
Jam lima pagi, Noah terbangun dan menciumi wajah cantik istrinya sampai istrinya itu mengangkat bulu lentik di kedua kelopak matanya. Batari langsung mengulas senyum bahagia saat ia bersitatap dengan bola mata biru suaminya.
Noah mencium keningnya Batari sambil menarik masuk tubuh ramping istirnya ke dalam dekapannya dan berkata, "Ah, malas banget kalau harus bangun pagi ini"
"Kalau gitu nggak usah bangun" Sahut Batari di dalam dekapan hangat suaminya.
"Tapi, sebentar lagi aku harus bangun. Aku harus balik ke kantorku. Felix sudah meneleponku barusan dan aku bilang kalau aku nginap di hotel semalam, hehehehe" Sahut Noah.
"Kau pandai berbohong sekarang, ya?" Sahut Batari sambil mengelus-elus punggung suaminya.
"Emangnya Noah Baron nggak pernah berbohong?"
"Nggak pernah" Sahut Batari sambil menggelengkan kepalanya di dalam dekapan suaminya.
Noah terkekeh geli, lalu ia mencium pucuk kepalanya Batari cukup lama sebelum ia melepaskan pelukannya dan bangun.
Batari ikutan bangun dan dengan wajah memelas dia bertanya, "Sekarang?"
Noah merapatkan bibirnya dan menganggukkan kepalanya.
"Aku akan antarkan kamu dan Papa sampai pintu depan" Sahut Batari.
"Ganti baju kamu dulu! Kamu masih pakai baju tidur" Sahut Noah.
"Hehehehe" Batari menunduk untuk melihat baju tidurnya, lalu ia mengangkat wajahnya dan berkata, "Tunggu sebentar!" kemudian, wanita cantik itu berlari kencang ke kamar ganti pakaian.
Noah terkekeh geli melihat tingkah istrinya, kemudian Noah berteriak, "Apa Batari tidak pernah bisa berjalan pelan? Karena, Batari yang aku lihat selalu berlari kencang"
__ADS_1
Batari berlari keluar dari dalam kamar ganti pakaian dengan tawa lepas dan berkata, "Aku akan berjalan pelan pas kita berjalan menuju ke altar..............
Noah langsung memotong ucapannya Batari dengan kata, "Maafkan aku" Pria tampan berbola mata itu itu, lalu menarik Batari untuk ia dekap dan ia cium. Noah mencium bibir istrinya dengan penuh rasa bersalah, karena ia menikahi Batari tanpa adanya pemberkatan dan resepsi. Bahkan mereka menikah tanpa didampingi kedua orangtua mereka.
Batari menarik bibirnya, mengangkat wajahnya untuk menatap Noah dan berkata, "Aku cuma bercanda"
Noah menangkup wajah mungilnya Batari, lalu berkata, "Aku janji, kalau semuanya udah selesai dan aku dapatkan lagi ingatanku, aku akan membawamu ke altar pernikahan kita"
Batari tersenyum lebar lalu memajukan wajahnya untuk mengecup bibirnya Noah.
Noah dan Batari berjalan keluar kamar dengan bergandengan tangan. Noah berkata ke Batari, "Aku siapkan anak buahku dulu. Kamu temui, Papa, ya?!" Batari menganggukkan kepalanya, lalu berjalan menuju ke kamar tamu untuk menemui Barnes Adiwilaga Darmawan.
Saat Batari mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu kamar, pintu kamar terbuka dan Barnes langsung memeluk Batari untuk berkata, "Papa dan suami kamu pulang dulu. Tapi, jangan khawatir, Papa akan tempatkan orang kepercayaannya Papa di sini dan Papa akan langsung ke sini kalau Papa mendapati ada bahaya mengancam kamu"
Batari menganggukkan kepalanya dan berkata di dalam dekapan papanya, "Batari akan baik-baik saja di sini. Batari bukan cewek lemah, Papa tahu benar, kan, soal itu"
Barnes tergelak geli, lalu melepaskan pelukannya. Dia menatap cukup lama putri cantiknya, lalu berkata, "Iya, kamu bukan hanya tangguh, tapi juga suka bikin orang takut sama kamu, hahahahaha"
Batari menggelengkan kepalanya, "Aku adalah seorang Istri sekarang ini, Pa. Seorang Istri nggak boleh meninggalkan suaminya"
Barnes tersenyum lebar dan sambil mengusap pucuk kepalanya Batari ia berucap, "Wah, Tarinya Papa udah dewasa, ya, sekarang ini"
Batari berjinjit dan mencium pipi papanya, lalu berucap, "Siapa dulu dong Papanya"
"Hahahahaha, kalau kamu ngomong kayak gitu di depan Mama kamu, Mama kamu akan langsung merengut karena, cemburu" ucap Barnes dan langsung disambut gelak tawanya Batari. Batari lalu berucap, "Salam kangen buat Mama, ya, Pa"
"Oke dan telpon Mama kamu kalau kamu di situasi yang aman" Sahut Barnes.
__ADS_1
"Oke" Batari mengulas senyum lebar untuk papa tersayangnya.
Batari ikut mengantarkan suami dan papanya ke tempat parkir helikopternya Barnes.
Barnes langsung memutari helikopternya dan melongok ke bawah untuk mengecek kalau-kalau ada bom yang tertempel di sana, lalu mengecek mesin kalau-kalau ada sabotase di mesinnya. Setelah dirasanya aman, Barnes melompat naik ke helikopternya untuk mengaktifkan helikopternya.
Noah menciumi wajah istrinya sebelum ia melompat naik ke helikopter papa mertuanya.
Batari melambaikan tangan saat helikopter papanya lepas landas dan meninggalkan pulau pribadinya Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma.
"Kamu harus berhati-hati dengan yang namanya Abiyu. Abiyu ridak menyukai Arka. Walaupun Arka juga bukan orang baik, tapi saat ini kamu tengah menggantikan peran Arka di keluarga Wahyatma" Ucap Barnes sambil fokus mengemudikan helikopternya.
"Baik, Pa. Makasih untuk sarannya" Sahut Noah.
"Arka itu kejam, dia berhati dingin, karena dia tidak memiliki Mama sejak kecil dan Papanya hanya memikirkan istri mudanya. Arka tumbuh dewasa tanpa kasih sayang seorang Mama dan Papa. Arka adalah orang yang harus kamu tangkap di misi kamu yang terakhir sebelum kamu menolong Batari dan menghilang, lalu tiba-tiba kamu malah berkahir di sini menjadi Arka. Arka bekerja sama dengan musuh bebuyutanku, untuk itulah aku kemarin memutuskan untuk ikut kamu melihat Batari. Aku ingin memastikan Batari benar-benar aman karena aku nggak ingin musuh bebuyutanku menemukan Batari dan memakai Batari untuk membalasku" Barnes berucap panjang lebar sambil terus fokus mengemudikan helikopternya.
"Saya akan jaga Batari dengan segenap jiwa dan raga saya, Pa" Sahut Noah.
Barnes melirik Noah dan bertanya, "Kenapa kamu menatapku terus?"
"Pa, katanya kemarin, aku yang akan mengemudikan helikopternya" Tanya Noah.
Barnes tergelak geli, "Maaf aku lupa. Tapi, lain waktu, aku pasti ijinkan kamu pegang helikopter ini"
Putri Amina berakhir di atas ranjang di dalam kamar suaminya, namun dia tidak berada di dalam dekapan hangat suaminya. Di berada di dalam dekapan hangat pangeran Abiyu.
Putri Amina tersentak kaget dan langsung menarik diri dari dalam dekapan pangeran Abiyu. Dia lalu melihat di balik selimutnya dan langsung menganga lebar saat ia melihat tubuhnya tidak dibalut sehelai kain pun.
__ADS_1
Pangeran Abiyu membuka kedua kelopak matanya saat ia merasakan ada gerakan di atas kasur. Pangeran Abiyu tersenyum lebar ke putri Amina dan langsung menyemburkan tanya, "Kenapa kamu tidak berasa suci? Siapa yang pertama melakukannya padamu?"
Putri Amina langsung menarik selimut untuk membalut tubuh polosnya dan langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi. Putri Amina bersandar di pintu kamar mandi dengan wajah panik dan mengumpat kesal, "Sial! Kenapa aku tidur dengan Pangeran Abiyu? Pangeran Abiyu jadi tahu, kan, kalau aku udah nggak perawan, dasar sial! dasar bodoh!" Putri Amina menjambak kesal rambutnya sendiri.