Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Berita Mengejutkan


__ADS_3

Barnes mencium Amanda dengan begitu mendamba, dalam dan penuh dengan kerinduan. Lalu ia melepas ciumannya untuk memandang lekat kedua bola matanya Amanda dan ia bertanya, "Jadi, kau mencintaiku?"


Amanda menggelegak penuh kegembiraan dan mengangukkan kepalanya penuh dengan semangat.


"Sungguh?" tanya Barnes.


Amanda kembali mengangukkan kepalanya dengan penuh semangat


"Lalu, apa kamu pernah merasa keberatan dengan pekerjaanku?" Barnes mengelus pipinya Amanda penuh dengan tatapan cinta.


"Aku tidak keberatan asalkan kau mau jujur jika ada pekerjaan yang melibatkan bahaya" sahut Amanda sambil menggelungkan kedua lengannya di leher kokohnya Barnes.


"Aku berjanji, sebuah mungkin aku akan jujur padamu tentang segalanya" Sahut Barnes.


""Oke! Berarti aku tidak keberatan dengan pekerjaanmu" Amanda memandangi kedua bola mata indahnya Barnes dengan kerlingan manja


"Lalu, kau ingin resepsi pernikahan kita diadakan di mana? Di Amerika atau di Indonesia? Kalau di sini, Mama, Papa, dan Prince akan pulang besok dan lusa kita adakan resepsi kita"


"Hah?! Secepat itu?"


"Karena aku tidak ingin berlama-lama ingin segera memperkenalkan kamu ke seluruh dunia kalau kau adalah wanita yang telah memenangkan hatiku. Wanita yang sangat aku cintai"


"Dan persiapannya?" Amanda mengernyit.


"Semua sudah aku siapkan jauh hari"


"Kau bisa menyiapkan semuanya di sela-sela pekerjaan berbahaya kamu?" tanya Amanda dengan tautan alisnya.


"Aku akan melakukan apa pun demi kamu" Sahut Barnes.


"Aku ingin mengundang keluarga Om dan tanteku juga sepupuku yang jutek, boleh?".


"Aku menginginkan apa pun yang kau inginkan" Barnes mencium keningnya Amanda.

__ADS_1


Amanda memandang otot indah di dada lalu turun ke perut Barnes sambil mengusapkan telapak tangan kanannya di sana "Kalau saat ini aku menginginkanmu?"


"Di sini?" Barnes mengernyit lalu mengedarkan pandangannya untuk mengecek apakah area di sekitar kolam renang benar-benar steril dari mata jahilnya Matt.


"Matt nggak akan mengganggu privasi kita" Amanda berbisik di telinganya Barnes.


"Kau yakin melakukannya di sini?"


Amanda menyandarkan tubuhnya ke tubuh Barnes untuk memberikan kecupan di dada Barnes dan berucap manja di sana, "Aku yakin bahwa aku mencintaimu dan aku yakin aku sangat bahagia saat ini"


Mata Barnes langsung berkilat, ia membopong Amanda berjalan menuju ke bagian yang lebih dalam. Barnes menurunkan Amanda di anak tangga alami dari batu sungai yang ada di sana. Amanda kemudian bisa merasakan kedua kaki Barnes berada di antara kedua kakinya. Kedua tangan Barnes menyelinap ke belakang, ke bagian bawah baju renangnya Amanda sementara bibirnya Barnes menciumi bibirnya Amanda dengan penuh damba.


Amanda bisa melihat kilat cinta di kedua manik hitamnya Barnes.


Dan Akhirnya mereka berdua tersesat di hangatnya sinar matahari, dinginnya air pegunungan, keinginan untuk saling menuntut balas di dalam menyelami gairah mereka, dan kebutuhan untuk menyatukan kepuasan mereka atas nama cinta.


Lalu tanpa Barnes duga, Amanda naik ke atas dan menarik Barnes untuk ikutan naik ke atas. Barnes mendelik dan langsung memekik panik, "Manda! Kita masih polos!"


"Ayolah! Nggak ada orang. Kita berlari masuk ke dalam rumah" Amanda semakin keras menarik Barnes dan akhirnya Barnes mengalah dan mengikuti laju larinya Amanda dengan wajah bengong.


Barnes terkekeh geli dan berucap, "Kau liar juga, Sayangku dan aku suka" Barnes menatap Amanda dengan takjub.


Amanda mencengkeram kedua bahu Barnes dan mencium bibir Barnes yang terbuka dengan ringan dan lembut. Barnes menelan erangannya. Barnes ingin segera menyantap Amanda.


Dan akhirnya dengan ciuman, hisapan, dan jilatan, Barnes menyantap Amanda. Keringat mereka berbaur, napas mereka menderu, dan mata mereka penuh kilatan gairah. Dan di saat Barnes mengangkat pinggul Amanda, Amanda mengerang mencapai puncaknya dan Barnes tersenyum senang, ia menunggu dengan sabar kepuasannya sendiri karena ia ingin memuaskan istrinya sepenuhnya di hari itu. Dan di puncak kepuasannya Amanda yang kedua terdengar beriringan dengan erangan kepuasannya Barnes.


Kemudian keduanya terjatuh ke kasur dengan gelak tawa kegembiraannya mereka dan dengan napas yang masih terengah-engah.


Barnes laku merengkuh kepala Amanda untuk ia peluk dan sambil mengelus punggungnya Amanda yang masih polos, ia berucap, "Kau melebihi dugaanku, Sayang"


Amanda terkekeh geli dan berucap, "Kau juga sangat luar biasa"


"Kalau kau tidak terlihat lelah tadi, aku rasa aku tidak akan sanggup untuk berhenti"

__ADS_1


Amanda langsung menepuk dada bidangnya Barnes yang masih berkeringat dengan tawa lirihnya.


Barnes mencium keningnya Amanda dan berkata, "Kita tidak pakai pengaman tadi. Aku lupa membawanya karena tergesa-gesa ke sini"


"Tidak masalah bagiku. Kalau hamil, aku justru senang" sahut Amanda.


"Dan aku akan siap-siap dari sekarang kalau aku bakalan jadi nomer dua di hidupmu" Barnes melancipkan bibirnya.


Amanda mengangkat wajahnya yang tampak letih lalu ia mencium bibir lancipnya Barnes setelah itu ia berucap, "Aku janji, jika ada Barnes kecil, aku tidak akan tetap memberikan cinta dan perhatian penuh ke kamu tidak beda dengan Barnes kecil"


"Janji?" Barnes menundukkan wajahnya untuk menatap kedua bola matanya Amanda.


Amanda menganggukkan kepalanya dan Barnes mencium keningnya Amanda sembari berucap, "Tidurlah! Aku akan memasak" Barnes hendak bangun dan Amanda langsung menahan dada Barnes, "Jangan pergi! Peluk aku sampai aku tertidur dan saat aku bangun nanti, aku ingin melihat wajahmu. Jadi, jangan pernah pergi dari sisiku!"


Barnes kembali merebahkan diri di sampingnya Amanda dengan terkekeh geli. Dia menyentil pelan pucuk hidungnya Amanda sembari berucap, "Kau bisa manja juga, ya dan aku suka"


Amanda tersenyum lebar lalu memeluk erat tubuh suami tercintanya dan tidak begitu lama kemudian, Amanda jatuh ke alam mimpi yang sangat indah yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya.


Barnes menciumi tubuh istrinya yang tengah tertidur dan tersenyum lebar, "Kau bahkan terlihat sangat cantik saat tidur. Aku beruntung akhirnya bisa memiliki dirimu di kehidupanku. Aku mencintaimu Manda" Barnes memeluk erat tubuh Amanda dan ia pun menyusul ke alam mimpi.


Keduanya terbangun setelah dua jam berkelana di alam mimpi. Keduanya saling menatap dan saat tangan Barnes kembali bergerilya, Amanda melompat turun dan sambil berteriak, "Aku butuh mandi!" Dia berlari masuk ke kamar mandi.


Barnes tertawa melihat tingkah konyolnya Amanda.


Bunyi dering ponsel membuat Barnes menegakkan tubuhnya dan bersandar ke ranjang, "Halo? Ada apa Jake?"


"Kau di mana?"


"Aku di vila pribadiku. Ada apa? Apa Duscha juga sudah sadar?"


"Duscha dan semuanya ada di kamarku. Dan aku rasa kau harus secepatnya kembali ke jungle world, Bro!"


"Ada apa?"

__ADS_1


"Omnya Amanda dibunuh, Tante dan sepupunya Amanda yang seperti nenek sihir itu, menghilang"


"Hah?!" Barnes terperanjat kaget mendengar berita itu.


__ADS_2