Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Tunggu Aku!


__ADS_3

Putri Amina kembali ke dalam kamar dan setelah menutup pintu balkon, dia berputar badan untuk berjalan ke ranjang. Putri berwajah sendu dan berkulit sangat putih itu, duduk di tepi ranjang dengan helaan napas panjang. Di bergumam, "Kenapa suamiku tidak kunjung pulang dan ponselnya tidak bisa aku hubungi?"


Ratu Ambika yang menunggu kedatangan cucu kesayangannya di ruang tamu juga mulai kesal karena, dia tidak bisa menghubungi ponselnya pangeran Arka. Ratu Ambika kembali menelepon Felix dengan wajah kesal.


Felix benar-benar hampir frustasi saat ponselnya terus berdering dan nama Ratu Ambika terus muncul di ponselnya. Dua kali panggilan dari Ratu Ambika dia berani abaikan, namun di panggilan ketiga Felix langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Kenapa Arka belum pulang? Junjungan kamu itu di mana sekarang?" Ratu Ambika langsung menyemburkan kekesalannya ke Felix


"Pangeran Arka masih ada di kantor, Ratu. Pangeran Arka masih mempelajari berkas karena besok, Pangeran Arka harus bertemu dengan klien dari hotel The Baron" Sahut Felix.


"Kamu ada bersamanya saat ini?" Tanya Ratu Ambika.


"Ada".Sahut Felix.


"Kasih telpon kamu ke Arka, cepat!" Perintah Ratu Ambika dengan nada tegas dan suara melengking.


Felix sontak menjauhkan ponsel dari telinganya, lalu segera menyerahkan ponselnya ke junjungannya dengan kata, "Pangeran, Ratu ingin bicara dengan Anda"


Pangeran Arka menerima ponsel yang disodorkan oleh Felix, lalu menempelkan ponsel itu ke daun telinganya dan berkata, "Halo, Nek, ada apa?"


Ratu Ambika menghela napas panjang dan langsung memekik kesal, "Kau bilang ada apa dengan nada santai?! Amina sudah menunggu kamu dari tadi. Cepat pulang!"


Klik! Pangeran Arka memutuskan begitu saja sambungan telepon dari Ratu Ambika, lalu ia menarik ponsel dari daun telinganya dan setelah ia menonaktifkan ponsel tersebut, ia kembalikan ponsel itu ke Felix.


Felix menerima ponselnya dengan mulut terbuka lebar.

__ADS_1


"Ada lalat mau masuk, tuh" Pangeran Arka menunjuk mulutnya Felix yang terbuka lebar.


Felix spontan menutup mulutnya dan pangeran Arka langsung terkejut geli melihat tingkah konyolnya Felix yang dengan gampangnya ia bodohi.


"An......anda.nsrusan terkekeh geli, Pangeran?" Felix menatap junjungannya dengan wajah penuh tanda tanya.


"Kenapa? Apa aku, Arka, nggak pernah terkekeh geli sebelumnya?" Pangeran Arka juga menatap Felix dengan wajah penuh tanda tanya.


Felix menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat dan berkata, "Iya. Anda tidak pernah tersenyum,.tekekeh geli, apalagi tertawa lepas. Anda hanya sering mengulas senyum tipis"


"Berendam di dalam laut cukup lama ternyata banyak membawa perubahan di diriku, ya" Sahut pangeran Arka.


Felix menghela napas panjang, lalu berkata, "Kenapa Anda matikan teleponnya Ratu Ambika?"


"Nenekku berisik sekali dan aku malas menanggapi ocehannya" Sahut pangeran Arka.


"Malam ini ataupun malam berikutnya dan berikutnya lagi, aku nggak akan menyatu dengan Amina. Nggak akan pernah" Sahut pangeran Arka sambil terus membaca berkas terakhir yang ada di depannya.


"Tapi, kalau Anda lengser dan digantikan oleh Pangeran Abiyu, bagaimana dengan nasib Anda, nasib saya, dan nasib orang-orang yang selama ini mendukung Anda, Pangeran?" sahut Felix.


"Aku akan carikan kamu dan yang lainnya pekerjaan yang baru dan aku juga akan cari pekerjaan baru" Sahut pangeran Arka dengan santainya dan Felix hanya bisa mendengus kesal sambil menyugar kasar rambut lurusnya. Lalu, asisten pribadinya Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma yang sangat setia itu, bangkit berdiri dan melangkah pergi meninggalkan junjungannya sendirian di ruang kerja.


Sementara itu, Batari yang hendak masuk ke dala. kamarnya, tanpa sengaja mendengar percakapan pelayan yang ada di vila pribadi milik pangeran Arka, "Kasihan Istri pertamanya Pangeran Arka, ya? Dia dimadu. Tapi, Istri pangeran Arka yang ada di sini, jauh lebih cantik dan menarik kalau menurutku. Putri Amina memang cantik, sih, tapi dia orangnya nggak bisa bergaul dan orangnya terlalu kaku juga sangat angkuh"


Batari langsung masuk ke dalam kamarnya dan langsung. mencari ponselnya untuk melakukan Video Call dengan suaminya.

__ADS_1


Jam setengah sepuluh, Arka merebahkan diri di atas sofa sambil menatap layar ponselnya. Dia bergumam, "Haruskah aku meneleponnya? Aku sangat merindukan istriku. Tapi, ini udah jam setengah sepuluh. Istri cantikku yang unik itu pasti udah tidur"


Arka hampir saja menjatuhkan ponselnya saat ponselnya tiba-tiba berbunyi dan ada wajah Batari di layar ponselnya. Arka lansgung mengangkat panggilan Video Call tersebut dan langsung mengulas senyum tampannya di depan layar ponsel.


"Nggak usah senyum-senyum! Kamu di mana saat ini?" Batari langsung bertanya dengan memasang wajah garang di depan layar ponselnya.


Arka langsung panik dan sontak mengedarkan ponselnya ke seluruh ruangan kantornya sambil berucap, "Aku tidur di kantor" Lalu ia menatap kembali layar ponselnya untuk berkata, "Kenapa wajah kamu menakutkan kayak gitu? Apalagi salahku?"


"Kenapa kamu nggak bilang kalau kamu udah punya Istri? Dasar brengsek! Kamu mempermainkan aku selama ini, Noah Baron?" Batari mulai menggertakkan gerahamnya.


"Nah, itu. Aku adalah Noah Baron, kan? Jadi, aku merasa nggak pernah punya Istri lain selain kamu" Sahut suaminya Batari dengan senyum santai dan nada suara yang ringan.


"Kau! Aku serius, Noah!" Batari masih mendelik di depan layar ponselnya.


"Aku juga serius. Sayang, yang menikah dengan Putri Amina adalah Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma dan aku adalah Noah Baron, jadi aku bukan suaminya Putri Amina, kan? Dan aku bersumpah demi apapun di dunia ini kalau aku nggak pernah tidur dengan Putri Amina" Sahut Noah yang masih dibalut outfitnya pangeran Arka.


Sorot matanya Batari langsung meredup dan wanita cantik yang memiliki karakter persis sama dengan Moses Elruno, kakek buyutnya itu, kemudian berkata, "Apa ingatan kamu udah pulih?"


Noah tersenyum dan menggelengkan kepalanya, lalu berkata, "Ingatanku belum pulih.Tapi, insting alamiku udah pulih. Insting alamiku ini bisa mengenali kamu dan yang bisa mengenali kamu, kan, cuma Noah Baron. Berarti aku seratus persen adalah Noah Baron"


"Kamu janji sama aku! Jangan tidur dengan wanita lain selain aku!" Batari mengerucutkan bibirnya dengan wajah yang menggemaskan.


Noah tersenyum dan berkata, "Aku janji. Aku akan jaga jiwa dan ragaku hanya untuk kamu. Itulah kenapa aku tidur di kantor malam ini"


"Lalu, malam besoknya dan besoknya, besoknya lagi?" Batari masih mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Sepertinya udah sangat lama aku memendam rasa ini. Aku ingin bisa mengucapkan kata selamat malam di setiap malam-malam yang kita.lalui bersama, aku ingin mengucapkan kata aku merindukanmu, di setiap pagi saat kamu berangkat kerja dan aku ingin mengucapkan kata aku mencintaimu di setiap pertemuan napas kita" Batari berucap di depan layar ponselnya dengan sorot mata sendu dan wajah imut yang sangat menggoda jiwa dan raganya Noah Baron yang tengah dipaksa berperan menjadi pangeran Arka Bhadrika Wahyatma.


Noah langsung bangun dan bangkit berdiri sambil berucap, "Tunggu aku!"


__ADS_2