
Danny memasang headset nirkabelnya untuk menghubungi Noah dan Batari langsung mematikan sambungan ponsel itu sambil mendelik ia berkata, "Biarkan Noah fokus dengan tugasnya, kita tangani sendiri masalah di sini, jangan libatkan Noah!"
Danny langsung mengumpat kesal, "Sial!"
Noah, Santo dan Lopez masuk ke stasiun kereta api yang berbeda. Mereka berpencar karena, John Murray yang suka bermain bom itu, menempatkan tiga buah bom berdaya ledakan besar di tiga gerbong kereta api yang berbeda-beda dan juga berada di tiga stasiun kereta api yang berbeda-beda. Semuanya kereta api eksekutif.
Santo masuk ke kereta api A, Lopez masuk ke kereta api B, dan Noah melompat naik ke kereta api C.
Di kereta api A, ada walikota di dalamnya. Di kereta api B, ada menteri sosial budaya di dalamnya. Di kereta api C, ada model cantik yang sangat terkenal dan tengah naik daun.
Sepertinya John Murray memang sengaja menempatkan bom di ketiga kereta api itu, karena ia tahu ada ikan kakap di dalamnya. Dia bisa memanfaatkan tiga ikan kakap itu untuk mendapatkan uang tebusan yang banyak.
John Murray membutuhkan uang yang sangat banyak untuk meruntuhkan kerajaan Wahyatma, untuk melumpuhkan Barnes Adiwilaga Darmawan, dan sisa uang yang akan dia dapatkan nanti, akan ia pakai untuk bersenang-senang dan mengembangkan bisnis ilegalnya.
Santo berhasil duduk di sebelahnya walikota setelah ia memberikan tanda pengenalnya ke asisten pribadi walikota tersebut dan memperkenalkan dirinya ke masinis kereta api A tersebut.
Lopez juga melakukan hal yang sama dan dia berhasil duduk di sebelahnya menteri sosial budaya.
Noah juga sudah berhasil duduk di sebelahnya model berparas cantik dan bertubuh molek yang tengah naik daun.
Noah mengumpat kesal di saat ia mencium wangi parfum yang cukup kuat dari model itu. Noah terus bersin dan model itu mengira orang yang duduk di sebelahnya terkena flu. Model itu langsung memunggungi Noah karena, ia takut tertular. Noah menutup hidungnya dengan telapak tangannya dan terus mengumpat kesal di dalam hatinya, sial! Kenapa juga aku dapat huruf C pas ambil undian tadi? Sial!
Lopez bergumam di dalam hatinya, sial kenapa juga pas ambil undian tadi, aku tidak dapatkan kereta api C. Kalau dapatkan huruf C, aku bisa duduk dengan model yang sangat cantik dan wangi daripada duduk di sebelah bapak tua dengan bau minyak angin kayak gini. Kenapa Bos Noah selalu lebih beruntung daripada aku, Hufffttt! Nasib orang dengan wajah pas-pasan yang kayak gini nih, berakhir di sebelah bapak tua dengan bau minyak angin.
Santo menulis di atas kertas dan menyodorkan kertas tersebut di depan walikota. Kertas tersebut bertuliskan, "Ada Bom di kereta ini. Tapi, Anda jangan panik. Saya adalah polisi dari divisi khusus dan saya akan menyelamatkan Anda dan seluruh penumpang kereta api ini"
__ADS_1
Lopez dan Noah melakukan hal yang sama.
Walikota memberikan respons yang tenang. Walikota itu mengangguk pelan tanpa menoleh ke Santo dan Santo bersyukur mendapatkan respons yang tenang. Lalu, Santo mulai berjalan menyisir gerbong kereta api dengan hati-hati dan teliti untuk mencari keberadaan bom itu.
Sementara itu respons dari Menteri sosial budaya, menteri itu sontak menoleh ke Lopez dan langsung berbisik, "Apa kamu sudah tahu di mana bom itu berada?" Lopez menoleh ke menteri sosial budaya itu, lalu menggelengkan kepalanya dan langsung berbisik sangat lirih, "Saya akan mencarinya sekarang juga" Namun, menteri sosial budaya itu langsung mencekal lengannya Lopez dan berkata dengan gemetar, "Temani aku sebentar aja!" Lopez langsung menghela napas panjang untuk mendapatkan kesabarannya
Noah mendapatkan respons yang lebih fantastis. Model berparas cantik dan berbadan molek itu menoleh ke Noah dan mencium bibirnya Noah secara dadakan. Noah sontak membeliak kaget, ia refleks mencekal kedua bahu model berparas cantik berbadan molek itu dan di saat kedua lubang hidungnya Noah terbebas dari telapak tangannya, Noah kembali bersin tiada henti. Ia langsung mendorong kedua bahu model cantik dan molek itu ke belakang. Kemudian Noah, tanpa menunggu hitungan menit, langsung melepaskan kedua bahu model cantik itu. Noah langsung mendelik untuk menyemburkan protes, "Apa-apaan Anda?!" Dan Noah kembali bersin-bersin, "Hatchi, hatchi, hatchi!!!!!"
Model itu langsung menatap Noah dengan tatapan panik dan cemas, "Apa Anda sakit? Kenapa Anda terus bersin dari tadi. Sial! Apa Anda punya penyakit aneh, saya mencium Anda barusan. Apa saya akan ketularan, dan ..........."
Noah langsung menutup hidungnya dengan telapak tangannya dan berkata, "Tenang! Jangan panik! Saya hanya alergi dengan parfum wanita. Hanya itu. Saya tidak sakit dan tidak terjangkit virus atau penyakit menular apapun"
Kemudian model itu menghela napas lega dan berkata, "Syukurlah Anda hanya alergi dengan parfum wanita. Saya butuh pelampiasan kalau saya panik dan takut. Saya bisa lakukan apapun ke orang yang ada di sebelah saya, saat saya panik dan ketakutan. Saya bisa menamparnya, mencubitnya, atau memukulnya untuk menahan diri saya sendiri agar saya tidak berteriak histeris. Itu alasan kenapa saya mencium Anda secara dadakan tadi. Dan untungnya, Anda sangat tampan. Jadi, saya bersyukur refleks saya kali ini tepat, karena saat saya diserang panik dan takut barusan, saya mencium orang yang ada di sebelah saya dan saya sangat bersyukur bibir saya aman karena, mencium pria setampan Anda yang tidak terjangkit virus dan penyakit menular, hehehehehe"
Noah langsung bangkit berdiri dan dengan geram ia menepis kasar tangan model cantik itu dari lengan atasnya. Noah langsung melangkah lebar meninggalkan model itu begitu saja untuk mulai mencari keberadaan bom itu. Noah berjalan di tengah gerbong kereta api C sambil terus mengusap kesal bibirnya dengan punggung tangannya dan bergumam, "Dasar wanita gila! Dia model terkenal dan aku baru ingat sekarang kalau Batari ngefans sama model itu tadi. Tapi, aku nggak akan mintakan tandatangan karena, ternyata model itu gila. Seenaknya aja dia mencium bibir pria asing, hiihhhh! Kok mirip sama Vampir, ya? Hiiiihh! Semoga bibirku tidak terkontaminasi racunnya, hiihhhh!" Noah terus mengusap bibirnya dengan punggung tangannya sambil terus berjalan di tengah gerbong kereta api C.
Noah menemukan pria Asia berkulit hitam yang mencurigakan. Dia mengikuti pria mencurigakan itu dan melihat pria Asia berkulit hitam itu masuk ke toilet yang ada di gerbong kereta paling belakang. Noah menelepon ponsel pramugari kereta C, dan berbisik pelan di ponselnya, "Sepertinya bomnya ada di dalam toilet gerbong paling belakang. Kalau saya bilang buka kunci pintu gerbong paling belakang, tolong Anda langsung buka kuncinya!?" Noah bisa merasakan kereta api mulai melambat.
"Baik" Sahut pramugari kereta yang berdiri di depan panel pintu yang ada di gerbong paling depan.
Noah terus mengawasi toilet di gerbong paling belakang dan saat ia mendengar suara Ceklek, dia langsung berkata, "Buka pintunya!"
Pintu kereta terbuka bertepatan waktunya dengan keluarnya pria Asia berkulit hitam itu dari toilet, Noah langsung menendang keluar pria Asia berkulit hitam itu dan dia langsung berkata ke pramugari kereta yang masih tersambung dengan ponselnya, "Tutup kembali pintunya"
Pria Asia berkulit hitam itu langsung dibekuk petugas kepolisian yang berjaga di bawah.
__ADS_1
Dan saat Noah melangkah untuk berdiri di depan toilet yang ada di gerbang paling belakang, ia melihat ada seorang wanita memakai rompi dan di depan rompi itu terdapat bom waktu. Waktu di bom itu menunjukkan deretan angka, 10:59:01dan angka di detik dan menitnya terus berkurang.
Saat wanita itu hendak memencet pemicu bom yang ia pegang erat di tangan kanannya, Noah langsung berkata sambil memasukkan ponselnya di saku kaosnya, "Nyonya! Jangan pencet pemicunya! Saya yakin sekali, Anda juga tidak ingin berakhir menjadi kepingan tak berarti setelah Anda memencet pemicu bom itu. Hidup Anda itu sangat berarti dan masih panjang Nyonya. Jangan sia-siakan hidup Anda!"
Wanita dengan bom di dada dan masih berdiri di dalan toilet, menatap pria asing di depannya dengan tangan bergetar dan seluruh wajahnya berkeringat.
Tim tanggap huru hara telah berdiri di belakangnya Noah dan berkata, "Noah Baron, Minggir! Kamu diperintahkan untuk menembak mati wanita pembawa bom itu"
Noah bergeming di tempatnya dan berkata, "Jangan tembak! Panggil aja penjinak Bom!"
Lalu, Noah berkata ke wanita pembawa bom, "Jangan takut! Ada saya. Saya akan membawa Anda keluar dari kereta api ini dengan selamat. Anda tidak akan ditembak, saya jamin. Tapi, jangan pencet alat pemicu bomnya. Ini demi keselamatan Anda dan kita semua. Apa Anda punya anak?"
Wanita itu mulai menangis dan menganggukan kepalanya dengan tangan yang masih bergetar hebat.
"Pikirkan anak Anda! Jangan ingat-ingat lagi apapun yang dikatakan oleh pria yang tadi bersama Anda! Dia hanya memanfaatkan Anda dan menipu Anda" Noah berkata lembut dan menatap wanita pembawa bom itu dengan wajah penuh simpati.
"Noah Baron! minggir! Kami harus tembak wanita pembawa bom itu!" Teriak petugas kepolisian dari unit tanggap huru hara
Noah berteriak kesal tanpa menoleh ke belakang, "Panggil penjinak bom sekarang juga! Jangan tembak wanita ini! Kalau kalian nekat menembaknya maka saya akan memeluk erat wanita ini dan tembak juga saya!"
Akhirnya petugas kepolisian dari unit tanggap huru hara mengalah dan mereka akhirnya memanggil penjinak bom naik ke atas kereta api C.
Noah mengulurkan tangannya sambil berkata, "Tenang! Semua akan baik-baik saja!"
Penjinak bom langsung melepas ransel bom dari tubuh wanita itu dan merebut pemicu bom dari tangan wanita itu. Kemudian wanita itu ambruk di pelukannya Noah Baron dan jatuh pingsan.
__ADS_1
Lopez dan Santo menghubungi petugas kepolisian bahwa bom di kereta A dan B tidak ada. Kereta A dan B dinyatakan steril dari bom. Ternyata kereta A dan B hanya dipakai untuk mengecoh perhatian semua petugas kepolisian. Untungnya Noah memiliki insting dan penglihatan yang tajam, jadi kereta api C selamat dari bom.