Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Jamuan Makan Malam


__ADS_3

Amanda yang malam itu mengenakan gaun malam berwarna merah darah, dengan rambut yang sudah diluruskan namun, diikat alami ke atas seperti ekor kuda itu nampak sangat menawan. Gaun malam berkerah Shanghai tanpa lengan dengan panjang menyentuh lantai dan ada belahan di samping kiri dari bawah sampai ke atas paha, membuat Amanda tampak elegan, seksi dan anggun.


Barnes merasa bangga bisa mengikat pinggang Amanda dengan lengan kekarnya malam itu dan bisa memperkenalkan Amanda sebagai istrinya di depan Menteri Pertahanan Keamanan, Letkol, para Letjend, Jenderal dan pejabat tinggi lainnya. Justru Amanda yang merasa canggung dan risih karena ia belum pernah menghadiri jamuan makan semewah itu dan ia juga belum pernah bertemu dengan para pejabat tinggi negara.


Jenderal Bayu terus menatap Amanda dan bertanya, "Rambut istri Anda asli atau diwarnai? kenapa merah warnanya?"


"Ini asli" sahut Barnes.


"Wah! kamu beruntung sekali Barnes, mendapatkan istri secantik dan seseksi ini.denhan rambut indah berwarna merah alami. Emm......sebentar lagi ada acara dansa. Apa aku boleh berdansa dengan istrimu?' tanya Jenderal dengan name tag Bayu itu.


"Terima kasih atas pujiannya tapi, maaf Jenderal, saya tidak bisa mengijinkan siapapun berdansa dengan istri saya malam ini. Hanya saya yang akan berdansa dengannya" Barnes mengusap kucir kudanya Amanda.


Jendera Bayu yang tidak terbiasa menerima penolakan merasa tersinggung namun, ia simpan rasa tersinggungnya dengan senyum lebar dan ucapan, "Baiklah! Jaga baik-baik istri cantikmu ini"


Amanda bergidik ngeri saat ia bisa mendengar apa isi kepala Jendera Bayu dan tanpa Amanda sadari, tubuhnya bergetar hebat. Barnes bisa merasakannya lalu ia menoleh ke Amanda dan bertanya, "Kamu ingin minum?"


Amanda menganggukkan kepalanya berulangkali dengan tempo cukup cepat karena, gadis berambut merah itu ingin segera pergi dari kerumunan para jenderal yang memiliki pikiran mesum atasnya.


Barnes kemudian mengedarkan tatapannya ke semua jenderal yang mengelilingi dia dan Amanda. Kemudian ia berkata, "Maaf, istri saya kehausan. Kami pamit mau mengambil minum dulu"


Beberapa menit kemudian, Amanda bisa bernapas lega karena akhirnya, ia bisa lepas dari kerumunan laki-laki dewasa yang berpikiran mesum atasnya.


Barnes melihat Amanda telah menandaskan satu gelas air mineral dingin. Lalu Komandan yang sangat gagah dan tampan itu bertanya, "Apa yang kau dengar tadi? Apa isi kepala dari laki-laki dewasa yang mengelilingi kita tadi?"

__ADS_1


"Mereka semua berfantasi liar ingin tidur denganku" Amanda lalu menunduk menatap gaun malam berwarna merah darah yang ia kenakan malam itu, "Kenapa kau pilihkan aku gaun yang seksi seperti ini?" Amanda kemudian tercekat napasnya, ia segera mengangkat wajahnya untuk menatap Barnes dengan tanya, "Apa kau berniat menjualku? Di sini?"


Barnes langsung menyentil pelan keningnya Amanda, "Jangan ngawur! Kau adalah milikku sejak aku membelimu di lelangannya Praja Anggada dan selamanya. Tidak akan aku jual lagi"


Amanda langsung menghela napas lega lalu bertanya, "Bahkan jika ada yang bersedia membayarku lebih mahal dari yang kau keluarkan dulu?"


"Cih! dengan rambut merah anehmu dan tubuh kerempengmu itu, siapa yang bersedia membayar lebih dari lima ratus juta rupiah"


sahut Barnes tanpa menatap Amanda namun, ia masih mengikat pinggang rampingnya Amanda dengan lengan kekarnya.


"Dan kenapa kau bersedia mengeluarkan uang sebanyak itu untukku?" tanya Amanda dengan wajah kesal.


"Karena kau teman masa kecilku dan aku nggak tega melihatmu ketakutan saat itu. Aku membebaskanmu dengan lima ratus juta rupiah hanya sekadar rasa kemanusiaan" Barnes mengatakan kata yang bertolak belakang dengan isi hati nuraninya.


Amanda tiba-tiba mendengar ada satu orang pria dengan pemikiran, Amanda Dirgantara? Apa dia putri dari Axel Dirgantara? Mana dia?


Amanda langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok pria dengan pemikiran itu dengan wajah gelisah. Dan Barnes bisa merasakan kegelisahannya Amanda. Barnes lalu menoleh dan bertanya ke Amanda, "Ada apa?"


"Aku mendengar ada seorang pria yang menyebutkan namaku dan nama almarhum Papaku di pikirannya" Amanda berkata dengan masih celingukkan ke kanan dan ke kiri juga ke arah depan untuk mencari di mana pria yang juga tengah mencarinya karena ia putri dari Axel Dirgantara.


Barnes langsung menegakkan badannya dan mulai ikutan mengawasi semua orang yang ada di jamuan makan malam prasmanan itu. Barnes yang tidak bisa membaca pikiran namun, bisa membaca gerak-gerik mencurigakan, ikut mengedarkan tatapan tajamnya bak elang ke seluruh penjuru Banquet hall (sebuah ruangan yang memiliki interior khusus digunakan untuk acara jamuan).


Namun, tiba-tiba Amanda berkata, "Lupakan saja! orangnya udah hilang bersama dengan semua tanya di pikirannya"

__ADS_1


Barnes menoleh ke Amanda, "Kau yakin dia telah hilang?"


"Aku tidak mendengar kata di pikirannya lagi. Sekarang yang aku dengar cuma pikiran mesum, ingin makan, mabuk dan ingin berdansa dengan pasangan mereka" Amanda menoleh ke Barnes dengan senyum tipis, "Aku sering merasa lelah dengan bakatku ini dan terkadang aku menertawakan diriku sendiri. Duniaku tidak pernah sepi karena aku bisa membaca pikiran semua orang kecuali kamu dan Mikha tapi, jiwa dan hatiku justru kesepian karena aku tidak punya orangtua, saudara dan temanku hanyalah Mikha dan Mamanya Mikha"


Barnes mengusap rambutnya Amanda, "Kau punya aku sekarang ini, kau juga punya the five Jays dan Pak Temon. Temanmu bertambah banyak kan? Jadi, jangan bersedih lagi! Ada Bryna juga, nanti aku akan mempertemukanmu dengan Bryna"


"Siapa Bryna?" tanya Amanda.


"Kau akan segera bertemu dengan Bryna nanti. Sekarang kita akan berdansa dulu dan jangan pernah lepas dari pandanganku!! Kalau kamu pengen ke toilet bilang, aku juga akan mengantarmu" ucap Barnes sambil mengajak Amanda melangkah ke tengah lantai dansa. Musik waltz diputar dan mereka berdansa dengan mengikuti musik itu namun, Barnes berulangkali tersentak kaget dan meringis karena sepatu Amanda sering menginjak sepatunya. Amanda mendongak, meringis dan berkata, "Maaf! aku tidak sengaja. Aku belum pernah berdansa seperti ini sebelumnya dan aku memang tidak bisa berdansa"


Barnes tersenyum lembut saat ia menunduk lalu ia berkata, "Naikan saja semua kakimu ke atas kakiku dan ikuti gerakan kakiku saja! Begitu lebih enak daripada kau injak terus kayak tadi"


Amanda terkekeh geli lalu bertanya, "Kau yakin?"


"Hmm! naikkan semua kakimu ke atas kakiku!" Barnes tersenyum ke Amanda.


Amanda lalu meletakkan semua telapak kakinya di atas punggung sepatunya Barnes lalu ia hanya tinggal mengikuti gerakannya Barnes..Barnes menggenggam erat tangan kanannya Amanda dengan tangan kirinya dan mengetatkan pelukan lengan kekarnya di pinggangnya Amanda supaya Amanda tidak tergelincir dan terjatuh.


Amanda bisa merasakan kehangatan tubuh Barnes karena, gerakan dansa itu membuat tubuh mereka menempel dengan sangat erat.


Barnes merasakan kehangatan tubuh Amanda, deru napas Amanda yang mewakili degup jantungnya Amanda yang bisa ia rasakan karena dadanya Amanda menempel persis di dadanya. Seketika itu pula, jantungnya Barnes mengkhianati pemiliknya, jantungnya Barnes berdebar keras tanpa ijin. Dan degup jantung siapa yang terdengar paling kencang, Barnes dan Amanda masih berusaha untuk saling mengingkari


Jantung Amanda berdebar karena, sikap lembut dan berwibawanya Barnes. Sedangkan jantung Barnes berdegup kencang karena, aroma tubuhnya Amanda yang seksi.dan kehangatan tubuh Amanda yang menempel lekat di tubuhnya.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, ada dua pasang bola mata yang menatap mereka dengan tidak suka disertai dengan seringai menakutkan penuh dengan kelicikkan.


__ADS_2