
Barnes dan The Four Jays menjemput Amanda ke kerajaan Wahyatma setelah mereka menyelesaikan tugas mereka dengan baik di dalam membantu pihak berwajib menangkap buronan kelas kakap yang bernama John Murray. Puluhan bahkan mungkin ratusan orang berhasil diselamatkan dari kejamnya bom rakitannya John Murray.
Setelah menyerahkan semua orang suruhannya John Murray beserta helikopternya ke pihak berwajib, Jake mengajak semuanya masuk ke mobil dan kembali ke rumahnya.
Sementara itu, Noah langsung mengajak Batari dan Danny pulang lebih dahulu dan ia mengendarai mobil Jeep kesayangannya dengan mengebut. Danny sontak bertanya, "Kita udah lepas dari bahaya, Bos. Kenapa masih mengebut?"
"Aku ingin melepaskan diri dari sisa cairan kimia yang disuntikkan oleh wanita ular tadi" Sahut Noah.
Batari sontak menoleh ke suami tampannya dengan menautkan alisnya.
"Dengan cara apa, Bos. Apa dimuntahkan atau gimana?" Tanya Danny dari jok belakang.
"Tentu saja lewat Batari" Sahut Noah dengan polosnya.
"Kok bisa begitu?" Batari masih menatap suami tampannya dengan menautkan kedua alisnya.
Danny menepuk bahunya Batari sambil berucap, "Iya tentu saja karena kau itu dokter. Gimana sih kok malah nanya?"
Batari sontak menoleh ke belakang dan berucap, "Dasar gila! Kenapa kau tepuk keras bahuku"
Noah menggelengkan kepalanya melihat Batari dan Danny yang tidak pernah akur.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di rumahnya Bryna. Mereka semua beristirahat di kamar mereka masing-masing dan karena Dito tertidur di dalam pelukannya Bryna, Bryna membawa Dito ke kamarnya.
Bam! Noah langsung menutup pintu kamarnya dengan sangat keras dan dia langsung menarik Batari untuk ia peluk erat sambil berkata, "Maukah kau menciumku sekarang?"
Batari menaruh kedua telapak tangannya di dada bidang suami tampannya dan dengan senyum menggoda ia berucap, "Apa kau menginginkan aku?"
Noah bersuara parau menahan gairah, "Iya Sayang. Sepertinya tubuhku masih dipengaruhi cairan brengsek yang disuntikkan oleh wanita ular tadi dan aku sangat menginginkanmu saat ini"
__ADS_1
"Apa kau menginginkanku karena cairan kimia yang disuntikkan ke tubuh kamu?" Batari berucap dengan cemberut.
Noah masih bersuara parau, "Bukan karena cairan kimia itu saja sebenarnya, tapi aku menginginkanmu karena kamu adalah istriku yang sangat cantik dan seksi. Cairan kimia yang masih tersisa di tubuhku ini masih membuatku merasa tidak nyaman dan membuatku semakin menggila menginginkanmu"
"Fiuuhhh lega deh aku" Batari menatap Noah dengan senyum menggoda.
Noah menaikkan satu alisnya ke atas dan bertanya, "Kok malah lega? Kita, kan, belum menyatu?"
"Aku nggak jadi kena hukuman" Batari menjulurkan lidahnya lalu tersenyum menggoda ke suami tampannya.
"Kalau soal itu, nanti akan aku katakan di ronde kedua penyatuan raga kita nanti" Noah menggerak-gerakkan alisnya di depan Batari.
"Ronde kedua?" Batari menautkan alisnya dan cemberut.
Noah yang masih memeluk erat tubuh ramping istri cantiknya tergelak geli dan sambil membelai pipi kanan istri cantiknya, ia berucap, "Hmm. Kamu udah nekat menantang bahaya saat bersama dengan Danny dan kamu ulangi lagi tindakan nekat kamu membahayakan diri kamu sendiri semacam itu, di beberapa menit yang lalu, maka kamu patut kasih aku dua ronde. Lebih dari dua ronde juga nggak papa" Noah menatap istri cantiknya dengan kedua bola mata yang menghitam menahan gairah.
Noah memeluk erat istri cantiknya yang bertubuh ramping tapi penuh itu sambil berucap dengan suara parau, "Ahhhhhh! Sayang, Mas kangen memeluk kamu kayak gini"
Batari mengelus punggung suaminya, "Terima kasih ya Mas, udah mau bersabar menghadapi aku yang suka semau Gue ini dan udah mau menerima aku apa adanya, aku sangat mencintaimu, Mas"
Noah kembali membungkam bibirnya Batari dengan bibirnya, lalu ia mendaratkan kecupan kecil-kecil kecil bibir Istrinya dengan penuh rasa. Noah mencium bibir Batari dengan lembut, dalam dan lama walaupun ia dikuasai cairan kimia dan dikuasai gairah yang sangat membara. Noah masih asyik mengajak istrinya berciuman dan enggan untuk berhenti menikmati bibir ranum milik istrinya.
Beberapa detik kemudian, mereka sudah melibatkan lidah di dalam ciuman mereka. Semakin dalam dan semakin panas, semakin memabukkan dan semakin menggairahkan.
Ketika tubuh Batari mulai bergetar hebat, Noah membisikkan kata, "Kau sangat luar
biasa Sayangku, Cintaku" Noah merekahkan bibirnya Batari kembali sehingga dia bisa kembali berciuman dengan istrinya lebih dalam dan intens, "Dan aku akan menyatu denganmu lagi dan lagi malam ini. Aku rasa kita akan lembur, Sayang" Lanjutnya dengan suara maskulin, dalam dan parau.
Kemudian Noah melepas ciumannya dan di dalam kebisuan, mereka saling menatap, bahkan udara di sekitar mereka pun ikutan menahan napas.
__ADS_1
"Apa kau siap?" Tanya Noah dengan tatapan yang begitu dalam dan penuh cinta.
Batari merangkul lehernya Noah dan menghirup dalam-dalam napas Noah sampai ke dalam paru-parunya.
"Tari, aku sangat menginginkanmu lebih daripada aku menginginkan kehidupan itu sendiri" Ucap Noah di atas tubuhnya Batari
Erangan lirih penuh gairah menyumbat kerongkongannya Noah sehingga dia hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Noah merapatkan tubuhnya dengan tubuh Batari untuk menciumi pelupuk matanya Batari yang terpejam, menelusuri lekuk rahangnya Batari, memagut bibirnya Batari yang lembut dan basah, sementara tangannya meremas, menggerayangi dengan satu tujuan, mencapai kenikmatan mereka secara bersamaan.
Mereka terus bercinta tiada henti sampai kelelahan menyergap tubuh mereka. Keduanya bahkan tidak sempat lagi untuk menghitung berapa kali erangan kepuasan mereka terhempas cantik di udara.
Noah kemudian terkulai lemas menatap Batari yang tersenyum puas, lalu secara perlahan dan cantik, Batari tertidur lelap di dalam dekapan suami tampannya. Noah mencium perutnya Batari untuk berucap, "Semoga berjuta-juta kecebongku yang aku luncurkan kali ini dan aku tembakkan dengan tepat malam ini, bisa bekerja dengan baik dan dedek bayi yang imut nan menggemaskan akan segera hadir di dalam perut ramping kamu ini"
Keesokan harinya, Noah keluar dari dalam kamar mandi dengan rapi dan wangi, lalu duduk di tepi ranjang. Dia cium bahunya Batari, lalu pipinya Batari dan yang terakhir dia mencium bekas tanda cintanya semalam di atas lehernya Batari, kemudian berbisik lembut di telinganya Batari, "Bangunlah sebentar untuk makan atau mau aku makan lagi dirimu, sekarang?"
Batari sontak membuka matanya lebar lebar dan bangun terduduk dengan segera. Noah tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah konyolnya Batari.
Batari berdecak sambil mengucek kedua kelopak matanya dan masih mengumpulkan jiwa dan raganya yang berceceran karena, permainan cinta suaminya yang begitu hebat semalam, saat Noah melangkah mengambilkan sepotong sandwich.
Beberapa detik berikutnya, Noah kembali duduk di tepi ranjang di sampingnya Batari sembari berucap, "Aaaaaaa! Mas suapi kamu nih, makanlah!"
Batari menggigit sandwich yang disodorkan oleh suaminya dan setelah itu giliran Noah yang menggigit sandwich tersebut tepat di bekas gigitannya Batari.
"Aku bisa makan sendiri" Batari langsung mengambil sandwich itu dari tangannya Noah dan sambil cemberut ia berkata, "Aku lapar banget pagi ini"
Noah tergelak geli dan berkata,"Oke, Sayangku, habiskan! makan yang banyak dan diminum susunya. Aku akan memeriksa email sebentar" Noah mengusap rambutnya Batari lalu ia meraih laptopnya untuk ia pangku laptop itu.
Noah seketika mengernyit saat ia menatap layar laptopnya..........
__ADS_1