Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Kekompakan The Five Jays


__ADS_3

Barnes berlari ke sayap kanan dari kediamannya Jendral Teguh dan ia diijinkan masuk ke dalam rumah mini yang dibangun khusus untuk tempat tinggalnya Darren putra emasnya istri Jendral Teguh. Barnes meneriakkan nama Cinta alih-alih Amanda karena memang Amanda bernama Cinta saat itu.


Tidak ada sahutan. Lalu Barnes melangkah keluar dan bertanya pada dua orang yang berjaga di depan rumah mini itu, "Apa pengasuhnya Darren tadi, masuk ke dalam?"


Salah satu dari penjaga itu menggelengkan kepalanya, "Sejak Anda menjemputnya tadi, Nona Cinta belum ke sini lagi"


Barnes meraup wajah tampannya lalu pergi meninggalkan kedua penjaga itu setelah mengucapkan kata terima kasih. Barnes menghentikan laju larinya di tengah-tengah halaman belakang kediamannya Jendra Teguh sembari berkacak pinggang dan mengedarkan pandangannya ke segala penjuru tapi, sosok dari Cinta, pengasuhnya Darren tidak ia temukan.


Ketika Barnes melangkah pelan menuju ke sebuah pohon besar yang berada di pojok sebelah selatan, Amanda yang berdiri di balik pohon besar itu merasakan tengkuknya terasa dingin dan jantungnya tiba-tiba berdegup kencang Amanda lalu menutup mulutnya untuk meredam Isak tangisnya ketika ia mendengar ada suara langkah kaki mendekat ke arahnya.


Jake tiba-tiba muncul dengan napas terengah-engah, ia menepuk bahunya Barnes dan berkata, "Kita harus ke rumah Duscha. Ada informasi penting yang akan ia bagikan"


Barnes mengerikan langkahnya dan untuk beberapa detik,.ia masih terus menatap pohon besar itu. Kemudian dengan menghela napas panjang, ia menoleh ke Jake dan menganggukkan kepalanya. Kemudian dua laki-laki gagah dan tegap itu, berlari meninggalkan halaman belakang kediamannya Jendral Teguh.


Jake memerintahkan Jorge, Jude, Jordy dan Joy untuk tetap di pestanya Darren yang belum selesai sebelum ia mencari Barnes jadi, ia dan Barnes langsung pergi begitu saja meninggalkan pestanya Darren.


Amanda mengintip dari balik pohon besar itu saat ia mendengar suaranya Jake dan Barnes. Amanda menatap punggungnya Barnes yang semakin menjauh dengan bergumam, "Kenapa dia kemari? Apa yang dia cari? Atau siapa yang dia cari? Apa dia mencari aku? Sebagai siapa? Pengasuhnya Darren atau sebagai Amanda? Sial! Kenapa aku tidak bisa membaca isi kepala suamiku itu"


Barnes yang mengemudikan mobil yang membawa dia dan Jake menuju ke kediamannya Duscha Igor. Barnes melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan itu membuat Jake langsung mengangkat tangan untuk berpegangan pada handle yang ada di samping kiri atas sambil berteriak, "Barnes kau kerasukan apa sih? Kenapa ngebut sekencang ini?"


Alih-alih menjawab pertanyaannya Jake, Barnes mencengkeram erat kemudi mobil ya sampai buku-buku jarinya tampak memutih.


Jake semakin panik dan kembali berteriak, "Barnes! Ada apa?!"


Barnes tetap saja diam membisu dan mengabaikan teriakannya Jake.


"Sial!" Jake hanya bisa mengumpat kesal sambil terus berpegangan pada handle yang terpasang di sisi kiri atas.


Sesampainya di rumahnya Duscha Igor, Barnes memarkirkan asa mobilnya dan turun dari mobil dengan tanpa sabar. Barnes bahkan membanting pintu mobilnya dan Jake hanya bisa mengernyit heran sambil berlari menyusul Barnes.


Duscha Igor menyambut kedatangannya Barnes dan Jake dengan senyum lebar dan dengan tangan terbuka namun, Barnes langsung mencengkeram kerah kaos bermerk warna putih polos yang Duscha kenakan saat itu.


"Sial! Barnes, ada apalagi ini?" Jake menarik tangannya Barnes dari kerah kaos bermerk-nya Duscha Igor.

__ADS_1


Duscha menautkan alisnya dan menghapus senyum tampannya untuk bertanya ke Barnes, "Ada apa? Kenapa kau datang dengan geram seperti ini, Barnes?"


"Di mana Manda? Di mana Istriku?" tanya Barnes.


Duscha Igor yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya, menjawab pertanyaannya Barnes dengan santai, "Manda ada di kamarnya dan sebelum kau pergi menemuinya, kita harus mendiskusikan hal yang sangat penting terlebih dahulu. Berkaitan dengan gudang narkobanya Teguh"


Barnes lalu melepaskan kerah kaos bermerk-nya Duscha Igor dan berkata, "Oke!"


Duscha Igor lalu mengajak Barnes dan Jake untuk masuk ke dalam ruang kerja pribadinya yang dilapisi sistem keamanan tingkat tinggi.


"Tidak ada yang mengikutimu ke sini, kan?" tanya Duscha sambil mempersilakan Jake dan Barnes untuk duduk.


"Nggak bakalan ada yang mengikuti kami ke sini karena dia mengemudi seperti setan yang tengah mengamuk" Jake menunjuk Barnes.


Barnes menatap tajam ke Duscha dan segera berkata, "Mulailah!" Dan Duscha langsung menutup kembali mulutnya dan menahan kalimatnya untuk menimpali selorohannya Jake.


Duscha lalu membuka laci mejanya dan mengeluarkan satu map besar berwarna cokelat lalu ia meletakkan map besar itu di atas meja dan berkata, "Buka dan lihatlah!"


Barnes langsung mengambil map itu dan merogoh ke dalam untuk mengeluarkan semua isi yang ada di dalam map tersebut.


Barnes lalu meletakkan foto-foto yang ia pegang di atas meja kerjanya Duscha dan bertanya, "Darimana kau dapatkan semua ini?"


"Dari Boy, informanku yang aku tanam di kediamannya Teguh" sahut Duscha.


Barnes kemudian melempar tanya kembali, "Apa kau punya daftar alamat gudang-gudang tersebut?"


Jake melempar lembaran foto yang ia pegang di atas meja begitu saja lalu ia menoleh ke Barnes, "Kau mau ke sana sendirian?"


"Tentu saja denganmu" Barnes menoleh ke Jake dengan santainya.


"Iya tentu saja aku akan menemani kamu tapi, hanya kita berdua? Itu sama saja bunuh diri, Bro!" Jake mendengus kesal.


"Kita ikut Komandan" sahut Jorge, Jude, Jordy dan Joy secara bersamaan. Duscha tersenyum lebar melihat kedatangan anak buahnya Barnes yang memang sengaja ia jemput dan ia giring ke kediamannya.

__ADS_1


Jake dan Barnes saling berpandangan lalu bangkit secara bersamaan dan menoleh ke belakang dengan terkejut "Kalian?" tanya Jake dan Barnes secara bersamaan.


"Kenapa Komandan tidak bercerita pada kami soal Jendra Teguh?" tanya Jorge.


"Iya benar" Tanya tiga Jays lainnya.


Barnes lalu berputar badan untuk menghadapi anak buahnya dan berkata, "Itu karena, aku dan Jake tidak ingin melibatkan kalian ke dalam bahaya. Jika kalian ikut misi rahasia ini, pekerjaan kalian terancam, keselamatan kalian pun bisa terancam"


"Barnes benar" Sahut Jake sambil memutar badan lalu bersandar di meja kerjanya Duscha dan bersedekap.


"Tapi, kita butuh mereka" Sahut Duscha.


Barnes menoleh ke Duscha, "Kau yang undang mereka ke sini?"


Duscha tertawa lebar dan berkata, "Tentu saja"


"Sial!" Barnes mengumpat kesal ke Duscha lalu ia kembali memutar kepalanya untuk menatap semua anak buahnya, "Kalian lupakan saja soal ini. Aku tidak tega mempertaruhkan nyawa dan pekerjaan kalian"


"Kami lebih peduli pada kebenaran" sahut Joy.


Dan saat Joy membuka mulut, pandangan Duscha mengarah ke Joy dan ia bertanya dengan wajah keheranan, "Kau cewek ternyata?"


Joy tersenyum tipis ke Duscha dan berucap, "Kenapa emangnya kalau cewek?"


"Sayang aja. Cewek secantik kamu memilih untuk menjadi polisi dan bergumul dengan bahaya yang sewaktu-waktu bisa mengancam nyawa" Sahut Duscha.


"Jangan pernah berkata kalau aku cantik karena aku akan mematahkan hidungmu jika kau berani mengatakan aku cantik di lain hari" sahur Joy tanpa ekspresi.


Duscha tertawa senang dan sejak detik itu, ia terkesan akan keberanian, keunikan dan kecantikan alami yang ada di sosoknya Joy.


"Kalau kami dipecat, kami bisa jadi juru tulis atau security di perusahaan Darmawan Grup atau di perusahaan Elruno Grup" Sahut Jude dengan kepolosannya.


Barnes terharu melihat kepedulian dari anak buahnya dia kemudian menganggukkan kepalanya dan berucap, "Oke! Kita akan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk membuka kedoknya Jendral Teguh dan untuk menjebloskan Jendral Teguh ke dalam penjara"

__ADS_1


"Siap Komandan!" Pekik the five Jays dengan kompak.


"Aku juga siap Komandan!" Sahut Duscha.


__ADS_2