
Barnes dan timnya dengan didampingi petugas kepolisian yang bertugas di bidang kriminal menggelandang Dokter Leon Rahardian yang cukup terkenal dan menimbulkan huru-hara di rumah sakit tempat di mana Batari magang di sana sebagai dokter umum. Semua kolega dan karyawan rumah sakit tersebut sungguh tidak menyangka kalau Dokter Leon Rahardian ditangkap polisi.
Putri Amina kembali ke istana kecilnya yang berada di sayap kiri dari istana utama, dengan diantarkan oleh pangeran Abiyu. Abiyu berjalan di samping pujaan hatinya dengan tanya, "Apa Kakak tiriku memakai kontak lensa, ya? Kenapa bola matanya berwarna biru sekarang ini? Kamu perhatikan tidak?"
"Maaf Pangeran, saya, kan, sejak berumur lima tahun sudah tidak pernah lagi bertemu dengan Pangeran Arka. Saya lupa apakah bola matanya Pangeran Arka itu biru ataukah hitam atau malah oranye kayak mata kucing, hihihihi" Sahut Putri Amina.
Pangeran Abiyu menghentikan langkah saat ia melihat tawa cantiknya putri Amina.
Putri Amina ikut menghentikan langkahnya dan menoleh ke pangeran Abiyu yang tengah menatapnya, lalu bertanya, "Ada apa Pangeran? Ada yang salah di wajah saya?"
"Kakak tiri saya buta atau apa sebenarnya. Kenapa, Istri secantik ini diabaikan" Gumam Pangeran Abiyu sembari terus menatap wajah cantiknya putri Amina.
"Apa yang Anda katakan, Pangeran? Maaf saya kurang jelas mendengarnya" Sahut Putri Amina.
"Ah, lupakan saja! Ayo kita kembali melangkah" Sahut Pangeran Abiyu sembari melangkah mendahului putri Amina.
Putri Amina menganggukkan kepalanya lalu bergegas mengikuti langkahnya pangeran Abiyu.
Sampai di depan pintu masuk istana kecilnya putri Amina, pangeran Abiyu tanpa ia sadari mengangkat tangannya untuk mengelus-elus pucuk kepalanya putri Amina sembari berucap, "Selamat beristirahat"
Putri Amina tertegun menerima perlakuan tersebut dan pangeran Abiyu langsung menarik tangannya dari pucuk kepalanya putri Amina dengan canggung, lalu dengan cepat ia berputar badan untuk berlari kecil meninggalkan putri Amina begitu saja.
Putri Amina menatap punggung pangeran Abiyu dengan wajah penuh tanda tanya dan bergumam, "Kenapa Pangeran Abiyu mengelus pucuk kepalaku barusan? Apa maksudnya?"
Noah Baron yang masih berada di dalam karakternya pangeran Arka Bhadrika Wahyatma itu, mengajak Batari berguling di atas ranjang sambil terus berciuman di dalam percikan gairah yang semakin lama semakin membara.
__ADS_1
Hawa dingin di sekitar kamar yang tiba-tiba melesak masuk ke dalam kamar mereka, kala mendung menyapa, tidak mampu memadamkan api gairah yang ada di atas ranjang pengantin baru itu.
Gerakan lihai tangan dan bibir suami tampannya membuat Putri tunggalnya Barnes Adiwilaga Darmawan itu, tidak mampu untuk membuka kedua kelopak matanya.
Noah tersenyum kala ia menatap wanita cantik yang berada di bawah kungkungannya, lalu berkata, "buka matamu!"
Batari menuruti pemintaan suami tampannya. Ia membuka kedua kelopak mata lentiknya secara perlahan lalu ia berucap di bawah kesadarannya, "jangan berhenti!!"
Noah yang masih hilang ingatan itu, terkekeh geli, "Aku nggak akan bisa berhenti sayang. Kau sungguh memesona dan aku tidak bisa menahannya lagi. Aku cuma ingin kamu melihat kedua bola mataku di saat aku berjanji, aku akan memuaskan kamu, Istriku"
Batari merona malu saat naluri alaminya sontak menarik tangannya Noah dan berkata, "sentuh aku di sini!"
Noah mengikuti semua permainan yang istri cantiknya inginkan dan kembali mencium Batari dengan tangan yang bebas bergerak mengelus, mengusap dan meremas tubuh polos istrinya yang manis, semanis madu.. Mereka berdua, kemudian menggila dan meliar bersamaan.
Batari yang di luar terkesan barbar, namun sejatinya masih sangat lugu dan keluguan Batari itu, dirasakan oleh Noah, begitu manis ketika akhirnya Noah Baron menyatukan raga dan cintanya dengan istri cantiknya itu.
Noah tersenyum penuh cinta dan penuh dengan rasa bangga karena, ia laki-laki pertama dan untuk selama-lamanya yang diijinkan oleh takdir untuk menyatu dengan wanita yang ia cintai dengan sungguh-sungguh.
Namun, seolah tidak puas, Noah kembali bergerak dan terus bergerak dengan bermacam gaya ringan untuk terus menyatukan panasnya gairah di rasa manisnya Batari.
Noah berhenti di saat Batari melepas kepuasannya berbarengan dengan lenguhan yang meluncur bebas dari mulutnya untuk yang ketiga kalinya di udara. Batari kemudian bergumam lirih, "Aku lelah"
Noah mencium kening istri imutnya, lalu bangkit dan menarik selimut untuk menyelimuti tubuh polosnya Batari. Pria tampan itu kemudian menyusup masuk ke dalam selimut dan memeluk erat tubuh polos istrinya. Noah mencium pelipis istri cantiknya, dengan penuh cinta, lalu berkata, "Terima kasih kau jaga kesucianmu hanya untukku. Aku sudah mencicipi manisnya kesucianmu semalam dan sekarang rasa kamu bertambah semakin manis. Kau candu buatku mulai dari semalam. Sekarang, tidurlah!"
Batari tersenyum bahagia, "Terima kasih sudah membebaskan aku untuk mengecap manisnya cinta" Dan tidak begitu lama Batari pun tertidur pulas di dalam pelukan hangat suami tercintanya yang baru saja ia nikahi di beberapa jam yang lalu.
__ADS_1
Saar pintu kamar diketuk, Noah bangun untuk memunguti semua bajunya yang berserakan di lantai, lalu memakai kembali semua bajunya.
Setelah rapi, dia mengambil ponselnya Batari untuk ia simpan nomer ponselnya Batari. Setelah selesai memasukan nomer ponselnya Batari ke ponselnya, dia kembalikan kembali ponselnya Batari ke dalam tasnya Batari, lalu ia melangkah pergi keluar, Saat membuka pintu kamarnya, dia menutupnya kembali dengan cepat dan berdiri di depan pintu kamarnya untuk mengetikkan pesan text untuk Batari, "Maaf, aku harus pergi. Sampai ketemu di hari Sabtu. Tunggu aku dan rindukan aku selalu" Noah bergumam saat ia mengetikan pesan text di ponselnya dan Felix langsung bertanya, "Berarti hari Sabtu, kita ke sini lagi, Pangeran?"
Pangeran Arka menoleh ke Felix dan sembari menganggukkan kepalanya ia memasukan kembali ponselnya ke dalam saku celana kainnya,.lalu melangkah mendahului Felix.
Felix bergegas menyusul langkah junjungannya dan memerintahkan anak buahnya untuk mengikutinya.
Noah menatap lima orang laki-laki bertubuh tegap pilihannya, lalu berkata, ",Aku memilih kalian berlima untuk tetap di sini menjaga Istriku. Jangan lengah dan jangan sampai Istriku pergi dari sini tanpa pengawalan kalian! Kalau Istriku sakit atau terluka, langsung kabari aku!"
"Baik Pangeran!" Sahut kelima laki-laki bertubuh tegap dan gagah yang telah dipilih Noah untuk menjaga istrinya.
Lalu, Pangeran Arka melompat naik ke helikopter untuk segera kembali ke istana utama.
Neneknya pangeran Arka dan pangeran Abiyu, Ratu Ambika, sampai di istana utama dan langsung bertanya ke kepala urusan rumah tangga istana utama, "Di mana Arka,?"
"Pangeran Arka belum kembali, Ratu. Pangeran Arka masih di dalam perjalanan pulang dari pertemuannya dengan klien penting" Sahut kepala urusan rumah tangga di keluarga kerjaan Wahyatma.
"Baiklah. Apakah para tamu undangan sudah datang semua?" Tanya Ratu Ambika kemudian.
"Belum, Ratu"
"Baiklah. Aku akan tunggu di ruang kerjaku. Kalau semua tamu sudah lengkap dan Arka sudah datang, panggil aku!" Ucap Ratu Ambika.
"Baik, Ratu"
__ADS_1
Ratu Ambika duduk di kursi kerjanya dan bergumam, "Kenapa bola matanya Arka berwarna biru sekarang ini? Apakah tenggelam di laut selama beberapa hari, bisa merubah warna bola mata?"