Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Camilan


__ADS_3

"No! Big No! Kalau kamu ikut, itu akan sangat membahayakan untuk kamu" Noah menggelengkan kepalanya dengan cepat dan tegas.


Batari langsung merengut dan berkata, "Kok kamu gitu. Ini kemauan si Emprut, lho"


Noah sontak menautkan kedua alisnya, "Siapa si Emprut?"


"Anak kita" Batari berucap sembari mengelus perutnya.


"Kok si Emprut?"


"Ini panggilan sementara untuk anak kita. Kita, kan, belum tahu jenis kelaminnya. Jadi, aku kasih aja panggilan si Emprut"


Noah tersenyum geli lalu ia mencium perutnya Batari dan berkata, "Emprut, Mama kamu kasih nama panggilan ke kamu, nih. Papa suka sama kamu. Kamu suka sama Papa, nggak?"


"Nggak suka" Sahut Batari dengan suara yang dibuat mirip suara anak. kecil.


"Kenapa?" Noah langsung mengangkat wajahnya untuk menatap istri cantiknya.


"Papa nggak Ijinkan Mama ikut Papa bekerja besok" Batari langsung merebahkan diri di atas kasur dan memunggungi Noah.


Noah langsung merebahkan diri di samping Batari dan memeluk Batari dari arah belakang sambil berkata, "Papanya si Emprut kok dipunggungi kayak gini? Kalau si Emprut nyari Papanya gimana?"


"Nggak bakalan nyari" Batari berkata sembari mengurai pekukannya Noah dan Bangun


Noah langsung berkata, "Oke. Baiklah. Besok kamu dan si Emprut boleh ikut aku ke kantor"


Batari langsung menoleh ke Noah dan dengan wajah semringah dia berkata, "Benarkah?"


"Tapi, kamu harus selalu berada di sampingku. Mau ke mana pun harus ajak aku"


"Siap delapan enam Komandan!" Batari hormat kepada Noah lalu ia merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil berkata, "Kamu sudah makan?"


"Sudah. Maaf aku tadi diajak makan sama Lopez.karema Lopez sudah sangat kelaparan" Noah mengelus rambutnya Batari dengan penuh kelembutan.


"Nggak papa. Aku juga udah makan duluan tadi karena si Emprut nggak tahan lapar"


Noah terkekeh geli dan berkata, "Kalau lapar,.ya, makan aja langsung. Jangan nunggu aku pulang?"


Batari lalu mencium pipi Noah dan kembali merebahkan kepalanya di dada Noah sembari berkata, "Aku mau bobok cepat biar besok tidak bangun kesiangan" Batari langsung memejamkan matanya.


Noah terkejut geli dan sambil mengusap rambut indah istri cantiknya ia bergumam, "Kenapa kamu terlahir sangat mengenaskan begini, sih, Istriku sayang membuat aku nggak pernah bisa bilang tidak sama kamu" Noah lalu mencium pucuk kepalanya Batari dan berucap di sana, "Selamat tidur. Aku sangat mencintaimu"

__ADS_1


Nehemia, Bryna dan Amanda sampai di rumah dengan membawa banyak sekali kantong plastik. Mereka kalap saat membeli camilan di tempat favoritnya Nehemia. Mereka membeli martabak asin, martabak manis, empek-empek, dadar gulung, dan dawet.


"Lho, kok sepi?" Amanda dan Bryna berucap secara kompak.


"Iya, kok, sepi?".


"Kita taruh dulu semua camilan ini di meja makan" Amanda mengajak Nehemia dan Bryna ke meja makan.


Setelah menaruh semua camilan malam di meja makan, Amanda berlari kecil naik ke lantai atas. Istri cantiknya Barnes Adiwilaga Darmawan yang berambut merah dan semakin tua justru semakin tambah cantik itu mengetuk pintu kamarnya Noah dan Batari.


Noah yang membukakan pintu, "Ada apa, Ma?"


"Tari udah tidur?" Tanya Amanda.


"Sudah, Ma. Mama mau masuk?"


"Nggak usah. Ya udah kalau udah tidur. Emm, tapi, Mama beli banyak camilan"


"Maaf,.Ma. Noah udah makan dan Noah nggak berani makan lagi. Takut gendut perutnya dan nggak bisa bergerak lincah lagi kalau gendut" Noah tersenyum lebar ke mama.mertuanya.


"Terus,.siapa dong yang makan camilannya? Tari tadi yang minta camilan. Dia malah udah tidur sekarang" Amanda mengerucutkan bibir.


"Baiklah. Noah akan turun untuk makan satu aja. Cuma satu, lho, Ma"


"Ah, iya, Noah lupa kalau ada Hemi. Noah butuh ngomong sesuatu sama Hemi" Noah lalu melangkah keluar dan menutup pintu kamarnya dengan pelan.


Nehemia tersenyum melihat kakak tampannya duduk di depannya.


Noah langsung berkata, "Besok, aku,.Lopez dan Tari akan bekerja di kantor kamu"


"Hah?!" Nehemia, Bryna dan Amanda langsung menarik rahang bawah mereka secara bersamaan.


"The Rat menyusup ke kantor kamu" Sahut Noah.


"Kok bisa?" Nehemia,.Bryna dan Amanda bertanya secara bersamaan.


"Aku juga nggak tahu. Untuk itulah aku menyusup ke kantor kamu untuk mencari siapa The Rat, kenapa The Rat menyusup ke kantor kamu dan kenapa dia menyusup ke Grup Baron bukannya ke grup Elruno yang lebih besar?"


"Iya kamu benar" Sahut Bryna.


"Tapi, kenapa Kak Tari ikut?"

__ADS_1


"Nah, itu. Mama baru aja mau nanya" Sahut Amanda.


"Tari bosan di rumah dan dia pikir di kantor itu aman, ada aku, Lopez, dan Nehemia, jadi dia ingin ikut" Sahut Noah.


"Hmm, emang Tari itu benar-benar mirip sama Kakekku Moses Elruno. Suka semau Gue" Sahut Bryna.


Semua sontak terkekeh geli mendengar ucapannya Bryna.


Nehemia langsung berkata, "Sambil dimakan camilannya. Aku udah beli banyak, nih"


"Iya, Hemi yang beli. Sayang kalau nggak dimakan"


"Oke satu aja. Kakak hanya akan makan satu aja" Noah menyomot martabak asin dan sambil menggigit martabak asin itu, ia berkata, "Dito udah tidur?"


"Udah. Tadi Tante ke kamarnya dan Dito udah tidur sangat nyenyak" Sahut Bryna.


"Enak banget martabaknya. Kamu beli di tempat biasa Mama beli, ya?" Tanya Noah sambil menyomot martabak asin lagi.


"Iya" Sahut Nehemia.


Nehemia, Bryna dan Amanda lalu saling pandang dengan mengulum bibir mereka menahan geli.


Noah mengunyah martabak asin yang sudah masuk ke dalam mulutnya dan menatap semuanya dengan bertanya, "Ada apa?"


Nehemia langsung menyahut, "Katanya tadi cuma akan makan satu aja"


Noah terkekeh geli dan sambil menyomot satu martabak asin lagi, ia berkata, "Kalau marrabak langganannya Mama, aku bisa kalap dan lupa sama dietku"


Semua langsung tertawa ringan mendengar ucapannya Noah.


"Oh, iya, kapal The Rat yang berisi kaum eksekutif dan gadis di bawah umur yang diculik dan dipaksa bekerja untuk memuaskan para pria hidung belang sudah tertangkap" Ucap Amanda.


"Syukurlah" Sahut Noah dan Nehemia secara bersamaan.


"Berarti tinggal membereskan urusan yang ada disini, kan, Kak?" Nehemia menatap Kakak tampannya.


Noah yang tanpa sadar sudah memakan enam potong martabak asin, menganggukkan kepalanya.


"Aku akan bantu Kakak. Ah, senangnya! Akhirnya aku bisa membantu pekerjaannya Kakak* Nehemia menatap Noah dengan senyum semringah. "Dan aku senang melihat kakak tampanku sudah melalap ludes martabak asin"


Bryna dan Amanda sontak menggemakan tawa mereka saat mereka mendengar selorohannya Nehemia dan Noah sontak tersipu malu dan berkata, "Maaf, khilaf, hehehehe"

__ADS_1


Keesokan harinya, Lopez yang tinggal di markas, datang ke kediamannya Barnes Adiwilaga Darmawan untuk menjemput Noah. Setelah sarapan bersama, Noah, Batari, Lopez dan Nehemia berangkat bersama ke kantor dengan penuh semangat.


__ADS_2