Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Lupakan Dia!


__ADS_3

Lopez, Danny, Santo, dan The Four Jays, tertidur lelap. Kesunyian di pesawat membuat Noah dan Batari semakin liar dalam berciuman. Lidah Noah dan Batari saling membelit dan membuat Batari bangkit berdiri untuk duduk di atas pangkuannya Noah.


Noah semakin menggila saat Batari duduk di atas pangkuannya. Noah mengerang pelan saat tangan Noah bergerak liar di balik blusnya Batari dan bibir Noah bermain di titik kenyal favoritnya, membuat Batari tanpa sadar mengerang cukup keras.


Noah langsung menutup erangan Batari dengan mulutnya. Dia membungkam mulut Batari dengan mulutnya dan di saat Batari mulai bisa mengendalikan diri, wajah Noah menyusup ke leher Batari dan tangan kanannya menyelinap masuk ke punggungnya Batari, terdengar suara mulut berdecak.


Batari langsung mendorong dadanya Noah sampai punggung Noah terbentur pelan ke jendela pesawat dan Noah menatap Batari dengan wajah bingung saat Batari bangkit berdiri dengan pelan untuk kembali duduk di kursinya.


Batari meletakkan jari telunjuk di bibirnya sambil menoleh ke Dito. Dito membuka kedua kelopak matanya dan menoleh ke Batari dengan bertanya, "Suara ribut apa barusan?"


"Hah? Suara ribut apa?" Batari pura-pura bingung.


Noah sontak menegakkan badannya dan sambil mengulum bibir menahan geli. Lalu ia mengeluarkan suara, "Emangnya Dito mendengar suara apa? Burung? Mesin pesawat? Atau deru angin?"


Dito bangun untuk menatap Noah, lalu berkata, "Dito mendengar suara aneh. Seperti suara lebah, emm, bukan lebah, tapi, emm, serigala tua. Iya, suara serigala tua menggeram kesal"


"What?! Su....suara serigala tua katamu?" Batari mendelik ke Dito dengan wajah sedikit kesal karena, suara erangan seksinya disamakan dengan suara serigala tua.


Dito menoleh ke Batari dengan wajah heran, lalu bertanya, "Kenapa Tante kesal? Seharusnya yang kesal aku, kan, serigala tua itu mengganggu tidur dan membuyarkan mimpi indahku?"


Batari langsung mengelus dada sambil berucap, "Sabar Tari, sabar" Dan Noah langsung menggemakan tawanya di saat ia melihat Dito semakin mengerutkan keningnya di depan Batari.

__ADS_1


Batari mendelik ke Dito, "Kenapa menatap Tante Tari seperti itu? Kalau kau terus menatap Tari seperti itu, kau akan terus diganggu oleh suara serigala tua"


Dito langsung melompat ke atas pangkuannya Batari dan memeluk Batari dengan berkata, "Aku nggak mau diganggu suara serigala tua lagi, Tante. Aku takut"


Noah menahan tawa saat ia melihat Batari menatapnya dengan menautkan alia dan mengerucutkan bibirnya. Lalu Noah mengusap rambutnya Dito sembari berucap, "Serigala tuanya akan Om tangkap dan Om akan bungkam mulutnya nanti biar dia nggak gangguin tidur kamu lagi"


Batari langsung menginjak kaki Noah dengan. kesal dan Noah sontak mengaduh kencang lalu pria tampan itu kembali menggemakan tawanya.


Batari langsung memeluk erat Dito saat tubuh Dito beneran bergetar ketakutan. Batari langsung mengusap punggungnya Dito dan berkata, "Maafkan Tante Tari udah nakut-nakutin Dito. Nanti, serigala tuanya akan Tante Tari suruh pergi jauh-jauh kalau dia gangguin Dito lagi"


Noah semakin terpingkal-pingkal dan Batari langsung menoleh ke Noah dengan wajah menahan geli. Batari merasa geli dengan ucapannya sendiri dan ekspresi lucu di wajahnya Batari membuat Noah semakin terbahak-bahak, Noah tertawa sampai mengeluarkan air mata.


Nehemia Baron akhirnya memutuskan untuk keluar dari dalam ruang kerjanya dan berjalan ke rooftop Tanpa Nehemia sadari, seorang wanita cantik dengan balutan setelan kantor berjalan pelan mengikutinya.


Nehemia sontak berputar badan dan berdiri mematung di depan seorang wanita cantik dengan balutan baju kantor yang elegan. "Kapan kamu sampai?" Nehemia menatap wanita yang berdiri di depannya dengan sorot mata hambar.


Wanita itu melangkah mendekati Nehemia untuk mengambil bungkus rokok yang ada di genggaman tangan kanannya Nehemia dan mengambil satu batang rokok yang terselip di jari tangan kirinya Nehemia. Nehemia membiarkan wanita itu melakukan semua itu dan dia juga membiarkan wanita itu membuang semua rokok di tong sampah.


Saat wanita itu kembali melangkah mendekatinya dan berdiri kembali di depannya, Nehemia tersenyum hambar, lalu berkata, "Kau masih sama seperti dulu. Suka ngatur"


"Kau juga masih sama seperti dulu. Kau masih menyimpan rasa untuk wanita itu"

__ADS_1



Nehemia Baron menatap kesal wanita di depannya, lalu ia berkata, "Silvia dengar!" Nehemia mulai menggeram lalu dengan cepat dia melanjutkan ucapannya, "Perasaanku tidak bisa diatur oleh siapa pun. Bahkan aku sendiri saja tidak bisa mengaturnya. Jadi, berhentilah ikut campur!"


"Aku sadar kalau aku sangat mencintaimu. Untuk itulah aku akhirnya memutuskan kembali dari Amerika. Aku ingin memperjuangkan cintaku ini. Aku ingin bisa menghapus wanita yang kau cintai itu dari hatimu dan membuatmu berhenti menjadi Playboy. Aku akan membuatmu sadar bahwa wanita yang kau cintai itu bukanlah jodoh kamu melainkan aku lah jodoh kamu"


Nehemia tertawa mengejek sambil menengadahkan sejenak wajah tampannya ke atas, lalu ia kembali menatap wanita yang bernama Silvia untuk berkata, "Pede banget kamu. Kamu bahkan nggak tahu siapa wanita yang aku cintai itu, tapi kau bisa berucap akan menghapus wanita yang aku cintai itu dari hatiku? Aku sendiri saja belum berhasil menghapusnya dari hatiku. Dan jodoh? Jodoh apa? Aku tidak pernah percaya dengan jodoh"


"Aku tidak perlu tahu siapa wanita itu. Aku hanya akan membuatmu mencintaiku. Aku akan menggantikan wanita itu bertahta di hatimu" Sahut Silvia dengan senyum tulus.


"Terserah kamu saja" Nehemia lalu melangkah lebar melewati Silvia dan berlalu begitu saja meninggalkan Silvia


Silvia menggerakkan badannya mengikuti arah perginya Nehemia dan dia menatap punggungnya Nehemia dengan helaan napas panjang, lalu bergumam, "Sepetinya aku harus berusaha cukup keras untuk bisa membuat Hemi melupakan wanita itu"


Batari dan Noah akhirnya sampai di Jepang. Mereka tiba di kediamannya Moses Elruno yang dekat dengan pantai. Noah mengagumi seleranya Moses Elruno dan dia langsung berkata, "Kakek buyut kamu memiliki selera yang bagus soal rumah dan interiornya"


Batari menoleh ke Noah dan berkata, "Kakek buyutku juga memiliki selera yang bagus soal wanita untuk itulah ia menikah Melati Arumi Putri, nenek buyutku"


"Kalau soal wanita, aku dan Kakek buyut kamu punya selera yang sama. Untuk itulah aku menikahimu" Noah berucap dengan senyum penuh cinta dan Batari langsung melompat ke Noah. Noah sontak menangkap pantat Batari dan langsung mendekap pantat Batari saat Batari menggelungkan kedua kakinya di pinggang kokohnya.


Noah tertawa senang dan berkata, "Kau liar juga Nyonya Noah Baron"

__ADS_1


Batari tertawa geli dan dia langsung memagut bibir suaminya dengan penuh damba.


__ADS_2