Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Terkesiap


__ADS_3

Barnes melompat.rurun dari mobilnya Jake dan tanpa menghiraukan Jake, dia langsung berlari kencang masuk ke.dalam rumah pribadinya. Leon tergopoh-gopoh menyambut kedatangan bos besarnya.


Barnes langsung menyemburkan tanya, "Di mana Amanda?"


"Dia sepertinya ketiduran di dalam kamarnya, Tuan. Setelah makan tadi, Nona Amanda masuk ke dalam kamar dan tidak keluar-keluar lagi sampai sekarang. Dan Tuan, asal Anda tahu, Nona Amanda tuh makannya banyak sekali padahal badannya kurus banget" celotehannya Leon disambut tawa menggelegarnya Jake dan Jake langsung menyahut, "Udah harganya mahal, makannya banyak pula, ckckckckck"


Barmes langsung melotot ke Jake dan Jake kembali melepas tawa renyahnya ke udara dengan santai.


Barnes menghela napas panjang dan menghenyakkan tubuhnya ke sofa lalu ia bertanya ke Leon, "Semua barang-barang pribadinya Amanda sudah kau ambil dari kos-nya?"


"Sudah Tuan"


"Kamu taruh di mana? di kamarnya?" Barnes langsung memajukan badannya ke arah Leon lalu menaruh kedua siku tangannya di atas kedua pahanya. Barnes tampak antusias ingin melihat barang-barang pribadinya Amanda karena, ia ingin benar-benar memastikan kalau wanita yant sudah dia tebus dengan sangat mahal adalah benar-benar Amanda Dirgantara, teman, sahabat dan cinta pertamanya.


"Ada di ruang kerja Anda, Tuan. Saya pikir, Anda.ingin memeriksanya terlebih dahulu maka......."


Barnes tidak menunggu Leon menyelesaikan kalimatnya, dia segera bangkit dan berlari ke lantai dua lalu melesat ke ruang kerjanya.


Pandangannya Jake.mwngikutinarqh pergi sahabatnya lalu ia menoleh ke Leon, "Bos kamu udah hilang akal gara-gara seorang wanita. Mending kalau wanita itu cantik, seksi dan menggoda. Lha ini, udah kurus kering, rambutnya aneh pula, hmm, dasar.Barnes gila"


Leon hanya tersenyum lalu berkata, "Anda ingin minum apa, Tuan Jake?"


"Soda gembira ada?" tanya Jake. "Kalau aku minta anggur dan wine dengan es batu pasti nggak ada, kan. Jadi, aku minta soda gembira aja"


Leon menghela napas panjang lalu berkata, "Baiklah. Saya akan suruh asisten rumah tangga di sini menyiapkan soda gembira untuk Anda. Tunggu sebentar!" Leon berbalik badan lalu melangkah pelan menuju ke dapur.

__ADS_1


Jake memekik, "Sekalian bawakan camilan yang banyak, ya!"


Barnes memeriksa barang-barang pribadinya Amanda. Sebenarnya jika menurut tata.krama.dan kesopanan, memeriksa barang pribadi seseorang tanpa.ijin itu tidak diperkenankan tapi karena, sudah terbiasa bekerja sebagai penyidik, memeriksa barang pribadi milik seseorang tanpa ijin, sudah menjadi hal yang lumrah bagi Barnes.


Barnes berhasil menemukan rompi kotak-kotak yang mirip dengan rompi kotak-kotak miliknya, yang dia simpan di rumah Mamanya. Barnes mengambil Romli kotak-kotak itu dan meletakkannya di atas meja kerjanya sambil bergumam, "Berarti dia memang Amanda Dirgantara yang selama ini kucari"


Lalu Barnes.merapikan lagi tas.besar berwarna hitam yang memuat baju-bajunya Amanda Dirgantara yang tidak terlalu banyak dan udah jelek semua kondisinya yang hampir tidak layak pakai lagi. Barnes menutup ritsleting tas besar berwarna hitam itu sambil bergumam, "Apa yang terjadi padamu selama ini? Kenapa kehidupan kamu tampak sangat menyedihkan begini?"


Barnes lalu beralih ke tas.selempang dari bahan jins yang sudah kumal. Dia mengobok-obok tas Kumal dan sedikit bau itu di saat pintu ruang kerjanya terbuka sangat kasar sampai mengeluarkan suara braaaak! dan tanpa ada suara ketukan sebelumnya.


Amanda langsung masuk disusul laju larinya Leon dan Jake namun, Leon dan Jake sangat terlambat untuk mencegah Amanda menampar Barnes.


Setelah menampar Barnes, Amanda merebut tas selempanganya, mendelik ke Barnes dan langsung menyemburkan kata, "Dasar brengsek! kenapa kau mengobok-obok tasku tanpa ijin dariku, hah?!"


Barnes memegang pipi kanan yabg masih terasa panas bekas terkena tamparan liarnya Amanda Dirgantara. Barnes lalu menegakkan badannya dan mendelik ke Amanda, "Kau berani menamparku?"


Jake dan Leon hendak maju untuk membawa Amanda pergi dari ruang kerjanya Barnes, namun, Barnes mengangkat tangan kanannya ke udara bebas untuk menahan langkahnya Jake dan Leon. Barnes kemudian menghunus tatapan tajam ke Amanda dan melepas tanya,


"Kau tidak ingat siapa aku?" tanya Barnes.


Amanda Dirgantara menggelengkan kepalanya penuh semangat dan dengan mimik wajah polos.


Barnes lalu mengibarkan rompi kotak-kotak kecil yang berwarna merah, "Lalu kenapa kau bisa punya rompi ini? kenapa kau......"


Amanda langsung menarik rompi kotak-kotak kecil berwarna merah yang terus dikibar-kibarkan oleh laki-laki tampan di depannya dan mendengus marah, "Kenapa kau ambil rompiku tanpa ijin? dasar laki-laki tidak punya tata Krama, cih!"

__ADS_1


Jake terkekeh geli dan Leon mengulum bibir menahan tawa. Amanda mendengar tawanya Jake lalu ia menoleh tajam ke Jake dan menyemburkan protes, "Kau juga sama saja. Sedari tadi kau mengatai rambutku, kan? dan sewaktu di dalam ruang VVIP nomer enam, waktu acara lelang, kau berpikiran mesum atas diriku"


Jake mengangkat kedua alisnya ke atas dan menarik rahangnya ke bawah karena terkejut lalu ia bersitatap dengan Barnes. Barnes menganggukkan kepalanya, "Dia bisa membaca pikiran semua orang dan sial! kau beneran berpikiran mesum atas dia Jake?" Barnes mulai mengepalkan kedua tinjunya.


Jake langsung mengatupkan kembali rahangnya dan tertawa canggung lalu ia segera berkata, "Hahahahaha, itu karena, kondisi dan keadaan kawan. Aku tidak sengaja melakukannya, yeeeaahhh! pahamilah kawan, aku kan laki-laki normal"


Barnes mendelik ke Jake dan berkata, "Aku memaafkanmu kali ini tapi, jika kau ulangi lagi, aku akan menghajarmu"


"Aku janji nggak akan mengulanginya lagi" Jake mengangkat kedua jarinya ke udara bebas dan Leon kembali mengulum bibirnya menahan tawa.


Jake kembali berkata, "Wanita ini berbahaya untuk kita. Dia bisa tahu apa yang kita pikirkan dan......."


"Kecuali dia" Amanda mengarahkan telunjuknya ke Barnes dan kembali bersitatap dengan Barnes, "Aku tidak bisa mengetahui, membaca dan mendengarkan apa yang ia pikirkan"


"What?! kenapa kau pilih kasih begitu sih, Nona berambut merah?" Jake langsung berkacak pinggang dan melayangkan protes ke Amanda.


Amanda menoleh sekilas ke Jake untuk berkata, "Aku juga tidak tahu kenapa aku tidak bisa membaca pikirannya"


"Kau belum menjawab semua pertanyaanku" Suara Barnes yang dalam dan tegas kembali menggema di ruangan itu.


"Aku tidak ingat siapa kamu dan rompi ini adalah rompi masa kecilku. Aku cuma ingat pernah memakai rompi ini untuk ikut lomba dance dengan anak laki-laki dan anak laki-laki itu sangat berarti bagiku. Namun, aku lupa siapa nama anak laki-laki itu" ucap Amanda dengan sorot mata.meredup.


"Karena kamu tidak ingat siapa aku, maka aku harus menikahimu sekarang juga" Barnes berucap dengan sorot mata dan nada suara yang sangat tegas. Jake, Leon dan Amanda terkesiap dengan ucapan yang terlontar dari mulutnya Barnes, mereka menarik rahang mereka ke bawah secara bersamaan dan semua menatap Barnes dengan penuh tanda tanya.


Barnes tidak menggubris semua sorot mata yang tertuju kepadanya dengan penuh tanda tanya. Barnes melangkah keluar dari ruang kerjanya sambil berucap ke Leon, "Persiapkan semuanya! Aku mau menikahinya hari ini juga" Braakkkk! Barnes keluar dan menutup pintu ruang kerjanya dengan kasar.

__ADS_1


Jake berderap menyusul Barnes dan Leon bersitatap dengan Amanda yang masih tampak syok dan tampak kebingungan.


__ADS_2