menuruti permintaan Istri saya yang tengah hamil muda" Lalu dengan berlari kecil karena malu dan canggung, ia berbisik ke Batari, "Lihat, kan? Banyak orang menatap kita dengan heran"
Batari tekekeh geli dan menyahut, "Biarin"
Noah ikutan terkejut geli. Dan saat ia membantu Batari masuk ke dalam mobil, mobil sportnya Nehemia Baron parkir persis di samping mobilnya.
Noah menoleh ke belakang dan melihat, Adik laki-lakinya, tantenya Amanda, mamanya Amanda, dan Dito berhamburan keluar dari dalam mobil sportnya Nehemia dengan menyemburkan kata tanya yang sama, "Gimana?"
"Tari baik-baik saja. Saya akan kembali ke dalam untuk mengambil obatnya Tari sebentar. Tolong jaga Tari" Sahut Noah.
"Oke" Sahut Amanda.
Batari keluar dari dalam mobil dengan senyum semringah.
"Kok senyum kayak gitu? Kamu baru aja dapet uang segepok, ya?" Tanya Amanda.
__ADS_1
"Atau nemu berlian?" Tanya Bryna.
"Atau nemu emas?" Tanya Dito.
Batari mengusap kepalanya Dito dan sambil menggelengkan kepalanya ke semuanya, ia menatap Nehemia, "Kok kamu nggak ikutan nebak?"
Nehemia tersenyum dan berkata, "Aku nggak pandai nebak. Langsung katakan saja, Kak, kenapa Kakak tampak bahagia banget saat ini"
Batari memperlebar senyumannya dan sambil mengusap perutnya yang masih rata, ia berucap, "Aku hamil"
Amanda dan Bryna memekik senang dan kedua Oma cantik itu langsung memeluk Batari dengan tawa bahagia.
"Yeeeaayy! Aku akan menggendong adik bayi sebentar lagi!" Teriak Dito.
Nehemia mundur selangkah dan dengan wajah yang masih kaget, ia bergumam, kenapa secepat ini Kak Tari hamil? Lalu aku harus bagaimana setelah ini? Aku belum bisa membunuh rasa cintaku untuk Kak Tari.
Noah keluar dari ruang IGD dengan berlari dan ia tersenyum senang saat ia melihat mama mertua dan tantenya Batari memeluk Batari.
Noah mengehentikan langkahnya di samping Nehemia. Dia merangkul bahu adik laki-lakinya dengan santai sedangkan Nehemia tersentak kaget. Noah sontak menoleh ke Nehemia untuk bertanya, "Kenapa kau kaget? Kau melamunkan apa?"
"Bukan hal penting" Sahut Nehemia dengan cepat dan tanpa menoleh ke kakak laki-laki tampannya.
Amanda dan Bryna melepaskan pelukan mereka dan Bryna langsung berkata, "Ayo kita rasakan kabar bahagia ini di rumah"
Satu jam kemudian, Mereka semua sampai di kediamannya Barnes Adiwilaga Darmawan yang lebih ketat penjagaannya daripada kediamannya Jake.
Bryna menelepon asisten pribadinya, "Aku nggak akan ngantor tiga bulan ke depan. Kalau ada apa-apa, kamu langsung ke rumahnya Barnes. Aku menginap di rumahnya Barnes mulai hari ini sampai tiga bulan ke depan"
Sedangkan Amanda langsung menelepon suaminya dan tanpa berbasa-basi terlebih dahulu, Amanda langsung memekik riang dan berucap, "Tari hamil, Sayang!"
"Benarkah?!" Barnes langsung bangkit berdiri dari kursinya dan melihat Jake dengan senyum semringah.
Jake sontak bertanya, "Ada apa?"
"Tari, hamil!" Pekik Barnes dengan wajah semringah.
Jake langsung memeluk Barnes dan berkata, "Wah, si tomboi itu akan menjadi seorang Ibu sebentar lagi. Aku sangat senang, Barnes!"
Barnes membalas pelukannya Jake dan berkata, "Aku juga sangat senang"
Klik! Amanda mematikan teleponnya dan dia bertanya ke Dito, "Lho, Om Hemi mana?"
__ADS_1
"Om Hemi harus balik ke kantor" Sahut Dito.
"Wah, sayang sekali. Padahal aku ingin kita semua makan besar hari ini untuk merayakan kabar gembira ini. Hemi, kok malah balik ke kantor, sih"
Noah berlari menyusul adik laki-laki tampannya untuk berkata, "Kakak hanya bisa ada di sini selama tiga hari. Setelah itu, Kakak harus balik ke lokasi. Kakak minta tolong ke kamu, boleh?"
"Minta tolong apa, Kak?" Tanya Hemi dengan menautkan kedua alisnya.
"Jaga Istri Kakak sampai Kakak balik nanti! Jaga Istri dan anak Kakak. Emm, pacar kamu nggak akan marah, kan, kalau kamu jagain Istri dan anak Kakak?" Noah menepuk pundaknya Nehemia.
Nehemia tersenyum lebar dan berkata, "Aku nggak pacar saat ini. Dan dengan senang hati, aku akan jaga Kak Tari dan janin yang ada di dalam perutnya dengan segenap jiwa dan ragaku"
"Thank you, Bro" Sahut Noah.
Setelah Nehemia pergi, Noah kembali masuk ke dalam rumah dan langsung melesat ke kamarnya Batari. Ia melihat Batari rebahan di atas kasur sambil mengelus perutnya yang masih rata.
Noah ikutan rebahan di sampingnya Batari dan sambil memeluk istri cantiknya, ia mengelus perutnya Batari sambil berucap, "Makasih ya Junior, kamu kuat bertahan di dalam perutnya Mama saat Mama kamu menjadi sang jagoan tadi"
Batari menepuk dadanya Noah dan merengut.
Noah mengecup bibirnya Batari dan berucap, "Aku beneran bersyukur anak kita kuat. Gimana kalau kamu keguguran dan kamu kenapa-kenapa tadi? Aku bisa gila"
"Iya. Maafkan aku. Aku juga nggak tahu kalau ternyata aku udah hamil. Kalau aku tahu, aku nggak akan senekat itu" Batari mengelus dadanya Noah.
Noah mencium keningnya Batari dan sambil terus mengelus perut Batari yang masih rata, ia berucap, "Aku ingin anak kita nanti putih kayak kamu, punya hidung pesek kayak kamu karena hidung pesek itu menggemaskan"
Batari menepuk dadanya Noah dan langsung berkata, "Iya, orang pesek itu juga lebih ngirit ambil napasnya. Puas?!"
Noah langsung menggelegarkan tawanya
Batari langsung berkata, "Aku ingin dia segala-galanya mirip kamu. Biar nanti kalau kamu pergi menjalankan misi kamu, aku bisa meluapkan rasa kangenku ke kamu dengan cara menciumi wajah anak kita" Batari tersenyum lebar ke Noah yang sudah menarik bibir dadi keningnya.
Noah tersenyum lebar dan berkata dengan sorot mata penuh cinta, "Terserah kamu saja, Sayang. Yang penting kamu dan anak kita selalu sehat"
"Kamu juga harus selalu sehat" Protes Batari.
"Iya, iya, aku juga harus selalu sehat" Sahut Noah.
Batari lalu memeluk Noah dengan erat dan berkata, "Aku suka wangi kamu. Dan aku nggak mau jauh-jauh dari kamu"
Noah menghela napas panjang dan dia urung mengatakan kalau tiga hari ke depan dia harus pergi menjalankan misinya
__ADS_1
Silvia menyeringai saat ia mendengar Nehemia berkata ke Adam Baron, kalau Batari telah hamil